
Dewa dan Rita menemani Rani yang berada di dalam ambulan.
Rita menelepon ayahnya. Bunyi dering Hp ttuuuuttt,celk.
"Halo , Assalamualaikum,Ayah?"
"Wa'alaikummussalam,Rita? Kog pakai nelpon? Kamu minta jemput ya? Ditinggal sama Indra di mall ya?"
"Eh.." Rita menoleh ke arah Dewa, tapi sepertinya Dewa tidak mendengar ucapan ayahnya.
"Engga, ayah, Rita ada di ambulan."
"Kamu kenapa Nak? Tanya ayahnya dengan suara panik
"Bukan yah, teman Rita pingsan ga sadar-sadar, sekarang lagi menuju RSUD yah, bisa minta tolong , supaya bisa segera ditangani yah?
"Alhamdulillah, bukan kamu, hmm..Ayah, akan telepon IGD, bawa kesana saja nanti ayah minta orang untuk siapkan kamar, siapa tahu dia harus menginap di sana."
"Baik yah, kita ketemu di sana ya?"
"Iya, ayah ke sana , Indranya mana?"
"Tadi Rita yang minta ikut ambulan bareng kak Dewa"
"Oh begitu baiklah, hati-hati ya Nak!"
"Iya yah,"
"Assalamualaikum,"ucap Rita mengakhiri teleponnya.
"Wa'alaikummussalam"
"Sudah kak, Ayah Rita akan menyiapkan kamar untuk kak Rani"
"Syukurlah,..tadi ketika di mall, ga sengaja kakak melihat Rani, kelihatannya dia kacau sekali, persis ceritanya Rafi. Makanya tadi kakak curiga ada orang yang mau bunuh diri, trus si Lisa bilang, cewek ,kakak langsung ingat Rani.Makanya saya langsung lari ke atas."
"Alhamdulillah ya KakDewa perhatian orangnya, jadi kak Rani bisa diselamatkan"
"Iya, saya juga lihat kamu sama Indra dari tempat parkir"ucap Dewa sambil senyum
"Eh...ketemu di jalan kok Kak Indra mau ke mall, saya juga jadi bareng deh."
"Oh.. gitu? Tapi kog Indra bawa 2 helm ya?.. sudah berapa lama jalan bareng Indra?"
"Susah ya be-rahasia sama orang pintar, hehehe,..kami baru jalan bareng hari ini"
"Wah..kacau banget ya, sudah ketemu kita eh ada kejadian ini lagi" ujar Dewa prihatin
" Ga pa-pa kak, cuma main-main kog" ujar Rita tersipu
"Hmm..lain kali kakak saja deh yang ngajak Rita keluar, boleh gak?"
"Ehhh???" Rita bingung.
"Aduuuhh..." Erang Rani
"Sabar Dik, sebentar lagi sampai" ucap petugas ambulan.
Rani melihat Rita dan Dewa lalu menangis sejadi-jadinya...
"Hu..hu..hu.."
"Tenang Ran, sebentar lagi sampai, aku sudah hubungi orang tua kamu!"
Rani menangis semakin kejar.
Sesampainya di IGD rumah sakit, Rani langsung ditangani oleh dokter, ia mendapatkan cairan infus dan diberikan obat penenang agar dapat beristirahat.
Dokter Igd menghampiri Rita dan Dewa.
"Rita, tadi papa mu nelpon supaya saya menangani teman kamu, keluarga nya sudah datang?" tanya dokter Ilham
"Belum dok, mungkin sebentar lagi, tadi sudah di telepon." Jawab Rita.
Tak lama kemudian seorang ibu paruh baya datang dengan seorang laki-laki muda usianya sekitar 30 thn-an.
"Rani...Rani..!" Panggil ibu itu sambil menangis.
Dewa menghampiri laki-laki muda itu.
"Saya Dewa, temannya Rani, tadi saya yang menelepon "
"Plak!!!" Tiba-tiba lelaki itu menampar pipi kanan Dewa.
Dewa kaget, ia memegang pipinya.
Lalu berkali-kali orang tersebut memukul Dewa, Rita yang melihatnya terkejut dan berlari menghampiri Dewa, ia meraih tangan lelaki tersebut dan mencegahnya supaya tidak memukul lagi.
Orang tersebut kesakitan karena tangannya diplintir oleh Rita.
"Kamu baru datang ,main pukul!" Ucap Rita marah. Rita melepaskan tangan orang itu dan berniat menendangnya, tiba-tiba terdengar suara ayahnya.
