
Chinmi duduk bersila berhadapan dengan Yinfei yang sedang berdiri dan mendengarkan semua yang Yinfei katakan.
"Untuk membuka pintu yang ke enam, yang kamu harus lakukan adalah mengerti akan maksud dari Alam. Kamu harus memahami lima unsur elemen sekaligus sifat-sifat mereka.
Jika kamu berhasil maka seluruh raga serta jiwa mu akan bisa menyatu dengan alam. Jadi aku akan menjelaskan satu persatu dari lima unsur elemen tersebut, sisanya kamu tinggal memutuskan nya sendiri akan pengertian tersebut, apa kamu siap?" Chinmi kebingungan, dia merasa sudah melakukanya ketika Ho Chen melatihnya.
"Senior, aku sudah pernah melakukannya, kenapa harus melakukannya lagi?" tanya Chinmi.
Yinfei tersenyum lembut Kemudian dia mulai menjelaskan jika yang di lakukan saat ini berbeda.
"Yang kamu lakukan bukanlah penyatuan biasa, ini adalah pengertian sekaligus penyatuan jadi sedikit berbeda," kata Yinfei.
Chinmi yang merasa masih kebingungan terpaksa melakukan apa yang Yinfei suruh.
"Baiklah kita mulai dari yang pertama yaitu unsur Elemen Tanah! Tanah memiliki sifat yang sangat jujur dan juga rendah hati," kata Yinfei kemudian dia melanjutkannya kembali.
"Chinmi, kamu jangan selalu merasa berada di atas, dan juga kamu harus bisa jujur, terlebih lagi kepada dirimu sendiri!."
Chinmi mulai meditasi mencari pencerahan. Selama ini dia selalu menganggap dirinya adalah pendekar yang paling kuat, bahkan ketika menyerap Bola Nirwana, dia pernah merasa berada di atas namun setelah berlatih tanding dengan Ho Chen, dia baru sadar jika dirinya bukanlah yang terkuat.
Namun masalah kejujuran, dia bukan tidak pernah berbohong. Walaupun pernah, namun dia berbohong demi kebaikan dan juga demi melindungi orang-orang yang ia kenal dan ia sayangi.
Chinmi merasa tercerahkan, pikiran nya menjadi sangat tenang, dan bisa berpikir dengan jernih. Satu garis yang berdiri lurus berwarna emas semakin menebal di keningnya, menandakan jika dirinya sudah bisa menyatu dengan Tanah.
"Bagus Chinmi, kamu berhasil menyatukan diri dengan Tanah. Sekarang saatnya untuk yang kedua. Unsur Elemen yang kedua adalah Air! Air memiliki sifat cerdas dan juga gesit." kata Yinfei kemudian kembali menjelaskannya.
"Kamu harus bisa berpikir lebih luas dan bisa menentukan mana yang baik dan buruk, dan kamu harus lebih cepat dan gesit dalam mengambil sebuah keputusan agar bisa berguna untuk orang lain dan untuk masa depanmu sendiri!"
Di bagian ini Chinmi bisa tercerahkan dengan sangat cepat, tanpa berpikir lebih lama dari sebelumnya. Alasannya mudah, dia sudah pernah berpikir lebih cepat dan tepat ketika memberikan keputusan saat pertemuan antar sekte ketika akan berperang.
Garis kedua di kening Chinmi kini juga menjadi tebal, tebalnya seperti dua helai rambut jika di satukan. Chinmi mendapatkan kekuatan baru yaitu bisa membaca dan mendengar isi pikiran orang lain.
"Hebat, kamu bisa menyatu dengan Air sesingkat ini!" kata Yinfei yang merasa kagum karena kecepatannya hampir sama dengan kecepatan Ho Chen dalam mengartikan dan menyatukan diri dengan Air.
"Sekarang kita lanjut ke berikutnya. Unsur Elemen yang ketiga adalah Angin! Angin memiliki sifat yang tidak mudah menyerah, apapun yang terjadi, kamu harus bisa bangkit, bahkan jika dirimu hampir mati sekalipun, kamu jangan pernah menyerah!"
Di bagian ini Chinmi tidak memiliki hambatan sama sekali, karena dia hanya pernah merasa putus asa sekali dalam hidupnya.
Garis ketiga di kening Chinmi kini juga menebal, dan bisa dilihat walau bukan dari dekat. Kini dia mendapatkan ilmu baru, yaitu bisa mengendalikan pikiran orang lain, bahkan hanya dengan pikirannya saja dia bisa membunuh orang.
Senyum Yinfei semakin melebar, menurutnya kehidupan yang Chinmi jalani tidak terlalu memiliki beban berat, sehingga tiga unsur elemen bisa menyatu dengan sangat cepat.
