PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)

PENDEKAR DEWA ABADI S2 (Sihir Dewa)
matinya sisa para pasukan Hewan Iblis


__ADS_3

Tidak ada satupun yang menyadari jika sebenarnya yang mereka ajak bicara bukanlah Chinmi, melainkan Long Wang.


Long Wang sengaja memilih para Hewan Iblis sebagai lawannya karena khawatir dia akan salah menyerang orang. Walau Chinmi juga bisa melihat akan apa yang akan Long Wang lakukan, namun dia tidak sepenuhnya mengenali para pendekar yang begitu banyak. Chinmi tidak akan bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.


Long Wang yang saat ini mengendalikan tubuh Chinmi sudah berada didepan para Hewan Iblis yang jumlahnya ratusan, ditambah lagi dengan yang ada di udara sehingga jumlahnya mencapai seribu lebih.


Dari 3000 ribu Hewan Iblis yang ada, hanya lebih dari seribu saja yang tersisa, semuanya sudah pergi mengikuti Ye Shi.


"Apakah kamu yakin?" Chinmi bertanya kepada Long Wang setelah melihat semua para Hewan Iblis yang begitu banyak.


"Aku bisa membunuh mereka semua tanpa harus memindahkan kaki ku dari sini!" kata Long Wang.


"Buktikanlah..!" kata Chinmi.


Long Wang saat ini menatap semua para Hewan Iblis yang saat ini sudah mulai maju untuk menyerang tubuh Chinmi yang hanya seorang diri.


Mereka semua rata-rata memiliki kekuatan Pemula, Menengah, dan yang terkuat adalah Puncak. itu pun jika tidak memasukkan Hei Ying yang saat ini sedang disibukkan oleh Naga Hitam.


"Baiklah aku akan mulai!" ucap Long Wang kemudian mengangkat pedangnya.


"Pemecah Gelombang."


Long Wang mengayunkan pedangnya dengan pelan, namun setelah itu muncul energi putih yang sangat kuat membentuk seperti sebuah awan tebal dan kemudian bergerak dengan sangat cepat kearah para Hewan Iblis.


Energi yang menyerupai awan tersebut langsung melewati para Hewan Iblis yang masih bergerak cepat kearah Long Wang.


Saat semua Hewan Iblis yang berada dibawah sudah tertutup oleh awan tersebut, tiba-tiba energi berbentuk awan tersebut berubah warna menjadi awan biru tua.


Jeritan berbagai suara segera terdengar keseluruh Kerajaan, ada yang melolong seperti srigala, ada juga suara teriakan seperti suara kera yang berteriak.


Para Pendekar baik lawan yang tersisa maupun kawan sama-sama menoleh kearah gumpalan awan biru tersebut. Fan Yuzhen dan semuanya juga ikut menoleh kearah teriakan Hewan Iblis termasuk Hei Ying dan Naga Hitam.


"Apa yang muridmu lakuakan?" tanya Wu Tong kepada Fan Yuzhen.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu." jawab Fan Yuzhen.


Sebelum Fan Yuzhen tiba di tempat pertempuran, Fan Yuzhen sempat bertemu dengan Chinmi yang saat itu berdiri sendiri di pinggir pantai.


Fan Yuzhen awalnya terkejut karena Chinmi diam tak bergerak, ke khawatirannya karena melihat beberapa Hewan Iblis di hadapannya.


Fan Yuzhen mencoba memeriksa Chinmi dari jauh karena dia melihat Chinmi masih membuka matanya menatap lurus kedepan.


Fan Yuzhen juga tidak melihat Pedang Naga Langit pada diri Chinmi, karena Pedang Naga Langit sudah menyusul Chinmi memasuki alam sadarnya.


Merasa Chinmi yang terlihat baik-baik saja, Fan Yuzhen akhirnya membiarkan Chinmi disana, karena dia yakin jika Chinmi akan baik-baik saja.


Setelah beberapa saat setelah kepergian Fan Yuzhen, pedang Naga Langit kembali muncul di atas kepalanya, namun Fan Yuzhen tidak mengetahui akan hal itu.


***


Jerit teriakan dari berbagai macam suara yang dikeluarkan oleh Hewan Iblis semakin lama semakin berkurang, tidak ada yang mengetahui akan apa yang sebenarnya telah terjadi, kecuali Long Wang sendiri yang tahu.


Long Wang mengangkat kembali pedangnya keatas, kemudian awan yang berwarna biru tersebut bergerak ke arah ujung pedang tersebut seolah-olah terhisap kembali kedalam pedang Naga Langit.


Semua Hewan Iblis yang berada di darat tewas dengan kondisi tubuh terpotong menjadi beberapa bagian. Hal ini membuat semua bertanya-tanya, "Apa yang sebenarnya terjadi?" itulah yang menjadi pertanyaan semua orang termasuk Chinmi sendiri.


"Kamu tidak perlu heran seperti itu, aku menggunakan elemen Air yang digabung dengan energi api sehingga tercipta kabut tebal menyerupai awan putih, setelah semuanya tertutup oleh kabut tersebut, aku mengubahnya menjadi elemen Es dan logam, sehingga warna kabut itu berubah menjadi biru tua.


