PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Pertemuan Tiga Raja.


__ADS_3

"Kamu tidak akan bisa lolos dari panah ku ini!" seru Dewa Mata Tiga sekaligus mengubah goloknya menjadi busur panah dan memanah She Long yang sedang sibuk melawan para panglima lain.


Anak panah yang di lepaskan oleh Dewa Mata Tiga memiliki tekanan yang sangat kuat dan juga terpancar energi yang begitu besar.


Besarnya tubuh She Long serta kulitnya yang sekuat batu terkuat di alam semesta tidak membuat anak panah tersebut tidak menembusnya.


Namun Er Lang Shen merasa ada yang salah saat anak panahnya menembus kulit She Long, "Ini tidak benar, sepertinya kita semua sudah tertipu!' gumam Er Lang Shen kemudian mengaktifkan mata ketiga nya.


Seperti yang ia duga, ternyata She Long yang menjadi Naga Batu raksasa bukanlah wujud aslinya, melainkan hanyalah ilusi semata.


"Berhenti semuanya!" seru Er Lang.


Semua para Dewa dan pasukan segera menghentikan pertempuran mereka dan uniknya lagi She Long juga ikut berhenti.


"Ada apa Dewa Er Lang, kenapa kamu menghentikan kami untuk menaklukkan Mahluk ini?" tanya salah satu Dewa dengan tubuh nya yang besar dan juga gagah.


"Percuma, dia bukanlah mahluk itu, sepertinya dia membuat ilusi, dan tanpa kita sadari kita hanyalah melawan sihir!" kata Dewa Er Lang.


Mereka semua terkejut dan mengamati kembali tubuh She Long yang terdiam juga. Sihir yang di gunakan oleh She Long adalah Sihir Dewa yang memiliki kekuatan untuk memanipulasi siapa saja.


Mereka yang terkena Sihir ilusi tersebut akan merasa melawan musuhnya, padahal itu hanya sebuah bayangan saja yang terlihat seperti nyata.


Bayangan tersebut akan bergerak jika orang yang terkena ilusi juga bergerak, dan jika berhenti maka bayangan ilusi tersebut juga akan ikut berhenti.


"Siluman licik! Bisa-bisanya kita tertipu oleh sihir seperti ini," gerutu Dewa Roda Api.


"Pantas saja Cao Yuan tidak pernah berhasil menangkap nya, ternyata dia sungguh sangat licik."


Walau sudah pernah mendengar kelicikan She Long, namun baru kali ini mereka mengetahuinya, dan yang lebih mengejutkan lagi semuanya tertipu oleh sihir She Long.


"Kalian kembali lah semuanya, nanti aku akan menyusul!" kata Li Tian Wang.


Dewa Mata Tiga dan semuanya kembali untuk melaporkan semuanya kepada Kaisar Giok, sedang Dewa Raja Langit Penyangga Pagoda ingin membicarakan sesuatu dengan Ho Chen dan ke empat lainnya.


"Siapa di antara kalian yang menjadi murid Cao Yuan?" tanya Li Tian Wang setalah berada di hadapan Ho Chen dan yang lainnya.


Selain Ho Chen tidak ada yang mengenal Cao Yuan sehingga semuanya saling berpandangan karena tidak tahu dan tidak mengenal nya.


"Sayalah muridnya.!" jawab Ho Chen.


Li Tian Wang mengamati Ho Chen secara teliti sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, "Emm.. Jadi kamu manusia itu? Namaku Li Tian Wang, teman gurumu," sapa Li Tian Wang.


Ho Chen memberi hormat kepada Li Tian Wang sedangkan Yinfei dan yang lainnya sangat penasaran kepada sosok yang bernama Cao Yuan tersebut.


"Chen, siapa Cao Yuan itu?" Xi Liyi yang berada di belakang Ho Chen bertanya pelan kepada Ho Chen.


"Nanti aku akan memberitahukan kepada kalian!" jawab Ho Chen.


Ho Chen tidak mungkin mengalihkan pembicaraan saat sedang berbicara dengan Li Tian Wang, karena itu Ho Chen akan menjelaskan saat Li Tian Wang sudah tidak ada.


"Nama saya Ho Chen eee... Dewa!" Ho Chen bingung harus memanggilnya apa, karena itu dia memanggilnya Dewa saja.


"Ho Chen, aku salut padamu, dengan kekuatanmu itu, kamu berani melawan Naga itu seorang diri, sedangkan kami saja yang berjumlah banyak justru malah tertipu olehnya!" ucapnya sambil memasang wajah kagum.


"Dewa, andai bukan karena kedatangan kalian, mungkin saya sudah mati di tangan She Long, karena itu saya ucapkan terima kasih banyak!" kata Ho Chen dengan memberi hormatnya.