Yinfei beristirahat sejenak sembari memberi kelonggaran untuk Chinmi menstabilkan kekuatan barunya tersebut. Kemudian melanjutkan kembali proses pembukaan pintu ke enam.
"Unsur Elemen yang ke empat adalah Api! Api memiliki sifat yang selalu terbuka dan juga semangat, jika kamu memiliki masalah, sebaiknya kamu tidak menyimpannya sendiri, mintalah bantuan kepada orang lain, jangan kamu anggap semua bisa kamu melakukannya sendiri!"
Kali ini Chinmi tersenyum pahit. Sebelumnya dia berpikir bahwa dia memiliki takdir untuk menghentikan perang itu seorang diri. Kini dia sadar bahwa semuanya tidak akan bisa di lakukan seorang diri saja, sekuat apapun dirinya kelak, tidak akan bisa merubah pikiran semua orang untuk tidak berbuat jahat. Dan kejahatan pasti akan selalu ada.
Garis di kening nya semakin bercahaya setelah berhasil memahami dan menyatu dengan elemen api.
Kini dia sudah bisa mengubah apinya menjadi seperti apa yang ia inginkan, bahkan mampu membuat api hitam dan juga tiga api yang di miliki oleh Ho Chen.
Mata Yinfei terbuka sangat lebar, dia tidak menyangka jika Chinmi akan mampu menyatu dengan Api secepat itu, bahkan dirinya sendiri saja membutuhkan beberapa bulan sebelum akhirnya bisa menyatu dengan Api, namun nyatanya Chinmi bisa melakukannya hanya beberapa saat setelah Yinfei selesai menjelaskan nya.
"Anak ini memang benar-benar mirip Ho Chen," batin Yinfei.
"Sekarang tinggal unsur yang terakhir, jika kamu bisa melakukan yang ini juga, maka kamu akan menjadi Pendekar Dewa Abadi tingkat awal." Kata Yinfei sambil memandangi Chinmi dangan sangat takjub.
"Baiklah Chinmi! Unsur Elemen yang ke lima adalah Logam! Logam memiliki sifat yang tajam, berani, dan juga tegas, satu yang paling utama yang harus kamu miliki yaitu jangan pernah takut terhadap apapun!"
Chinmi menunduk kan kepala nya, dia memang tidak pernah merasa takut sama sekali, namun ada sesuatu yang paling ia takutkan, yaitu takut jika suatu hari orang-orang yang ia sayangi celaka dan mati meninggalkan dirinya.
Yinfei sendiri sempat berpikir bahwa Chinmi mungkin akan gagal.
__ADS_1
"Semua hidup dan mati adalah kehendak takdir, semua yang bertemu pasti akan berpisah, dan yang datang akan pergi!" batin Chinmi yang langsung mulai mengerti.
Garis di kening Chinmi terbelah, ujung atasnya menjadi empat cabang, jika dihitung dari sudutnya memiliki lima sudut berwarna emas.
Ledakan energi besar keluar dari tubuh Chinmi, untungnya Yinfei dan Lio Long sudah mempersiapkan diri sekaligus menguatkan dinding kubus emas tersebut, andai saja tidak bersiaga dari awal, mungkin kubus emas tersebut sudah hancur.
Kini Chinmi memiliki kekuatan baru lagi, yaitu bisa mengendalikan alam dengan sempurna tanpa harus merapalkan mantera sihir.
"Chinmi, sekarang kamu berhasil memasuki Tingkat Dewa Abadi awal, sekarang sempurnakan lah dengan menyatukan dirimu dengan alam semesta! Kamu harus tahu, alam semesta tercipta dari kelima unsur elemen tersebut, jika kamu bisa memilih, elemen manakah yang memiliki peran lebih kuat dari elemen lainnya? Jika kamu mengerti, maka kamu akan bisa menyatu dengan alam semesta." Kata Yinfei.
"Senior, aku sudah mengerti sejak awal di latih oleh senior Ho Chen, Tidak ada satupun elemen yang menjadi yang paling kuat atau paling lemah. Tiap elemen dapat mengontrol elemen lain. Sesungguhnya, kelima elemen ini saling bergantung satu sama lain. Oleh karena itu, kelima elemen ini dapat dianggap sejajar," kata Chinmi.
"Emm..! Kalau begitu menyatulah!" kata Yinfei
Chinmi segera melakukan penyatuan, setelah itu muncul cahaya putih berbentuk lingkaran di belakang kepalanya dan terlihat lima cahaya yang berbeda membentuk seperti unjung tombak yang sangat runcing berdiri di setiap pinggir lingkaran tersebut.
Tidak sempai di situ, bahkan ledakan yang lebih besar dan sangat kuat dari tubuh Chinmi membuat retakan di dinding kubus emas tersebut, padahal Lio Long sudah mengerahkan seluruh energinya, namun tetap saja retakan tetap terlihat.
