
Mata Li Xiang melebar saat melihat Chinmi muncul dan langsung berhadapan dengan tiga pendekar dari Benua Daratan Selatan tersebut.
Li Xiang saat ini sedang berhadapan dengan Tong Liung, mereka berdua sama-sama unggul dan tidak satupun yang terluka.
Sedangkan Ji Long bersama dengan Yong Chun dan Wang Shing juga mendapatkan lawan yang setara dengan mereka bertiga.
Groarr!!!
Jdarrr!!!
Jdarrr!!!
Suara raungan Naga dan ledakan akibat serangan para pertapa yang baru datang membuat perhatian semua yang sedang berperang sempat teralihkan.
Mereka semua bingung karena kemunculan delapan Hewan Iblis yang berbentuk Naga. Para pasukan dari pihak She Chin mengira itu adalah bagian dari Hewan Iblis yang membantu mereka, namun ternyata semuanya keliru karena para Naga tersebut justru menyerang Hewan Iblis lainnya.
Terlebih lagi kemunculan para pertapa yang ternyata lebih dari empat orang, kini total pendekar yang memiliki ilmu terhebat di Benua Daratan Tengah ada sembilan orang termasuk She Chin.
Fan Yuzhen, Wu Tong, Tian Xiang, Xie Wen, She Chin dan Bing Mei yang sudah jelas sebagai seorang Pertapa, sedangkan yang memiliki kekuatan melebihi para Pertapa adalah Raja Tao, Qie Yin dan Chinmi.
Andai mereka semua bisa bersatu maka sudah jelas jika Benua Daratan Tengah akan menjadi Benua terkuat kedua setelah Benua Daratan Selatan.
Namun sayang She Chin lebih memilih menjadi Pertapa kegelapan, dan sekarang dia harus menghadapi semuanya terutama Qie Yin yang menginginkannya mati.
"Muncul lagi satu orang yang memiliki kekuatan Suci, namun tetap saja tidak ada yang akan berubah karena kemenangan milik Shao Ming!" kata salah satu pendekar kepada Chinmi.
"Kalian memiliki kekuatan yang sangat besar dari semua para pendekar yang ada di dunia ini, namun kalian justru memilihkan jalan yang bisa membuat kalian menuju ke jalan kebinasaan kalian sendiri!" kata Chinmi sambil menggelengkan kepalanya dan sesekali dia melirik ke arah Qie Yin yang saat ini sudah berada di hadapan She Chin lagi.
Sebenarnya salah satu dari pendekar tersebut berencana menghentikan Qie Yin namun Naga Merah Huo Long datang dan menghadang salah satu pendekar tersebut.
"Hahahah...! Kamu pikir hanya kami saja yang memiliki kekuatan Suci ini? Kamu salah, masih banyak Pendekar di Benua Daratan Selatan yang memiliki kekuatan di atas kekuatan kami!" kata salah satu dari mereka.
"Chinmi, apakah kamu datang kesini hanya untuk mengobrol saja dengan mereka?" tanya Huo Long setelah dia berada di belakang Chinmi.
Huo Long tidak langsung menyerang karena dia juga merasakan jika para pendekar dari Benua lain tersebut memiliki kekuatan yang melebihi kekuatannya.
"Senior Huo bersabarlah, lagi pula aku butuh banyak informasi dari mereka akan siapa saja selain dari mereka yang datang kesini!" kata Chinmi.
Chinmi memang yang terkuat dari semuanya, namun dia juga tidak ingin gegabah dalam bertindak, dia curiga kemungkinan Kerajaan Angin Selatan menyewa lebih dari 20 pendekar saja.
Chinmi yakin masih ada beberapa pendekar lagi yang datang dan di rahasiakan keberadaan nya dari publik.
"Adik, dari pada kita bicara saja, lebih baik aku serang saja dia lebih dulu!" kata salah satu pendekar tersebut kepada rekannya.
