
"Zhihui, apakah kamu benar-benar sudah bosan hidup?"
Lung Chiu Xi sebenarnya terkejut ketika melihat Zhihui datang dan mengamuk di depan sekte Kelelawar Hitam.
Zhihui bagai kerasukan setan, dia tidak seperti biasanya yang selalu terlihat pendiam dan tenang, kini terlihat bagai monster yang lupa akan jati dirinya.
"Aku mau nyawamu!" jawab Zhihui dengan singkat.
Sekitar belasan anggota sekte Kelelawar Hitam yang sudah dibunuh oleh Zhihui dengan cara membekukan tubuh mereka kemudian menghancurkannya.
"Hahaha... Lihatlah dulu dirimu! Dengan kondisimu yang seperti itu, apakah kamu pikir bisa mengalahkanku? Apa kamu tidak sadar berada dimana kamu sekarang ha? Cepat Kepung dia!" Lung Chiu Xi menyuruh sekitar 13 Pendekar dan dua pendekar Sihir elemen langit atau pendekar Sihir Elemen Tingkat 2.
Zhihui terlihat tidak takut walau dirinya sudah dikelilingi oleh pendekar-pendekar hebat, "Sampai matipun, aku akan tetap membunuhmu!" kata Zhihui kemudian membuat mantra tangan dan mengerahkannya kelangit.
"Sihir Es Naga Pembeku - Dewa Naga Putih."
Langit berubah menjadi sangat gelap, petir menyambar ke berbagai arah, dan angin berhembus sangat kencang. Tidak lama kemudian, muncul seekor Naga putih. Naga tersebut tidak seperti biasanya, tubuh sang Naga Putih hampir sama dengan tubuh Bing Long, namun dia memiliki tiga kepala dan Naga tersebut memiliki sayap yang sangat lebar.
Naga tersebut meraung keras dan kemudian turun dan mendarat tepat di belakang Zhihui. Ke 13 Pendekar Pilar dan 2 Pendekar Sihir segera mundur dan bersiap untuk melawan Naga Putih berkepala tiga tersebut.
Sang Naga Putih berkepala tiga segera melebarkan sayapnya, salah satu kepalanya menyemburkan Air kelangit dan satu kepala lagi menyusul dengan menyemburkan kabut putih kelangit, setelah itu hujan es bagai paku jatuh menancap siapapun yang berada dibawahnya.
Ke 13 Pendekar Pilar membuat perisai pertahanan agar tidak terkena hujan es yang berbentuk bagai paku tersebut, setiap butiran es tersebut mengenai salah satu anggota sekte Kelelawar Hitam, maka tubuh mereka akan menjadi es dan hancur tanpa ada yang memukul tubuh mereka.
"Gelar Dewi Naga Es ternyata sesuai dengan yang diceritakan, kini aku sangat beruntung melihat kekuatan mu yang sesungguhnya," kata Lung Chiu Xi yang sangat kagum melihat kekuatan Zhihui dengan Naga Putih berkepala tiga tersebut.
Lung Chiu Xi juga membuat mantra tangan kemudian merapatkan kedua telapak tangannya.
"Sihir Hitam Kelelawar Malam - Iblis Kelelawar."
Seluruh wilayah Sekte Kelelawar Hitam bergetar hebat saat Lung Chiu Xi mengeluarkan Hewan Sihirnya, setelah itu muncul sebuah pusaran hitam dan terlihat seekor kelelawar hitam yang sangat besar.
__ADS_1
Bentuk tubuhnya seperti manusia dan bersayap kelelawar, sedangkan wajahnya masih seperti kelelawar pada umumnya, namun matanya merah menyala.
Kyaaak!!
Kelelawar besar tersebut berteriak keras, teriakannya membuat semua yang berada disana menutup telinga mereka karena teriakan tersebut dapat memecahkan gendang telinga.
Tidak sedikit yang terkena imbas dari suara teriakan tersebut. Walau terikan itu terdengar kecil, namun suara teriakan tersebut mengandung energi yang menghasilkan suara super sonic yang mampu memecahkan batu.
"Itu adalah Raja Kelelawar Malam yang melegenda," kata salah satu Pendekar Sihir saat melihat wujud kelelawar tersebut.
"Ternyata kabar itu benar jika yang memiliki Raja Kelelawar Malam adalah Senior Lung Chiu Xi!" kata satunya lagi.
Dahulu kala saat Lung Chiu Xi masih aktif di sektenya, dia bersama Lung Wai pernah melenyapkan salah satu sekte besar, menurut cerita sekte besar aliran netral tersebut hancur akibat serangan seekor kelelawar hitam raksasa, dan sekarang mereka baru tahu jika yang memilikinya adalah Lung Chiu Xi, kakak dari ketua Sekte Kelelawar Hitam.
Kelelawar Hitam tersebut terbang dan menyerang Naga Putih berkepala tiga tersebut dengan sangat gesit, sedangkan Naga Putih tersebut juga memberikan perlawanan.
Pertarungan antar kedua Hewan Sihir tersebut membuat sebagian sekte Kelelawar Hitam hancur, mereka berdua mengeluarkan kekuatan yang sangat besar dan terlihat berimbang.
"Aku tidak menduga jika kamu masih memiliki kekuatan besar yang kamu sembunyikan, kenapa tidak sejak awal kamu mengeluarkannya, andai sejak awal kamu menggunakan kekuatan itu, mungkin cucumu tidak akan mati!" kata Lung Chiu Xi.
