PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Dikendalikan energi hitam


__ADS_3

Hanzi membentangkan tangannya dan kemudian keenam pecahan energi berubah wujud menjadi sosok bercahaya termasuk sang Naga, yaitu Kun.


Ming Hao, Yu, Ying, Yang, Kun, dan Niu secara bersamaan berubah menjadi cahaya terang. Hanzi melakukan akan hal yang seharusnya sudah lama ia lakukan.


Seluruh Dunia bahkan alam semesta mulai bergetar, dan getarannya terasa hingga sampai ke Kahyangan.


Gelombang energi gabungan dari tujuh puncak kekuatan Raja Alam kini akan menciptakan satu Dewa baru dari kaum elf.


Yinfei tersenyum melihat hal itu, ternyata dugaannya tidak salah jika sebenarnya Hanzi juga memiliki potensi untuk memiliki kekuatan Pendekar Dewa Abadi, bahkan kekuatannya tidak tanggung-tanggung, kekuatan gabungan tersebut setara dengan kekuatan milik Yinfei.


Keenam pecahan Energi berubah menjadi lebih kecil dan kemudian satu persatu dari mereka mulai menyatu ke dalam tubuh Hanzi.


Ming Hao masuk dan menyatu ke kepala Hanzi, Yu menyatu kebagian dada, Yang menyatu kebagian tangan kanan, Ying menyatu kebagian tangan kiri, Kun menyatu kebagian kaki kanan, dan yang terakhir Niu menyatu kebagian kaki kiri.


Tubuh Hanzi bercahaya terang, bahkan bias cahayanya terlihat di seluruh Benua Daratan Tengah.


Perlahan-lahan lingkaran putih di belakang kepala Hanzi mulai terbentuk dan semakin lama semakin terang, bahkan tiga garis putih di kening Hanzi juga muncul.


"Wah...!!?"


Chinmi terkagum-kagum melihat hal itu, biasanya jika melepaskan energi sebesar itu dan berubah wujud kebentuk Dewa akan membuat apapun akan hancur.


Namun Hanzi tidak memberikan efek apapun, kecuali Cahaya putih yang menyilaukan, dan Chinmi bisa melihat jika perubahan Hanzi juga berdampak pada tubuhnya yang juga terlihat seperti 10 tahun lebih muda setelah berhasil masuk ke mode Dewa.


"Chinmi, sekarang serahkan dia padaku, kamu urus saja teman mu itu!" kata Hanzi dengan suara yang seperti berwibawa.


"Tapi senior!" Chinmi ingin menolak namun Yinfei memotong perkataannya.


"Pergilah Chinmi!" kata Yinfei.


"Baiklah senior."


Chinmi mundur beberapa meter kebelakang dan dia masih menatap Hanzi dan juga Yinfei yang tersenyum kearahnya sebelum akhirnya dia berbalik dan terbang menuju kearah Ho Chen dan Qie Yin berada.


"Senior, mari kita hadapi mereka berdua!" kata Hanzi.


"Emm.. Ayo!" kata Yinfei.


Mereka berdua segera maju berhadapan dengan Ye Shi dan juga Huo Lang. Hanzi berhadapan dengan Ye Shi dan Yinfei dengan Huo Lang.


"Kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan kami dengan mudah!" kata Ye Shi.


"Itu mungkin, namun kita akan segera mengetahuinya," kata Yinfei kemudian dia dan Hanzi sama-sama maju memulai penyerangan terlebih dahulu.


Ye Shi dan Huo Lang secara bersamaan melepaskan energi mereka di tempat itu juga, namun Yinfei sudah lebih dulu tiba di dekat Huo Lang kemudian dengan cepat menyentuh tubuh Huo Lang.


"Sebaiknya kita bertarung di tempat lain saja!" kata Yinfei.


Huo Lang terkejut namun begitu dia sadar tenyata dia sudah berada di tempat lain.


"Ternyata kau lebih cepat dari yang aku pikirkan, akan tetapi dimana pun kau membawaku, tetap saja kamu tidak akan bisa membunuhku!" kata Huo Lang kemudian dia melepaskan seluruh energinya.


Energi Huo Lang dan Yinfei sama-sama berada di tingkat yang sama, namun Yinfei sedikit lebih tinggi dari Huo Lang.


Setelan Huo Lang selesai mengeluarkan seluruh energinya, mereka berdua langsung saling menyerang, dan pertarungan mereka saat ini berada di luar angkasa.


