PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertanyaan aneh


__ADS_3

***


Di kota Xinde, kabar akan kerusuhan yang terjadi rumah Bordil terdengar hampir ke seluruh wilayah Kota Xinde.


Rumah bordil yang dibangun sendiri boleh Fui Xixi adalah salah satu tempat hiburan terbesar di kota tersebut, biasanya setiap malam selalu ramai pengunjung yang mencari kepuasan batin mereka.


Ada yang datang untuk menikmati pelayanan wanita disana, ada juga yang datang untuk main judi dan berpesta dengan minum arak.


Sudah dua malam berlalu sejak Chinmi dan Qie Yin berada di sana, dan selama dua malam itu juga suasana di tempat itu sangat sepi.


Fui Xixi sendiri sedang menjadi sandera Qie Yin, dan Chinmi berada di depan kamarnya sambil sesekali menghela nafas panjang.


"Maaf tuan muda, apakah tuan muda pemilik tempat ini?" seorang anak muda seumuran dengan Chinmi bertanya kepada Chinmi.


Chinmi menoleh kemudian menggelengkan kepala, "Aku bukan pemilik tempat ini, pemiliknya kini sedang berada di dalam kamar," jawab Chinmi.


"Maaf ku pikir tuan muda adalah pemilik tempat ini!" kata pemuda tersebut.


"Memangnya ada keperluan apa tuan muda datang ketempat ini?" tanya Chinmi sambil mengamati pemuda tersebut.


"Aku datang dari jauh dan berniat untuk mencari penginapan, karena itu aku melihat tempat ini, jadi saya berniat untuk menginap," kata pemuda tersebut.


"Maaf tuan muda, ini bukan penginapan jadi tuan bisa mencari tempat lain," kata Chinmi.


"Aduh salah lagi, sudah jauh-jauh datang dari jauh kini tetap tidak bisa menemukan tempat peristirahatan!" gumam pemuda tersebut yang di dengar oleh Chinmi.


"Tuan muda, walau tempat ini bukanlah sebuah penginapan, namun di sini cukup nyaman untuk di jadikan tempat peristirahatan!" kata Chinmi.


"Benarkah? Kalau begitu terima kasih, namun seharusnya aku meminta ijin dulu kepada pemilik tempat ini!" kata pemuda tersebut.


"Sudah kukatakan jika pemilik tempat ini sedang beristirahat di kamar nya, dan dia tidak akan keluar sebelum waktunya tiba," kata Chinmi.


"Baiklah jika demikian, nama ku adalah Lu Wei Han," kata pemuda tersebut.


"Namaku Chinmi, salam kenal tuan muda Lu, senang bisa mengenal tuan muda," kata Chinmi.


"Jangan memanggil ku dengan sebutan Tuan muda tuan Chinmi, panggil saja seperti biasanya agar kita bisa lebih akrab!" kata Lu Wei Han.


"Chinmi, siapa ini?" Qie Yin keluar dari dalam kamar kerena mendengar Chinmi sedang berbicara dengan seseorang.


"Owh, ini Lu Wei Han, dia baru tiba di kota ini dan berniat untuk menginap," kata Chinmi kemudian dia memperkenalkan Qie Yin kepada Lu Wei Han.


"Saudara Lu, ini adalah Nona Qie Yin, dia adalah temanku!" kata Chinmi.


"Dew.. eee maksud saya salam kenal Nona Qie Yin, nama saya adalah Lu Wei Han," kata Lu Wei Han dengan tersenyum lebar menatap Qie Yin.


Chinmi mengerutkan dahinya saat Lu Wei Han keliru memanggil nama Qie Yin, namun setelah itu dia tidak mempermasalahkan nya.


"Saudara Lu, dari mana asal mu?" tanya Qie Yin.


"Aku berasal dari Kerajaan Api Timur, aku perg bersama dengan dua teman ku, namun saat di perjalanan, mereka berdua tiba-tiba saja menghilang dan hanya meninggalkan diriku sendiri di sini!" kata Lu Wei Han.


"Cerita mu sungguh aneh, kenapa kedua teman mu tiba-tiba saja menghilang dan meninggalkanmu di sini tanpa alasan yang jelas?" tanya Chinmi yang menurutnya cerita Lu Wei Han sangat aneh.


"Itu yang ingin aku tahu, dan saat ini aku masih mencari mereka, dan aku mau kembali juga sangat takut karena jauh!" jawab Lu Wei Han.


*Tidak perlu khawatir saudara Lu, kamu bisa ikut bersama kami nanti, dan kami juga akan pergi kearah yang sama!" kata Qie Yin.

