PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
Kerajaan Baru


__ADS_3

***


Chinmi kini mengumpulkan Ke-empat raja beserta para tokoh-tokoh penting untuk membahas pemulihan Wilayah masing-masing yang kemungkinan sudah hancur.


"Pendekar Naga Langit, kami juga bingung harus bagaimana lagi! Istana kami semuanya sudah hancur, jika harus dibangun ulang, butuh waktu yang tidak sebentar untuk memperbaiki nya, belum lagi butuh dana yang tidak sedikit, jadi menurutku itu sangat mustahil!" kata Raja Bao.


"Yang di katakan Raja Bao benar Tuan muda Li, terlebih lagi istanaku! Tuan Muda Li sudah tahu sendiri jika Kerajaan ku masih belum pulih, dan ditambah lagi dengan penyerangan yang di lakukan oleh para mayat hidup! Sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi untuk mendirikan Kerajaan ku kembali!" kata Mu Liyi.


"Bagiamana dengan kalian berdua?" kini Chinmi bertanya kepada Raja Tao dan Raja Ming.


"Sepertinya aku tidak perlu memberikan penjelasan apapun!" kata Ming Shan dengan wajah terlihat kehilangan semangat.


Kini tinggal Raja Tao saja yang di tunggu suaranya. Raja Tao menghela nafas panjang, dia menatap kearah Chinmi dan kemudian kepada yang lainnya.


"Jika kalian semua saja sudah kehilangan Kerajaan kalian, apa lagi dengan Kerajaan ku!"


Menurut Tao Xi Lun, jika Kerajaan yang letak jauh saja hancur dan tidak bisa bangkit lagi, apa lagi dengan kerajaan.


Pertempuran Chinmi melawan Sao Lao Cin berada di wilayahnya, dan pastinya istana nya akan lebih hancur dari yang lainnya.


Chinmi dan Qie Yin hanya mendengarkan saja dan kemudian Chinmi bertanya kepada para penasehat dan juga para tokoh-tokoh penting lainnya.


Namun tidak ada solusi apapun dari mereka sehingga semuanya sama-sama bingung dan tidak tahu lagi harus bagiamana lagi kedepannya.


"Chinmi, apa kamu memiliki rencana atau yang lainnya?" Fan Yuzhen bertanya kepada Chinmi.


Chinmi tersenyum tipis kemudian dia menatap ke-empat Raja secara bergantian kemudian menghela nafas pendek.


"Ada satu cara agar Benua kita ini bisa kembali normal seperti sediakala, namun aku tidak tahu apakan kalian akan setuju atau tidak!" kata Chinmi.


Semuanya saling berpandangan, mereka semua sama-sama penasaran akan apa sulosi dari Chinmi.


"Katakan Chinmi! Jangan membuat kami penasaran!" kata Li Xiang yang sejak tadi hanya menjadi pendengar saja.


"Iya Chinmi! Cepat katakan apa Solusi yang ingin kamu sampaikan!" kata Fan Yuzhen.


"Begini guru, dari pada Benua kita terpecah belah dan nantinya pasti akan terjadi perselisihan, bagaimana jika kita satukan saja?" kata Chinmi.


Semuanya terkejut dan tidak menduga jika Sulosi dari Chinmi adalah menyatukan ke-empat Kerajaan.


"Bagiamana mungkin kamu bisa memilliki pemikiran seperti itu Chinmi?" tanya Li Xiang.


"Ayah, selama ini Benua kita sering di landa masalah, dan setiap kali ada masalah sangat sulit untuk meminta bantuan karena kekuatan Benua ini yang terpecah belah! Jadi menurut ku sebaiknya kita satukan ke-empat wilayah ini menjadi satu Kerajaan besar."


Chinmi menambahkan jika seluruh kekayaan yang dimiliki oleh ke-empat Kerajaan di satukan, pasti sudah lebih dari cukup untuk membangun sebuah Kerajaan baru, terlebih lagi dengan semua rakyat dan prajurit di satukan, maka Kerajaan baru pasti bisa berkembang lebih besar.


Chinmi yakin walaupun Kerajaan Api Timur sudah musnah, namun kekayaannya pasti masih ada, dan itu dibenarkan oleh Ming Shan.


"Bagiamana menurut pendapat kalian akan solusi ini?" tanya Chinmi.


