PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Bantuan


__ADS_3

***


Chinmi tidak menduga setelah bertahun-tahun ia berlatih di Dunia Bawah Laut kini bisa kembali melihat dunia luar, namun siapa sangka dia akan mendapatkan hal yang tak terduga.


Chinmi hanya ingin menyelamatkan sekte Pulau Es sekaligus ingin membantu gurunya. Setelah tiba di sekte Pulau Es bukannya bisa membantu sekte atau menolong gurunya, dia justru malah dijodohkan dengan Bing Mei.


Tidak sampai disitu, dia bahkan memegang lencana sebagai ketua di sekte Pulau Es, hal ini sungguh membuat Chinmi merasa aneh.


Chinmi akui jika Bing Mei sangat cantik, namun dia sama sekali tidak berpikir untuk menikahi secepat itu. Alasannya sederhana, Chinmi masih ingin hidup bebas dan ingin mengetahui seberapa luas dunia sekaligus berkeinginan untuk menjelajah alam semesta.


Saat ini Chinmi dan Bing Long sedang menuju ke Sekte Kelelawar Hitam, Chinmi tidak tahu dimana letak sekte Kelelawar Hitam. Dia hanya melacaknya lewat energi milik Zhihui dan mengikuti arahnya.


"Kenapa langit kembali gelap?" pikir Chinmi sebelum akhirnya ingat jika Zhihui pernah melakukan itu sebelumnya.


"Mereka sudah mulai bertarung," tebak Chinmi.


Bing Long sama sekali tidak bicara, dipikirkannya saat ini hanyalah Pedang Naga Langit yang berada ditangan Chinmi, dia merasakan ada hawa Naga dari dalam pedang tersebut, sedangkan Long Wang sendiri juga menyadari jika Bing Long merasakan hawa keberadaannya.


Masalahnya Bing Long merasakan jika ada kekuatan besar yang ada di dalam pedang tersebut, bahkan jika diukur kekuatan gabungan ke delapan Naga sepertinya masih belum cukup untuk menyamai energi yang berada didalam pedang tersebut.


"Chinmi, jika kamu ingin secepatnya kesana, gunakanlah lorong waktu agar kamu cepat sampai kesana," kata Long Wang.


"Lorong Waktu? Aku tidak mengerti?" kata Chinmi.


"Biar ku persingkat, kamu bisa pergi kemana saja yang kamu mau hanya dengan menjentikkan jari, namun dengan kekuatanmu saat ini kemungkinan kamu hanya bisa menggunakan ilmu itu dua kali dan akan bisa menggunakannya kembali sekitar seminggu lagi."


Chinmi masih tidak mengerti akan apa yang Long Wang katakan, namun dia teringat akan seseorang yang pernah melakuan itu, yaitu leluhurnya Li Wiefu.


"Kanapa hanya sebatas dua kali saja dan kenapa harus menunggu seminggu lagi untuk menggunakannya?" tanya Chinmi.


"Ternyata kamu cepat paham akan penjelasan singkat ku itu!" kata Long Wang kemudian kembali menjelaskan.


"Ilmu Lorong Waktu membutuhkan tubuh serta kekuatan yang besar, yang pertama tubuh harus benar-benar kuat, dan yang kedua Qi yang kamu miliki harus cukup untuk melindungi tubuhmu, jika tidak maka tubuhmu akan hancur saat melewati lorong ruang dan waktu."


Chinmi memandangi tubuhnya kemudian bertanya kembali, "Bukankah itu artinya aku masih belum cukup kuat untuk menggunakan ilmu itu? Satu atau dua kali bukankah sama saja efeknya?"


"Tentu beda karena aku akan membuatkan prisai untuk tubuhmu, dan aku hanya bisa membantumu dua kali saja dan menunggu lagi satu minggu untuk bisa melakukannya lagi, itu karena keterbatasan kekutanku saat ini. Jika kamu sudah memiliki Qi yang besar maka kamu akan bisa melakukannya sendiri dengan kekuatanmu berkali-kali tanpa efek apapun," kata Long Wang.

__ADS_1


"Hem!!?"


Chinmi tiba-tiba merasakan ada energi besar lain yang muncul dari kejauhan, "Ada satu lagi!" kata Chinmi kemudian dia berbicara kapada Bing Long.


"Senior Bing Long, aku akan kesana lebih dulu jadi Senior bisa mengusulkan?" kata Chinmi bertanya.


"Apa maksudmu..!?" tanya Bing Long yang masih terbang, namun dia tidak mengerti akan maksud perkataan Chinmi.


"Nanti Senior akan mengetahuinya sendiri! Senior Long Wang, aku mohon bantuanmu!" kata Chinmi membuat Bing Long semakin tidak mengerti.


Pedang Naga Langit tiba-tiba mengeluarkan suara bising yang sangat memekakkan telinga, Bing Long sendiri tidak tahan akan suara tersebut dan berusaha menutup telinganya dengan menggunakan Qi.


Tubuh Chinmi tertutup cahaya Biru kemudian tubuhnya menghilang seperti tidak pernah ada disana.


"Kemana dia..!?" Bing Long terkejut sekaligus kebingungan, namun setelah itu dia dapat merasakan energi Chinmi berada di tempat yang mau ia datangi.