"Baiklah kamu serang saja anak muda itu, lagi pula kekuatan yang dimilikinya pasti sama dengan kekuatan kita, jadi kita tidak perlu mengeroyoknya," kata rekannya.
Semua para pendekar dari Benua Daratan Selatan yakin jika Chinmi berada di tingkat yang sama dengan mereka semua, jadi jika harus bertarung cukup satu lawan satu saja sudah cukup, dan jika rekan mereka kalah bisa di ganti dengan rekan lainnya sehingga Chinmi pasti akan kehabisan energinya.
Salah satu dari mereka bertiga segera maju kearah Chinmi dengan menggunakan senjata seperti kapak namun memiliki gagang panjang.
Huo Long meraung sangat keras sehingga seluruh area pertempuran mulai bergetar keras, dia berniat menghadang pendekar tersebut namun Chinmi menghentikannya.
"Tidak senior, lebih baik senior membantu yang lain, dan biar aku yang akan menghadapi mereka semua," kata Chinmi.
Huo Long terlihat tidak setuju dengan keputusan Chinmi, namun Chinmi tetap meyakinkannya jika dirinya sanggup untuk menghadapi para pendekar tersebut.
"Bukankah sudah ku katakan, kalian semua harus melawanku secara bersamaan, jika tidak!"
__ADS_1
Chinmi mengeluarkan pedang Naga Langit nya dan kemudian dia melepaskan Aura Kaisar dari pedang Naga Langit tersebut sehingga gravitasi di seluruh area pertempuran menjadi berkali-kali lipat beratnya dan bahkan para Naga dan para Pertapa lainnya tidak bisa bergerak sama sekali.
Pendekar yang berniat menyerang Chinmi dengan menggunakan kapaknya langsung menghentikan gerakannya saat menyadari jika gravitasi menjadi lebih berat namun pendekar tersebut masih bisa menahannya.
Pendekar tersebut kembali menatap kearah Chinmi dan berniat kembali menyerang nya, namun tiba-tiba saja pandangannya menjadi gelap dan dia tidak sadar jika Chinmi sudah melepaskan tebasan energi pedang hanya menggunakan jarinya saja.
Chinmi menggunakan jurus pedang yang diajarkan oleh Fan Yuzhen, jurus tersebut adalah Jurus Pedang Tanpa Pedang.
"Kakak...!" teriak salah satu pendekar saat melihat tubuh rekannya yang jatuh dengan kepala terlepas dari tubuhnya.
Chinmi hanya menggunakan Pedang Naga Langit sebagai pengalihan saja dengan Aura Kaisar. Saat pendekar tersebut lengah, Chinmi menggerakkan jarinya dan energi tak kasat mata menuju kearah pendekar tersebut tanpa di sadari oleh pendekar tersebut.
Pendekar tersebut harus tewas begitu saja tanpa perlawanan yang berarti, sedangkan para rekan-tekannya baik itu kedua rekannya maupun yang sedang bertarung dibawah sama-sama terkejut.
"Jika tidak! Itulah yang akan terjadi," kata Chinmi.
"Kita terlalu meremehkannya, kalau begitu kita serang secara bersamaan!" kata kedua pendekar yang tidak terima atas kematian rekan nya.
Chinmi ingin mengatakan sesuatu namun pandangannya teralihkan ke arah Bing Mei yang tiba-tiba saja menyerang Qie Yin.
"Ada apa dengan Bing...!"
Chinmi berhenti bergumam setelah mengingat sesuatu, "Jangan-jangan Bing Mei tahu dan ingat jika Qie Yin adalah gadis kecil yang dulu pernah menculiknya di kerajaan Es Utara!" batin Chinmi kemudian dia mengeluarkan Cakram Matahari nya.
"Senior Diyu Hu, senior Long Wang, sekarang aku serahkan mereka berdua kepada kalian berdua, dan gunakan kekuatan dan wujud kalian yang sesungguhnya!" kata Chinmi sekaligus mengalirkan qi murni ke kedua senjata tersebut.