"Rita!!!"..panggil ayahnya.
Rita menoleh, dan menghentikan kakinya untuk menendang.
"Ini Rumah Sakit jangan bikin keributan!" larang ayahnya dengan suara tinggi.
Rita baru menyadari di sekitar sudah banyak orang yang menonton mereka. Beberapa orang kecewa, karena tidak bisa nonton perkelahian.
"Yahhhh!" Ucap mereka.
__ADS_1
"Om!"Dewa menyapa ayah Rita dan mencium tangannya.
"Dewa,kamu tidak ga apa-apa kan?" Tanya ayah Rita
"Ga apa-apa Om" jawabnya.
"Kamu tunggu disini, om akan menemui orang tua Rita"
Ayah Rita menghampiri koleganya dokter Ilham, setelah bercakap-cakap lalu menghampiri keluarga Rani.
"Ibu, saya dr.Soegiarto, ini kolega saya dr.Ilham, beliau akan menjelaskan kondisi anak ibu."
"Anak Ibu shock, tekanan darahnya sangat rendah, sepertinya sudah berhari-hari tidak makan. Jadi kami beri cairan infus vitamin, dan obat penambah darah, nanti setelah sadar bisa diminum kan."
"Anak saya tidak gawat kan dokter?" Tanya ibu itu cemas.
"Untuk sementara, tidak apa-apa,nanti setelah sadar bisa dievaluasi kembali, ibu duduk dulu, nanti kalau kondisinya lebih baik pasien bisa ibu bawa pulang."
Penjelasan dr.Ilham menenangkan ibunya Rani.
Lalu ia menghampiri tempat tidur Rani, tiba-tiba Rani kejang-kejang, tempat tidurnya berguncang hebat , keluar darah segar dari diantara pahanya, terlihat merembes membasahi selimut putih.
Dokter Ilham dan Ayah Rita langsung menangani Rani, mata dan tekanan darahnya dicek. Suster menutup gorden pembatas. Ayah Rita keluar dari tempat tersebut dan meminta suster untuk segera menyiapkan ruang operasi.
Lalu beliau menghampiri ibunya Rani
"Ibu, maaf sepertinya. Keadaan Rani tidak baik,jadi harus segera dioperasi untuk menghentikan pendarahan pada ******, sepertinya anak ibu baru saja melakukan aborsi"
"Hah, aborsi???" Ibunya Rani pingsan.
Laki-laki muda tadi menahan tubuh ibu itu dengan di bantu Dewa , ia meletakkan ibu itu di ranjang kosong ruang IGD.
Beberapa saat kemudian, Rani langsung dibawa ke ruang operasi.
Ayah Rita dr.Soegiarto kepala RSUD, tidak melakukan operasi, tindakan selanjutnya diserahkan kepada dr.spesialis kandungan.
Ayah Rita menghampiri Rita dan Dewa.
"Sebaiknya kalian pulang saja, besok kalian sekolah kan? , Rita, ayah akan tinggal di RS dulu mungkin sampai malam, Kamu bisa kan pulang sendiri?"
"Bisa yah!"
"Saya akan antar pulang Om,"ucap Dewa
"Baiklah, kamu bawa kunci rumah kan Rit?"
"Bawa yah, saya pulang dulu"
Keduanya berpamitan.
Dewa mengeluarkan hpnya dan melakukan panggilan telpon.
"Ayo, Rit kita ke tempat parkir! " Ajak Dewa
Disana Tommy sudah menunggu dengan mobilnya.
"Eh, kak Tomi? Kog bisa kesini?"tanya Rita
"Tadi Dewa minta tolong kakak untuk bawa mobilnya dari mall ke RSUD, karena yang lain pada bawa kendaraan masing-masing, jadi kakak yang bawa kemari."
"maacih kakakTomi" canda Dewa
"Cama-cama kakak Dewa" jawab Tomi lagi sambil tertawa.
Rita tertawa jijik. Baru kali ini ia melihat senpainya yang terlihat tangguh dipertandingan bersikap unyu-unyu.
Mereka masuk ke mobil.
"Antar Rita dulu Tom!"ucap Dewa yang duduk disamping pak supir yang sedang bekerja..eh..duduk disamping Tomi
"Siap pak!" Canda Tomi
"Gimana Rani? "Tanya Tomi membuka percakapan.sambil menjalankan mobilnya.