***


Ye Shi yang ingin melepaskan energinya membatalkan niatnya karena terkejut saat melihat Huo Lang dan Yinfei sudah tidak ada.


Namun setelah beberapa saat, dia bisa merasakan energi milik Huo Lang berada jauh di luar angkasa.


"Kau lengah mahluk aneh!"


Ye Shi terkejut karena Hanzi ternyata sudah berada tepat di hadapan nya, Hanzi memberikan pukulan telak ke perut Ye Shi yang sempat lengah.


Mata Ye Shi terlihat seperti mau keluar karena merasakan sakit dari perutnya yang terkena pukulan Hanzi.


Perut Ye Shi serasa terbakar, walau dia tidak terpukul mundur, namun pukulan Hanzi terasa berbeda.


Pukulan Hanzi seperti tidak bertenaga, namun memiliki energi aneh ketika mengenai Ye Shi.

__ADS_1


"Ternyata memukulmu tidaklah sesulit seperti yang di ceritakan oleh Ho Chen!" kata Hanzi sambil melihat tangannya sendiri yang telah berhasil memukul Ye Shi.


"Kau..! Baiklah aku akui aku lengah, namun sekarang kau akan tahu akan seperti apa kekuatanku!" kata Ye Shi kemudian tubuhnya mulai di selimuti oleh Petir yang menjalar dari ekor hingga ke sekujur tubuhnya.


"Aku tidak akan melepaskan mu!" kata Ye Shi kemudian dia menyerang Hanzi dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Hanzi dan Ye Shi bertarung sekaligus terbang lebih tinggi. Mereka terbang semakin tinggi bukan tanpa alasan.


Serangan Energi mereka semakin meningkat di saat saling beradu serangan dan setiap serangan mereka mampu menciptakan daya kejut yang sengat besar.


Karena itu Hanzi memancingnya untuk menjauh dari daratan, dan jika perlu Hanzi akan membawanya hingga ke luar angkasa.


***


Ho Chen terus berusaha agar ingatan Qie Yin kembali lagi tanpa harus melakukan pertarungan yang akan membuat salah satu dari mereka pasti akan terluka.


"Apa kamu benar-benar mengetahui akan siapa diriku?" tanya Qie Yin sekaligus memandang tajam kearah Ho Chen.


Mereka berdua tidak memperdulikan pertarungan yang lain terlebih lagi Ho Chen.


"Ee.. Sebenarnya kita jarang bertemu, namun aku tahu sedikit tetang dirimu!" kata Ho Chen sambil menggaruk kepalanya.


"Jawabanmu tidak meyakinkan..!" ucap Qie Yin.


"Aku tahu itu! Namun aku pastikan jika dirimu bukanlah Dewi Kegelapan seperti yang She Long katakan padamu!"


Ho Chen menatap kearah Chinmi yang sedang menuju kearah nya, dia tersenyum lebar melihat Hanzi yang ternyata memanfaatkan keenam pecahan energi dan berhasil mencapai tingkat Dewa Abadi.


"Jika kamu benar-benar ingin tahu akan siapa dirimu sebelum kamu ditangkap dan di ingatanmu di segel olah She Long, tanyalah pada dia!" kata Ho Chen.


Qie Yin menoleh kearah yang dimaksud oleh Ho Chen dan dia melihat Chinmi dari jauh sedang menuju kearahnya.


Kepala Qie Yin kembali sakit setelah melihat Chinmi yang terbang kearahnya, dia seolah-olah pernah melihat Chinmi terbang seperti itu dan menuju kearahnya.


"Apa kepalamu terasa sakit saat kamu berusaha mengingat sesuatu?" tanya Ho Chen.


Qie Yin mengangguk sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"A-aku...!" Qie Yin ingin menjawab sesuatu namun Chinmi sudah lebih dulu.


"Qie Yin, tenanglah dulu, aku akan menolong mu!" kata Chinmi.


Qie Yin mundur beberapa meter kebelakang menjauhi Chinmi, "Mundur! Jangan mendekatiku," kata Qie Yin sekaligus mengarahkan telapak tangannya ke arah Chinmi sebagai isyarat agar Chinmi tidak mendekat.


"Qie Yin, aku tidak akan membiarkanmu dibawa kembali oleh mereka! Bukankah aku sudah pernah berjanji padamu jika aku akan selalu menjadi temanmu?" kata Chinmi.