"Kesempurnaan kekuatan Chinmi melebihi saat pertama kali aku menyempurnakan kekuatanku!" kata Lio Long sambil menahan dinding kubus emas agar tidak hancur.
"Selamat Chinmi, sekarang kamu benar-benar sudah berhasil mencapai kekuatan Tingkat Dewa Abadi..!." Kata Yinfei dengan tersenyum puas, dia sudah menduga jika Chinmi memiliki potensi yang sama dengan Ho Chen.
Chinmi merasa tidak percaya jika dirinya benar-benar bisa mencapai tingkat Dewa Abadi dengan sempurna, dia sudah tidak sabar ingin mencobanya, namun dia sadar kekuatannya masih belum cukup untuk melawan She Long, namun jika tetap berhadapan dengannya, setidaknya Chinmi masih bisa bertahan.
"Apa sekarang kita bisa keluar senior?" tanya Chinmi.
"Masih belum, sekarang kami saja juga hanya memiliki sedikit energi yang tersisa karena menahan ledakan energi mu, jadi kami ingin mengumpulkan Qi terlebih dahulu!" kata Lio Long.
Chinmi hanya bisa pasrah dan memilih untuk bermeditasi untuk menstabilkan energinya, sedangkan Yinfei dan Lio Long juga melakukan meditasi untuk memulihkan energi mereka.
***
"Seharusnya ini sudah menjadi waktu yang tepat, karena Chinmi sudah berada di tingkat Dewa Abadi!" batin Lio Long sekaligus memperhatikan Chinmi yang sedang meditasi.
Chinmi sendiri juga membuka matanya, dan tiga garis di keningnya juga sudah tidak terlihat lagi.
Lio Long segera menghampiri Chinmi yang baru menyelesaikan meditasi nya sekaligus berbicara padanya.
"Chinmi, ini sudah waktunya, aku akan meminta Yinfei untuk memanggil Ho Chen!" kata Lio Long kepada Chinmi.
"Baiklah senior Lio, lagi pula sihir ku juga sudah mencapai Tingkat Dewa, jadi aku sudah siap untuk membantu menyegel keempat mahluk itu!" jawab Chinmi.
"Lio Long, ayo kita keluar! Aku juga akan segera pergi untuk menjemput Ho Chen dan juga Xi Liyi, jadi tunggu saja nanti!" Yinfei berkata lebih dulu sebelum Lio Long menyuruhnya.
Lio Long mengangguk, dia merasa tidak perlu menunda terlalu lama, "Pergilah, ini adalah hari penentuan keselamatan seluruh Alam semesta!" kata Lio Long.
"Tunggu dulu, bukankah seharusnya kita hanya akan menyegel tiga mahluk saja?" Yinfei baru teringat jika saat ini hanya ada tiga mahluk saja yang tersisa karena satunya lagi sudah tidak lagi menjadi Monster.
"Owh benar juga, aku jadi lupa!" jawab Lio Long.
"Tiga, kenapa bisa hanya tiga? Bukankah mereka ada empat? Lalu kemana yang satunya, apakah kalian sudah berhasil menyegelnya?"
"Kamu bertanya atau apa?" Lio Long balik bertanya karena pertanyaan Chinmi yang banyak.
Chinmi belum mengetahui jika sebenarnya salah satu dari keempat mahluk kini sudah kembali ke wujud asli nya, yaitu seorang Dewi dari dunia para Dewa.
"Nanti aku akan menjelaskan nya padamu, jadi sebaiknya kita keluar dulu dari kubus ini. Nanti aku akan segara menjemput Ho Chen dan yang lainnya, dan kalian berdua bisa menunggu ku sekaligus menemani Yin'er yang juga sudah lama menunggu kedatangan kita!" kata Yinfei.
Yinfei segera mengaktifkan mode Dewa dan mulai membuka dinding kubus tersebut. Lio Long dan Chinmi segera keluar, kemudian disusul oleh Yinfei.
Sesampainya di luar, mereka semua terkejut bukan main saat melihat tanah yang hancur seolah sudah terjadi pertempuran.
"Ada apa ini? Apakah ini perbuatan Nona Yin?" tanya Lio Long keheranan.
__ADS_1
"Mungkin saja, mungkin ini akibat Qie Yin saat berlatih!" jawab Yinfei.
Chinmi mengamati kesekitarnya, namun dia tidak menemukan keberadaan Qie Yin.
Chinmi akhirnya mengaktifkan mata Dewa nya untuk memeriksa keberadaan Qie Yin di seluruh dunia ciptaan Lio Long, namun dia tidak juga menemukan keberadaan nya, begitu juga dengan Yinfei dan Lio Long.
"Kenapa perasaanku merasa tidak enak!" gumam Chinmi.
