PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kematian Jin Hang


__ADS_3

Ming Shan tidak memperdulikan perkataan She Chin, dia segera maju menyerang She Chin dengan pedang nya yang berubah menjadi besi panas.


Ming Shan menyerang She Chin dengan tebasan pedang nya yang secara terus-menerus mengeluarkan energi api berwarna Jingga.


She Chin yang tidak menguasai pertarungan jarak dekat berusaha menjauh agar tidak terkena serangan Ming Shan, walau dia tahu jika terkena tebasan pedang Ming Shan pasti akan mati dan kemudian akan kembali hidup lagi, namun She Chin tidak mau hal itu terjadi karena saat ini Zu Chin sedang memperhatikannya.


"Tebasan Raja Api Membakar Langit."


Ming Shan menebas She Chin setelah dia berhasil mendekati nya, tebasan yang mengeluarkan energi berwarna Jingga itu melesat kearah She Chin.


She Chin melayang lebih tinggi menghindar energi api Jingga milik Ming Shan, namun ternyata energi tersebut bisa berputar dan mengejar She Chin yang berusaha menghindar keatas.


"Kenapa energi itu bisa berputar seperti itu?" batin She Chin kemudian dia mempercepat laju terbangnya.


Ming Shan kembali menebaskan kembali pedangnya berkali-kali sehingga lebih banyak energi api Jingga yang mengejar She Chin.


She Chin semakin frustasi dan dengan terpaksa She Chin menahan serangan Energi tersebut dengan energinya.


Ledakan demi ledakan segera tercipta saat energi pedang Api Jingga membentur energi pertahanan She Chin, dan setelah ledakan tersebut sudah habis, ternyata tubuh She Chin terbakar oleh api Jingga.


"Sungguh mengerikan sekali! Sayang pertarungan itu berada di luar kemampuanku, jika tidak aku pasti sudah membantu She Chin untuk mengalahkan Ming Shan!" kata Zu Chin yang menyaksikan pertarungan mereka dari bawah.


Tubuh She Chin jatuh ketanah kemudian hancur menjadi debu, namun tidak lama kemudian debu-debu kembali menyatu dan membentuk tubuh She Chin dengan sempurna dan juga kekuatannya masih sama seperti sebelumnya.


"Kau..!" She Chin memandang Ming Shan dengan penuh amarah karena dia merasa malu kepada Zu Chin.


Ming Shan tidak memperdulikan kemarahan She Chin, dia kembali melepaskan tebasan yang sama berkali-kali kebawah membuat She Chin kembali menghindar.


She Chin terbang lebih jauh dan berharap energi api Jingga itu hilang, namun harapan She Chin hanya angan-angan semata karena energi pedang Api Jingga itu tetap mengejarnya walau dia sudah jauh.


Saat She Chin masih sibuk menghindari energi apinya, Ming Shan segera menoleh kearah Zu Chin yang masih menatap kearah She Chin yang sudah jauh.


"Sekarang giliran kalian!" kata Ming Shan sehingga Zu Chin dan belasan anggota nya terkejut, namun para pasukan Mayat Hidup terlihat tidak takut sama sekali.


"Sial... Ternyata dia sengaja menjauhkan She Chin agar leluasa menyerang kami!" gerutu Zu Chin yang baru sadar jika Ming Shan sengaja membuat She Chin menjauh.


Ming Shan segera melesat turun kearah mereka dengan pedang yang masih menyala, terlihat sangat jelas di mata Ming Shan jika dia sangat bernafsu ingin membunuh Zu Chin dengan para anggota nya.


Zu Chin menjerit ketakutan dan dengan cepat dia lari tanpa memperdulikan anggota nya, "Ketua..! Sial dia lari lebih dulu tanpa melindungi kita lebih dulu," kata salah satu anggotanya dengan tatapan tidak percaya jika Zu Chin benar-benar adalah seorang ketua yang sangat pengecut.


Ming Shan mendarat di tengah-tengah para Pasukan Mayat Hidup dan juga para anggota Singa Api, Ming Shan segera menebas pedangnya dengan cara memutar dan kemudian energi Api Jingga segera keluar bagai cincin api dan menyebar.