"Ga baik, dia lagi dioperasi, ternyata dia baru saja melakukan aborsi." Cerita Dewa
"Hah, Aborsi? Jadi dia hamil? Berarti bener dong ya gosip itu?"
"Memang gosipnya apaan kak?" Tanya Rita nimbrung.
"Ini antara kita saja ya, jangan kemana-mana infonya, kasihan Rani.
Jadi si Rani itu memang suka main sama om-om senang. Katanya om-om itu bisa memberikan apa yang tidak bisa orang tuanya berikan. Pakaian bagus, perhiasan mahal, duitnya jadi banyak. Tapi ya dia harus ngorbanin tubuhnya."
"Kog lo tahu siy Wa? Jangan2 Lo pernah wik-wik sama dia ya?"
Tanya Tomi
"Enak aje lo, begini2 gw masih seputih kapas mas bro, ga mau lah sama cewek yang terlalu"berani" kayak dia."
"Jiahh..seputih kapas, seputih melati kaliii.."
Canda Tomi
Tiba-tiba keduanya kompak menyanyikan lagu "Putih-putih melati Ali Baba!" Lalu mereka bertiga tertawa.
Rita yang duduk di jok Belakang tertawa geli.
"Asli deh senpai , wibawa kalian dimata saya musnah sudah" ucapnya sambil tertawa.
"Hidup itu harus seimbang Rita, ya belajar, main, kerja, serius, bercanda, kita2 ini kadang terlalu giat berlatih hingga muka kencang rasanya. "jelas Tomi
__ADS_1
"Kita2 ini Rit, Wajah preman tapi hati hello kitty,eaaa..
Kalau Rita kebalikannya, wajah Hello Kitty tapi hatinya wonder woman" ucap Dewa tertawa.
"Oiya terimakasih ya tadi sudah ditolong" tambahnya lagi
"Sama-sama kak, habis saya kesal, sama orang yang ga tahu apa-apa langsung menyerang orang lain, hampir saja saya tendang lg dia."
"Eh, kenapa Wa?"tanya Tomi
"Laki-laki muda itu suami ibunya Rani. Bedanya 20 tahunan. Dia nampar gue Tom, eh diplintir tangannya sama Rita."
"Waduhhh..Lo ga papa Wa?"
"Ya ga pa-pa lah, cuma agak kaget saja,"
"Kok,Kakak tahu itu suaminya Ibunya Rani?"
"Saya pernah antar Rani pulang ke rumah terus Rani minta diturunkan jauh dari gerbang rumahnya, orang tadi sudah nunggu di depan gerbang. Rani ga suka sama orang itu, kayaknya orang tersebut melorotin harta mamanya Rani deh, sampai mobil peninggalan ayah Rani di jual, untuk dia. Karena dia sering!mesra2-an sama ibunya di rumah, si Rani ga betah, jadi kabur-kaburan"
"Sampai sebegitunya ya,kak Rani"
"Entahlah, itu versinya Rani, gak tahu deh versi ibunya"
"Terus Wa, kenapa Rani jadi bandel kayak gitu? Senang main sama om-om? Eh lo belom cerita tadi kenapa dia bisa dekat sama lo."tanya Tomi
"Rani suka sama lo Tom, makanya dia desperate banget pas lo jutekin dia, sampai dia nyebarin rumor lo ga suka perempuan. Itu supaya ga ada ciwi2 yg ngejar lo."
"Suka sama gue, bukannya ngasih perhatian yang bener malah ngebully orang, lo ingetkan si Heny yang sampai keluar dari sekolah gegara dibully sama Rani and Gangnya?"
"Nah, ini kayaknya si Rani itu kena karmanya deh. Jadi tadinya dia punya cowok dari SMP, cuma pacarannya parah banget sampai berhubungan badan. Rani pernah diperas sama cowoknya, kalau mutusin dia, foto-foto bugil dia mau disebar ke medsos. Rani sampai stress.
Makanya Rit, kalau sayang sama cowok jangan terlalu, karena perasaan itu mudah berubah, apalagi sampai memberikan mahkota paling berharga. Rani sangat menyesal, selain itu dia juga pernah dipaksa melayani teman2 cowoknya.
Hadeuuhh tu anak..kasihan banget hidupnya" cerita Dewa
Rita gemas mendengar cerita tersebut,matanya memerah.
"Hih, senpai, kalau Rita ketemu sama cowoknya itu, Rita bikin bonyok tu orang, Rita buang HP nya supaya ga bisa untuk meras kakRani lagi." Katanya marah.