"Terima kasih Chinmi, dengan qi mu yang besar ini, kami bisa menggunakan seperempat dari kekuatan kami, dan kami bisa berubah ke wujud asli kami untuk sesaat!" kata Diyu Hu.
"Lakukanlah apa yang perlu kalian lakukan!" kata Chinmi kemudian dia bergegas menuju ke arah Bing Mei yang sedang bertarung dengan Qie Yin.
"Setelah kamu membunuh saudara kelompok kami, kamu mau pergi begitu saja? Tidak akan aku biarkan!" kata salah satu dari mereka dan berniat untuk menghadang Chinmi.
Pendekar tersebut segera menoleh dan dia kaget setelah melihat dua sosok dengan wujud yang sangat menakutkan dan yang satu sangat menakjubkan.
Diyu Hu berubah ke wujud aslinya, dia berubah menjadi sosok dengan tubuh hitam besar, namun terasa ada aura api yang menyala-nyala, dan kedua bola matanya juga bercahaya merah, dia juga memiliki dua tanduk panjang di atas kepalanya.
Sedangkan Long Wang berubah menjadi Naga Biru yang sangat besar bahkan jika kedelapan Naga penghuni dunia bawah laut di gabungkan mungkin hanya setengahnya saja.
"Ma-mahluk apa itu?" semua pasukan baik lawan maupun kawan sama-sama terkejut dan sulit untuk berbicara.
Walau Long Wang dan Diyu Hu sudah berubah ke wujud aslinya, namun kekuatannya hanya berada di tingkat Raja Alam seperti Chinmi, itu karena qi yang Chinmi berikan hanya sebatas itu saja, dan waktu bagi mereka hanya sebentar saja.
Diyu Hu melepaskan aura hitam dan aura tersebut dapat ia kendalikan hingga yang merasakan dampaknya hanya satu orang saja yang akan menjadi lawannya.
Long Wang sendiri menatap pendekar yang akan menjadi lawannya dengan tatapan yang mampu membuat tubuh manusia biasa akan hancur dengan tatapannya saja, dan pendekar yang akan menjadi lawannya sama sekali tidak bisa bergerak seolah-olah ada sesuatu yang mengikatnya dan semakin lama tubuhnya terasa ada yang meremas.
"Long Wang, sebaiknya kita jangan mengeluarkan kekuatan kita disini, jika tidak sebagian dunia ini akan hancur!" kata Diyu Hu.
"Aku tahu itu Diyu Hu, andai pertarungan ini di tengah air laut mungkin tidak masalah!" kata Long Wang.
Mereka seolah-olah tidak menganggap kedua pendekar tersebut sebagai lawan yang berbahaya, bahkan terkesan tidak peduli.
Sedangkan kedua pendekar tersebut memang sudah tidak bisa berbuat apa-apa akibat kekuatan dari Diyu Hu dan Long Wang, padahal menurut Diyu Hu dan Long Wang mereka hanya menggunakan kekuatan kecil saja.
Kedua pendekar tersebut semakin lama semakin lemas, energi mereka seolah-olah terhisap tanpa sebab dan akhirnya keduanya jatuh ketanah dan keduanya tewas seketika akibat jatuh dari ketinggian.
***
__ADS_1
Bing Mei dengan kekuatan barunya bukan menyerang para pasukan dari Kerajaan Angin Selatan, dia justru mengikuti Xie Wen menyerang para pasukan Hewan Iblis.
Setiap serangannya akan membekukan dan menghancurkan puluhan tubuh Hewan Iblis hanya dengan satu kali gerakan.
Sudah ratusan Hewan Iblis yang ia habisi, namun saat dia menatap ke atas, dia atas dia melihat gadis lain yang seumurannya sedang terbang dari arah Chinmi menuju ke arah She Chin berada.
Awalnya dia mengira itu adalah sekutu, namun jika mengingat umur gadis tersebut dia sangat penasaran akan siapa gadis tersebut.
