Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 172: Kegabutan Daniel


__ADS_3

Rita dan Daniel sudah seminggu sejak kepulangannya dari Korea. Daniel dinonaktifkan dari semua kegiatan kantor selama 14 hari kerja.


“Sayang?” Tiba-tiba Daniel terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 7.30 pagi, hari itu hari pertama ia tidak ke kantor


“Rita sayang!” panggilnya dari ranjang, tidak ada jawaban sama sekali. Dengan malas ia bangun dari ranjang kemudian keluar dari kamarnya. Apartemennya luas tak bersekat, kecuali ruang tidur yang menjadi satu dengan walking closet. Ia melihat ke ruang makan, dilihatnya sarapan di atas meja bersama sebuah pesan :


“Aku ke Toko, kamu istirahat saja di rumah ya!, love you muach!!!” Daniel tersenyum membaca pesan itu, ia pun duduk di kemudian mulai meminum juice jeruk yang mereka beli dari pulau Jeju


“Hmm...segar!” Daniel melihat juicer yang langsung mengekstraksi buah tanpa dikupas. Ia penasaran dengan cara kerja alat tersebut, sebelumnya ia mencuci beberapa jeruk dengan alat pembersih buah dan sayur hadiah dari Andi. Kemudian ia menyalakan ekstraktor tersebut dan mulai memasukkan jeruk-jeruk tersebut. Hanya butuh beberapa menit juice jeruk telah jadi. Ia meminumnya lagi, masih banyak yang tersisa, ia masukan kedalam botol kosong yang sebelumnya ia cuci dahulu lalu ia taruh di lemari pendingin. Setelah itu Ia membersihkan sisa-sisa jeruk tadi beberapa menit kemudian ia mulai merasa lapar.


Ia membuka tudung saji elektrik yang menjaga makanan tetap hangat. Ia pun makan dengan lahap. Selesai makan, Ia melihat alat pencuci piring


“Sejak kapan ia beli ini?” Daniel menggaruk kepalanya, kemudian ia memasukkan alat masak yang belum dicuci ke dalam mesin. Kira-kira 5-7 menit alarm berbunyi, tanda pencucian selesai. Ia melap semua alat masak dan menaruhnya di lemari. Daniel kaget melihat lemari dapur yang masih kosong, sementara di tempat lain justru penuh.


Dengan sabar ia menata barang-barang dapur dan menuliskan label, agar Rita mudah mencarinya. Urusan dapur telah selesai, waktu menunjukkan pukul 8.30 pagi, ia merasa waktu berjalan lambat. Ia beristirahat sejenak di sofa sambil membaca berita dari tabletnya, tak berapa lama ia tertidur. Ia terbangun mendengar bel pintu berbunyi.


“Ya?” membuka pintu apartemen


“Paket pak!”


“Oh iya, terima kasih” Daniel menandatangani bukti penerimaan paket, ia membaca paket tersebut


“hmm...untuk Rita” , Ia meletakannya di meja samping ranjang mereka


“Ah lantai ini kotor sekali!” ia pergi ke ruang agak ke dalam yang disebut gudang. Betapa kagetnya ia, di situ banyak alat elektronik.


“Wahh...apa-apaan nih?” Daniel menyalakan lampu gudang kemudian melihat susunan alat elektronik yang berjajar rapi.


“Ha!! Ini!” Daniel mengambil vacuum cleaner wireless, kemudian ia mulai membersihkan karpet di kamar mereka setelah selesai ia pergi ke bagian dapur dan ruang tamu


“Wah alat ini bisa untuk ngepel juga!” Daniel membaca petunjuknya, kemudian ia mulai memvacuum dan mengepel lantai dapur. Dari situ ia membersihkan ruang tamu dan gorden-gorden, Ia sangat menyukai alat serbaguna itu. Satu jam kemudian rumah telah bersih dan rapi. Ia berdecak kagum dan menyimpan kembali alat tersebut di tempatnya.


“Hmm...bau keringat nih” ia segera ke kamar mandi untuk mandi dan bercukur. Ketika selesai mandi ia masuk ruang laundry untuk menaruh pakaian kotornya. Ia mendapati pakaian yang belum sempat dicuci Rita. Daniel membaca petunjuk pemakaian mesin cuci dan takaran sabun, pengharum dan pelembut yang dibuat istrinya. Ia mengikuti petunjuk itu, lalu memasukan pakaian kotor ke mesin cuci. Setelah beberapa tombol diputar, mesin pun mulai bekerja. Daniel melihat mesin yang bergerak mencuci pakaian mereka, ia jadi paham mengapa istrinya sangat menyukai menatap mesin cuci yang sedang bekerja. Selama mesin bekerja, ia menyibukan diri membuat sketsa perhiasan di ruang kerjanya. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Daniel kembali tertidur di meja kerjanya, ia terbangun mendengar alarm mesin cuci tanda pakaian selesai dicuci. Kemudian ia memindahkan pakaian tersebut ke pengering dan menyetingnya sesuai petunjuk di pengering. Ia kembali memasukan pakaian sisa yang belum tercuci.Ia melakukannya 3x, karena pakaian kotor yang begitu banyak. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.30, Rita menelponnya