Semuanya diam membisu, tidak satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan dari Chinmi.


Chinmi memperhatikan keraguan dari mereka semuanya sehingga dia kembali berbicara, "Itu hanya saran saja, jika kalian tidak setuju ya... terserah! Jika kalian memiliki solusi yang lebih baik lagi, silahkan sampaikan saja," kata Chinmi.


"Kalau aku setuju-setuju saja dengan sulosi dari mu! Namun aku yakin semuanya pasti memiliki pemikiran yang sama seperti apa yang aku pikirkan saat ini! Yang aku pikirkan adalah, Jika hanya ada satu Kerajaan, lalu siapa yang akan menjadi Raja nya?" kata Raja Bao.

__ADS_1


"Jika masalah itu kalian bisa memutuskan sendiri nantinya!" kata Chinmi.


"Tidak bisa begitu Tuan Muda Li! Jika kami lagi yang harus memutuskan, bisa-bisa akan terjadi perselisihan, dan ujung-ujungnya akan terjadi perpecahan," kata Mu Liyi.


Chinmi langsung terdiam, dia memang sudah bisa menebak jika menyatukan ke-empat Kerajaan menjadi satu Kerajaan memang sedikit rumit, terlebih lagi Chinmi tidak terlalu mengerti akan masalah politik Kerajaan.


"Chinmi, alangkah baiknya jika kamu sendiri yang memutuskan siapa yang pantas untuk menjadi Raja di Kerajaan baru nanti, karena saat ini hanya kamu saja yang bisa memberikan keputusan ini!" kata Fan Yuzhen.


Fan Yuzhen yakin jika keputusan Chinmi pasti tidak akan ada yang berani protes, sebab jika dirinya sekalipun tidak yakin jika dirinya yang bersuara akan bisa di terima oleh mereka semua, terlebih lagi Raja Ming Shan yang paling ia khawatirkan.


"Menurutku dari ke-empat Raja yang ada, hanya Raja Ming yang memiliki ilmu tertinggi, jadi bagiamana jika Raja Ming saja yang menjadi Raja?" tanya Chinmi.


"Aku tidak setuju!" jawab Ming Shan.


Semuanya menoleh kearah Ming Shan yang menolak untuk menjadi Raja, "Kenapa Anda menolak Raja Ming?" tanya Qie Yin.


"Maaf atas penolakan ku ini Dewi! Aku akui jika diantara ke-empat Raja, kekuatan ku yang paling besar, namun aku menolak itu karena memiliki alasan!" kata Ming Shan.


"Katakan apa alasan mu menolak tawaran Pendekar Naga Langit?" tanya Raja Bao.


"Aku masih merasa bersalah dan tidak pantas menjadi seorang Raja lagi, kalian semua sudah mengetahuinya sendiri jika aku sudah gagal dalam memimpin Kerajaan ku, dari pada hal ini terulang lagi, sebaiknya Pendekar Naga Langit mencari calon Raja yang lain saja!" kata Ming Shan.


"Raja Ming! Yang lalu biarlah berlalu! Jadikan masa lalu adalah guru bagimu untuk melangkah ke masa depan!" kata Chinmi.


"Justru itu aku menolaknya, aku mempelajari semua dari kesalahan ku, jadi mulai saat ini aku memilih turun dari jabatan Raja, dan akan memilih menjadi rakyat biasa sekaligus akan berusaha melindungi Kerajaan baru sebagai penebusan dosa ku!" kata Ming Shan.


"Baiklah jika Raja Ming menolak aku tidak akan memaksa Raja lagi! Sekarang bagaimana dengan Raja Tao? Anda adalah Raja terkuat ke-dua setelah Raja Ming! Apakah anda setuju jika dinobatkan sebagai Raja baru di Kerajaan baru nanti?" tanya Chinmi.


Tao Xi Lun melirik Raja Bao dan Mu Liyi yang menatap kearah nya kemudian dia kembali menatap Chinmi, "Maaf, sepertinya aku juga tidak bisa menjadi Raja lagi," jawab Tao Xi Lun.


"Tapi apa alasannya? Kenapa kamu menolak tanpa memberikan alasan apapun?" tanya Fan Yuzhen.


