PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Api melawan Api


__ADS_3

Pria bertopeng itu sebenarnya adalah Jendral Jin Hang yang selama ini selalu mengikuti dan menjaga Ming Zai putranya sendiri.


Jin Hang melompat dan menangkap salah satu benda yang di lemparkan oleh She Chin kearahnya.


"Jarum beracun! Walau kamu adalah seorang Pertapa, namun kamu tetap menggunakan racun!" kata Jin Hang.


"Tentu saja! Aku adalah Pertapa Racun Kabut Merah, jadi wajar jika aku menggunakan racun bukan?" kata She Chin kemudian dia melepaskan baju penyebarannya.


"Karena kamu sudah tahu identitas ku, jadi percuma aku tetap mengenakan baju ini!" kata She Chin kemudian dia melempar bajunya ke samping.


Baju She Chin berwarna merah dengan ikat pinggang berwarna hitam, sedangkan di punggungnya terdapat gambar Kalajengking.


"Kau sudah salah memilih lawan! Apa kau pikir kamu bisa mengalahkan ku dengan kekuatanmu?" tanya She Chin sekaligus kuku-kuku sudah mulai berubah warna.


"Aku tahu aku bukanlah lawan tanding mu! Namun aku akan tidak akan membiarkan mu membawa Pangeran!" kata Jin Hang.


"Hahahaha...! Bagus-bagus, ayo serang aku! Tunjukkan pada ku akan siapa dirimu sebenarnya!" kata She Chin kemudian dia menghilang dari hadapan Jin Hang dan muncul kembali di samping nya berniat menyerang Jin Hang dari samping.


Jin Hang ternyata sudah tahu jika She Chin akan menyerang dengan kecepatannya sekaligus berniat mencelakainya dengan serangan kejutan.


Jin Hang mengeluarkan beberapa pisau dan kemudian menahan serangan kuku She Chin dengan satu pisau nya hingga pisau tersebut patah.


Jin Hang melempar satu pisau lagi yang sudah dialiri energi api dan disertai dengan serangan susulan tanpa memberikan jeda kepada dirinya sendiri maupun She Chin.


"Sangat lambat..!" seru She Chin kemudian dengan sangat cepat dia mencengkram topeng yang di kenakan Jin Hang kemudian melepaskan nya dari wajah Jin Hang.


Jin Hang segera melompat mundur setelah topeng sudah tidak lagi di wajahnya, dia melihat Ming Zai yang terkejut saat melihat wajahnya yang sesungguhnya.


"Je-jendral Jin Hang..!" kata Ming Zai yang terkejut saat mengetahui jika pria bertopeng tersebut adalah Jin Hang.


Sebenarnya Ming Zai sempat curiga jika pria bertopeng tersebut adalah Jin Hang, dan ternyata memang benar.


"Hem... Jadi Jendral Jin Hang! Apakah kamu datang untuk melindunginya, atau justru ingin menangkapnya?" kata She Chin sekaligus bertanya kepada Jin Hang.


"Untuk apa aku harus memberitahu mu!" kata Jin Hang kemudian dia menatap kearah Ming Zai.


"Pangeran! Cepatlah pergi dari sini!" kata Jin Hang kemudian dia melepaskan energinya untuk melawan She Chin.


Jin Hang tersadar dari keterkejutan nya dan kemudian berniat untuk pergi meninggalkan tempat itu.


"Apa kau pikir kamu bisa pergi begitu saja dengan mudah? Percuma saja!" kata She Chin.


Jin Hang berniat maju menyerang She Chin karena khawatir She Chin akan mengejar Ming Zai.


Namun belum sempat dia maju, She Chin berseru keras sehingga membuat Jin Hang terkejut.


"Kalian semua, cepat tangkap dia dan segera bawa ke She Long!" seru She Chin.


Setelah She Chin berseru lantang, dari arah bukit muncul Tujuh Ekor Mahluk Hewan Iblis dengan tubuh besar mereka.


"Para Hewan Iblis itu semuanya berkekuatan Pertapa!" batin Jin Hang setelah mengetahui kekuatan masing-masing dari ke-tujuh Hewan Iblis yang berada di tingkat Pertapa.


"Kenapa kamu berhenti? Ayo serang aku!" kata She Chin dengan tersenyum lebar.


"Satu Pertapa saja akan sangat mustahil intuk menang, sekarang justru ada tujuh lagi! Apa yang harus aku lakukan?" batin Jin Hang yang tidak peduli akan senyuman lebar She Chin padanya.


