PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Meminta bantuan


__ADS_3

***


Di sekte Kalajengking Merah, She Chin sedang mondar-mandir seperti sedang menunggu sesuatu, "Sudah hampir Empat hari, tapi Hu Mucho sama sekali belum datang! Apa dia kesulitan menangkap Qie Yin?" gumam She Chin.


"Ketua! Apakah ketua memanggil saya?" seorang wanita berumur lebih dari 40 tahun bertanya kepada She Chin.


"Iya, aku memanggilmu karena ada misi yang harus kamu kerjakan."


"Misi apa itu ketua?" tanya wanita tersebut dengan pemasaran.


"Pergilah ke Lembah Hantu dan berikan kain beserta surat ini kepada Meng Yi, katakan padanya untuk mengirim Hantu merah dan suruh hantu merah untuk melakukan apa yang tertulis di dalam surat ini," kata She Chin kemudian menyerahkan sobekan kain dan gulungan surat yang diikat dengan rapi.


"Ketua She, apakah ini sobekan kain milik Nona Qie Yin?" tanya wanita itu yang bernama Ping Mo.


"Benar sekali, aku meminta ingin meminta bantuan Meng Yi untuk melacak keberadaan Qie Yin dengan menggunakan hantu merah, karena hanya hantu merah yang bisa melacak keberadaannya."


Yang disebut dengan Hantu merah sebenarnya bukan hantu, melainkan salah satu anggota sekte Lembah hantu.


Nama lembah hantu adalah sebuah gelar dan masih ada dua pendekar lagi yang memiliki nama gelar seperti, Hantu Seribu Wajah dan Hantu Sabit Malam.


Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan yang unik, Hantu Merah adalah salah satunya, tidak hanya kuat, dia juga sangat cepat dan juga memiliki penciuman yang tajam hanya dengan.


Siapapun yang ia cari pasti akan dengan mudah dapat ia temukan, walau orang yang ia cari berada dibawah air laut sekalipun.


"Baiklah ketua, saya akan pergi ke Lembah Hantu sekarang, saya mohon pamit," kata Ping Mo sekaligus meninggalkan She Chin yang masih berada didepan pintu.


"Jika Hantu Merah sampai tidak berhasil menemukan nya, maka aku sendiri yang akan turun tangan untuk mencarinya! Tapi kenapa Hu Mochu belum juga mengirim kabar, apa mungkin dia sudah meninggal, atau dia butuh waktu lebih banyak lagi?' pikir She Chin sambil memijat kepalanya yang terasa sakit.


She Chin ingin masuk kedalam, namun tiba-tiba saja seseorang memanggilnya, "Ketua She Chin, ada kabar buruk ketua!" kata orang tersebut yang berlari berlutut dihadapan She Chin.


"Kabar buruk apa? Cepat katakan!" kata She Chin.

__ADS_1


"A-anu ketua, se-senior Hu Mochu su-sudah tiada!'' kata orang tersebut dengan suara terdengar seperti ketakutan.


"Apa kau bilang? Jangan coba-coba memberikan kabar bohong padaku, jika sampai kamu memberi kabar yang tidak benar, maka kamu akan tahu apa akibatnya!" kata She Chin dengan wajah terlihat murka kepada orang tersebut.


"Sa-saya tidak berani ketua! Namun saya yakin jika yang mayat yang di temukan oleh para warga di daerah wilayah kerajaan Api Timur," kata orang tersebut dengan tubuh gemetar.


"Bagaimana kondisi ketika mereka menemukan mayat Hu Mochu?" tanya Chinmi dengan tatapan dingin.


"Menurut informasi, kepala senior Hu Mochu berlubang besar seperti ditembus oleh besi panas!"


"Berlubang katamu?" kata She Chin sambil mengerutkan dahinya.


"Apakah dia terkena ilmu Sihir Debu Qie Yin?" batin She Chin.


She Chin sangat mengetahui seperti apa ilmu sihir debu milik Qie Yin. Jika kabar tersebut memang benar, itu artinya Hu Mochu tewas oleh Qie Yin.


"Benar ketua, kepala senior Hu Mochu berlubang seperti itu!" kata orang tersebut berusaha meyakinkan.


She Chin memang merasakan kekuatan Qie Yin sempat meningkat sesaat ketika dia berhasil meloloskan diri, namun dia yakin jika kekuatan tersebut tidak mungkin bisa bertahan lama, karena dia mengetahui semua itu dari Batu Giok Putih.