“Sayang!, maaf aku belum bisa pulang, tokoku lagi jadi tempat syuting film untuk 3 hari ke depan, kamu bisa makan siang sendiri kan? Kimchi dari mama ada di kulkas kok!”


“Iya Sayang, gak usah khawatir, lanjutkan saja!”


“Baiklah, dah!” Ria menutup telponnya, Daniel kembali ke ruang laundry lalu mulai melipat baju-baju dan menaruhnya dengan rapi di lemari pakaian. Setelah selesai ia sholat dzuhur, ia makan siang. Setelah itu Ia duduk di ruang tengah untuk menonton film di tv layar lebar. Ia membeli beberapa film action, dan menontonnya. Kira-kira 2 film ia habiskan hari itu, ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.


“ahh..ngapain lagi ya?” ia bingung harus ngapain. Setelah sholat Ashar, ia kembali ke ruang kerjanya dan mulai kembali membuat sketsa. Ia sangat serius dengan pekerjaannya, hingga ia tidak mendengar Rita telah kembali. Rita begitu lelah, hingga ia tertidur di sofa.


“Yang? Panggil Daniel membangunkan


“Ah, iya! Aduhh..aku belum mencuci piring dan pakaian!” Rita melompat dari sofa


“tenang, Yang! Semua sudah aku kerjakan!”


“Benarkah?”


“Iya, hari ini, aku mencuci semua alat dapur, merapikan dapur, mencuci pakaian, dan melipatnya serta membersihkan semua yang di dalam apartemen ini!”


“Benarkah? Apa sampah sudah di buang?” tanya Rita


“Oh iya!” Daniel segera mengeluarkan sampah dari dapur, dan beberapa tempat di apartemen mereka


“terima kasih ya sayang! Kamu baik sekali!” Rita kembali rebahan di sofa


“Yang, sudah waktu maghrib, mandi dulu gih, lalu sholat!”


“Ah iya ya?” dengan malas Rita langsung mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi. Ia sangat terkesan dengan pekerjaan suaminya dalam merapikan rumah.


Selesai mandi, ia pun sholat Maghrib, setelah itu ia mulai tilawah. Satu jam kemudian masuk waktu Isya, Daniel pergi ke mesjid terdekat sementara Rita sholat Isya di rumah.


Pukul 8 malam, mereka telah berkumpul di ranjang, masing-masing terlihat sangat lelah


“Yang, Aku mengerti betapa membosankannya diam di rumah!” ujar Daniel, ia baru merasakan lelahnya dengan aktivitas hari itu


“Hahaha,..iya memang kadang-kadang begitu”


“Tapi aku juga mengerti, pekerjaan kita dipermudah dengan alat-alat pembersih canggih itu!”


“Hahaha...kamu suka juga ya? aku mengagumi teknologi karena mempermudah iya gak?”


“Aku ngerti deh, jadi alat-alat ini jadi mainan kamu di rumah ya?”


“Iya, di toko apalagi. Aku baru saja membeli alat pembulat adonan juga pembuat kopi”


“hmm...memangnya alat itu sangat dibutuhkan?”


“aku berniat menambah item rotiku dengan menambahkan menu baru, yaitu pizza! Nah itu alat pembulatnya”


“Uangmu habis dong!”


“Aku menghitung keuntungan beberapa bulan ini, setelah dikurangi ongkos-ongkos, lumayanlah!”


“Kamu juga menghitung pajaknya kan?”

__ADS_1


“Tentu saja! Aku meminta kak Andi membuat aplikasi kasir dan penghitung pajak, jadi aku tinggal memasukkan angka-angka saja!”


“Andi bisa membuat itu?”


“Kak Andi punya tim developer untuk program akunting dan perpajakan. Sasaran mereka pengusaha baru seperti aku! Jadi aku jadi kelinci percobaan!”


“Kamu bayar untuk aplikasi itu?”


“Tentu dong!, aku menghargai jerih payah mereka. Aku juga sudah mengujinya ke kantor pajak. Dan jumlah pembayaran pajak tokoku tepat!”