Tao Xi Lun masih ingat jika dulu dia begitu bodoh, walau dia memiliki kekuatan yang besar, namun pikiran nya tidak sebesar kekuatan nya, Contoh nya saat dia berhasil di hasut oleh Fu Shen yang mengatakan jika Li Xiang adalah seorang penghianat hingga dia memenjarakan Li Xiang dan Istrinya.


Belum lagi saat Chinmi menyampaikan jika ada Rakyatnya yang masih di landa serba kekurangan, padahal jaraknya saat itu sangat dekat dengan para penduduk pinggiran pasar yang kelaparan, namun dia tidak mengetahui nya.


"Jika kamu menolak nya, lalu siapa lagi? Jika kalian akhirnya akan memilihku, maka aku juga akan menolaknya!" kata Raja Bao yang menolak sebelum di pilih.


"Aku juga tidak mau menjadi Ratu!" Mu Liyi juga lebih dulu menyampaikan penolakan karena dia merasa menjadi pemimpin itu sangat berat.


"Jika kalian berempat tidak sanggup, maka yang lebih pantas menjadi Raja hanya kamu saja Chinmi," kata Fan Yuzhen.


"Kalau itu aku setuju!" Raja Ming segera bersuara.


"Aku juga setuju!" kata Raja Bao dan diikuti oleh Raja Tao.


"Sama, aku akan mendukung dan akan sepenuh hati menyatakan kesetiaan ku jika Tuan Muda Li menjadi Raja!" kata Mu Liyi.


"Tunggu dulu, kalian langsung bilang setuju tanpa menunggu jawaban dariku!" Chinmi segera menghentikan pembicaraan semuanya.


"Apa lagi Chinmi? Apakah kamu juga akan menolak?" Fan Yuzhen bertanya sambil menaikkan alisnya.


"Guru dan semuanya, apa alasan kalian menyetujui diriku untuk menjadi Raja? Jangan bilang karena aku memiliki kekuatan besar!" kata Chinmi bertanya.


"Bukankah sudah jelas dan kamu juga sudah tahu jawabannya!" jawab Fan Yuzhen.

__ADS_1


"Maafkan aku guru, aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi Raja!" kata Chinmi yang menolak keputusan Fan Yuzhen.


"Apakah karena kamu sudah sangat kuat lalu kamu sudah tidak mau lagi menurutiku? Aku tidak pernah meminta sesuatu kepadamu, namun sekarang guru minta padamu, terimalah jabatan ini dan jadilah seorang Raja agar kamu kelak tidak hanya diakui sebagai Raja, melainkan sebagai Dewa pelindung di Benua ini!" kata Fan Yuzhen.


"Hamba Ming Shan memberi Hormat kepada Raja Li!'


Chinmi ingin menjawab lagi, namun tiba-tiba saja Raja Ming langsung berlutut di hadapan Chinmi sehingga Chinmi dan Qie Yin terkejut.


"Apa yang anda lakukan Raja Ming? Cepat bangun!" Chinmi langsung bangkit dan ingin mengangkat Ming Shan agar tidak berlutut.


Raja Tao, Raja Bao dan Mu Liyi saling berpandangan dan kemudian sama-sama mengangguk dan secara bersamaan mereka bertiga langsung berlutut.


"Terimalah Hormat kami Raja Li!" kata mereka bertiga.


Chinmi semakin dibuat stres oleh sikap mereka semua, dia merasa malu dan tidak pantas, apa lagi dilihat oleh banyak orang yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiskusi.


Chinmi menggaruk kepalanya dan dia ingin meminta semua nya untuk bangkit, namun tiba-tiba saja, semua Rakyat dan para prajurit dan Jendral satu persatu mulai berlutut dan pada akhirnya semua nya berlutut memberi hormat kepada Chinmi.


"Hormat kami kepada Raja baru, Yang Mulia Raja Li!" suara tanda Hormat mereka yang serempak membuat Chinmi sakit kepala.


Chinmi menoleh kearah Qie Yin, dan Qie Yin hanya mengangkat ke-dua bahunya memberi tanda jika dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Sial, aku ini hanya ingin memberi solusi, tapi kenapa aku sendiri yang terjebak? Ini semua gara-gara Guru Fan!" gerutu Chinmi sambil menatap kearah Fan Yuzhen yang tersenyum lebar ke arahnya.