"Ayo sini! Kenapa kamu masih diam saja? Apa aku harus melenyapkan mu sekarang juga?" kata She Chin kemudian dia mengeluarkan beberapa jarum berwarna hitam.


"Apapun resikonya, aku akan tetap menyelamatkan Ming Zai walau nyawa ku sebagai taruhannya!" kata Jin Hang kemudian dia mengeluarkan pedangnya.


"Owh... Menarik! Akhirnya kau mau menggunakan kekuatan mu yang sebenarnya!" kata She Chin dengan memperhatikan Jin Hang yang energinya mulai meningkat.


"Ini akan menjadi kekuatan terakhirku!Ming Zai hanya ini yang bisa ayah lakukan untuk menyelamatkanmu!" gumam Jin Hang kemudian seluruh tubuhnya mulai mengeluarkan hawa panas.


"Emm...! Energi Api macam apa ini?" kata She Chin saat merasakan energi panas Jin Hang yang tidak biasa.


"Pelepas Elemen Lava Tingkat 3."


"Arghhhhh!"


Jin Hang menancapkan pedangnya ke tanah kemudian dia berteriak dengan sangat keras sehingga tanah dari bekas tancapan pedang Jin Hang retak dan semburan lava dari tanah menyembur keluar.

__ADS_1


"Ini adalah Elemen Api yang pernah melegenda! Jadi dia juga memiliki Elemen Lava ini!" She Chin terkejut melihat itu.


Elemen Lava adalah salah satu elemen yang terkuat dan melegenda. Tidak semua bisa memiliki elemen Lava, bahkan Para Pertapa sekalipun juga tidak memiliki kekuatan tersebut.


Tidak hanya Lava yang menyembur keluar dari retakan tanah akibat pedang Jin Hang, melainkan seluruh tubuh Jin Hang juga mulai berubah.


Seluruh tubuh Jin Hang mulai terbungkus oleh Lava, dan setelah itu dia melepaskan gelombang kejut yang sangat panas keseluruh desa.


Jin Hang berdiri tegak dengan memegang pedangnya yang menyala bagai bara api, She Chin melihat Jin Hang seperti melihat manusia bara api yang menyala-nyala.


"Aku kira hanya bisa mendengar kisah tentang manusia Lava yang melegenda, ternyata haru ini aki bisa melihat kisah itu secara langsung! Ini sungguh adalah hari ke beruntungan ku," kata She Chin.


Jin Hang hanya menatap She Chin dengan tatapan mata apinya yang menyala, dia tidak bicara sepatah katapun selain melirik kearah Ming Zai yang saat ini berhasil ditangkap oleh para Hewan Iblis dan saat ini dia berada di di lilitan ekor seekor ular berwarna merah.


"Racun Jurang Iblis,"


She Chin melesat dengan kecepatan tinggi kemudian melemparkan jarum-jarum hitam nya dengan kecepatan yang sangat tinggi juga ke arah Jin Hang yang masih berdiri diam tidak bergerak.


Namun ketika jarum-jarum hitam tersebut hampir menyentuh tubuh Jin Hang, jarum-jarum tersebut justru meleleh dan lenyap tak tersisa.


She Chin hanya bisa melongo melihat itu, dia kembali mengeluarkan jarum-jarum yang lain dan kemudian menyerang dengan cara yang sama, dan pada akhirnya jarum-jarum itu juga tidak bisa mengenai tubuh Jin Hang karena akan meleleh sebelum sampai ke tubuh Jin Hang.


Suhu panas di tubuh Lava Jin Hang ratusan kali lipat dari api biasa, karena itu tidak akan ada yang bisa menyentuh tubuhnya, bahkan air dan es sekalipun akan menjadi uap sebelum mengenai tubuh Jin Hang.


"Lepaskan dia!" kata Jin Hang yang tiba-tiba saja sudah berada di samping ular berwarna merah itu.


"Hah..? Sejak kapan kamu berada di sini?" tanya Ular merah tersebut.


Jin Hang sepertinya tidak berniat untuk menjawabnya, dia menambahkan panas tubuhnya sehingga membuat ular merah itu menjauhi Jin Hang namun Ming Zai tetap dia lilit di ekornya.


She Chin yang tidak percaya karena Jin Hang secara tiba-tiba muncul di dekat Ular mencoba menyerangnya Jin Hang yang saat ini masih berada di hadapan.


