PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pedang Debu


__ADS_3

***


Lio Long hanya melongo ketika melihat Chinmi makan dengan sangat rakusnya, dia juga tidak habis pikir bagaimana caranya Chinmi bisa menaikkan tingkatan kekuatannya hanya dalam waktu singkat saja.


"Senior, apakah senior tidak mau makan?" tanya Chinmi saat melihat daging kelinci bakar yang masih utuh di hadapannya.


"Nanti akan aku makan!" kata Lio Long.


"Kalau senior belum lapar, sini aku bantu makan," kata Chinmi sambil memakan daging kelinci bakar yang terakhir.


Lio Long melotot mendengarnya dan bergegas mengambil daging bakarnya, "Sekarang aku jadi lapar!" kata Lio Long kemudian memakan daging bakarnya dengan tenang.


Chinmi bersendawa sambil mengelus perutnya yang kenyang, sedangkan Qie Yin hanya bisa memandang Chinmi dengan heran setelah mengetahui jika porsi makan Chinmi sungguh besar.


Lio Long datang membawa Enam ekor kelinci untuk dimakan, rencan nya akan di sisakan tiga untuk dimakan nanti, namun Chinmi menghabiskan empat ekor kelinci seorang diri.


"Dia kelaparan atau kesurupan?" batin Qie Yin yang sejak tadi hanya makan satu ekor kelinci, itupun tidak habis-habis walau Chinmi sudah menghabiskan empat ekor.


Semenjak mencapai tingkat Pertapa, entah mengapa dia selalu merasa lapar. Chinmi juga tidak mengerti, padahal Fan Yuzhen saja tidak seperti itu.


Lio Long tertawa kecil karena mengetahui apa yang sedang Chinmi pikirkan, semenjak Pedang Naga Langit dan Cakram Matahari dimasukkan ke dalam kalungnya, Lio Long sudah bisa mengetahui lagi akan apa yang Chinmi pikirkan.


"Ada apa senior, apa ada yang salah denganku?" tanya Chinmi sambil memperhatikan tubuhnya sendiri.


"Tidak, aku hanya tidak menyangka jika porsi makan mu sungguh sangat banyak!" kata Lio Long.


"Soal itu aku juga tidak tahu, setelah aku berhasil menyerap qi yang keluar dari Dantian ku, tiba-tiba saja aku selalu merasa lapar!" kata Chinmi.


"Em, jika tebakanku tidak keliru, itu karena Dantian milikmu yang sudah berubah," kata Lio Long.


"Maksud Senior?" tanya Chinmi.


Qie Yin juga ikut penasaran, karena itu dia juga ingin mengetahuinya, semua itu akan menjadi pelajaran bagi nya kelak jika dirinya sudah berhasil menembus tingkat pertapa.


Lio Long menjelaskan jika Dantian juga mempengaruhi kondisi jiwa dan fisik Chinmi, jika ukuran Dantian sampai melebihi ukuran normal, maka Chinmi biasanya akan selalu merasa haus atau terkadang juga selalu merasa lapar.


Tidak perduli sebanyak apapun dia makan, semuanya akan serasa kurang. Namun semua nya masih ada jalan keluarnya, yaitu Chinmi harus segera membangkitkan pondasinya, setidaknya dua atau tiga pondasi.


Hanya itu jalan satu-satunya agar Chinmi bisa mengatasi rasa laparnya. Jika tidak, maka Chinmi tetap akan merasa seperti itu sampai kapanpun.


"Kalau begitu katakan padaku senior, bagaimana cara membangkitkan Pondasi berikutnya?" tanya Chinmi.

__ADS_1


"Kamu sudah membangun pondasi yang pertama dengan sempurna, sekarang kamu harus membangun pondasi yang kedua, yaitu Pondasi Jiwa." kata Lio Long.


"Bagaimana caranya?" Chinmi sudah tidak sabar ingin segera mengetahuinya.


"Caranya mudah dan tidak sesulit seperti saat kamu membangun pondasi pertamamu. Caranya kamu cukup bermeditasi saja! Walau terdengar ringan dan sepele, namun semua itu butuh keyakinan dan kesabaran," kata Lio Long.


"Apa yang akan aku rasakan saat meditasi nanti senior?" tanya Chinmi karena merasa penjelasan Lio Long masih kurang.


"Itulah bagian tersulit nya! Saat kamu meditasi nanti, kamu akan menemui kembaran jiwamu di alam jiwa, saat kamu bertemu dengannya, maka kamu harus bisa mengalahkan nya apapun caranya, dan usahakan kamu jangan sampai kalah. Jika sampai kamu kalah, maka akibatnya akan sangat fatal!" kata Lio Long.


"Apa yang akan terjadi jika aku sampai kalah?"


"Kamu tidak akan pernah kembali lagi ke dunia ini, dan kamu akan terjebak di sana selamanya!"


Chinmi menahan nafas mendengar penjelasan Lio Long, walau cara melakukannya tidak sulit, namun ada resiko yang harus ia hadapi.