Kabut Es digunakan agar pergerakan mereka semua melambat, setelah aku menambahkan elemen logam yang fungsinya adalah membentuk ribuan pisau kecil dari balik kabut dan memotong mereka semua hingga tak tersisa. Begitulah caraku, cukup simpel bukan?" kata Long Wang sambil tertawa kecil.


"Waktu kita hanya tinggal sedikit, jadi aku akan membereskan mereka yang berada di udara terlebih dahulu, setelah itu aku akan kembali lagi kedalam pedang, dan sisanya aku serahkan semua padamu."


Long Wang langsung melempar pedangnya kelangit tanpa menunggu respon dari Chinmi yang ingin mengatakan sesuatu, waktu bagi Long Wang hanya sebentar untuk mengendalikan tubuh Chinmi sehingga dia tidak mau membuang-buang waktu yang tersisa.


"Pedang Langit Mengejar Matahari."


Pedang Naga Langit bergerak dengan sangat cepat menyerang para Hewan Iblis yang sedang terbang, saat ini mereka terlihat ketakutan melihat para Hewan Iblis lainnya yang berada dibawah tewas dalam waktu singkat.

__ADS_1


Para Hewan Iblis dari Elang Berekor panjang berwarna merah, lebah, kelelawar dan mahluk terbang lainnya berusaha menjauh sebisa mungkin dari serangan pedang Naga Langit yang mengejar mereka.


Masalahnya pedang Naga Langit bergerak dengan sangat cepat mengejar dan terbang sendiri seperti memiliki kesadaran sendiri.


Pedang Naga Langit juga mengeluarkan suara bising yang mampu membuat para Hewan Iblis kesulitan untuk bergerak, para Hewan Iblis yang terlihat kesulitan terbang karena suara bising tersebut dengan sangat mudah terbunuh oleh Pedang Naga Langit hingga terpotong menjadi dua.


Namun pada akhirnya tidak ada satupun yang selamat dari mereka semua membuat mereka semua sangat heran karena Chinmi bisa membunuh semua Hewan Iblis hanya dengan menggunakan pedangnya saja.


"Sekarang hanya tersisa Elang gelap itu saja yang sedang bertarung dengan Naga gelap, menurutku mereka tidak perlu bantuan ku untuk mengalahkan Elang itu." kata Long Wang yang sudah berniat untuk kembali ke dalam pedang.


"Hebat sekali, apakah aku juga bisa mempelajari ilmu pedang yang bisa terbang sendiri seperti tadi?" tanya Chinmi yang tidak menutupi rasa keinginannya untuk bisa mempelajari ilmu pedang tersebut.


"Suatu saat nanti aku akan mengajarkan itu padamu, namun saat ini waktuku sudah hampir habis, aku tidak bisa berlama-lama lagi berada di dalam tubuhmu. Sekarang kamu kembali kedalam tubuhmu, namun jangan kaget jika nanti kamu merasakan sesuatu setelah kembali kedalam tubuhmu."


"Memangnya ada apa?" tanya Chinmi kebingungan.


"Kamu akan segera mengetahui nya sendiri, sekarang aku serahkan semua sisanya padamu," kata Long Wang.


Chinmi merasakan dirinya seperti terhisap keluar dari dalam alam sadarnya sendiri, dan begitu dia sudah mendapatkan kembali atas kendali tubuhnya, Chinmi merasa tulangnya seperti mau hancur saja.


"Aduhhh! Kenapa tubuhku kesakitan seperti ini?" gumam Chinmi sembari menahan tubunya dengan menjadikan pedang Naga Langit sebagai penyangga tubuhnya.


"Aku kan sudah bilang, jangan kaget setelah kamu sudah mendapatkan kendali atas tubuhmu sendiri!" kata Long Wang dengan suaranya yang menggema di telinga Chinmi, namun hanya Chinmi saja yang dapat mendengarnya.


"Jadi ini..!" Chinmi kehabisan kata-kata setelah merasakan tulang-tulang yang terasa mau remuk.


Chinmi berusaha menahan sakit yang sangat luar biasa tersebut dengan cara mengalirkan Qi nya ke setiap tulang-tulangnya agar bisa segera pulih kembali.


"Aku tidak mau lagi jika tubuhku akan kau kendalikan lagi!" gumam Chinmi yang mulai takut jika nantinya Long Wang akan kembali mengambil alih dan mengendalikan kembali tubunya.


"Kalau begitu setelah masalah ini selesai, kamu harus berlatih lagi agar lebih kuat, jika kamu sudah kuat maka aku tidak akan lagi meminjam tubuhmu itu!" kata Long Wang dengan suaranya yang terdengar tertawa pelan.


Dengan matinya sisa para pasukan Hewan Iblis, maka pertempuran akan lebih meringankan untuk para prajurit dan juga para Pertapa untuk mengalahkan Elang Hitam tanpa gangguan dari para pasukan Hewan Iblis lainnya.

__ADS_1


***


Atas permintaan para penggemar Ho Chen, maka saya akan putuskan untuk mengubah sedikit alur cerita ini, yaitu akan melibatkan dunia Ho Chen dan seluruh teman-temannya dalam beberapa bab kedepan.


__ADS_2