
Si perampok yang sudah membunuh Low Gwo tersenyum sini kepada anak yang menangis itu. Dia melihat tatapan anak itu padanya yang dipenuhi kebencian.
"Inilah akibatnya jika kalian terlalu berani melawanku. Jika kalian masih ingin melawan, aku pastikan kalian akan bernasib sama seperti orang ini," kata pria kekar tersebut sambil menunjuk kearah Low Gwo.
"Aku akan kembali seminggu lagi, jika kalian masih tatap tidak memiliki uang untuk membayar upeti, maka sebagai gantinya kalian harus menyerahkan anak gadis kalian kepadaku, jika kalian menolak desa ini akan aku lenyapkan dan kalian akan aku bunuh semua," kata orang tersebut kemudian memutar kudanya dan memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk meninggalkan desa tersebut.
Setelah agak jauh, pria kekar tersebut kembali menoleh dan berseru denga keras, "Jangan ada yang coba-coba pergi dari Desa ini, jika ada yang berani mencoba maka kalian akan tanggung akibatnya. Kami akan selalu mengawasi kalian. Hahaha...!" kata pria kekar tersebut kemudian meninggalkan desa Jizhi dengan membawa Hewan ternak penduduk desa.
Para penduduk desa hanya bisa pasrah melihat hewan peliharaan mereka dibawa pergi begitu saja tanpa ada lagi yang berani menghentikannya.
"Jika terus sepeti ini, kita semua bisa mati," seru salah satu orang setelah para perampok itu sudah tidak terlihat.
"Memangnya apa yang bisa kita perbuat?" jawab yang lainnya.
"Seandainya di desa kita ada beberapa pendekar saja, mungkin kita tidak akan seperti ini, dan lagi pula kita tidak bisa keluar dari Desa untuk menyewa pendekar," salah satu penduduk lainnya berkeluh kesah.
"Dengan kondisi kita saat ini apakah kita mampu untuk menyewa para pendekar?" tanya kepala desa setelah meminta beberapa orang untuk mengurus jenazah Low Gwo.
Mereka semua hanya terdiam setelah mendengar perkataan kepala Desa, mereka sadar jika mereka tidak akan mampu menyewa pendekar. Jangan menyewa seorang pendekar, mau keluar dari desa pun mereka tidak berani.
"Jadi apakah kita hanya bisa menunggu mereka kembali lagi untuk mengambil anak-anak gadis kita?" tanya yang lainnya.
"Aku juga tidak punya cara untuk menghindari ini, kita hanya bisa berharap semoga ada yang bisa membantu kita, berdoalah semuanya!" kata kepala desa tersebut.
Mereka semua terdiam, mereka tidak yakin apakah akan ada orang yang akan mau membantu mereka, namun mereka semua hanya bisa berharap walau tidak yakin.
"Low Shan, mulai sekarang kamu tinggallah bersamaku," kata kepala desa kepada anak yang tadi menangis histeris melihat kematian Low Gwo.
Low Shan hanya mengangguk pelan tanpa berbicara, Low Shan masih syok melihat Low Gwo yang sudah mati, itu karena Low Gwo adalah ayahnya, dan Low Gwo adalah satu-satunya orang yang ia miliki.
__ADS_1
Setelah selesai mengubur jasad Low Gwo, Low Shan akhirnya tinggal bersama dengan Kepala Desa.
Setelah Lima hari berlalu desa mereka kedatangan Enam orang dari arah pintu masuk Desa. Dua orang dewasa satu perempuan muda dan satu laki-laki paruh baya, dibelakang mereka terlihat empat anak kecil, satu gadis kecil terlihat berumur 11 tahunan, dan tiga anak laki-laki dengan berbagai usia, dua terlihat berumur 12 atau 13 tahun, dan 1 orang lebih dewasa sekitar berumur 16 atau 17 tahun.
Para penduduk desa semakin waspada dan sebagian rumah menutup pintu mereka karena takut, sebab dua orang laki-laki dan perempuan muda itu membawa pedang dan berjalan masuk ke desa mereka dengan wajah terlihat kebingungan.
***
Chinmi dan yang lainnya sangat bersemangat setelah mengetahui jika didepan mereka ada desa yang akan mereka lewati, mereka semua semua sudah tidak sabar untuk lekas tiba di desa tersebut kecuali Xuao Lan yang masih terlihat tenang.
