PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
menuju ke perbatasan timur


__ADS_3

Chinmi berdecak kagum akan kemampuan Li Fang, walau kekuatan dirinya lebih besar dari Li Fang, namun energi Li Fang sangat kuat, ditambah dengan kecerdasan Li Fang, Chinmi akui jika Li Fang adalah Pendekar paling hebat dari pendekar yang ada.


Beberapa saat kemudian, Yen Wong kembali mengumumkan akan latih tanding berikutnya, yaitu Zuo Yujiu melawan Chinmi.


Zuo Yujiu bangkit dan berjalan ke tengah-tengah dan berdiri disamping Yen Wong, sedangkan Chinmi juga datang kesana.


"Inilah latih tanding terakhir yang akan segera kita saksikan antara Jendral Zuo Yujiu melawan Chinmi," seru Yen Wong.


"Baiklah tanpa basa-basi mari kita mulai latih tandingnya," Yen Wong segera meninggalkan tempat itu dan sekarang hanya tersisa Chinmi dan Zuo Yujiu saja yang saling berpandangan.


Chinmi bisa merasakan jika Zuo Yujiu berada di Tingkat Sihir Elemen Langit sama dengan kekuatan Li Fang. Perbedaannya Zuo Yujiu sedikit lebih tinggi tingkatannya, kemungkinan besar akan segera memasuki Tingkat Sihir Elemen Alam.


"Jendral Zuo, mohon bimbingannya!" kata Chinmi sambil membungkukkan badan.


"Tuan muda Li, aku tahu kekuatanmu lebih besar dari kekuatanku, jadi seharusnya akulah yang meminta bimbingan darimu," kata Zuo Yujiu.


"Pertandingan kita mulai!" kata Yen Wong berseru keras disertai dengan bunyi gong.


Zuo Yujiu mengeluarkan senjata goloknya yang panjang nya mencapai dua setengah meter, dia memutar goloknya dan mengarahkan ujung golok tersebut kearah Chinmi.


"Bersiaplah!" ucap Zuo Yujiu kemudian menebas kearah Chinmi dari jarak kurang dari lima meter.


Ternyata keahlian Zuo Yujiu bukan hanya mampu menggunakan golok saja, dia ternyata juga memiliki Pusat Roh Elemen Api dan dan juga tanah.


Chinmi langsung menghindari serangan tebasan golok yang mengeluarkan energi elemen api. Saat Chinmi berhasil menghindarinya, tanah yang di pijaknya menahan gerak kakinya.


"Pengguna dua elemen, jadi dia memiliki dua Pusat Roh Elemen!" batin Chinmi.


"Aku tahu kamu memiliki dua elemen, aku tidak menyangka jika kamu memiliki dua Pusat Roh yang berlawanan," kata Zuo Yujiu.


Chinmi tersenyum tipis, dia tidak mungkin bilang pada Zuo Yujiu jika dirinya hanya memiliki satu Pusat Roh yang memiliki berbagai macam jenis elemen, jika sampai Zuo Yujiu tahu kebenarannya, Chinmi tidak tahu akan seperti apa reaksinya.


"Kamu tidak akan mungkin bisa meloloskan diri dari lumpur itu, walau kamu memiliki Sihir Elemen Tanah, namun sihir elemen tanahku lebih sempurna dan bisa ku ubah menjadi lumpur," ucap Zuo Yujiu.


Golok Zuo Yujiu tiba-tiba diselimuti oleh api yang menutupi seluruh mata goloknya. Zuo Yujiu memutar goloknya kebelakang dan kemudian berlari dan bersiap untuk menebas kearah Chinmi.


Namun alis Zuo Yujiu mengerut saat menyadari jika Chinmi masih terlihat tenang seolah-olah dia tidak takut sama sekali.


"Sepertinya kamu terlalu percaya diri atas kemampuan mu tuan muda Li! Kalau begitu cobalah tahan ini!"


Zuo Yujiu menebas dengan kuat dan juga cepat, serangan tersebut mustahil bagi Chinmi untuk dapat menghindari serangan tebasan yang mengeluarkan energi api.


Chinmi tersenyum tipis melihat hal itu, senyum Chinmi membuat Zuo Yujiu semakin bingung, namun hal berikutnya membuat Zuo Yujiu mematung.