"Teman? Apa aku punya teman?" tanya Qie Yin.


"Iya, aku adalah temanmu, dan aku akan selalu menjadi temanmu selamanya!" jawab Chinmi dan secara perlahan dia maju sedikit demi sedikit kearah Qie Yin.


Qie Yin terdiam sesaat setelah mendengar jawaban Chinmi, dia berusaha mengingat Chinmi namun tetap saja tidak berhasil, dan yang selalu muncul di ingatannya hanyalah bayangan putih yang buram.


"A-aku tidak ingat, aku sungguh tidak ingat jika aku pernah memiliki teman! Apakah kamu tidak sedang berusaha mempengaruhiku?" tanya Qie Yin.


"Aku tahu kamu tidak ingat semuanya, namun aku akan menceritakan padamu akan siapa dirimu!" kata Chinmi kemudian dia mulai menceritakan akan masa lalu Qie Yin.


Chinmi menceritakan akan pertama kali dia bertemu dengan Qie Yin dan pertemuan kedua kalinya hingga akhirnya menjadi teman dan melakukan perjalanan bersama sebagai teman.


Chinmi juga menceritakan akan dari mana Qie Yin berasal sekaligus menceritakan jika Qie Yin memiliki sebuah keinginan untuk membalas dendam kepada She Chin.


Dia juga menceritakan dengan singkat karena pertarungan Cao Yuan dan Bai Ying melawan She Long dan juga Ye Shi yang saat ini tidak hanya berhadapan dengan Hanzi saja, melainkan Xi Liyi dan Lang Yu juga ikut membantu.


Hanya Lio Long yang tidak terlihat karena dia menyusul Yinfei yang sedang bertarung melawan Huo Lang.


Qie Yin merasa jika cerita Chinmi sama persis dengan bayangan putih buram yang ada di ingatannya, dia tidak menduga jika cerita Chinmi akan sama.


Kepala Qie Yin semakin bertambah sakit saat dia berusaha memaksa untuk mengingat semuanya.


Qie Yin mengerang kesakitan menahan rasa sakit tersebut, sedangkan Chinmi berhasil memegang Qie Yin.


"Qie Yin bertahanlah, aku akan mencari cara untuk melepaskan segel She Long yang ada didalam kepalamu!" kata Chinmi yang berhasil memegang Qie Yin.

__ADS_1


Qie Yin sudah tidak lagi mengelak ketika Chinmi memegang kedua pundaknya karena rasa sakit di kepalanya.


Chinmi ingin mengalirkan energi kepada Qie Yin untuk memeriksa kondisinya, namun tiba-tiba saja energi hitam milik Chinmi menghalangi energinya agar tidak masuk kedalam tubuh Qie Yin.


"Chinmi menjauh darinya..!" seru Ho Chen.


Ho Chen dapat merasakan jika energi hitam milik Qie Yin tidak hanya akan melindungi Qie Yin, melainkan energi hitam tersebut bisa menyerang Chinmi tanpa harus di kendalikan oleh Qie Yin.


Chinmi yang tidak mengerti kebingungan akan perkataan Ho Chen, dia ingin menjawabnya namun tiba-tiba saja energi hitam keluar dari tubuh Qie Yin dan segera menyelimuti tubuh Chinmi.


"Apa ini..!?"


Chinmi mundur berusaha melepaskan diri dari aura energi hitam tersebut yang berusaha menutupi tubuhnya.


"Celaka...!"


Ho Chen bergegas menuju kearah Chinmi untuk membantunya, namun tiba-tiba saja Chinmi berteriak keras sehingga membuat Ho Chen memiliki firasat buruk.


"Chinmi bertahanlah!" kata Ho Chen yang sudah hampir sampai di tempat Chinmi yang saat ini sudah terlihat terdiam dan tidak bergerak sedikitpun.


"Chinmi..!" panggil Ho Chen setelah berada di dekat Chinmi.


Aura hitam yang sebelumnya menyelimuti tubuh Chinmi juga mulai menghilang seperti masuk kedalam tubuh Chinmi.


"Chinmi, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ho Chen sekaligus memegang pundaknya.


Chinmi tidak menjawab, dia hanya menundukkan kepalanya dan diam membisu.


Ho Chen ingin bertanya lagi namun tiba-tiba saja energi Chinmi meningkat secara drastis, padahal Chinmi masih dalam keadaan diam menunduk.


