
"A...ku ti-tidak a..kan me-me..nyerah!"
"Arghhh!"
Chinmi berteriak keras sekaligus mengeluarkan energinya hingga semua otot-ototnya terlihat di leher, tangan serta dahinya, namun itu masih belum cukup mampu menahan tarikan gravitasi yang sangat berat.
Chinmi terus mengeluarkan energi yang ia miliki sekaligus melepas batasan batas kemampuan nya. Aura putih menutupi sebagian tubuhnya dan bola matanya juga bercahaya biru terang.
Tanah mulai bergetar dan batu-batu kecil terlihat terangkat ke udara seolah-olah tidak ada gravitasi di tempat itu.
Chinmi tidak sadar jika dirinya sudah membuka seluruh Meridian yang ada di dalam tubuhnya. Dengan susah payah, akhirnya Chinmi berhasil menembus batasannya sendiri.
Chinmi berdiri tegak dengan mata menyala biru, di dahinya muncul satu garis tegak lurus yang juga berwarna biru.
"Kekuatan apa ini?" batin Chinmi sambil merasakan ledakan energi di dalam tubuhnya.
Chinmi merasa seperti penuh dengan energi, bahkan dia baru sadar jika tanah yang dipijaknya kini sudah menjadi kawah besar.
"Bagus Chinmi, sekarang pondasi otot mu sudah sempurna, dengan ini kekuatanmu juga meningkat hingga mencapai tingkat Raja Bumi," kata Lio Long yang tiba-tiba saja muncul dihadapan Chinmi.
Qie Yin hanya bisa menatap Chinmi dari jauh, dia juga bisa merasakan jika kekuatan Chinmi sudah melebihi kekuatan para pertapa.
"Jadi benar jika ada kekuatan yang lebih tinggi dari tingkat pertapa?" gumam Qie Yin dengan tatapan tidak percaya.
Qie Yin ingat akan perkataan Lio Long jika Chinmi sudah di takdir kan untuk memiliki kekuatan dewa serta tubuh keabadian.
Awalnya Qie Yin hanya menganggap jika perkataan Lio Long itu hanya membual, dia bahkan tidak percaya jika dunia yang saat ini dia tinggali adalah ciptaan Lio Long.
Namun setelah mengetahui jika ada kekuatan yang melebihi kekuatan pertapa pandangan Qie Yin kepada Lio Long sedikit berubah. Menurutnya mungkin saja perkataan Lio Long itu ada benarnya.
"Senior, apakah ini yang dimaksud tingkat kekuatan Dewa?" tanya Chinmi.
Lio Long tersenyum sambil menggelengkan kepala, "Belum Chinmi, kamu masih baru memasuki tingkat Raja Bumi, masih jauh bagimu untuk bisa mencapai ke tingkat Dewa, jadi bersabarlah dan berlatihlah dengan serius," kata Lio Long.
"Benarkah!?" Chinmi terkejut sekaligus tidak percaya jika kekuatan yang ia miliki serasa sangat besar, dan itu tenyata bukan kekuatan dewa, melainkan kekuatan Raja Bumi.
"Chinmi, sebenarnya ilmu beladiri dan ilmu sihirmu sudah sangat bagus, jadi kamu hanya perlu meningkatkan kekuatan, kecepatan, serta pola pikir yang bijak! Aku sendiri tidak bisa memastikan apakah kamu akan mencapai tingkat dewa dengan cepat atau tidak!" kata Lio Long.
__ADS_1
Lio Long mengerti walaupun nantinya Chinmi berhasil membangun ke empat pondasi dalam dirinya dengan sempurna, dia belum tentu akan bisa mencapai ketingkat Dewa.
"Apa maksud senior? Bukankah senior sendiri yang bilang jika diriku sudah ditakdirkan untuk memiliki kekuatan dewa?" tanya Chinmi.
"Iya semua itu memang benar, namun butuh waktu untuk mencapai ke tingkat itu. Aku khawatir keempat Mahluk Alam semesta itu lebih dulu membuat kekacauan saat dirimu belum mencapai tingkat dewa."
Chinmi hanya menatap Lio Long dengan tatapan tidak percaya. Selama ini dia bisa mencapai tingkat pertapa dengan mudah, dan sekarang dia sudah mencapai ketingkat Raja Bumi dalam waktu singkat.
Chinmi yakin jika dirinya pasti akan mencapai tingkat dewa lebih cepat dari yang ia perkirakan, karena itu dia merasa perkataan Lio Long mungkin tidak benar.
"Sebaiknya kita bahas masalah itu nanti saja, lebih baik sekarang kamu istirahat lebih dulu, dan aku akan kembali melatih Gadis mu itu!" kata Lio Long sambil menatap Qie Yin yang jauh.
"Senior, dia bukan..!"
Chinmi ingin mengatakan sesuatu, namun Lio Long sudah menghilang lebih dulu. Perisai yang mengurung dirinya juga terlihat memudar, dan gaya gravitasinya juga sudah mulai menghilang.