__ADS_1


"Yin..!?"


Chinmi memanggil dengan sedikit kebingungan, dia berpikir bagaimana bisa pergi bersama dengan Lu Wei Han, karena mereka tidak akan mungkin pergi dengan berjalan kaki jika urusan mereka sudah selesai.


"Sudahlah, aku sudah memutuskan jadi jangan mengubah keputusan ku!" kata Qie Yin kemudian dia menghampiri Lu Wei Han.


"Setelah urusanku selesai, kamu bisa ikut kami pergi bersama menuju ke kerajaan Api Timur," kata Qie Yin tanpa merasa curiga sama sekali.


Lu Wei Han tersenyum lebar mendengar hal itu kemudian dia mengucapkan terima kasih, sedangkan Chinmi merasa ada yang ganjil terhadap cerita Lu Wei Han, dan dia merasa jika cerita Lu Wei Han adalah bohong.


"Apakah Qie Yin sama sekali tidak melihat kebohongan di wajahnya?" batin Chinmi, dia tahu jika Qie Yin lebih pintar dari dirinya, namun Qie Yin juga masih sangat lugu dan kurang pengalaman.


"Chinmi, tolong jaga Fui Xixi, aku akan pergi untuk melihat apakah orang yang aku suruh pergi menyampaikan pesan ke She Chin sudah sampai apa belum?" kata Qie Yin.


"She Chin?" Lu Wei Han membatin kemudian dia mengamati kesekelingnya.


"Nona Yin, apakah kamu akan pergi sendiri?" tanya Lu Wei Han.


"Benar saudara Lu, namun aku hanya pergi melihat orang yang aku suruh, apakah dia sudah berangkat apa belum!" kata Qie Yin.


"Nona Yin, ijinkan aku ikut menemanimu!" kata Lu Wei Han menawarkan diri untuk menemani Qie Yin.


"Bukankah kamu bilang baru tiba dan ingin istirahat, kenapa sekarang kamu ingin menemani Qie Yin, apakah rasa capeknya sudah hilang?" tanya Chinmi.


"Sudahlah! Saudara Lu, aku bisa pergi sendiri, jadi sebaiknya kamu istirahat saja," kata Qie Yin kemudian dia pergi meninggalkan Chinmi dan Lu Wei Han.


Mana mungkin Qie Yin takut pergi sendiri, jangankan hanya pergi keluar yang dekat, bahkan pergi jauh antar Kerajaan saja dia bisa pergi tanpa di temani siapapun, itulah yang ada dipikiran Chinmi saat ini.


Dan tanpa Chinmi dan Qie Yin sadari, jika Lu Wei Han sebenarnya adalah jelmaan dari She Long yang menyamar sebagai manusia.


Chinmi masuk kedalam kamar tempat Fui Xixi di sandera oleh Qie Yin, sedangkan Lu Wei Han atau She Long pergi keluar menyusul Qie Yin.


Tidak sulit bagi She Long untuk bisa menemukan keberadaan Qie Yin, dia bisa melihat jika Qie Yin sedang berbicara dengan dua orang.


Senyum lebar segera terlihat dari wajah She Long dan segera berniat menghampiri Qie Yin, namun senyumnya menghilang saat melihat kedua orang laki-laki yang sedang berbincang dengan Qie Yin.


"Sial, tenyata mereka benar-benar berada di sini juga!" gerutu She Long.


Ketika dia masih merasa kesal, salah satu dari mereka menoleh kearah nya, She Long jelas merasa khawatir dan segera berbalik dan kembali ketempat Chinmi berada.


***


"Guru Yinfei, senior Ho Chen senang bisa bertemu dengan kalian berdua disini!"


Qie Yin terkejut saat dia ingin pergi untuk memastikan bahwa orang yang ia suruh untuk menyampaikan kabar kepada Sekte Kalajengking Merah bahwa Fui Xixi sedang ia tawan, tiba-tiba saja Yinfei dan Ho Chen muncul di hadapannya.


"Qie Yin, seharunya kamu tidak keluar sendirian karena akan sangat berbahaya bagimu!" kata Yinfei.


"Guru, bahaya apa yang guru maksud?" tanya Qie Yin.


"Nona Yin, sebaiknya kita tidak membicarakan itu disini, ayo kita temui dulu Chinmi, nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu!" kata Ho Chen kemudian dia merasakan seseorang yang memiliki aura jahat.


"Hem..! Sepertinya aku mengenali aura ini!" batin Ho Chen kemudian dia melihat ada seorang pemuda yang berdiri agak jauh dari tempat mereka bertiga berada.