Aura energi hitam mulai muncul lagi dari tubuh Chinmi dan disaat yang sama aura energi hitam milik Qie Yin juga ikut keluar.


Kekuatan mereka berdua tiba-tiba saja meningkat secara bersamaan, bahkan terlihat jika kekuatannya sama besarnya.


"Apa yang terjadi padamu Chinmi? Chinmi sadarlah!!" seru Ho Chen.


Chinmi tersenyum sinis dengan wajah masih menunduk dan kemudian dia melepaskan gelombang kejut yang sangat besar dan gelombang kejut tersebut sampai hingga ke bawah membuat tanah Seluruh wilayah Sekte Bukit Matahari hancur, dan kehancurannya hingga mencapai hampir beberapa belas Li luasnya.


Ho Chen segera bertahan dari dorongan gelombang kejut tersebut, namun dia tetap terseret mundur beberapa meter.


Saat Ho Chen berhasil menstabilkan tubuhnya, dia terkejut ketika melihat Qie Yin dan Chinmi berdiri secara bersamaan menatap kearahnya.


Mata mereka berdua sama-sama berubah menjadi hitam, dan aura mereka berdua juga sama-sama berwarna hitam.


Namun aura Chinmi bercampur dengan Aura kemerahan karena ada perpaduan antara tiga aura yaitu Emas, Biru dan Hitam.


"Celaka, sepertinya aura energi hitam itu mengambil alih tubuh Chinmi! Jika begini bisa-bisa dia juga akan sama dengan Qie Yin," gumam Ho Chen.


Ho Chen khawatir jika tubuh Chinmi tetap di biarkan di kendalikan oleh energi jahat tersebut, dia juga bisa lupa ingatan atau lebih buruknya dia akan lebih kuat dari Qie Yin.


"Long Wang, Diyu Hu! Apa salah satu dari kalian ada yang mendengar ku?" Ho Chen memangil salah satu Jiwa dari kedua pusaka yang ada pada Chinmi.


Namun masalahnya yang terlihat saat ini hanyalah Cakram Matahari saja, sedangkan Pedang Naga Langit berada di dalam kalung milik Chinmi.


Chinmi dan Qie Yin saling berpandangan sesaat seolah-olah Qie Yin juga di kendalikan oleh energi hitam tersebut.


Mereka berdua sama-sama mengarahkan jari telunjuk mereka ke atas dan kemudian secara perlahan-lahan mengarahkannya kebawah.


Ho Chen, Hanzi, Yinfei, Bai Ying, Lang Yu, Cao Yuan, Ye Shi, She Long dan seluruh wilayah Kerajaan Api Timur merasakan beban yang sangat berat.


Mereka semua yang bertarung di atas segera jatuh menghantam ketanah dengan sangat keras, termasuk Ho Chen dan Cao Yuan.


Seluruh gravitasi menjadi beratus-ratus kali lipat beratnya, bahkan Ho Chen,Cao Yuan dan She Long yang memiliki kekuatan hampir mencapai tingkat Dewa Agung sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh mereka, bahkan mau bicara pun juga kesulitan.


Alam mulai bergetar dan gravitasi semakin bertambah saat jari-jari Qie Yin dan Ho Chen yang secara perlahan-lahan semakin menurun kearah bawah.


"Diyu Hu, Long Wang! Jika salah satu dari kalian ada yang mendengar ku, cepat ambil alih tubuh Chinmi," kata Ho Chen dalam pikirannya berusaha untuk menghubungi Long Wang dan Diyu Hu.


Chinmi saat ini di kendalikan oleh energi hitam dan kekuatannya mencapai tingkat Awal Dewa Agung.


Jadi hanya ada dua cara untuk menghentikan Chinmi, yang pertama adalah membunuh Chinmi, namun itu mustahil karena Chinmi tidak akan bisa di bunuh, terlebih lagi tidak satupun yang bisa bergerak baik kawan atau lawan.

__ADS_1


Yang kedua adalah menyadarkan Chinmi dari dalam, yaitu dengan mengambil alih tubuh Chinmi dan berkomonikasi dengan Jiwanya dari dalam, dan itu hanya bisa di lakukan Oleh Long Wang, dan mungkin Diyu Hu juga bisa melakukannya karena dia juga sama-sama sebagai jiwa tanpa wadah.


__ADS_2