Saat gravitasinya sudah seperti biasa lagi, Chinmi merasakan tubuhnya ringan bagai kapas. Chinmi melayang ke udara dan dalam satu kali hentakan saja, dia melesat terbang ke arah Lio Long dan Qie Yin berada, dan tiba di sana hanya dalam waktu yang sangat singkat.
Chinmi baru tiba ditempat Lio Long dan Qie Yin, saat dia mau turun, tiba-tiba saja ada cahaya emas yang menyilaukan matanya turun dari langit.
Qie Yin juga menutup mata karena cahaya emas yang tiba-tiba muncul itu dari langit, sementara Lio Long tersenyum lebar ke arah cahaya tersebut.
Chinmi membuka mata saat bahaya emas tersebut mulai redup. Chinmi memperhatikan cahaya tersebut yang sudah mulai terlihat dengan jelas.
Cahaya emas tersebut tenyata adalah sosok wanita cantik berumur tiga puluh tahunan, wajahnya sangat cantik dan rambutnya juga panjang, di kepalanya juga ada mahkota yang terbuat dari emas dengan beberapa pernak-pernik dari permata.
"Lio Long, kenapa kamu membawa dua orang?' tanya sosok tersebut yang ternyata suaranya adalah suara seorang laki-laki.
Chinmi dan Qie Yin terkejut setelah mendengar suara sosok tersebut, mereka berdua tidak menduga jika sosok yang mereka kira adalah perempuan ternyata adalah seorang laki-laki.
Lio Long hanya menanggapi pertanyaan tersebut dengan senyum lebarnya, kemudian dia menjawabnya.
"Ada keperluan apa kamu datang kesini Yinfei?" tanya Lio Long.
Orang tersebut tenyata adalah Yinfei, dia baru datang karena ingin melihat latihan Chinmi.
"Aku sengaja datang untuk melihat seberapa jauh kemajuannya dibawah bimbingan mu!" kata Yinfei sambil menunjuk kearah Chinmi.
__ADS_1
Qie Yin menghampiri Chinmi yang masih menatap Yinfei dengan tatapan tanpa berkedip, dia masih tidak percaya jika wanita berparas cantik tersebut adalah seorang laki-laki.
"Siapa dia?" tanya Qie Yin kepada Chinmi.
Chinmi menoleh kearah Qie Yin yang baru tiba, walau wajah Yinfei tidak secantik Qie Yin, namun dia tetap tidak percaya jika Yinfei itu adalah seorang laki-laki.
"Aku juga tidak tahu!" jawab Chinmi sambil menggelengkan kepalanya.
Lio Long dan Yinfei masih saling berbicara, mereka terlihat sangat akrab dan saling mengenal.
"Sepertinya dia temannya senior Lio!" kata Chinmi karena melihat keakraban mereka.
"Yinfei, apakah kamu datang sendiri kesini?" tanya Lio Long sambil mencari-cari sesuatu.
"Tidak, aku tidak datang sendiri, aku datang dengan Dewa termuda kita saat ini!" kata Yinfei.
Lio Long kembali melihat ke segala arah mencari orang yang dimaksud oleh Yinfei, "Kemana dia, aku tidak melihat keberadaanya?"
"Sebentar lagi dia akan datang, jadi kita tunggu saja! Owh iya ngomong-ngomong dunia ciptaan mu ini lebih buruk dari dugaan ku," kata Yinfei sambil melihat dunia ciptaan Lio Long.
"Untuk apa aku membuat dunia ciptaan yang bagus jika nantinya akan dihancurkan kembali, aku bukan kamu yang suka pamer kekuatan!" kata Lio Long dengan wajah terlihat kesal.
"Kenapa kamu marah, aku kan hanya memberikan pendapat saja?"
"Aku tidak butuh pendapt mu!" kata Lio Long kemudian dia melihat kearah Chinmi dan Qie Yin.
Mata Lio Long melotot ketika melihat ada seorang pemuda tampan sedang berdiri di belakang Chinmi dan Qie Yin.
Chinmi dan Qie Yin melihat wajah Lio Long menjadi heran, mereka berdua saling berpandangan karena tidak mengerti kenapa Lio Long menatap mereka berdua seperti itu.
Chinmi ingin pergi kearah Lio Long dan berencana untuk bertanya kenapa dia menatap dirinya dan Qie Yin dengan tatapan seperti itu.
Namun sebelum dia melangkahkan kakinya, tiba-tiba ada tepukan tangan di bahunya. Chinmi secara refleks melompat dan memasang kuda-kuda untuk bertahan sekaligus menyerang karena kaget.
Sedangkan Qie Yin langsung lupa mengedipkan mata saat melihat kebelakang dan dia melihat sosok pemuda berumur Dua puluh lima tahunan sedang berdiri di belakangnya.
"Ho Chen..!" seru Lio Long saat melihat pemuda tersebut sedang tersenyum kearah Chinmi.
__ADS_1