Dia merasa telah terjadi sesuatu ketika dirinya sedang berlatih di dalam Kubus emas tersebut, namun dia tetap berusaha untuk menemukan Qie Yin.
"Senior, Chinmi! Kemarilah, aku menemukan sesuatu!" seru Lio Long.
Yinfei dan Chinmi bergegas menuju ketempat Lio Long, dia segera bertanya setelah tiba di tempat tersebut.
"Ada apa senior Lio?" tanya Chinmi.
"Lihatlah ada bercak darah kering di sini, dan juga ini adalah ikat rambut milik Nona Yin," kata Lio Long.
Chinmi segera mengambil ikat rambut milik Qie Yin yang berwarna biru muda, warnanya sedikit kusam karena debu.
"Sepertinya kita sudah lengah," kata Yinfei dengan menatap kearah pecahan tanah lainnya.
"Apa maksud senior?" tanya Chinmi.
"Lihatlah itu! Itu adalah bekas tapak kaki Naga Batu itu!" kata Yinfei.
Chinmi terkejut ketika mengetahui itu, begitu juga dengan Lio Long, mereka berdua sungguh tidak menduga jika She Long ternyata berhasil membawa Qie Yin.
"Kenapa Naga itu bisa datang kesini tanpa kita ketahui?" tanya Lio Long.
"Sepertinya dia sudah lama mengetahui keberadaan Yin'er disini, aku yakin dia pasti menyembunyikan keberadaanya dari kita, dan ketika kita masuk kedalam kubus itu, dia langsung beraksi membawa Qie Yin! Namun pertanyaan nya, bagaimana dia bisa menemukan Yin'er disini?" kata Yinfei.
Kekuatan She Long memang sangat tinggi, jadi sangat mudah baginya untuk bisa menyembunyikan keberadaan dirinya tanpa ada satu orang yang mengetahuinya, bahkan Kaisar Langit sekalipun tidak akan bisa menemukan keberadaanya.
Terlebih lagi, dia sangat licik, hanya dengan melacak tanda segel yang ia pasang di tubuh Qie Yin, dia bisa menemukan Qie Yin dimana pun, walau membutuhkan waktu yang cukup lama.
Chinmi menggenggam erat ikatan rambut Qie Yin, secara bersamaan energi kekuatannya mulai merembes keluar membuat tanah mulai bergetar.
Chinmi teringat perkataan terakhir Qie Yin pada dirinya, yaitu apakah dia akan mencarinya jika nanti Qie Yin tiba-tiba saja menghilang.
"Senior, bukankah Naga itu berada di dunia ku?" tanya Chinmi, namun suaranya mengandung amarah.
"Benar, dia memang bersembunyi di dunia mu, namun tidak ada yang tahu dimana dia bersembunyi!" kata Chinmi.
"Senior, ijinkan aku kembali ke dunia ku, senior bisa pergi mengabarkan ini kepada Senior Ho Chen, sedangkan aku akan mencari keberadaan Naga itu," kata Chinmi.
"Chinmi, kamu jangan dulu gegabah, kamu tidak akan bisa menghadapi Naga itu sendirian, jadi kita membutuhkan rencana yang matang," kata Yinfei.
"Aku tahu itu senior, namun saat ini Qie Yin dalam sedang dalam masalah besar, aku sudah berjanji sebelumnya padanya, apapun yang terjadi aku akan melindunginya dan akan mencarinya di manapun dia berada," kata Chinmi.
"Aku mengerti, namun satu pesanku, jika kamu sampai menemukan tempat persembunyian nya, jangan dulu menyerangnya, kamu bisa memanggil Xi Liyi dan yang lainnya nanti untuk menyelamatkan Yin'er, jika sudah berhasil, cepatlah kalian pergi dari sana," kata Yinfei.
Dengan kekuatan Chinmi dan Xi Liyi saja, bahkan jika di tambah dengan kekuatan Bai Ying masih belum cukup untuk menghadapi She Long.
"Terima kasih senior, kalau begitu aku pergi dulu, aku akan menunggu kalian semua di duniaku!" kata Chinmi.
"Pergilah, aku akan menemui Xi Liyi kemudian aku dan Xi Liyi akan segara menyusul mu!" kata Lio Long.
Chinmi mengangguk dan kemudian sepeti Yinfei dan Ho Chen, Chinmi memejamkan matanya dan menjentikkan jarinya, untuk pertama kalinya dia menggunakan ilmu ruang waktunya.
"Demi sebuah janji ya! Baiklah kalau begitu aku juga akan pergi!" kata Yinfei kemudian dia juga menghilang dengan wujud mode Dewa nya.
Lio Long menghela nafas panjang, dia menghentakkan kakinya ketanah dan dunia ciptaanya mulai bergetar hebat kemudian meledak dan hancur.
__ADS_1