
"Owh maaf aku tidak sengaja!" kata Xian Fai kemudian mereka berlima tertawa terbahak-bahak.
"Senior Xian, ada apa denganmu? Seingat ku aku tidak pernah mencari masalah denganmu," kata Chinmi sambil menatap mereka berlima.
"Hahaha, kita memang tidak memiliki masalah, namun aku sangat ingin mencari masalah denganmu, murid baru!" kata Xian Fai kemudian mengambil pedangnya yang masih tersarung.
"Senior Xian, aku tidak ingin mencari keributan, jadi ku mohon biarkan aku pergi!" kata Chinmi namun tidak terlihat rasa takut diwajahnya.
"Kemarin kamu beruntung karena adik Yin membelamu, sekarang siapa yang akan membantumu?" kata Xian Fai sambil berjalan kearah Chinmi.
"Senior jangan paksa aku untuk melawanmu!"
"Ho ho menarik, murid lemah seperti dirimu berani berkata seperti itu padaku. Sekarang aku akan memaksamu untuk melawanku!"
Xian Fai menarik pedangnya kemudian maju menyerang Chinmi, "Terimalah seranganku ini murid baru!"
Xian Fai mengangkat pedangnya dan mengayunkan pedang asli tersebut kearah kepala Chinmi.
Keempat teman Xian Fai panik, andai Xian Fai tidak menggunakan pedang asli untuk menyerang Chinmi itu tidak masalah. Namun yang di gunakan oleh Xian Fai adalah pedang sungguhan membuat keempat temannya khawatir Xian Fai benar-benar akan melukai Chinmi.
Chinmi melompat mundur menghindari tebasan pedang Xian Fai, dia menoleh ke berbagai arah mencari senjata untuk dijadikan senjata perlindungan namun Chinmi tidak menemukan apa-apa sehingga hanya berusaha menghindari serangan Xian Fai.
"Kenapa dia bisa bergerak segesit itu?" Xian Fai terkejut karena serangannya sama sekali tidak mengenai Chinmi. Jangankan mengenainya,menyentuhnya pun juga tidak bisa.
"Ayo lawan aku! Jangan hanya bisa menghindari seranganku saja murid baru!" kata Xian Fai yang mulai kesal karena serangannya sama sekali tidak bisa mengenai Chinmi.
Saat sedang berusaha menghindar Chinmi menemukan sebatang kayu yang memiliki panjang Satu setengah meter. Chinmi segera mengambil kayu kecil tersebut kemudian segera menepis pedang Xian Fai kesamping kemudian memukul lengan kiri Xian Fai dengan batang kayu tersebut.
Pukulan kayu Chinmi agak keras membuat Xian Fai meringis kesakitan disertai tatapan tidak percaya akan apa yang ia alami barusan.
"Kurang ajar, kau akan segera menyesalinya," kata Xian Fai kemudian kembali mengangkat pedangnya dan menyerang Chinmi.
__ADS_1
Sebenarnya Tingkat Chinmi masih berada dibawah Xian Fai, Chinmi saat ini berada di tahap Pendekar Pemula Tingkat 2, sedangkan Xian Fai berada ditahap Pendekar Pemula Tingkat 3.
Namun bukan karena kekuatan, akan tetapi Chinmi memang dapat mengimbanginya, itu karena kekuatan Fisik Chinmi yang lebih kuat dari pada Xian Fai.
"Pedang Taring Srigala," Xian Fai mengayunkan pedangnya yang kini sudah dialiri Qi sehingga pedang tersebut mulai bercahaya putih.
Chinmi juga mengalirkan Qi ke kayu kecil yang ia pegang dan kemudian energi Angin berkumpul di kayu tersebut.
Chinmi menahan tebasan pedang Xian Fai hanya dengan sebatang kayu saja. Andai Chinmi tidak mengalirkan Qi ke kayu tersebut, mungkin kayu tersebut sudah terpotong.
"Kau! Sejak kapan kamu sudah menjadi seorang Pendekar Pemula?" Xian Fai terkejut ketika menyadari Tingkat kekuatan Chinmi yang ternyata tidak jauh berbeda dengan tingkatnya.
"Maaf senior, apakah aku harus menjawabnya?" Chinmi justru balik bertanya.
"Bocah sialan apa kamu tidak pernah diajari sopan-santun kepada orang yang lebih senior dari mu? Ah aku tahu, mungkin Ayah dan Ibumu orang yang tidak berpendidikan sehingga tidak bisa mengajarimu, iya kan?"
Chinmi terdiam tidak bersuara, dia hanya menundukkan kepala tanpa memberikan jawaban apapun.