"Lupakan saja, lagi pula mahluk itu masih bisa lolos dan berkeliaran, alam semesta tidak akan pernah aman jika mahluk itu masih hidup, dan mungkin kahyangan juga akan merasakan dampaknya juga."


"Jika demikian sudikah para Dewa untuk membantu kami jika suatu hari kami berhadapan lagi dengannya?" tanya Ho Chen.


"Tentu saja, aku akan membicarakan hal ini kepada Kaisar Giok," Jawab Li Tian Wang.


"Terima kasih Dewa, kami sungguh sangat senang mendengarnya."


"Baiklah sudah saat nya kita berpisah, sampai jumpa lagi di lain waktu dan jaga diri baik-baik!" kata Li Tian Wang dan kemudian dia terbang dan menghilang sebelum satu tarikan nafas.

__ADS_1


Merasa sudah tidak ada apa-apa lagi, Ho Chen mengajak semuanya untuk kembali sekaligus melihat kondisi Chinmi.


***


"Dasar Raja bodoh...! Percuma aku banyak merencanakan kerja sama dengan kerajaan Api Timur jika ujung-ujungnya harus menjadi musuh!"


Zu Chin sangat kesal atas kecerobohan Raja Shao. Dari awal dia tidak setuju jika harus mengirimkan prajurit untuk membantu sekte aliran hitam.


Raja Shao memiliki banyak relasi dari berbagai tempat dan juga menjalin hubungan dengan kelompok Sungai Darah dari Benua Daratan Selatan.


Entah apa yang dipikirkan oleh Raja Shao saat itu sehingga dia tidak mendengarkan perkataan Penasehat nya sendiri, padahal sudah sangat lama dia sering mendengarkan nasehat dari Zu Chin.


Sekarang tidak hanya semua yang sudah direncakan jadi kacau, bahkan Zu Chin khawatir jika Kerajaan Api Timur akan menganggap Kerajaan Angin Selatan sebagai musuhnya dan ditambah lagi dengan Kerajaan Es Utara.


Separuh dari pasukan yang dikirim kepada sekte aliran hitam telah gugur. Tidak hanya sampai di situ, bahkan 20 Pendekar dari Benua Daratan Selatan juga ikut gugur.


Hal itu membuat Zu Chin tidak bisa berpikir jernih lagi, andai hanya satu pendekar saja yang gugur, itu mungkin wajar. Namun ini 20 Pendekar berkekuatan besar yang seharusnya tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka justru harus terkubur di Benua lain.


Sekitar 23 Pendekar dari Benua Daratan Selatan yang datang, dan kini hanya tersisa tiga orang dan mereka berada di tempat Raja Shao.


Kekuatan mereka bertiga lebih tinggi dari ke 20 Pendekar yang telah gugur. Zu Chin sama sekali tidak tahu bagaimana reaksi ketiga pendekar tersebut setelah mendengar kematian ke 20 rekannya.


"Owh ya Dewa, apakah ini akan menjadi akhir dari Kerajaan Angin Selatan? Jika benar maka aku akan pastikan jika aku akan pergi menyelematkan diri sebelum Kerajaan ini musnah," kata Zu Chin.


Zu Chin tidak peduli apakah Kerajaan Angin Selatan akan hancur atau tidak, bagi Zu Chin keselamatan diri yang paling utama.


Zu Chin menyandarkan dirinya di kursi, dia sudah merasa lelah memikirkan akan kebodohan Raja nya.


Saat dia masih bersandar dengan memejamkan matanya, salah seorang prajurit datang menemuinya.


"Lapor penasehat Zu! Raja meminta Penasehat untuk segera datang ke aula pertemuan sekarang juga!" kata prajurit tersebut.


Zu Chin menatap prajurit tersebut sesaat kemudian bangkit, "Aku akan segera datang, pergilah!" kata Zu Chin.


Sesampainya di sana, semuanya ternyata sudah banyak orang yang berkumpul termasuk ketiga pendekar dari Benua Daratan Selatan.


Zu Chin segera memberi hormat namun dengan pikiran penuh tanda tanya, sedangkan wajah Raja Shao sendiri terlihat sangat suram.


"Sekarang semuanya sudah berkumpul, kita semua sudah tahu jika kerajaan kita ini sedang mengalami kekalahan, dan sekarang hubungan kita dengan Kerajaan Api Timur juga putus karena Raja Ming Shan sudah mengirim surat atas pembatalan pertunangan Putri Mu Liyi dengan pangeran Ming Zai," kata Raja Shao.


Zu Chin mengerutkan dahinya, hal yang ia khawatirkan teryata menjadi kenyataan, "Yang Mulia, ini akan menjadi bencana bagi kerajaan kita!" kata Zu Chin namun sebenarnya perkataanya tertuju kepada Shao Ming.