Zhihui membuat pedang dari es, dia segera maju untuk menyerang Lung Chiu Xi, namun ke 13 Pendekar Pilar dan 2 Pendekar Sihir segera menghadangnya dan menyerang Zhihui secara bersamaan.
Satu orang melawan 15 Pendekar adalah pertarungan yang tidak sebanding, walau Zhihui bisa membunuh sekitar 3 Pendekar Pilar, namun dia harus mendapatkan luka juga, karena dua pendekar Sihir yang menjadi lawannya bisa membuat Zhihui terpojok.
Pertaruangan mereka tidak berlangsung lama, karena Zhihui terkena sebuah senjata mirip cakar. Senjata tersebut memiliki empat kuku runcing, dan dibelakangnya ada rantai yang bisa membuat senjata tersebut menyerang dari jarak jauh.
Senjata tersebut mengenai langan kanan Zhihui sehingga Zhihui kesulitan untuk menggunakan pedangnya, setelah itu senjata yang menyerupai cakar tersebut kembali mengenai perut Zhihui dan pendekar lainnya juga memberikan serangan tebasan sehingga tubuh Zhihui dipenuhi banyak luka serius.
Kedua Hewan Sihir masih bertarung sengit, Naga Putih berusaha untuk membekukan kelelawar hitam tersebut, namun kelelawar tersebut sangat gesit.
Begitu juga dengan kelelawar hitam, dia berkali-kali menyerang Naga Putih dan berniat melukainya, namun kulit Naga Putih yang terbuat dari Es sangatlah kuat, sehingga Kelelawar Hitam juga kesulitan untuk melukai Naga Putih.
__ADS_1
Tubuh Zhihui kini dipenuhi banyak darah, banyak luka yang menganga di bagian perut, lengan kanan, dan luka tebasan pedang di bagian punggung belakang.
Zhihui sama sekali tidak bisa mendekati Lung Chiu Xi, kemarahannya akan kematian Zhu Mei membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
Sekuat apapun dirinya jika menyerang sekte besar seorang diri adalah hal yang mustahil. itu tidak ada bedanya dengan bunuh diri, kecuali jika Zhihui memiliki kekuatan Pertapa, dia pasti bisa melenyapkan sekte tersebut seorang diri.
Lung Chiu Xi tersenyum puas saat melihat Zhihui yang semakin melemah karena luka-luka disekujur tubuhnya yang terus-menerus mengeluarkan banyak darah.
"Zhihui, tidak kusangka kamu cukup bodoh, aku saja yang menyerang sektemu tidak datang sendirian, dan itu butuh perencanaan hingga berbulan-bulan agar bisa membalas dendam akan kematian adikku! Tapi kamu justru datang sendirian hanya untuk membalas dendam akan kematian cucumu itu tanpa pertimbangan terlebih dahulu," kata Lung Chiu Xi.
Zhihui hanya menatap tajam kearah Lung Chiu Xi, walau dia semakin melemah, namun ketika Lung Chiu Xi menyebut kematian cucunya kembali, dia terlihat semakin dipenuhi hawa nafsu untuk membunuh. Namun sayang kekuatannya sangat terbatas.
Lung Chiu Xi melihat Pertarungan Naga Putih dan Kelelawar Hitam yang sama-sama masih seimbang, "Sepertinya pertarungan ini harus diakhiri saja."
Lung Chiu Xi tidak bisa membiarkan Naga Putih dan Kelelawar Hitam terus bertarung. Jika dibiarkan, maka Sekte Kelelawar Hitam akan hancur karena pertarungan mereka berdua.
Jalan satu-satunya adalah membunuh Zhihui, karena dengan membunuh tuannya, maka Naga Putih tersebut pasti akan menghilang.
Lung Chiu Xi mengeluarkan senjatanya yang terlihat seperti kail pancing, senjata tersebut memang terlihat biasa saja. Namun sebenarnya itu adalah sebuah pusaka, senjata tersebut mampu menembus dan merobek baja sehingga senjata tersebut dijuluki kuku setan.
"Temuilah cucumu di akhirat!" kata Lung Chiu Xi kemudian melesat dengan kecepatan tinggi kearah Zhihui.
Zhihui sendiri membuat pertahanan terakhir dengan cara membuat perisai Es untuk menahan serangan Lung Chiu Xi.
"Percuma, itu tidak akan cukup untuk mengehentikaku!" kata Lung Chiu Xi kemudian berniat untuk menghancurkan perisai tersebut.
Namun sayang, ketika senjatanya hampir menyentuh perisai Es tersebut, tiba-tiba lengannya ada yang mencengkeram. Dia menoleh ke samping dan melihat seorang pemuda sudah berada di sampingnya tanpa ia sadari sama sekali.
"Dia sudah terluka parah, sebaiknya kamu melawanku saja!" kata pemuda tersebut kemudian memberikan pukulan yang sangat keras ke perut Lung Chiu Xi.
Lung Chiu Xi yang tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman pemuda tersebut langsung muntah darah, satu serangan kepalan tangan tersebut membuat isi perutnya seperti mau keluar semua.
__ADS_1
Lung Chiu Xi masih belum bisa melepaskan cengkeraman pemuda tersebut, dia yang masih menahan rasa sakit di perutnya kini harus menerima pukulan kedua yang lebih keras dari sebelumnya.
Satu pukulan telak mengenai hidungnya dan tubuh Lung Chiu Xi terlempar kebelakang dan jatuh tepat di depan ke 12 Pendekar yang saat ini masih bengong karena tidak mengerti akan apa yang sudah terjadi.