PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Cara Kerja Asosiasi Tujuh Bintang


__ADS_3

"Lian Cao, bagaimana kalian bisa berada di sini?" tanya Chinmi setelah berada dihadapan Lian Cao.


"Akan aku ceritakan nanti di dalam sebaiknya kita masuk saja dan menemui yang lainnya," kata Lian Cao kemudian bergegas masuk kedalam.


"Kalian berlima tidak ikut masuk?" tanya Chinmi kepada kelima prajurit elit yang mengikutinya.


"Kami menunggu disini saja Pendekar Muda, lagi pula tugas kami hanyalah untuk mengawal Pendekar untuk mencari keberadaan para peserta itu," jawab salah satu dari mereka.


"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu kedalam!" kata Chinmi kemudian menyusul Lian Cao kedalam.


Kelima prajurit elit tersebut segera menjaga pintu masuk Asosiasi Tujuh Bintang tersebut dangan berdiri menutupi jalannya pintunya, sehingga akan kesulitan bagi orang yang ingin menerobos masuk.


Chinmi tiba didalam ruangan lantai dasar Asosiasi Tujuh Bintang, ruangan tersebut cukup luas, dan terlihat ada beberapa Rak yang terbuat dari kayu yang dipinggiranya ada banyak sekali barang-barang berbagai jenis senjata untuk dijual.


"Chinmi, akhirnya kamu datang juga!" kata Yue Yin kemudian disusul oleh kedua putri kembar Mei dari belakang.


"Memangnya kenapa?" tanya Chinmi yang tidak mengerti akan sambutan mereka.


"Em..!? Tidak ada, aku hanya terkejut saja!" kata Yue Yin yang merasa kesal karena Chinmi tidak mengerti akan maksud dari ucapan yang ia buat untuk menyambut Chinmi.


"Bagaimana? Apakah kamu berhasil mengalahkan gadis debu itu?" tanya Bing Mei.


Chinmi hanya menggelengkan kepala pelan disertai dengan jawaban singkat, "Tidak, dia berhasil kabur!" jawab Chinmi.


"Ah tidak mungkin, kamu pasti sengaja membiarkannya kabur karena tertarik akan kecantikan gadis debu itu bukan?" kata Zhu Mei yang bertanya penuh curiga.


"Aku..! Tidak bukan seperti itu, gadis kecil tersebut benar-benar kabur kok!" kata Chinmi yang berusaha meyakinkan mereka.


"Aku tidak percaya, semua laki-laki itu sama saja, begitu melihat ada yang cantik pasti akan tergila-gila seperti orang bodoh itu!" kata Zhu Mei sambil menunjuk kearah Pangeran Ming Zai yang sedari tadi diam.

__ADS_1


Pangeran Ming Zai segera mengangkat alisnya sekaligus bertanya, "Apa maksudmu dengan orang bodoh, apa maksudmu aku?"


"Kamu pikir siapa lagi, jelas-jelas kamu tadi tergila-gila terhadap gadis yang masih kecil, bahkan umurnya saja masih sama dengan kami, apa itu tidak cukup untuk menyebut dirimu sebagai orang bodoh?" kata Bing Mei yang juga ikut angkat suara untuk membela saudarinya.


"Kau..!" Pangeran Ming Zai segera melepaskan aura panas dan bersiap untuk menyerang Bing Mei dan Zhu Mei.


"Pangeran, apa kamu lupa kalau kami memiliki kekuatan sihir Es yang bisa membuat apimu itu membeku?" kata Zhu Mei dengan tersenyum sinis.


"Sudah Cukup...!" bentak Chinmi sekaligus melepaskan Aura yang panas yang melebihi panasnya aura milik pangeran Ming Zai.


Semua mulut yang berada disana terbuka saat menyadari hal itu, Xian Fai sampai mendekati Chinmi sekaligus bertanya padanya.


"Chinmi, sejak kapan kamu berada di tingkat Pendekar Puncak, dan bagaimana bisa kamu bisa memiliki Pusat Roh Elemen Api?" tanya Xian Fai, menurutnya Chinmi hanya memiliki satu Pusat Roh saja, yaitu Pusat Roh Elemen Angin.


"Aku...!?"


Chinmi sebenarnya juga sama bingungnya sebelum akhirnya dia teringat jika Pusat Roh nya kali ini memiliki Empat Cabang, hal itu juga yang berhasil membuat Chinmi berhasil mencapai dua Tingkat sekaligus sehingga bisa mencapai Tingkat Pendekar Puncak.


"Sudahlah lupakan saja masalah ini, sekarang coba ceritakan padaku, apa yang sedang terjadi saat pertempuran masih berlangsung, dan bagaimana kalian semua bisa berada disini?" tanya Chinmi.


