
Setalah berada di luar, Chinmi mengaliri Cakram tersebut dengan energi apinya. Cakram tersebut mulai bercahaya sehingga terlihat seperti matahari kecil yang menyinari malam.
Jiu Sha dan beberapa anggota sekte Bukit Matahari terpana melihat Cahaya Cakram tersebut. Untuk pertama kalinya mereka bisa melihat secara langsung cahaya dari Cakram tersebut.
"Senior Diyu Hu, tunjukkan padaku kekuatanmu!"
Chinmi melempar cakram tersebut ke arah sebuah batu besar yang agak jauh darinya dan cakram tersebut ternyata tidak bergerak dan hanya berputar-putar saja didepan Chinmi.
"Senior Diyu Hu, kenapa kamu hanya berputar-putar bagai gangsing di sini?" tanya Chinmi yang keheranan.
"Kamu tidak perlu melemparkan ku seperti ini, kamu cukup mengeluarkan energi api mu yang banyak padaku, dan aku akan bisa bergerak sendiri sekaligus bisa membelah diri menjadi beberapa bagian!"
"Apakah hanya itu saja kelebihan mu senior?" tanya Chinmi.
"Tidak juga! Ah baiklah jika kamu masih ingin melihat sedikit dari kelebihan ku!"
Cakram tersebut kemudian melayang lebih tinggi ke udara dan kemudian membelah diri menjadi beberapa bagian.
Cakram tersebut membelah diri menjadi sepuluh biji. Dari sepuluh cakram tersebut, sembilan cakram mulai mengeluarkan api sehingga terlihat seperti api yang berputar-putar di udara, sedangkan satu cakram bercahaya putih yang begitu terang.
"Sekarang kamu bisa menargetkan apapun dengan pikiranmu itu, lakukanlah!" kata Diyu Hu.
Chinmi mencoba mengendalikan kesembilan cakram api untuk menyerang batu besar yang sebelumnya sudah ia targetkan.
Chinmi menunjuk kearah batu tersebut menggunakan telunjuknya, namun ke sembilan Cakram api sama sekali tidak bergeming dari tempatnya.
"Serang!"
"Hancurkan!"
Berkali-kali Chinmi memerintahkan kesembilan Cakram api untuk menyerang, namun tetap tidak ada pergerakan.
Jiu Sha, Lio Long dan semua yang ada di sana hanya bisa melihat Chinmi dengan heran, Chinmi terlihat bodoh bagi mereka, bahkan Qie Yin yang sangat pahit untuk tersenyum pun juga tersenyum dibalik cadarnya.
"Senior Diyu, apa ini? Kenapa cakram ini tidak bisa ku perintah?" tanya Chinmi.
Terdengar tawa Long Wang yang terbahak-bahak dari dalam pedang sehingga membuat Chinmi kesal namun Malu.
"Aku lupa Chinmi, jika kamu ingin mengendalikan pecahan Cakram maupun Cakram utamanya, kami harus mengoleskan darah mu di permukaan Cakram tersebut."
__ADS_1
"Darah? Bukankah senior tadi bilang hanya memberi energi yang banyak untuk bisa mengendalikan kekuatan Cakram senior?" tanya Chinmi.
"Itu adalah salah satu dari tiga syarat untuk bisa menggunakan atau mengendalikan Cakram dengan sempurna," kata Diyu Hu menjelaskan.
"Tiga, apa saja itu senior?" tanya Chinmi penasaran.
"Pertama! Kamu harus mengalirkan energi api ke cakram. Kedua! Kamu harus menandai Cakram dengan darahmu, dan yang ketiga! Kamu menyatukan dirimu dengan cakram itu sendiri."
"Senior, aku terima dua syarat itu, namun aku tidak mau dengan syarat yang ketiga."
Chinmi jelas tidak mau jika dirinya harus menyatu dengan Cakram tersebut, jika hanya mengalirkan energi atau menggoreskan darahnya ke Cakram tersebut, itu tidak masalah.
"Kamu salah paham! Yang dimaksud menyatu dengan cakram bukan menyatukan tubuhmu, namun pikiranmu!" kata Diyu Hu.
Diyu Hu melanjutkan penjelasannya jika ingin bisa mengendalikan cakram tersebut dengan sempurna, Chinmi harus menyatukan pikranya dengan cakram tersebut.
Cakram tersebut bisa bergerak sesuai dengan pikiran Chinmi. Jika Chinmi ingin menyerang kayu, maka Cakram itu dengan sendirinya akan menyerang kayu tersebut.
"Baiklah jika itu yang harus aku lakukan," gumam Chinmi kemudian mengambil kembali Cakram nya.
Chinmi menggigit ibu jarinya hingga berdarah. Cakram tersebut di olesi sedikit darahnya dan kemudian cakram tersebut semakin bercahaya lebih terang dari sebelumnya.
"Aku sudah menerima darahmu, sekarang kamu harus menyatukan pikiranmu dengan ku," suara Diyu Hu kembali terdengar oleh Chinmi.
Chinmi menatap batu besar dan berpikir untuk menyerang batu tersebut. Saat berpikir demikian ke sembilan Cakram api yang masih melayang di udara melesat kearah batu besar dan masing-masing dari Cakram tersebut menyerang batu secara bergantian.
Cahaya kilatan api yang membentur batu tersebut bagai percikan bara api yang bertebaran, jika dilihat dari jauh akan seperti kembang api.
"Jadi aku tidak perlu repot-repot menggerakkannya!" gumam Chinmi.