Namun saat serangan jarumnya berhasil mengenai tubuh Jin Hang yang ada di hadapannya, tubuh tersebut jatuh dan mencair menjadi cairan Lava Panas.


"Sejak kapan dia membuat tubuh pengganti?" batin She Chin.


Jin Hang kembali muncul di hadapan Ular Merah yang berniat menjauh dari Jin Hang. Bukan karena takut, melainkan menjauhkan Ming Zai yang saat ini sudah tidak sadarkan diri dari Jin Hang.


"Huo She, serahkan dia padaku!" kata Sekor Serigala berbulu biru kepada Ular tersebut.


Serigala Berbulu biru menangkap Ming Zai dengan mulutnya kemudian dia terbang dengan sangat cepat membawa Ming Zai.


Jin Hang melihat itu tidak berniat membiarkan Serigala Biru tersebut pergi membawa Ming Zai, dia berniat terbang juga namun keenam Hewan Iblis segera menghadangnya dan di tambah dengan She Chin.


"Jangan biarkan dia pergi menyusul Lan Lang! Pastikan dia mati di tempat ini!" kata She Chin.


"Aku sudah lama tidak bertarung! She Chin, kamu susul Lan Lang, biar kami yang menghabisi dia!" kata Singa Merah.


"Baiklah!" jawab She Chin kemudian berniat untuk pergi.


"Kalian semua menyingkir lah dari hadapanku!" kata Jin Hang yang marah dan kemudian maju menyerang mereka semua.


"Kau tadi ingin menyerang ku! Sekarang kamu akan merasakan kemarahan ku juga!" kata Ular Merah kemudian dia juga berubah menjadi Ular Api.


"Api melawan Api! Kalau begitu aku juga akan menggunakan api ku!" kata Singa Merah kemudian dia juga merubah bulu-bulu nya menjadi api.


Satu Ulat Api dan satu Lagi Singa Api. Mereka berdua berhadap-hadapan dengan Jin Hang yang tubuhnya juga di tutupi oleh Lava.


"Jika begini kalian berdua saja sudah cukup untuk menghadapinya, kami akan pergi!" kata She Chin kemudian dia dan empat Hewan Iblis lainnya pergi meninggalkan mereka bertiga dan menyusul Serigala Biru.


Kini hanya tersisa Jin Hang dan dua Hewan Iblis yang sama-sama memiliki Elemen Api. Jin Hang ingin pergi menyusul Serigala Biru, namun dia tidak bisa pergi karena dua Hewan Iblis sedang menghadangnya.


"Sekarang mari kita mulai, satu Api melawan dua Api!" kata Singa Merah.


"Waktu ku tinggal sedikit lagi, jika begini aku sudah tidak bisa menyelamatkan Ming Zai!" batin Jin Hang karena dia menyadari keterbatasan waktunya.


"Maju..!" kata Ular merah kemudian dia menyerang Jin Hang dan di susul oleh Singa Merah, mereka berdua menyerang Jin Hang secara bersamaan.


"Lava Maksimal."


Jin Hang membagi tubuhnya mejadi dua dan kemudian Jin Hang dan belahan tubuh Lava nya menyambut serangan kedua Hewan Iblis.

__ADS_1


Jin Hang menggunakan kekuatan maksimal nya untuk membagi energi dengan belahan nya sehingga akan mempercepat waktu batas dari kekuatannya sendiri.


Kekuatan Jin Hang sudah setara dengan Pertapa, dengan kekuatan lava nya dia mejadi beratus-ratus kali lipat kekuatannya dari kekuatan sebelumnya yang berada di Tingkat Sihir Elemen Alam.


Namun itu tidak permanen, setelah waktunya habis, maka Jin Hang akan mati menjadi abu karena tubuhnya tidak akan bisa menahan beban dari kekuatannya sendiri.


Pertarungan mereka membuat desa kecil tersebut harus habis terbakar, dan beberapa kuda banyak yang mati terbakar dan sebagian ada yang lari.


Beruntung nya tidak ada warga di desa tersebut selain pedangang tua yang saat ini jasadnya juga sudah terbakar.


"Sihir Lava - Bola Lava."


Jin Hang dan belahan tubuhnya melepaskan bola Lava yang sangat banyak kearah kedua Hewan Iblis.


"Bola Energi Api."


Singa Merah dan Ular merah secara bersamaan membuat Bola Energi hitam yang dirubah menjadi bola api yang sangat besar dan kemudian menyatukan kedua bola energi tersebut.