"Kau...! Kau memiliki tiga pusat Roh sekaligus?" Zuo Yujiu sulit berkata-kata saat melihat akan apa yang Chinmi lakukan.


Chinmi mengeluarkan energi elemen Air, dia menyemburkan air dari mulutnya dan menyembur membentuk perisai menahan tebasan energi api tersebut dengan sangat mudah.


asap tebal segera menutupi kembali pandangan semua orang termasuk Zuo Yujiu, saat itu juga Chinmi mengeluarkan pedang Naga Langit dari kalungnya dan dia keluar dari lumpur tersebut dengan cara terbang dan turun dihadapan Zuo Yujiu.


Tidak ada yang melihat aksi Chinmi karena semua pandangan orang terhalang oleh asap tebal tersebut. Setalah asap tersebut menyusut, semua sudah melihat jika Chinmi sudah berada tepat dihadapan Zuo Yujiu dengan memegang sebilah pedang di tangannya.


Zuo Yujiu pun juga terkejut melihat Chinmi sudah berdiri di hadapannya, dia mundur beberapa langkah dengan mengarahkan ujung goloknya kearah Chinmi.


Li Xiang dan Li Fang termasuk Raja Tao juga tidak menyangka jika Chinmi ternyata memiliki Pusat Roh Elemen Air yang sangat kuat, terlebih lagi Li Xiang yang sangat mengetahui akan kekuatan yang Chinmi miliki.


"Hahaha... Hebat aku suka ini!" Raja Tao tidak henti-hentinya memuji Chinmi.


Zuo Yujiu sendiri sangat kebingungan, biasanya seseorang yang memiliki lebih dari dua Pusat Roh Elemen, biasa dia tidak memiliki bakat. Namun nyatanya Chinmi sungguh membuat Zuo Yujiu kebingungan.


"Jika aku menggunakan ilmu itu, peluang bagiku untuk menang tidak lebih dari 10 persen saja, namun tidak ada salahnya aku mencobanya!" batin Zuo Yujiu.


"Itu pedang Naga langit!" kata Li Fang saat melihat pedang yang dipegang oleh Chinmi.


Mei Xin menoleh kearah Li Fang kemudian kembali lagi menatap Chinmi yang kini memegang sebilah pedang.

__ADS_1


"Jadi itukah Pedang Naga Langit itu?"


Perkataan Mei Xin didengar oleh beberapa prajurit yang ada di sampingnya, dari merekalah semua para prajurit mengetahui jika yang ada ditangan Chinmi adalah pedang Naga Langit.


Perbincangan para prajurit mulai terdengar oleh Raja Tao dan juga Li Xiang dan pada akhirnya Zuo Yujiu pun juga mendengar perbincangan tersebut.


"Pusaka sebesar itu, di mana dia menyimpannya selama ini?" gumam Li Xiang.


Sejak awal Chinmi datang, Li Xiang tidak melihat Chinmi memegang pedang pusaka tersebut, namun sekarang tiba-tiba sudah berada ditangan Chinmi.


Zuo Yujiu yang awalnya ingin menggunakan ilmu sihir andalannya pun mengurungkan niatnya setalah mengetahui jika pedang yang ada ditangan Chinmi adalah pedang Naga Langit.


Walau tidak ada yang melihat pedang Naga Langit secara langsung, namun kabar akan kekuatan pedang tersebut tersebar luas.


"Sudahlah, latih tanding ini tidak perlu kita lanjutkan!" kata Zuo Yujiu.


Chinmi terkejut mendengar hal itu, "Jendral, apakah hanya karena saya menggunakan pedang ini jendral ingin menghentikan latih tanding?" tanya Chinmi yang kebingungan.


"Benar Tuan muda Li, sekuat apapun diriku, bahkan ayahmu sekalipun tidak akan cukup mampu untuk melawan orang yang terpilih sebagai pemilik pusaka itu."


Chinmi sudah mengetahui hal itu dari Long Wang, hanya saja Chinmi bingung, kenapa banyak yang mengetahui rahasia dari kekuatan pedang Naga Langit.


"Tuan Muda Li, walaupun kamu tidak mau menggunakan pedang itu, aku tetap tidak mau melanjutkan lagi latih tanding ini," kata Zuo Yujiu kemudian menghadap kearah Raja Tao.


"Yang Mulia, hamba mengaku kalah," kata Zuo Yujiu kepada Raja Tao.