Para pasukan Mayat Hidup tidak bisa berkutik sehingga tubuh mereka terpotong dan kemudian terbakar, begitu juga dengan belasan anggota Singa Merah yang juga terpotong dua dan tubuhnya juga ikut terbakar.

__ADS_1


Ming Shan segera terbang lagi mengejar Zu Chin yang masih lari dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.


Ming Shan dengan mudahnya dapat menyusulnya Zu Chin, sedangkan Zu Chin melihat Ming Shan yang sudah berada di atas kepalanya langsung memasang wajah panik, namun dia tidak bisa berbuat banyak sehingga menghentikan pelarian nya dan berencana melawan Ming Shan walau dia sadar jika dia bukan tandingan Ming Shan.


Ming Shan mendarat di hadapan Zu Chin dan kemudian dia mengarahkan pedangnya kearah Zu Chin.


"Aku tidak akan membiarkan orang seperti mu terus hidup di dunia ini, apa lagi di wilayah ku ini, aku akan menumpas semua orang-orang jahat yang berada di daerahku," kata Ming Shan.


"Aku tidak takut padamu! kamu bilang aku adalah orang jahat, dalam hal apa kamu menyebut ku demikian? Apakah karena kelompok ku suka membunuh?


Jika membunuh orang itu adalah sebuah kejahatan, bagaiamana dengan kamu dan juga para prajurit mu yang sudah membunuh banyak orang juga?" kata Zu Chin.


"Jangan samakan aku dengan mu! Aku membunuh hanya demi menegakkan kebenaran, sedangkan kamu! Kamu membunuh hanya demi uang dan juga kepuasan kalian saja!" jawab Ming Shan kemudian dia mulai mengangkat Pedang nya.


Zu Chin tidak bisa lagi mengulur waktu, dia berharap She Chin bisa datang dan menolong nya, namun sepertinya Zu Chin tidak mendapatkan keberuntungan yang ia harapkan.


"Tebasan Raja Api Penghancur."


Ming Shan maju dan menebas Zu Chin dari jarak dekat, sedangkan Zu Chin juga mengangkat kedua pisau nya berusaha untuk bertahan dari tebasan Ming Shan.


Kedua pisau Zu Chin terpotong saat pedang Ming Zai mengenai pisau tersebut, padahal Zu Chin sudah melapisinya dengan energinya namun energi pedang menyala milik Ming Shan jauh lebih kuat.


Pedang Ming Shan dengan mulus memotong tubuh Zu Chin dari atas hingga bawah. Zu Chin tidak sempat berteriak karena tubuhnya sudah menjadi dua dan kemudian terbakar dan menjadi abu dalam waktu singkat.


"Mati kau Raja Bodoh..!"


Ming Shan yang ingin berbalik tiba-tiba saja mendapatkan serangan kejutan dari She Chin yang muncul entah dari mana.


Telapak tangan She Chin yang berwarna Hijau segera mengenai dada Ming Shan hingga Ming Shan terpental jauh dan menabrak beberapa bangunan yang sudah rusak hingga hancur.


Ming Shan langsung muntah darah dan kemudian berusaha untuk bangkit. Saat dia berhasil bangun, Ming Shan merasa sesak dan sedikit kesulitan untuk bernafas.


Ming Shan menatap dada nya terasa sakit dan menemukan tanda tapak berwarna Hijau, "Racun Kabut Hijau!" gumam Ming Shan yang menyadari jika dirinya terkena Racun milik She Chin.


Ming Shan berjalan perlahan dan kemudian dia terbatuk-batuk dan sesekali mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Bagaimana rasanya? Itu baru Racun tahap pertama, namun kondisi mu sudah sangat terlihat menyedihkan!" cibir She Chin.


Ming Shan tidak bisa bicara apa-apa selain hanya bisa batuk, dia akui racun She Chin sungguh sangat kuat, bahkan Ming Shan yang berusaha menekan Racun tersebut dengan energinya ternyata tidak mampu.


"Rasakan lah Racun Terkuat ku ini!" seru She Chin kemudian dia melesat dengan kedua telapak tangannya yang berwarna Hijau.


"Tapak Racun Ratu Kalajengking Hijau."

__ADS_1


Ming Shan ingin memberi serangan balasan kepada She Chin, namun pengaruh Racun di dalam tubuhnya membuat Ming Shan tidak mampu mengeluarkan energinya dengan sempurna.