She Chin yakin jika Qie Yin pasti tidak sendirian, kemungkinan dia mendapat bantuan dari pendekar lain, dan bisa saja pendekar tersebut memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Hu Mochu.


"Aku sudah meminta bantuan Sekte Lembah Hantu untuk melacak keberadaan Qie Yin, aku yakin Hantu Merah akan menemukan nya dalam waktu dekat! Sekarang kamu pergilah dari sini," kata She Chin kemudian dia masuk kedalam tanpa menunggu orang tersebut pergi terlebih dahulu.


Setelah She Chin tiba di dalam, dia memukul meja sampai hancur karena merasa kesal, "Qie Yin, aku pastikan kamu akan membayar semua ini dengan nyawamu!" kata She Chin.


Hu Mochu adalah pendekar sihir yang dimiliki oleh Sekte Kalajengking merah, total yang dimiliki sebenarnya ada Empat orang termasuk She Chin.


Saat ini hanya tersisa dua orang saja yang yang ada di sekte nya, sedangkan duanya sudah tiada, yang pertama adalah Ho Luan Xi, ayah Qie Yin yang dibunuh oleh She Chin sendiri.


Ho Luan Xi adalah seorang pendekar Sihir Elemen Langit dan sedikit lagi memasuki tingkat Sihir Elemen Alam.

__ADS_1


Namun karena Xu Luan Xi menolak She Chin ketika mengetahui jika putrinya yang saat itu masih kecil akan dijadikan kelinci percobaan.


She Chin terpaksa membunuh Ho Luan Xi dan istrinya dengan cara memberinya racun, walau sama-sama ahli racun, namun She Chin memiliki racun yang lebih hebat dan bahkan tidak akan mampu diketahui oleh ahli racun lain seperti Ho Luan Xi.


Sedangkan yang berikutnya adalah Hu Mochu yang mati ditangan Qie Yin. Kematian Hu Mochu semakin membuat Sekte Kalajengking Merah akan semakin lemah.


"Aku harus bisa menangkap mu agar kekuatan sekte ku kembali, jika tidak bisa-bisa sekte Kalajengking Merah akan menjadi sekte menengah," gumam She Chin.


***


Li Fang dan Li Xiang bersama dengan beberapa prajurit sedang pergi menuju ke desa Shayan. Mereka kesana karena mendapat laporan bahwa ada dua warga di sana menghilang selama dua hari dan kemudian ditemukan lagi sudah mati dengan kondisi mengenaskan.


"Jendral, suatu kehormatan bagi desa kami karena kedatangan dua jendral hebat sekaligus! Maaf karena kami tidak tahu jika kalian akan datang secepat ini!" kata seorang pria berumur 40 tahun.


"Apakah anda Tuan Quan Wei?" tanya Li Xiang kepada pria tersebut.


"Benar Jendral, saya adalah Quan Wei, kepala desa di desa Shayan ini," jawab Quan Wei sambil membungkukkan badan.


Li Xiang dan Li Fang turun dari kuda mereka dan Quan Wei mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam kediamannya.


"Maaf kami tidak memberikan jamuan untuk kalian, semoga Kedua Jendral Li bersaudara tidak keberatan," kata Quan Wei.


"Tuan tidak perlu memberikan sambutan apapun kepada kami, kedatangan kami kesini hanya untuk menyelediki atas informasi yang sudah kami terima!" kata Li Fang.


"Benar, jika kalian menyambut kedatangan kami, bukankah sama saja kedatangan kami kesini akan sia-sia," Li Xiang juga ikut bersuara.


Tentu akan terlihat aneh jika sampai mereka menyambut kedatangan mereka berdua dengan sambutan yang meriah, mengingat mereka berdua datang demi menyelediki atas hilangnya dua warga secara misterius.


Jika sampai kedatangan mereka diketahui oleh pelaku, bukankah pelakunya akan lebih waspada.


Li Fang sendiri yakin jika hilangnya dua warga yang sudah ditemukan tewas mengenaskan tersebut ada hubungannya dengan sekte Golok Setan.

__ADS_1


Karena itu dia dan Li Xiang datang sendiri untuk menyelediki kasus tersebut secara langsung.


__ADS_2