"Ilmu Ruang Waktu!" kata Bing Long setelah mengetahui jika Chinmi berpindah dengan menggunakan ilmu Ruang Waktu.


Bing Long segera mempercepat terbangnya untuk menyusul Chinmi yang sudah tiba lebih dulu di sana, sedangkan perjalanan kesana masih jauh bagi Bing Long.


***


"Sepertinya efeknya masih ada beberapa detik!" kata Long Wang.


Chinmi mengamati Lung Chiu Xi dimana gerakannya terlihat sangat lambat sekali. Lambatnya gerakan Lung Chiu Xi mungkin lebih lambat dari seekor siput yang berjalan, dan mungkin akan mampu mendahului gerakan Lung Chiu Xi.


"Ini adalah efek dari ilmu Ruang waktu, jadi semua akan terlihat sangat lambat, namun sebentar lagi akan habis," kata Long Wang kembali menjelaskan.


Chinmi memperhatikan tubuh Zhihui yang di penuhi banyak luka, dia kemudian menoleh kearah 12 Pendekar yang berdiri tidak jauh darinya.


"Sepertinya Senior Zhihui di keroyok oleh mereka," kata Chinmi yang menebak akan kekalahan Zhihui.


Tiba-tiba waktu kembali normal, Chinmi dengan cepat menangkap lengan Lung Chiu Xi dan mencengkeram nya dengan erat.


"Dia sudah terluka parah, sebaiknya kamu melawanku saja!" kata Chinmi kemudian memberikan pukulan yang sangat keras ke perut Lung Chiu Xi hingga muntah darah.


Walau ia memukul perut Lung Chiu Xi, namun Chinmi tidak melepaskan cengkeraman tangannya. Dia kembali memberikan pukulan lebih keras ke wajah Lung Chiu Xi sekaligus melepaskan cengkeraman tangannya.

__ADS_1


Tubuh Lung Chiu Xi terlempar kebelakang dan jatuh tepat di hadapan ke 12 Pendekar yang masih berdiri dan terlihat kebingungan akan apa yang sedang terjadi.


"Senior..!" kedua pendekar Sihir segera membantu Lung Chiu Xi untuk bangkit.


"Tu-tulang hidung ku..!" kata Lung Chiu Xi sambil memegang hidungnya yang sangat sakit dan mengeluarkan darah, dia merasa tulang hidungnya yang lunak seperti patah.


"Siapa pemuda itu? Apakah itu bantuan Wanita Itu? Tapi dari mana ia datang?" salah satu pendekar dipunuhi banyak pertanyaan sambil memperhatikan Chinmi yang terlihat masih sangat muda.


"Kalia jangan bengong saja, cepat habisi pemuda itu!" kata Lung Chiu Xi yang geram kepada mereka yang masih bengong, namun dia sendiri masih memegang hidungnya yang sakit sekaligus mengeluarkan banyak darah dan Air matanya juga mengalir kerena menahan sakit di hidungnya.


Zhihui sendiri terkejut ketika melihat Chinmi sudah berada dihadapannya, bukan kedatangannya yang muncul secara tiba-tiba, melainkan dia juga berhasil memukul Lung Chiu Xi dengan mudah.


"Chi.. Chinmi, bagaimana bisa kamu muncul secara tiba-tiba? Bagaimana dengan Bing'er?" tanya Zhihui.


"Bing'er.. Eh maksud saya Nona Bing baik-baik saja," kata Chinmi, dia tanpa sengaja mengikuti perkataan Zhihui yang memanggil Bing Mei dengan sebutan Bing'er.


Zhihui ingin mengatakan sesuatu, Namun Chinmi lebih dulu berbicara padanya, "Senior istirahat dulu, biar aku yang menangani mereka!" kata Chinmi sekaligus melihat kedua Hewan Sihir yang masih bertarung.


"Naga berkepala tiga? Hem sepertinya aku masih harus berpetualang lebih lama lagi," gumam Chinmi sambil tertawa kecil.


Zhihui kebingungan dengan Chinmi yang tertawa tanpa sebab saat melihat ke arah kedua Hewan Sihir yang sedang bertarung.


Zhihui mencoba meneliti pertarungan kedua Hewan Sihir tersebut, namun dia tidak kelucuan dari keduanya, "Apa ada yang salah?" batin Zhihui yang merasa keheranan.


"Ada yang datang!" kata Lung Chiu Xi yang merasakan kehadiran energi besar yang kemungkian besar kekuatannya sama dengan para Pertapa.


Ke 12 Pemdekar yang ada disampingnya segera menoleh kearah yang dilihat oleh Lung Chiu Xi, dan mereka bisa melihat ada sesuatu yang sedang terbang dengan sangat cepat ke arah mereka.


Setelah beberapa saat barulah mereka melihat jika sosok tersebut ternyata adalah seekor Naga Putih yang besarnya sama dengan Naga Putih berkepala tiga, bedanya kekuatan Naga yang baru datang tersebut sangat besar dan mungkin sama dengan kekuatan para Pertapa.


Sosok Naga tersebut tidak lain adalah Bing Long yang baru datang untuk menyusul Chinmi.


***



Gambar hanya ilustrasi saja dan tidak lebih dari itu.

__ADS_1


__ADS_2