Bing Mei terus berusaha untuk melihat wajah gadis tersebut, dan ternyata wajahnya serasa ia kenal.
Bing Mei lupa pernah bertemu dengan gadis itu dimana, namun setelah itu dia baru bisa mengingatnya saat tubuh gadis tersebut mulai di kelilingi oleh butiran debu.
"Dia...!"
Bing Mei akhirnya mengingat gadis tersebut, gadis kecil yang dulu pernah menculik para peserta pertandingan di Kerajaan Es Utara, dia dan Zhu Mei juga termasuk dalam korban penculikan tersebut.
"Ini pasti ulahnya juga!" kata Bing Mei kemudian dia segera melesat kearah gadis tersebut.
She Chin sendiri sebenarnya sejak tadi berusaha memanggil She Long untuk datang dengan menggunakan gadahnya, karena gadis yang She Long inginkan sudah ada di depannya.
Namun belum selesai ia memanggil She Long, Qie Yin sudah terbang kearahnya sehingga She Chin mulai panik.
Qie Yin yang sudah tidak sabar ingin segera melenyapkan She Chin dengan sihir debu nya, namun tiba-tiba saja Bing Mei muncul di hadapannya.
"Tenyata kita bertemu lagi gadis debu! Aku tidak akan melupakan saat kamu mengacaukan pertandingan dan menculik kami!" kata Bing Mei.
Qie Yin terdiam dan tatapannya yang dingin justru lebih fokus kepada She Chin yang terlihat ingin menjaga jarak darinya.
"Sekarang bukan waktunya untuk membahas masalah yang sudah berlalu, sebaiknya kamu jangan menghalangiku, dan biarkan aku menyelesaikan urusanku dengan..!".
"Sekarang urusanmu dengan ku!" Qie Yin mendengus kesal dan kemudian dia membuat senjata yang terbuat dari energi Es nya.
Qie Yin kini menatap Bing Mei dengan tatapan dingin, dan dia mulai mengangkat kedua tangannya dengan dan membuat bentuk segitiga.
Qie Yin berniat menghabisi Bing Mei jika Bing Mei tetap tidak mau menyingkir, sedangkan Bing Mei mengenali ilmu yang akan digunakan padanya.
Bing Mei kini juga mengangkat kedua tangannya dan kemudian seluruh suhu mulai terasa dingin.
"Sihir Debu Butiran Penghancur."
"Sihir Es Badai Pembeku."
"Nona Qie Yin, Bing Mei, hentikan..!"
Jdaarrr!!!
Ledakan dari serangan keduanya membuat ratusan prajurit dan Hewan Iblis yang sedang bertarung di bawahnya lenyap seketika dan hanya menyisakan cekungan besar.
Tubuh Bing Mei hampir terlempar saat mengadu kekuatan dengan Qie Yin, sedangkan Qie Yin sendiri terlihat biasa-biasa saja.
Itu wajar kerena kekuatan Qie Yin berada di atas Bing Mei, beruntungnya Qie Yin tidak menggunakan kekuatan penuhnya, jika tidak Bing Mei pasti tidak akan bisa bertahan.
Tanpa mereka sadari jika sebenarnya ledakan tersebut bukanlah karena benturan kedua energi mereka, melainkan karena Chinmi yang menahan kedua energi tersebut agar ledakannya tidak lebih besar dari itu.
Namun tetap saja ledakannya harus melenyapkan ratusan pasukan dari lawan maupun kawan, dan yang membuat Bing Mei dan Qie Yin terkejut adalah Chinmi yang masih berdiri di tempat ledakan tersebut dalam keadaan baik-baik saja, namun bajunya sedikit robek dan rambutnya agak acak-acakan.
"Apakah kalian berdua sudah selesai?" tanya Chinmi.
__ADS_1
Bing Mei dan Qie Yin segera menghampiri Chinmi karena mereka sama-sama merasa khawatir.