"Owh... Tenyata ada yang lain yang baru tiba! Em..! Bukankah itu Pedang Naga Langit? Kenapa bisa berada di tanganmu?" seorang pria paruh baya muncul dari tangga dan berbicara kepada Chinmi.


Chinmi segera menoleh dan melihat pria paruh baya tersebut yang ia ketahui jika namanya adalah Du Mong Manager Asosiasi Tujuh Bintang.


"Manager Du..!" seru Chinmi sambil mengeluarkan dahinya.


Chinmi merasa heran karena sebelumnya Chinmi melihat Du Mong juga berada dilapangan pertandingan hingga kekacauan di mulai.


Namun Chinmi bingung karena Du Mong sama sekali tidak terlihat terluka atau lelah, seolah-olah tidak pernah ikut bertarung saat kekacauan sedang terjadi. Hal itulah yang membuat Chinmi kebingungan.

__ADS_1


"Owh..! Jadi kamu mengenali ku juga? Hahaha.. Ternyata aku memiliki banyak pengemar juga disini!" kata Du Mong dengan tertawa lepas.


Chinmi melotot ketika Du Mong berkata jika dirinya adalah penggemar Du Mong. Ingin rasanya Chinmi mengumpat kepada Du Mong namun niat itu tidak dilaksanakan sehingga hanya bisa tersenyum kecut.


"Manager Du, apakah anda yang telah menyelamatkan mereka semua dan membawa mereka ke sini?" tanya Chinmi.


"Aih anak ini! Padahal aku mau bertanya lebih dulu, kenapa Pedang Naga Langit bisa ada bersama kamu, tapi kami malah memberiku pertanyaan terlebih duhulu. Baiklah aku akan menceritakannya, namun sebagai gantinya ceritakan juga bagaimana bisa pedang Naga Langit bisa berada ditangan mu? bagaimana?"


"Tidak masalah manager, biar aku saja yang menceritakannya dan menjelaskannya padamu terlebih dahulu!" kata Chinmi yang tidak keberatan untuk menjelaskan akan pedang Naga Langit yang memilihnya sebagai tuannya.


****


"Tidak ku duga jika Asosiasi Tujuh Bintang memiliki pemikiran seperti itu!" batin Chinmi.


Setelah dirinya selesai menjelaskan akan bagaimana bisa pedang Naga Langit bisa berada di tangannya kepada Du Mong, setelah itu giliran Du Mong yang menceritakan akan apa yang terjadi kepada dirinya sekaligus bertemunya dirinya dengan para peserta.


Du Mong awalnya takjub akan cerita Chinmi tentang bagaimana cara pedang Naga Langit memilihnya, walau sebagaian cerita Chinmi tidak benar, alias kebanyakan yang membual dari pada kenyataannya.


Hal itu ia lakuakan atas permintaan Long Wang yang berbicara melewati pikirannya. Long Wang bisa merasakan nafsu keserakahan Du Mong terhadap Pedang Naga Langit tersebut sehingga meminta Chinmi untuk memberikan cerita bohong dan juga melebih-lebihkan ceritanya agar Du Mong tidak lagi menginginkannya.


Saat giliran Du Mong yang bercerita, Chinmi sungguh tidak habis pikir jika cara kerja Asosiasi sungguh sangat menyebalkan.


Bagaimana tidak! Saat kekacauan mulai terjadi, Du Mong bersama 10 Pendekar Menengah yang menjaganya segera bangkit dan pergi meninggalkan lapangan pertandingan yang saat itu mulai kacau.


Asosiasi Tujuh Bintang bukanlah sebuah sekte atau kelompok-kelompok organisasi pendekar, mereka hanyalah sebuah organisasi bisnis jual beli barang dari senjata hingga obat berupa pil dengan berbagai khasiatnya.


Namun didalam Asosiasi tersebut, semua yang bekerja adalah para pendekar, mulai dari pelayan penerima pelanggan, bahkan sampai ke manager nya pun juga pendekar.


Tidak ada yang mengetahui apakah di Asosiasi Tujuh Bintang juga ada seorang pendekar Sihir atau tidak, hal itu masih belum ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


Cara kerja Asosiasi Tujuh Bintang adalah, para pendekar yang bekerja di asosiasi hanya boleh bertarung jika memang asosiasi sendiri sedang terancam, namun jika pertarungan antar sekte manapun kerajaan, mereka tidak mau ikut campur, karena mereka tidak mau kehilangan satu Pendekar pun nantinya dalam pertempuran yang tidak memberikan keuntungan apa-apa bagi asosiasi.


__ADS_2