Aura jahat dari pemuda tersebut dapat Ho Chen rasakan, dia dia merasa tidak asing dengan aura tersebut.


Pemuda tersebut segera berbalik saat Ho Chen menatapnya dan kemudian pemuda tersebut pergi.

__ADS_1


"Aku yakin aura ini milik She Long, tapi kenapa orang itu bisa memiliki aura yang sama?" Ho Chen berusaha berpikir sesaat kemudian menyadari sesuatu.


"Senior Yinfei, sepertinya situasinya semakin tidak baik!" kata Ho Chen.


Ho Chen curiga jika pemuda yang tadi ia lihat adalah jelmaan She Long yang menggunakan sihir dewa nya untuk berubah wujud.


Qie Yin yang kebingungan semakin tidak mengerti, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat masih belum hilang rasa kebingungan nya, Yinfei segera mengajaknya pergi.


"Guru, aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan di sini!" kata Qie Yin.


"Yin, keselamatanmu lebih penting dari pada urusan mu, jadi jangan membantah lagi ayo ikut denganku!" kata Yinfei kemudian berniat untuk membawa Qie Yin berpindah tempat.


"Tunggu guru, bagaimana dengan Chinmi? Sebaiknya kita kesana dulu!" kata Qie Yin.


"Nona Yin, jangan menghawatirkan Chinmi, aku yang akan menjemputnya!" kata Ho Chen.


Qie Yin ingin mengatakan sesuatu namun Yinfei lebih dulu memegangnya dan kemudian dia membawa Qie Yin berpindah tempat ke dunia ciptaan Lio Long.


Ho Chen sendiri segera berpindah tempat ke tempat Chinmi berada, jelas saja kemunculan Ho Chen secara tiba-tiba di hadapan Chinmi membuat Chinmi kaget.


"Senior Chen? Bisakah senior muncul agak jauh dariku agar tidak mengagetkan ku?" kata Chinmi.


Chinmi teringat ketika Ho Chen muncul secara tiba-tiba dan menepuk pundaknya sehingga membuat Chinmi salah paham akan hal itu.


Ho Chen hanya tersenyum lembut kemudian dia menoleh kearah seorang wanita paruh baya yang sedang terikat di lantai.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ho Chen.


"Eh..! Owh dia ini adalah tawanan Qie Yin untuk memancing pembunuh kedua orang tuanya agar datang kesini!" kata Chinmi.


"Em..! Jadi ini yang nona Yin katakan masih ada urusan yang harus ia selesaikan?" kata Ho Chen sambil bertanya.


"Senior sudah bertemu dengan Qie Yin?" tanya Chinmi.


"Sudah tadi di luar, namun sekarang dia sudah dibawa oleh Senior Yinfei kedunia tempat kamu berlatih!" kata Ho Chen.


"Jadi bagaimana dengan wanita ini? Apa yang harus kita lakukan padanya?" tanya Chinmi.


Bagaimanapun Fui Xixi adalah tawanan Qie Yin, sehingga dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.


"Menurutku lepaskan saja dia, nanti kalian masih bisa mencarinya lagi jika kekuatan kalian berdua sudah mencapai ke tingkat Keabadian!" kata Ho Chen.


"Senior, apakah senior pernah di marahi oleh perempuan?" tanya Chinmi.


Ho Chen mengerutkan dahinya saat mendapat pertanyaan aneh dari Chinmi, "Apakah pertanyaan mu itu harus aku jawab?" Ho Chen justru balik bertanya.


"Tidak lupakan saja!" kata Chinmi.


"Kalau begitu mari kita pergi!" kata Ho Chen, namun saat bersamaan, pintu kamar Chinmi ada yang mengetuknya.


"Saudara Chinmi, apakah kamu berada di dalam?" suara Lu Wei Han terdengar dari luar kamar.


Ho Chen dapat merasakan aura jahat milik She Long dari arah pintu. Chinmi sendiri berniat untuk membukakan pintu, namun Ho Chen mencegah nya.


"Jangan dibuka, jika kamu mau menurut padaku, lebih baik kita pergi dari sini demi keselamatan mu!" kata Ho Chen.


She Long yang berada di luar juga merasakan jika Chinmi tidak sendirian di dalam kamar, "Ini kekuatan milik muridnya Cao Yuan.

__ADS_1


"Jika begini terus, bisa-bisa Dewi Kegelapan lebih dulu memiliki kekuatannya kembali, dan aku tidak akan bisa menghapus ingatannya." gumam She Long.


__ADS_2