PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Strategi Perang


__ADS_3

***


"Jendral Fu, apakah anda datang kesini untuk menemui ketua She Chin?" seorang murid dari sekte Kalajengking Merah bertanya kepada Fu Shen yang baru tiba di sekte Kalajengking Merah.


"Bukankah kalian sudah mengetahui jika setiap kali aku datang kesini pastinya akan menemui ketua kalian, kenapa kalian masih. bertanya lagi?" Fu Shen berbicara dengan nada terdengar kesal.


"Maaf Jendral, jika memang Jendral ingin menemui ketua jendral sudah terlambat karena ketua She Chin sudah berangkat menuju ke kerajaan Es Utara!" kata murid tersebut.


Fu Shen mengerutkan dahinya kemudian kembali bertanya, "Kapan dia berangkat dan sekte siapa saja yang ikut dengannya?" tanya Fu Shen.


"Ketua sudah berangkat sekitar Lima hari yang lalu. Menurut informasi ada Empat sekte yang akan ikut bergabung dan kemungkian akan ada lebih dari 700 Pendekar kuat dari gabungan Lima sekte yang akan pergi kesana," kata sang murid tersebut.


"Benar-benar gila si She Chin itu..!" Fu Shen yakin dengan 700 Pendekar hebat yang dibawa sudah cukup untuk menyerang Kerajaan Es Utara, namun jika kerajaan itu berada di tempat lain.


Fu Shen yakin mereka tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan 700 orang Pendekar hebat saja, karena situasi dan kondisinya yang tidak menguntungkan.


Sudah sangat jelas jika saat ini Kerajaan Es utara akan mengadakan pertandingan antar sekte, sehingga besar kemungkian jika Kerajaan Es Utara saat ini pasti juga berkumpul banyak pendekar hebat dari sekte aliran Putih dan Netral, sehingga bisa dipastikan jika situasinya tidak menguntungkan jika hanya mengandalkan ke 700 Pendekar tersebut.


Yang berikutnya adalah kondisi di Kerajaan Es Utara yang berbeda dengan kerajaan Bumi Barat maupun Angin selatan yang bisa di serang dari arah mana saja.


Itu karena kerajaan Es Utara adalah sebuah Pulau yang dikelilingi air laut. Prajurit di Kerajaan Es Utara sangat mahir jika bertarung di laut, sehingga akan kesulitan bagi 700 Pendekar untuk bisa melabuhkan kapal mereka di pulau Kerajaan Es Utara.


"Baiklah aku akan pergi menyusul mereka."


Fu Shen tidak menunggu tanggapan dari murid tersebut, dia langsung memacu kudanya dengan cepat untuk mengejar She Chin.

__ADS_1


Setelah Fu Shen cukup jauh, dia dihadang oleh Sang Singa Hitam di depan, "Kenapa kamu tidak menemui orang yang ingin kamu ajak kerjasama?" tanya Singa Hitam.


Fu Shen turun dari kudanya kemudian menjawab pertanyaan Singa Hitam, "Ma-maaf orang tersebut sudah lebih dulu pergi ke Kerajaan Es Utara, jadi aku berencana akan menyusulnya," kata Fu Shen.


"Kamu ingin mengejarnya dengan menaiki kuda saja?" tanya Singa Hitam sambil menaikan alisnya.


Fu Shen hanya bisa mengangguk disertai dengan senyuman pahit, andai dirinya bisa terbang seperti para pendekar Sihir Elemen, tidak mungkin dirinya mau pergi menaiki kuda.


"Ahh sudahlah, sebaiknya kami tunjukkan saja arahnya biar aku yang membawamu kesana?" kata Singa Hitam yang merasa bosan jika harus terbang mengikuti Fu Shen yang hanya menaiki kudanya yang menurutnya lamban.


Fu Shen pun menunjukkan arah jalan menuju ke arah jalan yang di lalui oleh She Chin, sedangkan Fu Shen menembak jika dirinya akan dibawa terbang oleh Singa Hitam tersebut dan ternyata itu semua jauh dari pemikirannya.