"Bagaimana, apakah kamu mau melakukannya?" tanya Lio Long dengan tersenyum lebar.


Chinmi terdiam dan mempertimbangkan semuanya, "Aku tetap harus melakukannya!" batin Chinmi dengan penuh keyakinan.


"Baiklah aku akan melakukannya," kata Chinmi.


"Apa senior tidak ikut ke sana?" tanya Chinmi sambil mengangkat alisnya.


"Untuk apa aku ikut, apakah kamu takut karena sendirian?"


"Bukan begitu maksudku senior..! Ah sudahlah aku pergi dulu."


Chinmi tidak mau menunggu lebih lama lagi, dia segera pergi ke arah yang sudah di tunjukkan oleh Lio Long.


"Kenapa anak ini tidak pernah berbicara pada gadis ini?" batin Lio Long.


Lio Long sama sekali tidak pernah melihat atau mendengar Chinmi mengobrol dengan Qie Yin, bahkan pergi pun tidak menyapanya.


Lio Long menatap Qie Yin yang menatap kepergian Chinmi, tatapan matanya terlihat sedih, dan Lio Long juga mengetahui jika Qie Yin ingin mendengar Chinmi menyapa dirinya walau itu hanya berpamitan saja.


"Ehem...! Nona Bing, dari pada kami menatap kepergiannya, lebih baik kamu segera selesaikan makananmu, dan aku akan mengajarkan mu cara mengendalikan debu yang sesungguhnya!" kata Lio Long.


Qie Yin langsung tersadar kemudian menatap Lio Long dengan tatapan tidak percaya, "Apakah senior juga bisa mengendalikan atau memiliki ilmu sihir Debu?" tanya Qie Yin.


"Tentu saja aku bisa! Jika tidak, mana mungkin aku bisa menciptakan dunia ini," kata Lio Long.

__ADS_1


Lio Long mengarahkan telapak tangannya menghadap ke atas dan kemudian sekumpulan debu mulai terlihat ditangannya.


"Lihatlah ini!"


"Pedang Debu Alam."


Debu ditangan Lio Long berputar hingga menarik debu lainnya ke telapak tangannya, dan kemudian debu tersebut berubah bentuk menjadi pedang raksasa yang sangat besar.


Pedang tersebut terlalu besar sampai-sampai Lio Long harus terbang keatas dan pedang tersebut semakin membesar.


Saat pedang debu tersebut sudah sangat besar, Lio Long melempar pedang tersebut kearah timur.


Qie Yin hanya bisa melihat Pedang Debu tersebut dengan takjub, dia terus melihat pedang debu raksasa yang melesat ke timur.


"Se-senior, kenapa kamu melepaskan pedang itu kearah timur?" tanya Qie Yin seperti sedang khawatir.


"Memang kana...! Owh sial."


Lio Long baru ingat jika Chinmi sedang berada di arah timur. Lio Long ingin segera pergi ke timur dengan cara berpindah tempat, namun terlambat karena pedang tersebut sudah jatuh ketanah.


Booom!!!


Ledakan yang sangat besar dan juga menggetarkan tanah terlihat dengan jelas, Qie Yin sampai menelan ludah melihat ledakan tersebut.


Saat ini yang ada dipikiran Qie Yin adalah Chinmi yang mungkin berada di sana. Lio Long langsung menghilang dan berpindah tempat kearah jatuhnya pedang debu nya, sedangkan Qie Yin juga menyusul ke sana dengan cara terbang.


Sesampainya di sana, Qie Yin dan Lio Long tidak bisa melihat apa-apa karena pandangan mereka terhalangi oleh ledakan debu tersebut.


Setelah debu-debu yang beterbangan mulai menipis, mereka melihat Chinmi sedang berdiri ditengah-tengah pusat ledakan dengan baju compang-camping.


"Senior, apa yang kamu lakukan?" kata Chinmi yang masih berdiri dengan bajunya yang berantakan.


"Itu tadi... Eee..!" Lio Long merasa tidak enak karena sadar jika dirinya sudah bersalah.


Chinmi sendiri sebenarnya terkejut. Ketika dirinya masih mencari letak ruang bawah tanah yang dimaksud, tiba-tiba angin berhembus kencang, dan langit seperti tertutup sesuatu.


Saat melihat kearah atas, dia melihat pedang yang begitu besar jatuh tepat ke arahnya. Chinmi merasa mustahil untuk menghindar sehingga dia membuat perisai pelindung dari besi.


Pedang debu membentur Perisai besi sehingga menimbulkan ledakan yang sengat besar, beruntungnya kekuatan Chinmi cukup besar sehingga dia bisa selamat walau bajunya harus compang-camping.


"Aku tidak mungkin meditasi dengan kondisi seperti ini!" kata Chinmi kemudian dia juga kembali ke pohon untuk mengganti bajunya.

__ADS_1


__ADS_2