Raja Tao hanya menjawab dengan anggukan dan mempersilahkan Zuo Yujiu untuk kembali ketempat duduknya.


"Jika benar demikan maka pemenangnya adalah pendekar...!"


"Tunggu tuan penasehat!" Chinmi berseru.


Semua para prajurit yang ingin bersorak membatalkan suara mereka saat Chinmi berseru pada Penasehat Yen Wong.


"Ada apa pendekar Naga Langit?" tanya Yen Wong yang kebingungan.


"Maafkan saya Yang Mulia, mungkin saya sudah memenangkan latih tanding ini, namun kemenangan ini sama sekali tidak ada gunanya bagiku," kata Chinmi membuat Li Xiang terperanjat.


"Chinmi, apa yang kamu katakan?" kata Li Xiang.


"Tenanglah Xiang, aku tahu maksud dari keinginan putramu," kata Raja Tao kemudian berdiri dari kursinya dan berbicara kepada Chinmi.


"Aku tahu apa maksud dari perkataanmu, apakah kamu menginginkan hadian atas kemenanganmu ini?" tanya Raja Tao.


Li Xiang segera berpindah ke hadapan Raja Tao kemudian membungkuk di hadapannya, "Yang Mulia, hamba yakin Chinmi tidak bermaksud demikian," Li Xiang ingin membatalkan semua itu, namun Raja Tao tetap ingin mendengar akan apa yang Chinmi inginkan.


"Maaf Yang Mulia jika keinginan saya ini sedikit aneh! Saya hanya ingin Yang Mulia memperdulikan rakyat miskin yang berada di Pinggiran pasar," kata Chinmi.


"Pinggiran pasar, rakyat miskin? Aku tidak mengerti maksudmu?" kata Raja Tao.


"Yang Mulia seharusnya ikut memeriksa keadaan rakyatnya, jika yang mulia hanya menyerahkan kepada para pejabat-pejabat lain, tentu saja Yang Mulia tidak akan mengetahuinya."


Chinmi mulai menjelaskan akan para rakyat miskin yang tinggal di pinggiran pasar, Chinmi hanya meminta agar Raja Tao mau memberikan sumbangan kesana, membersihkan lingkungannya, dan mengirim obat-obatan kesana.


"Kau benar, walau aku ini Raja, aku tidak pernah sama sekali pergi keluar apa lagi kepasar! Ini sungguh memalukan, setelah dari sini aku akan segera mengutus orang untuk mengirim sumbangan kesana, dan besok aku akan melihat sendiri kesana," kata Raja Tao.


"Terima kasih jika Yang Mulia mau mengabulkan keinginan saya yang aneh ini!" kata Chinmi.


"Tidak-tidak, seharusnya ini adalah tugasku sebagai Raja, jadi seharusnya akulah yang berterima kasih kapada Tuan muda Li," kata Raja Tao kemudian berencana pergi meninggalkan tempat latihan tersebut.


Chinmi bernafas lega, kini dia tidak lagi khawatir akan masalah warga miskin yang tinggal di pinggiran pasar.


Saat Raja Tao susah melangkahkan kakinya, tiba-tiba seorang utusan datang menemuinya.


"Maaf Yang Mulia, hamba membawa pesan dari perbatasan timur, saat ini perbatasan bagian Timur berhasil di tembus oleh Hewan Iblis, saat ini para prajurit yang menjaga di perbatasan masih berusaha untuk bertahan, namun mereka tidak yakin akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata prajurit pembawa pesan tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya situasinya semakin buruk, kalau begitu segera perintahkan bala bantuan untuk segera kesana!" kata Raja Tao.


"Tidak Yang Mulia, jika Yang Mulia mengirim para prajurit kesana, maka mereka tidak akan tiba tepat waktu!" kata Li Xiang.


"Kalau begitu apa kamu punya usul?" tanya Raja Tao.


"Kirimkan hamba kesana, hamba akan terbang dengan cepat untuk kesana," pinta Li Xiang.


"Apa kamu bercanda? Hanya satu bantuan saja apa sudah cukup?" tanya Raja Tao.


"Ayah tidak akan pergi sendirian Yang Mulia, saya akan ikut kesana, lagi pula saya ada urusan yang harus saya selesaikan dengan para Hewan Iblis itu!" kata Chinmi.


Raja Tao terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui keringanan Li Xiang dan Chinmi, "Kalau begitu pergilah dan segera selamatkan perbatasan!" kata Raja Tao.