"Itu Rita, kalau Rani lain, ayah ibunya bercerai ketika. Usianya masih 8 tahun"
"Saya juga kak"
"Dia dibesarkan oleh ayahnya, sampai berumur 11 tahun"
"Saya juga, dibesarkan ayah, tapi saya ga begitu"
"Lalu ayahnya meninggal, kamu tahu kan yang pesawat Singa Air yang hilang itu? Nah papanya naik pesawat itu. Akhirnya Rani diasuh mamanya yang sudah menikah lagi dengan laki-laki tadi "
"Dia pernah curhat, ibunya seperti ga suka ada dia di rumah. Apalagi papa tirinya. Kasus foto porno itu sempat ditangani polisi, itu lho pamannya Lisa. Pamannya yang menangkap cowok itu. Rani terjaring operasi asusila, masih dibawah umur sudah terlibat prostitusi. Dengan bukti2 di Hp mantan cowoknya jadi dia dibebaskan.
Selain di bawah umur juga karena diperas, jadi diserahkan kepada ortu nya. Wahh.. mamanya marah besar, pernah diusir dia, lalu ngungsi di rumah kakak satu minggu. Selama itu dia cerita supaya dikasihani."
"Bo-nyok lo dan Isye gak tahu?
"Mereka lagi tour ke Eropa, gue ditinggal gegara paspor gue kadaluarsa, trus visa gue telat keluar, jadi deh gue ga ikut."
"ART lo pada tahu kan?"
"Mereka kan ga nginep, pulang hari jadi ga tahu ada yg nginep di kamar Isye. Ternyata mamanya nyesal sudah ngusir, nyari2 Rani, dia pulang sendiri. Terus cerita nginep dimana di rumah Dewa katanya, makanya tadi patirnya gampar kakak."
"Patir?" Tanya Rita bingung
"Papa Tiri." Sambung Tomi
"Yakin lho ga ngapa-ngapain sama dia? Cuma berdua 1 minggu lagi. Berduaan biasanya orang ketiga setan😈,"Tomi dan Dewa melihat Rita melalui Kaca spion tengah..
"Kog aku sih setannya??" Katanya protes.
"Hahaha.." Tomi dan Dewa tertawa bersamaan, rupanya mereka menggoda Rita.
"Tapi Kak Rani cantik banget lho, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang, itu lho wajahnya mirip artis cantik yang meninggal kecelakaan itu."
"Nah itu dia Rit, karena dia mirip artis yang sudah wafat makanya, kakak malah takut dibandingkan nafsu."
Mereka bertiga tertawa geli.
"Pernah ni, lagi hujan, tiba-tiba dia ngetuk pintu kamar, gue buka dikit dong, dia pakai kaos putihnya sama celana pendek nya Isye, kan kekecilan tuh, menggoda banget kan, trus dia ngomong dengan nada manja gitu, katanya takut petir. Lah..dia pikir gue ga takut apa?
Gue kasihin headphone gue saja, gue dorong keluar..eh dia ngetuk pintu lagi. pas gue buka, Gue sodorin al Qur'an ke jidatnya, gue bilang
"Pergilah Rani, jangan ganggu orang yang masih hidup!"
Eh dia balik ke kamar isye marah2. Besoknya dia pulang😁"
Tomi meminggirkan mobilnya sejenak lalu tertawa kencang,..Rita juga ikutan tertawa.
"Asli deh Kak Dewa, kalau Endah tau, ternyata kakDewa ga se-cool pikirannya, kayaknya bakal ga ngefans lagi deh."
"Oh, Endah ya, tu anak modus banget pengen belajar matematika, katanya kak Dewa kan Pinter. Kalau Matematika,Tomi rajanya, saya mah cuma rakyat jelata..lagi pula dia ga nyimak omongan saya, malah ngeliatin muka saya terus,.. kayaknya ga ngeh deh, saya ngajarinnya bener apa engga."
"Seperti nya demikian kak, dia masih bingung sama soal matriks, katanya kog malah jadi ga ngerti sama sekali ya, ya udah deh nanti ke rumah kakDewa lagi, malah girang dia." Ucap Rita sambil nyengir
"Lo sih Wa, ramah itu baik, tapi kalau terlalu ramah malah bikin orang salah sangka, disangkanya lo ada rasa sama mereka, iya kan Rit?"
"Betul Kak!"
"Kalau gitu saya jutek aje deh kayak Tomi,.. ha-ha-ha"
Mereka tertawa bareng menuju rumah Rita.
__ADS_1