Bola-bola Lava yang melesat kearah mereka justru berubah arah dan menuju ke arah bola energi milik kedua Hewan iblis seolah-olah mereka di tarik dan menyatu dengan bola energi besar tersebut.


"Musnahlah kau manusia!" kata Ular Merah kemudian dia melepaskan Bola Energi Api gabungan tersebut kearah Jin Hang.


Saat bersamaan tubuh belahan Jin Hang berubah menjadi cairan Lava dan jatuh ketanah karena batas waktunya yang habis.


Jin Hang sendiri juga merasakan sakit pada tulang-tulang nya yang mulai akan hancur karena beban energinya yang sudah melebihi batas kemampuan tubuhnya.


Jin Hang tidak berniat untuk menyerah, dia mengarahkan kedua telapak tangannya kearah Bola Energi Api raksasa yang menuju kearahnya.


"Sihir Lava Penghancur."


Jin Hang berniat menabrakkan energi Lava yang akan dia buat dengan seluruh sisa energinya, namun rasa sakit di tulangnya membuat nya tidak bisa fokus dengan maksimal.


"Kau sudah mencapai batasan mu, sebaiknya jangan dipaksakan!"


Jin Hang terkejut saat mendengar suara perempuan yang sangat halus dan lembut dari sampingnya.


Jin Hang mengira jika itu adalah salah satu Hewan Iblis, namun setelah dia menoleh justru seorang gadis cantik mengenakan baju berwarna hitam dan bibir berwarna sedikit hitam.


Gadis tersebut menyentuh pundak Jin Hang dan seketika itu juga tubuh Lava Jin Hang menghitam, tubuh Lava nya hancur sebelum sempat membakar dan menghancurkan tubuh Jin Hang.


"Ba-bagaimana mungkin?" Jin Hang benar-benar terkejut.


Seharunya kekuatan Lava Jin Hang tidak bisa di batalkan sebelum tubuhnya hancur menjadi debu, namun sekarang kekuatan Lava nya bisa di batalkan hanya dengan sentuhan tangan gadis cantik tersebut sehingga dia bisa selamat.


Gadis tersebut menatap kearah Bola Energi Api Raksasa yang sangat panas tersebut kemudian dia mengarahkan satu telunjuk jarinya kearah Bola Energi tersebut.


"Serapan Energi Debu Hitam."


Sebuah energi kecil dari jari telunjuk gadis tersebut keluar dan melesat kearah Bola Energi Api tersebut dan kemudian keduanya saling berbenturan.


Tidak ada ledakan maupun efek yang berbahaya setelah energi hitam tersebut membentur Bola Energi Api, yang terjadi justru membuat semuanya terkejut termasuk Ular Merah dan Singa Merah.


Bola Energi Api tiba-tiba berubah menjadi hitam kemudian mulai hancur menjadi debu yang beterbangan tertiup angin.


"Apa yang terjadi?" tanya Singa Merah.


"Hem.. sepertinya manusia Lava itu memanggil temannya!" kata Ular Merah sambil menatap seorang gadis yang berdiri di samping Jin Hang.


"Nona ini siapa?" tanya Jin Hang dengan pikiran masih di penuhi tanda tanya.


"Aku adalah orang yang menolong mu!" jawab gadis tersebut.


"Ah.. saya tahu itu dan saya ucapkan terima kasih, namun saya ingin tahu nama Nona?" tanya lagi Jin Hang yang merasa malu karena salah bicara.


"Namaku adalah Qie Yin, aku datang kesini karena merasakan energi kalian, aku juga tidak menyangka akan bertemu dengan kedua mahluk itu!" kata Qie Yin sambil menunjuk kearah Singa Merah dan Ular Merah.


"Mereka berdua adalah Hewan Iblis, kawanan meraka tadi telah mencuri anak ku! Sekarang saya harus segera menyusul nya!" kata Jin Hang.


"Apakah tuan tidak menyadari batasan kekuatan tuan sendiri?" tanya Qie Yin.


"Apa maksudmu Non...!" Jin Hang berhenti berbicara saat menyadari jika kekuatannya menurun secara drastis.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik tuan pergi dari sini, biar aku yang mengurus dua mahluk itu! Lagi pula aku yakin jika mereka pasti memiliki hubungan dengan She Long!" kata Qie Yin.


Qie Yin tahu dari Lio Long jika She Long adalah pemimpin dari para Siluman atau Hewan Iblis, jadi dia akan menanyakan keberadaan She Long kepada Singa Merah Huo Shizi dan Ular Merah Huo She.


__ADS_2