"Terima kasih Yang Mulia, kami mohon undur diri!" kata Li Xiang.


Li Fang ingin ikut dengan mereka, begitu juga dengan Mei Xin maupun Zuo Yujiu, namun Li Xiang menolak karena keamanan istana juga butuh perlindungan.


Li Xiang dan Chinmi kembali kerumah untuk mengambil senjata dan pakaian tempur milik Li Xiang, sedangkan Chinmi ingin menjemput Bing Long terlebih dahulu.


"Ayah, apakah tidak sebaiknya kita pamit dulu sama ibu?"


"Tidak perlu Chinmi, jika menunggu ibumu pulang, jadinya ke sorean nanti berangkatnya!" kata Li Xiang.


Perasaan Chinmi tidak enak jika tidak pamit dulu kepada ibunya, bisa-bisa dia atau ayahnya akan kena omelan ibunya saat sudah pulang nantinya.


"Senior Bing mari kita pergi!" kata Chinmi.


"Sudah lama sekali aku berdiam diri seperti ini," kata Bing Long kemudian naik ke punggung Chinmi.


"Ayo kita harus bergegas kesana!" ucap Li Xiang kemudian dia terbang lebih dulu menuju ke timur.


Chinmi juga menyusul Li Xiang dengan Bing Long yang berada di punggungnya, Bing Long saat ini masih belum bisa berubah kewujud naganya kerena masih berada di kota.


Perjalan menuju ke perbatasan timur hanya membutuhkan setengah hari saja jika terbang, sehingga mereka akan bisa tiba disana sebelum matahari tenggelam.


"Chinmi, kamu bilang tadi ada urusan dengan para Hewan Iblis itu bukan, urusan apa itu?" tanya Li Xiang dalam perjalanan mereka.


Chinmi terdiam sesaat, dia akhirnya menjelaskan kepada Li Xiang jika urusan yang dimaksud adalah masalah gurunya. Chinmi ingin menanyakan kepada salah satu dari mereka akan dimana gurunya saat berada, dia berharap para pasukan Hewan Iblis ada yang mengatahui akan semua itu.


"Apa kamu mengerti akan bahasa mereka?" tanya lagi Li Xiang yang keheranan atas penjelasan Chinmi.


"Tidak, namun senior Bing pasti bisa!" kata Chinmi.


"Jika hanya ingin menanyakan akan keberadaan mereka bertiga, maka serahkan saja padaku, biar aku yang menginterogasi salah satu dari mereka," Bing Long juga ikut menyakinkan.


Mereka akhirnya sudah berada di luar pusat kota, setelah cukup jauh, Bing Long pun berubah ke wujud yang sesungguhnya.


"Agar lebih cepat, naiklah kalian keatas punggungku!" kata Bing Long.


Li Xiang sedikit ragu untuk menaiki punggung Bing Long, bagaimana pun juga dia tidak pernah menaiki seekor Naga dalam hidupnya.


Setelah melihat Chinmi yang dengan tenang duduk di atas punggung Bing Long, Li Xiang pun akhirnya mengikutinya.


Seperti biasa, Bing Long akan membuat perisai pelindung agar Ayah dan anak bisa aman berada diatas punggungnya, dan hanya dalam satu kali tarikan nafas saja, Perbatasan timur sudah terlihat.


kekacauan terlihat jelas disana, dan jumlah pasukan Hewan Iblis tenyata mencapai hampir 5 ribu ekor dengan berbagai tingkat kekuatan.


"Kenapa pembawa pesan tidak menyampaikan secara detail akan berapa jumlah Hewan Iblis yang menyerang!" gerutu Li Xiang.


"Jumlah tidak menjadi masalah Ayah, yang penting kita harus segera turun untuk membantu mereka dibawah, sedangkan senior Bing, kami serahkan para Hewan Iblis yang terbang padamu!" kata Chinmi kemudian melompat turun dan diikuti oleh Li Xiang, dan mereka berdua turun tepat di tengah-tengah pertempuran.


***


__ADS_1


Tidak kusangka akan ada yang menurunkan bintang ini, tapi biarlah, itu adalah hak kalian para pembaca, tugas ku hanya terus menulis alur cerita ini hingga tamat, walau masih jauh untuk menyelesaikan cerita ini.


__ADS_2