Dengan tertawa puas, She Chin mengarahkan tapaknya ke tubuh Ming Shan dan dia yakin jika Ming Shan pasti akan mati.


Ming Shan tetap berusaha bangkit sedangkan tapak Ming Shan sudah hampir sampai padanya, namun Ming Shan terkejut ketika muncul sosok yang ia kenal berdiri di hadapannya dengan memunggungi nya dan kedua tangannya di rentangkan kedua tangannya seperti berusaha melindungi dirinya dengan mengorbankan diri.


"Je-jendral Jin Hang? Apa yang kau..!" Ming Shan belum sempat menyelesaikan kalimatnya setelah tapak She Chin mengenai tubuh Jin Hang.


Jin Hang langsung terpental jauh ketika kedua tapak She Chin tepat mengenai tubuhnya, Ming Shan berusaha bangkit dan pergi ketempat jatuhnya Jin Hang sekaligus menahan sakit akibat racunnya.


"Jendral! Jenderal! Bertahanlah..!" kata Ming Shan setelah tiba di tempat Jin Hang.


Jin memuntahkan banyak sekali darah dan tubuhnya terlihat menghijau, Ming Shan segera mengangkat tubuh Jin Hang yang sudah sekarat.


"Jendral Jin Hang, kenapa kamu melakukan ini?" tanya Jin Hang sambil mengangkat kepala Jin Hang.


"Ya..Yang Mulia...! Ma-maafkan Ha..Hamba!" Jin Hang terbatuk-batuk sebelum melanjutkan kembali perkataan nya.


"Ha..Hamba sa..sama sekali tidak ingin ber..hianat!"


"Sudah jangan bicara lagi Jin Hang..!" Ming Shan berusaha untuk menolong Jin Hang, namun dia sendiri juga sama cideranya, hanya saja tidak separah Jin Hang.


"Ya-Yang Mulia, Ha..Hamba senang bi..bisa mati demi Ya..Yang Mulia!" ucapan Jin Hang menjadi ucapan terakhirnya karena dia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Ming Shan.


Ming Shan merasa sangat terpukul melihat kematian Jin Hang. Dia aku jika dia sangat benci kepada Jin Hang setelah mengetahui kebenaran atas hubungannya dengan Pei Ling.


Namun dia tidak menyangka jika Jin Hang rela mengorbankan nyawanya demi melindungi dirinya. Ming Shan yakin jika Jin Hang pasti bisa menghindari dan melawan balik She Chin dari pada menerima serangan nya.


Namun demi membuktikan kesetiaannya kepada Ming Shan, Jin Hang siap mengorbankan nyawanya dan mati sebagai pahlawan.


"Jin Hang! Maafkan aku karena sebelumnya aku meragukan kesetiaan mu padaku, aku lupa jika semua musibah itu terjadi jauh sebelum aku menikahi Pei Ling," kata Ming Shan yang menyadari kesalahannya sendiri.


Dia sadar jika sebenarnya dialah yang membuat hubungan Jin Hang dan Pei Ling putus. Namun Ming Shan tidak tahu jika sebenarnya yang paling bersalah dan bertanggung jawab adalah Pei Ling.


Rasa bersalah dan kesedihan kembali dirasakan oleh Ming Shan, sedangkan She Chin kembali menyerang dengan racun yang sama dengan racun yang membuat Jin Hang terbunuh.


"Tapak Racun Ratu Kalajengking Hijau."


Kedua telapak tangan She Chin sudah berwarna hijau dan melesat kearah Ming Shan, namun tiba-tiba saja dia merasakan kembali aura hitam yang keluar dari tubuhnya dan juga energi milik Jin Hang yang terserap ke mulut Ming Shan.


"Dia melakukannya lagi? Sial kenapa terjadi di saat-saat terakhir seperti ini?" gerutu She Chin dan energinya kini mulai berkurang, bahkan daya hisapnya jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Kematian Jin Hang kembali memicu Pusat Roh Elemen Api milik Ming Shan untuk menyerap energi para mayat hidup sehingga kelautan Ming Shan yang sudah melemah kembali bertambah dan terus meningkat.

__ADS_1


Belum ada yang tahu mengapa Ming Shan bisa melakukan hal itu, bahkan Ming Shan sendiri juga tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi.


__ADS_2