"Chinmi, kamu tidak mungkin membuat mereka kecewa bukan? Mereka semua sudah mempercayakan semuanya padamu, hanya kamu yang pantas menjadi Raja sekaligus pelindung bagi mereka semua! Jadi jangan membuat harapan mereka semua musnah hanya karena kamu tidak mau menjadi Raja!" kata Li Xiang.


"Ayah, apakah ayah pikir menjadi pemimpin itu mudah? Jika hanya untuk bertarung dan melindungi mereka, aku masih bisa melakukannya walau tidak menjadi Raja."


Menurut Chinmi tidak akan sulit jika ingin melindungi Benua Daratan Tengah tanpa harus menjadi Raja, Chinmi hanya tidak suka jika harus duduk seharian di kursi sambil membaca laporan-laporan masalah politik yang nantinya akan membuat diri nya terlihat seperti orang bodoh.


"Terserah kamu saja Chinmi, jika kamu ingin memutuskan harapan anak kecil itu yang juga sudah menganggap mu sebagai Raja nya, silahkan saja kamu umumkan jika kamu ini akan menolak nya!" kata Li Xiang.


Chinmi menatap kearah beberapa anak kecil berumur 4 sampai 12 tahun yang juga ikut berlutut, Chinmi tidak sampai hati untuk menghilangkan harapan dari anak-anak tersebut.


"Sepertinya kedepannya nanti aku akan menghadapi situasi yang lebih merepotkan dan membosankan!" gumam Chinmi sambil melirik kearah Fan Yuzhen.


Chinmi memejamkan mata kemudian dia mulai berbicara dengan suara yang sudah di aliri Qi sehingga suaranya terdengar hingga keluar dari perbatasan.


"Terima Kasih atas kepercayaan kalian semua kepadaku, sekarang kalian boleh bangun!" kata Chinmi yang terpaksa menerima pengakuan terhadap dirinya sebagai Raja.


Mendengar Chinmi yang sudah menerima Hormat mereka semua, ke-empat Raja langsung bernafas lega dan kemudian mereka bangkit dan diikuti oleh semua orang.


"Mulai sekarang tidak ada lagi perpecahan wilayah, semuanya akan menjadi satu dalam satu Kerajaan, seluruh Wilayah Benua Daratan Tengah hanya akan memiliki satu Kerajaan baru yang akan ku beri nama Kerajaan Benua Tengah," kata Chinmi.


Chinmi terpaksa memberi nama Kerajaan baru dengan nama Kerajaan Benua Tengah. kata Benua artinya jika seluruh wilayah Benua Daratan Tengah sudah tidak lagi terpecah belah, dan kata Tengah adalah pengganti dari kata ke-empat Kerajaan yang sebelumnya memiliki wilayah masing-masing sekarang sudah menjadi satu di Tengah.


Ke-empat Mantan Raja kini menyerahkan semua kekayaan mereka kepada Chinmi untuk dijadikan biaya pembangunan Kerajaan Baru.


Sebenarnya Chinmi tidak membutuhkan biaya sepersenpun untuk membangun sebuah Istana, dengan kekuatannya yang ia miliki, akan sangat mudah baginya membangun sebuah istana.


Namun Chinmi tidak melakukan nya, dia hanya ingin para tahanan memeliki kesibukan dan mereka akan di pekerjakan untuk membangun Istana, namun mereka tetap akan di beri upah dari makanan hingga uang.


Sedangkan untuk para Ketua Sekte aliran Hitam sendiri, mereka masih tetap ditahan dan tidak diijinkan untuk ikut kerja dalam pembangunan Kerajaan baru.


Mengingat Para Ketua Sekte aliran hitam adalah penduduk asli Benua Daratan Tengah, maka mereka harus bersiap untuk mendapatkan hukuman dari Chinmi.

__ADS_1


Chinmi jelas tidak akan memaafkan siapapun yang berkhianat, karena Chinmi masih ingat betapa ketakutan nya dia dulu saat menjadi buronan karena keluarganya di anggap sebagai penghianat.


Meng Ling dan para Ketua Sekte aliran hitam sudah di anggap penghianat oleh Chinmi karena telah berani bekerjasama dengan para pasukan musuh menyerang tanah sendiri, karena itu Chinmi nantinya akan memberikan hukum yang sangat berat, bahkan yang lebih berat adalah hukuman mati.


__ADS_2