"Penasehat Zu Chin dan Penasehat Fe Xian! Apakah kalian memiliki pendapat?" tanya Shao Ming.


"Yang Mulia, sebelumya Yang Mulia sudah mengabaikan nasehat kami, sekarang semua pendapat kami tidak akan berguna apapun dalam situasi seperti sekarang ini," kata Zu Chin yang sebenarnya sangat kesal kepada Shao Ming.


"Raja Shao Ming, kamu tidak perlu khawatir, kami bertiga ada di sini, dan selama kami berada di sini, maka Kerajaan mu ini akan baik-baik saja, dan sekaligus aku sudah mengirimkan pesan kepada pimpinan kami agar mengirimkan Panglima Gajah dan Panglima Elang untuk datang," kata salah satu pendekar dari Benua Daratan Selatan.


"Apa maksud kalian? Apa kalian lupa jika 20 rekan kalian sudah tiada, lalu kenapa kalian masih sangat yakin jika Panglima yang kalian maksud akan bisa melindungi Kerajaan ini?" tanya Zu Chin.


"Kau tidak tahu apa-apa tentang kami Penasehat, apalagi terhadap Panglima kami!" kata salah satu dari mereka dengan suara geram.


"Bukti tuan, yang aku butuhkan bukti bukan omong kosong!" kata Zu Chin.


"Kau ingin bukti? Baiklah akan aku buktikan, tidak perlu kedua Panglima kami yang membuktikannya, cukup aku saja sudah lebih dari cukup untuk meratakan seluruh Kerajaan mu ini!" kata salah satu dari mereka sekaligus melepaskan kekuatannya yang membuat seluruh wilayah Kerajaan Angin Selatan bergetar dan istana yang sangat kuat dan kokoh seolah-olah mau roboh.


"Hentikan Pendekar Mao Tse!" Shao Ming berusaha menenangkan pendekar tersebut.


Pendekar tersebut segera menghentikan nya dan menatap kearah Shao Ming, "Bukankah tadi penasehat mu menginginkan bukti? Apa kamu juga tidak ingin melihat buktinya? Aku baru melepaskan sedikit dari kekuatan ku," tanya Pendekar tersebut.


"Pendekar Mao, aku tidak meragukan kekuatanmu jadi aku mohon maafkan atas perkataan Penasehat Zu Chin!" pinta Shao Ming.


"Baiklah, untuk kali ini aku maafkan, namun jika suatu saat nanti dia mengulanginya lagi, aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkannya sekaligus melenyapkan kerajaan ini!" kata Mao Tse.


"Penasehat Zu Chin, minta maaflah kepada pendekar Mao!" kata Shao Ming.

__ADS_1


Zu Chin memasang wajah buruk, sebenarnya dia sama sekali tidak ingin meminta maaf kepada Mao Tse, namun merasa tidak memiliki pilihan lain lagi, akhirnya dia hanya bisa menurut dan meminta maaf kepada pendekar tersebut.


"Baiklah sekarang sudah di pastikan jika bantuan dari Sungai Darah akan datang untuk menjamin keselamatan Kerajaan kalian ini, sekarang teriakan nama Sungai Darah dan Angin Selatan!" kata salah satu pendekar lainnya.


"Sungai Darah, berjayalah Kerajaan Angin Selatan!"


"Sungai Darah, berjayalah Kerajaan Angin Selatan!"


Mereka semua meneriaki dan menyebut nama Sungai Darah dengan Kerajaan Angin Selatan sambil mengangkat senjata mereka keatas penuh semangat.


Zu Chin tidak ikut berteriak, dia hanya memasang wajah kesal dan menatap kearah Mao Tse dengan tatapan penuh kebencian.


Menurut nya Mao Tse dan semua anggota dari Sungai Darah memiliki niat lain di balik semuanya, karena Zu Chin sangat mengetahui jika tidak ada yang gratis di dunia ini, semuanya butuh bayaran dan bayarannya harus sepadan dengan apa yang di beri oleh mereka.


"Aku harus segera membicarakan akan hal ini kepada semua anggota kelompok Singa Api dan juga kepada permaisuri Pei Ling," batin Zu Chin.


Saat ini hanya kehancuran Kerajaan Angin Selatan yang ada pikirannya, bukan oleh siapa, melainkan oleh anggota Sungai Darah, dan Zu Chin yakin tidak akan butuh waktu lama, hanya waktu yang menentukan saat Kerajaan Angin Selatan jatuh ke tangan kelompok Sungai Darah.


***


Kerajaan Bumi Barat saat ini di datangi oleh dua orang besar, mereka adalah Raja Ming Shan dari Kerajaan Api Timur, dan Raja Bao Qin Ho dari Kerajaan Es Utara.