Begitu sudah mengetahui arah jalan She Chin, Singa Hitam langung memegang pundak Fu Shen membuat Fu Shen terkejut dan kemudian, Fu Shen seperti ditarik oleh sesuatu dari bawah, dan begitu dia melihat kebawah, ternyata ada pusaran hitam dibawah kakinya.


***


"Ketua Chin, kenapa kita tidak menunggu Fu Shen saja tadi, siapa tahu dia juga akan membawa prajurit istana untuk membantu kita, dan juga dia lebih mengetahui strategi perang kerajaan dari pada kita."


Hu Mochu bertanya kepada She Chin yang sedang menaiki kuda, "Prajurit istana itu lemah-lemah, percuma saja menunggunya jika dia hanya membawa pasukan lemah!" kata She Chin.


"Tapi ketua..!" Hu Mochu belum selesai bicara namun di potong terlebih dahulu oleh She Chin.


"Sudahlah, lagi pula jendral itu juga tidak berguna sama sekali. Sebaiknya kita segera bergegas kesana, aku yakin Qie Yin dan yang lainnya yang sedang menyamar di sana pasti sudah menyusun rencana dengan anggota kita yang sudah lebih dulu menyusup." kata She Chin.


Hu Mochu masih tidak yakin akan hal ini, bagaimanapun juga jika sampai rencana ini ketahuan bukanlah peperangan tidak akan bisa di hindari lagi, dan yang pasti strategi dalam peperangan melawan sebuah kerajaan yang saat ini sedang terkumpul para pendekar dari berbagai sekte sangatlah di perlukan.

__ADS_1


Mereka berdua kini sudah sampai di pinggir pantai yang di sana sudah ada 20 kapal berukuran sedang sedang menunggu di sana.


"Ketua Meng, apa kamu yakin tidak mau naik kapal?" tanya She Chin kpeada ketua Sekte Lembah Hantu.


"Sebaiknya Aku terbang saja dari pada harus menaiki kapal menyedihkan seperti itu," kata Meng Yi.


"Hahaha... Aku tahu kamu memang tidak suka berada di atas kapal, namun kamu juga harus sadar jika kamu sampai terbang dan sampai duluan di sana, maka aku khawatir akan ada para pendekar yang melihatmu," kata Tong Liung.


"Kalau memang aku ketahuan, siapa yang akan berani melawanku? tidak ada satupun dari para semut-semut Kerajaan itu yang akan mampu menhentikanku!" kata Meng Yi dengan bangga.


"Owh, itu jika tidak ada Pendekar dari sekte lain bukan? di tambah lagi ini masih siang, sekarang aku mau bertanya padamu! Apakah kekuatanmu dan juga kelompok-kelompok mu bisa digunakan saat siang?" tanya Tong Liung


"Kalau itu.. Aku..!" Meng Yi kesulitan untuk menjawab.


"Sudahlah sebaiknya kita tetap bersama, karena kita masih belum tahu ada siapa saja di sana!" seorang pria berbadan kurus dengan badan tinggi, dia adalah ketua sekte Bukit Tengkorak Huan Sing.


"Benar, lagi pula ketua Lung Wai sudah mempersiapkan anggota sektenya dan akan bergerak setelah mendapat sinyal dari kita. Aku harap rencana ini akan berhasil demi kekuatan Aliran Hitam," kata She Chin dengan semangat yang menggebu-gebu.


"Ketua, itu pusaran apa?" Hu Mochu menunjuk ke atasnya yang terlihat ada pusaran hitam.


Semuanya sama-sama memperhatikan pusaran hitam tersebut dengan penasaran. Beberapa saat kemudian ada dua sosok yang keluar dari dalam pusaran tersebut.


"Je-jendral Fu Shen, kenapa dia bisa muncul dari pusaran itu?" Kata She Chin yang terkejut melihat kemunculan Fu Shen dan satu sosok dengan wujud anehnya.


Semuanya terkejut melihat semua itu, bahkan semuanya menjadi lebih waspada karena merasakan energi yang sangat besar keluar dari sosok aneh tersebut seolah-olah ingin menekan mereka semuanya, sosok tersebut tidak lain adalah Singa Hitam.

__ADS_1


__ADS_2