Api dari kesembilan Cakram tersebut semakin lama semakin membesar dan kemudian batu tersebut hancur berkeping-keping setelah menerima serangan Cakram yang beruntun.
"Aku masih memiliki kekuatan yang lebih hebat dari ini, apa kamu ingin melihatnya?" suara Diyu Hu kembali terdengar oleh Chinmi.
"Sudah cukup senior, kita latihan lain kali saja di dunia ciptaan Senior Lio Long nanti!" kata Chinmi.
Kesembilan Cakram api satu demi satu menghilang, sedangkan cahaya Cakram ditangan Chinmi mulai meredup.
"Baiklah jika itu keinginanmu, sekarang aku mau berbicara dengan Long Wang, jadi dekatkan Cakram ini dengan pedang Long Wang!" kata Diyu Hu.
__ADS_1
Chinmi mengikat Cakram tersebut di pinggangnya, andai tidak ada Jiu Sha dan yang lainya, mungkin Chinmi sudah memasukkan kedua-duanya kedalam kalung nya.
Melihat Cakram yang kekuatannya begitu mengerikan sedang tergantung di pinggang Chinmi begitu saja, hal ini membuat mereka semua merasa takjub termasuk Lio Long.
"Nona Qie Yin, kau beruntung bisa menjadi calon istri saudara Chinmi, dia benar-benar sangat berbakat, atau mungkin dia memang mendapatkan anugerah dari Dewa!' kata Fai Han kepada Qie Yin yang sejak awal tidak berbicara sama sekali.
"Ehh.. Ma- maaf aku hanya bercanda!" Fai Han segera menarik kembali ucapannya setalah merasakan tatapan dingin Qie Yin padanya.
Qie Yin sendiri sebenarnya juga takjub kepada Chinmi, ini untuk kedua kalinya dia melihat kelebihan lain dari Chinmi, tidak hanya berbakat dan kuat, Qie Yin merasa Chinmi adalah orang yang mendapatkan anugerah dari para Dewa.
"Dengan begini semua urusanmu sudah selesai bukan?" tanya Lio Long setelah Chinmi berada di dekatnya.
"Sudah senior, besok pagi kita bisa pergi ketempat dunia ciptaan senior," jawab Chinmi.
"Bagaimana dengan gadismu itu, apa kamu akan meninggalkannya di sini?" kata Lio Long sambil melihat kearah Qie Yin.
"Ehem! Apa yang senior katakan, dia itu bukan gadisku. Lagi pula aku tidak mungkin meninggalkannya disini," kata Chinmi yang merasa aneh karena Lio Long menganggap Qie Yin sebagai gadisnya.
"Iya-iya aku tahu kamu tidak akan meninggalkannya disini, itu karena kamu tidak mau dia menjauh darimu bukan?" kata Lio Long sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Chinmi.
Chinmi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia tidak tahu lagi bagaimana caranya menjawab pertanyaan dari Lio Long yang semakin tidak terarah.
"Sudahlah, yang pasti aku akan tetap membawanya," kata Chinmi kemudian pergi menemui Jiu Sha untuk menghindari pertanyaan dari Lio Long yang menurutnya sedang ngelantur.
"Saudara Chinmi, aku tidak menyangka kamu bisa mengendalikan dan menjadi tuan dari pusaka yang selama ini tidak ada yang bisa mengendalikannya!" Jiu Heng memuji Chinmi setelah dia tiba di hadapannya.
"Ternyata tidak hanya pusaka Pedang Naga Langit yang memilihmu menjadi tuannya, Cakram Matahari juga ikut memilihmu, aku sungguh iri padamu Pendekar Naga Langit," Jiu Sha juga ikut memuji keberuntungan Chinmi.
"Ketua Jiu, ini mungkin anugerah dari Dewa, saya hanya berharap bisa menggunakan kedua pusaka ini dengan bijak."
"Aku yakin jika Cakram Matahari akan sangat berguna di tanganmu saudara Chinmi, sama seperti Pedang Naga Langit yang dulu juga sangat berguna membuat Kerajaan Es Utara selamat dari kehancuran," kata Jiu Sha dengan sangat yakin jika Cakram tersebut pastilah sangat berguna untuk Chinmi.
"Sejak tadi saya tidak melihat keberadaan Senior Tian Xing dan Nona Xue Binyue, apakah meraka sedang diluar sekte?" tanya Chinmi.
Jiu Sha dan Jiu Heng saling berpandangan sejenak kemudian mulai menjelaskannya, "Senior Tian Xing dan Nona Xue Binyue sudah lama keluar dari sini, semenjak mereka berdua menikah, mereka memilih untuk keluar dari sekte, dan lebih memilih turun gunung dan hidup menjadi rakyat biasa."
"Owh.. jadi mereka berdua sudah menikah? Tidak ku sangka mereka berdua ternyata berjodoh," kata Chinmi sambil tersenyum lebar.
"Baiklah, hari sudah larut malam, sebaiknya kita istirahat, dan kita akan bahas lagi besok! antar Chinmi dan tunangannya kamar mereka, dan sediakan juga kamar untuk senior Lio Long!" kata Jiu Sha kepada Jiu Heng.
__ADS_1
Chinmi melotot mendengar hal itu, begitu juga dengan Qie Yin yang menatap Jiu Sha dengan tatapan yang semakin dingin, sedangkan Lio Long terkekeh mendengarnya.
"Perasaan ku saja, atau memang tunangan Chinmi itu mengarahkan aura membunuh padaku?" batin Jiu Sha yang merasakan nafsu membunuh Qie Yin mengarah padanya.