Kedatangan mereka semua adalah untuk menemui Raja Tao Xi Lun, setelah mengetahui jika Tao Xi Lun tenyata adalah seorang pendekar yang sangat sakti dari keempat kerajaan.


"Selamat datang wahai para Raja dari dua Kerajaan besar, aku sangat beruntung karena bisa bertemu langsung dengan kalian berdua!" kata Tao Xi Lun.


"Seharusnya kamilah yang merasa beruntung karena bisa bertemu seorang Raja sakti sepertimu, bukankah begitu Raja Bao?" kata Raja Ming sekaligus bertanya kepada Raja Bao Qin Ho.


"Benar sekali Raja Ming, ini memang sebuah keberuntungan bagi kita berdua!" jawab Raja Bao sambil tertawa.


"Raja Tao, kenapa kamu menyembunyikan kekuatanmu selama ini? Andai dari dulu kamu menunjukkan kekuatanmu itu, pasti Raja Shao tidak akan berani macam-macam dan Kerajaan Angin Selatan pasti akan kamu taklukkan lebih awal!" kata Raja Ming.


Selama ini hanya Raja Ming yang di kenal sebagai Raja terkuat, namun sekarang semuanya terpatahkan oleh Raja Tao.


"Aku bukan bermaksud demikian Raja Ming, untuk apa aku menunjukan kekuatanku, apa untuk menakut-nakuti orang, atau biar orang tau dan menjadi segan kepadaku setelah mengatahui kekuatanku?" tanya Raja Tao.


"Aku harus menjawab apa?" tanya Raja Bao


"Benar sekali, namun bukankah semua orang suka jika dipuja dan disegani? Lalu kenapa kamu memiliki pemikiran lain?" Raja Ming juga ikut bertanya.


"Kekuatan bukan untuk di pamerkan atau di buat untuk menakut-nakuti orang, dan tidak semua orang suka untuk di puji! Guruku pernah berkata jika seseorang tidak boleh merasa puas dengan apa yang di milikinya, jangan merasa paling tinggi karena orang yang merasa di atas langit pastinya akan jatuh saat mengetahui jika masih ada langit yang lebih tinggi," kata Raja Tao.


Walau terdengar memberi pencerahan, namun sedikit memiliki sindiran kepada Raja Ming yang selama ini selalu merasa bangga dengan kekuatannya.


"Raja Tao, aku merasa tercerahkan atas pencerahannya, sekarang Kerajaan Api Timur akan selalu mendukung dan akan menjadi sekutu bagi Kerajaan Bumi Barat!" kata Raja Ming.


"Terima kasih Raja Ming, kami juga akan senantiasa membantu Kerajaan Api Timur dan Kerajaan Es Utara jika suatu hari kalian mengalami masalah!" kata Raja Tao.


"Hahaha..! Raja Tao anda benar-benar tidak sombong walau memiliki kekuatan besar dan menjadi Raja terkuat dari keempat kerajaan, aku salut atas sikapmu yang masih mau membantu kami!" kata Raja Bao sambil tertawa.


Mereka merasa lega karena Raja Tao yang ternyata memiliki kekuatan besar tidak memiliki keinginan untuk menyerang kerajaan lain, ini sebagai bukti jika Raja Tao yang kuat dan memiliki wajah agak seram ternyata memiliki hati yang lebih lembut dari wajahnya.


Pertemuan Tiga Raja jelas akan menyatukan ketiga wilayah untuk saling menjaga dan saling memberi keamanan jika terjadi sesuatu kelak di masa mendatang.


"Baiklah jamuan makan sudah di persiapkan, mari kita menikmati jamuan dari Kerajaan ku ini, dan semoga kalian menyukainya," kata Raja Tao.


Tao Xi Lun hanya memberikan jamuan sederhana, bukan karena tidak mau, namun saat ini krisis setelah peperangan membuat dia hanya memberikan jamuan biasa tanpa ada hiburan besar dan juga mewah.


Sedangkan Raja Ming dan Raja Bao sudah mengerti akan situasi yang sedang di alami oleh Kerajaan Bumi Barat sehingga mereka berdua memakluminya.


***


Maaf jika semalam saya tidak update, itu karena istri saya lagi sakit dan saya semalam harus mengantarkannya untuk memeriksanya, dan satu lagi, jika ada yang tidak suka dengan karya saya yang katanya terlalu berlebihan dalam berkhayal dan berfantasi dan bahkan ingin pindah ke novel lain, silahkan saya juga tidak memaksa kalian, dan saya tidak memaksakan kalian untuk menyukai karya imajinasi saya yang menurut kalian tidak masuk akal dan berlebihan.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2