Xian Fai berlari memutari tubuh Chinmi yang masih berdiri diam dangan kepala menunduk, Xian Fai berniat menyerang Chinmi dari arah belakang, setelah dia bersiap untuk menyerang Chinmi dari arah belakang, tiba-tiba saja dia merasakan Aura berwarna merah yang begitu kuat dan juga mencekam keluar dari tubuh Chinmi.
Xian Fai langsung membatalkan serangannya, mendadak dia merasakan firasat buruk melihat itu sehingga dia menjaga jarak dengan Chinmi yang masih berdiri diam.
"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja bocah itu mengeluarkan Aura aneh yang menakutkan seperti itu?"
"Ini mungkin tidak baik, aku akan pergi mencari para senior atau mungkin pergi menemui Ketua dan para sepuh, aku takut jika dibiarkan akan terjadi hal buruk nantinya,"
"Iya benar, kalau begitu bergegas lah sebelum situasi menjadi lebih buruk!"
Keempat teman-teman Xian Fai mencari solusi dari permasalahan ini, mereka sangat takut melihat Chinmi yang mengeluarkan Aura yang begitu mencekam, dan salah satu dari mereka segera pergi mencari bantuan agar pertarungan mereka berdua bisa dihentikan.
Chinmi yang sejak tadi berdiri diam dengan kepala masih menunduk kini mengangkat kepalanya kemudian menoleh kebelakang menatap Xian Fai dengan dingin.
__ADS_1
Xian Fai menelan ludahnya ketika ditatap dingin oleh Chinmi, dia juga merasakan tatapan Chinmi yang terlihat marah bercampur sedih.
"Kamu tidak berhak untuk menghina kedua orang tuaku, jika kamu ingin menghinaku silahkan lakukan sepuas hatimu. Namun jangan sekali-kali kamu menghina orang tuaku, Aku tidak akan pernah terima akan penghinaan ini," Chinmi yang terlihat sangat marah mengangkat kayu yang dipegangnya.
"Kamu harus menerima akibatnya!" Chinmi bergerak dengan sangat cepat dan dia mengayunkan kayunya dengan sangat kuat.
"Pencari Angin,"
Chinmi menyerang Xian Fai dengan serangan tebasan yang mampu mengeluarkan energi Angin, sedangkan Xian Fai berusaha menghindari serangan tersebut dengan kembali berlari dan berhenti dibelakang Chinmi, namun Chinmi segera menyerang dengan memutar kayunya kebelakang.
Xian Fai terkejut bukan main karena Chinmi sama sekali tidak menoleh kebelakang namun serangan kayunya yang di tebaskan kebelakang ternyata juga mampu mengeluarkan energi Angin.
Xian Fai menahan energi Angin tersebut dengan pedangnya, dan hasilnya dia sendiri yang terpental mundur namun tidak jatuh.
Xian Fai menatap pedangnya yang mulai terlihat retakan halus ditengahnya, dia tidak menyangka serangan kayu Chinmi memiliki kekuatan yang mampu membuat pedangnya hampir patah.
Chinmi menggunakan Jurus Pedang Tiupan Angin tahap pertama, ini pertama kalinya Chinmi menggunakan Jurus ini untuk menyerang manusia, walau hanya menggunakan kayu, namun energi Angin yang dilepaskannya sangat tajam.
Chinmi yang masih sangat marah tidak mau membiarkan Xian Fai begitu saja, dia kembali menyerangnya dengan kayunya tersebut.
Xian Fai menjerit ketakutan melihat Chinmi kembali menyerangnya, dia berencana ingin meminta bantuan teman-temannya untuk membantunya, namun saat dia menoleh Ke samping, ternyata teman-temannya sudah tidak ada disana.
"Membelah Angin"
Chinmi mengayunkan kayunya ke arah Xian Fai, kali ini Chinmi menyerangnya dengan Jurus Tiupan Angin tahap Tiga.
Xian Fai lari sekuat tenaga menjauh dan menghindari energi Angin yang mengejarnya, Xian Fai segera tiarap disebuah gundukan tanah berharap angin tersebut tidak dapat mengenainya, dan benar saja, angin tersebut hanya menghancurkan sebagian gundukan tanah tersebut dan Angin tersebut melewati Xian Fai yang berlindung dibalik gundukan tersebut.
Saat Xian Fai menarik nafas lega, dia melihat Ji Long datang bersama sesepuh yang lain, sedangkan Energi Angin tersebut menuju kearah mereka.
Ji Long menepis Energi Angin tersebut dengan sebelah tangannya saja dan Angin tersebut menghantam tembok pagar lapangan hingga hancur.
__ADS_1