Yue Rong dan Yue Yin sangat antusias dengan mempercepat langkah mereka. Sudah lebih satu minggu mereka melakukan perjalanan, mereka akan terus menginap di perjalanan karena letak desa-desa masih sangat jauh.
"Mereka semua sangat lambat jalannya," gerutu Yue Yin.
"Yin sebaiknya kamu jangan tergesa-gesa seperti itu," kata Chinmi.
"Nona Yin tenanglah, Desa Jizhi tidak akan kemana-mana, dan tidak lama lagi kita akan segera sampai disana!" kata Xian Fai.
Yue Rong juga demikian hanya saja dia berusaha untuk bersikap tenang walau sebenarnya dia juga ingin secepatnya tiba di desa tersebut.
Mereka bukannya tidak pernah mandi, saat di perjalanan mereka sempat melewati sungai besar sehingga mereka menyempatkan diri untuk mandi, namun itu sekitar dua hari yang lalu.
"Saudara Chinmi, sebaiknya kamu dan senior Xian jangan mengaggunya!" kata Lian Cao.
Chinmi dan Xian Fai menoleh kearah Lian Cao dengan heran, "Kenapa?" tanya Chinmi dan susul oleh Xian Fai.
"Aku tidak tahu, sepertinya Yue Yin terlihat kesal saat kalian berdua menegurnya," jawab Lian Cao setelah mengamati wajah Yue Yin yang terlihat seperti tidak bersahabat.
"Suatu saat nanti kalian akan mengetahuinya, jadi sebaiknya kalian diam dan percepat langkah kalian sebulan nona Yin marah kepada kalian," Xuao Lan menengahi mereka.
__ADS_1
Xuao Lan mengetahui apa penyebab Yue Yin bersikap seperti itu, sebagai wanita tentu mereka ingin terlihat bersih, dia juga bisa melihat sikap Yue Rong, Walau dia menyembunyikan semuanya, namun Xuao Lan masih bisa melihatnya.
Mereka bertiga tidak terlalu banyak bertanya dan segera mempercepat langkah mereka.
Setelah berjalan lebih dari 2 Jam, akhirnya mereka bisa melihat Desa Jizhi tidak jauh dihadapan mereka.
"Akhirnya...!" Yue Yin bersuara dengan senang kemudian mempercepat langkahnya.
"Hai-hai Yin tunggu..!" Chinmi memanggil Yue Yin yang semakin mempercepat langkahnya dan kemudian disusul oleh yang lainnya.
Mereka berenam tiba di Desa Jizhi, mereka melihat para penduduk desa yang terlihat sibuk, namun setelah melihat kedatangan Chinmi dan rombongannya, para penduduk desa segera berlari memasuki rumah mereka masing-masing kemudian menutup pintu mereka.
"Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka ketakutan seperti melihat hantu saja!" kata Lian Cao bertanya dengan penuh keheranan.
"Mungkin wajahmu seperti hantu saudara Lian," goda Chinmi dengan tertawa kecil.
Xuao Lan dan Yue Rong bisa merasakan jika ada yang tidak beres dengan desa ini, mereka terus memasuki kedalam semakin kedalam ternyata mereka juga menutup pintu mereka.
Bahkan anak-anak kecil yang sedang bermain diluar juga dibawa masuk kemudian menutup pintu dari dalam.
"Rumah besar itu tidak menutup pintunya seperti yang lain!" Chinmi menunjuk kearah rumah yang terlihat lebih besar dari yang lainnya.
Xuao Lan dan Yue Rong bergegas menuju rumah itu, mereka ingin mengetahui akan apa yang terjadi kepada para penduduk desa.
Setelah tiba di halaman rumah besar itu, terlihat seorang pria berumur 45 tahun keluar dari dalam rumah, dia berhenti dihadapan mereka semua.
"Maaf jika boleh tahu siapa kalian? Dan ada maksud apa kalian datang ke desa kami?" tanya pria tersebut.
"Nama saya Xuao Lan dan ini Yue Rong, kami dan murid-murid berasal dari sekte Pedang Suci," kata Xuao Lan.
__ADS_1
Pria tersebut tersenyum lebar setelah mengetahui jika mereka berenam berasal dari sekte Pedang Suci.
"Owh maafkan atas kelancangan orang tua ini! Nama saya Zhao Ma, saya adalah kepala desa Jizhi ini. Mari silahkan masuk," kata Xha Ma kemudian mengajak mereka semua masuk kedalam.