“Kamu sungguh hebat Yang!” puji Daniel


“hehehe!...bagaimana hari mu?” tanya Rita


“Hmm...pagi ini aku minum juice yang kamu buat, karena enak aku buat lagi. Kemudian aku membersihkan alat-alat masak yang belum sempat kamu cuci di dish washer. Lalu menyusunnya di lemari. Kemudian aku melaundry pakaian kita yang kotor. Lumayan banyak ya. setelah kering semua aku lipat dan masukkan ke lemari. Setelah itu aku memvacuum semua ruangan dan mengepel dengan alat yang sama!”


“Wah hebat, kamu betul-betul suami teladan!”


“Oh iya Yang, masih ada 13 hari lagi. Apa besok aku mencuci lagi?”


“Jangan Yang!, kapasitas mesin cuci itu 8kg, kalau cucian belum mencapai itu sebaiknya jangan mencuci!”


“Kenapa?”


“Sayang listriknya!, kalau di rumah kakek mereka menggunakan energi listrik tenaga surya, jadi berapa kalipun kita mencuci kita gak usah mikir dengan tagihannya. Tapi kalau di sini..wah aku ngeri deh dengan tagihan listriknya”


“Ohh begitu”


Karena kelelahan, keduanya terlelap.


Hari kedua di rumah


“Assalammu’alaikum pak Aldy!” Daniel menelpon temannya


“Wa’alaikummussalam!, kamu sudah di Singapur kah?” tanya Aldy


“sudah dari seminggu yang lalu. Bagaimana, hari ini kita nge-gym bareng?”


“Wah maaf nih Niel, aku dan keluarga lagi pulang ke Makassar, mungkin sebulan lagi kita kembali ke sana”


“sebulan? Lama amat?”


“Istriku lagi libur semester, dia bilang kangen sama Indonesia, jadi kami kembali dulu”


“Ohh begitu, baiklah! Kabari ya kalau sudah kembali kemari!”


“Oke!”


“hhh...” desahnya, ia bingung harus berbuat apa, apartemen telah bersih, kemarin ia membersihkannya dengan sangat baik. Akhirnya ia memutuskan untuk jogging. Ia mengenakan pakaian jogging, earphone serta kacamata raybandnya. Daniel sangat cuek dengan sekitarnya, ia hanya jogging dan mendengarkan musik melalui earphonenya, tujuannya taman di dekat apartemen. Cara jalannya yang gagah dan penampilannya yang keren, menarik perhatian beberapa wanita yang ia lewati. Mereka menyangka Daniel adalah artis Korea yang sedang liburan di Singapura.


“Eh itu Kang Daniel bukan?” pengunjung di D’Ritz melihat Daniel yang melewati toko


“Hah? Masa sih? Kog gak ada kabar dia liburan kemari?” ujar temannya yang merupakan anggota fanclub Kang Daniel, Danity.


Waitress di D’Ritz juga pada ribut melihat Daniel yang sedang berjalan menuju taman


“Bu Rita!, ada artis Korea lho di sini!”


“Hah? Masa? Mana...mana?” Rita yang merupakan fans berat Kpop dan K Drama juga ikutan tertarik


“Itu tuh! Yang pakai baju orange dan celana hitam!” ujar karyawannya


“Sebentar!” Rita mengambil teropong dari laci kerjanya


“hah? Ibu punya itu?” tanya karyawannya heran


“Tentu dong!, waktu toko ini belum ramai, aku sering melihat ke jalan dengan ini!” ia mengarahkan teropongnya ke orang yang ditunjuk karyawannya. Ia sangat terkejut,


“Daniel?” gumamnya dalam hati, ia memperhatikan suaminya dari kejauhan


“Tadi nama artisnya siapa?” tanyanya


“Kang Daniel!, dia centernya KPOP Wanna One, ganteng banget bu.”


“Wanna One? Bukannya sudah bubar?”


“Iya, sekarang Kang Daniel solo karier, dia juga membuka agensinya sendiri, hebat lho, padahal masih muda!”


“Oh ya? usianya berapa?”


“26 tahun!”


“Sama seperti suamiku” gumam Rita dalam hati. Tapi ia senang mengaguminya dari jauh. Tapi ia mulai kesal melihat beberapa wanita muda mendekatinya dengan genit.


Daniel berjogging setiap pukul 8 pagi dan kembali pukul 10, setiap itu pula beberapa perempuan berkumpul di tokonya Rita hanya untuk melihatnya lewat. Rita merasakan penjualan di tokonya meningkat sejak suaminya jogging.


Malam harinya,

__ADS_1


“Yang, besok kamu jogging lagi?”


“Hmm...entahlah, aku mulai bosan!”


“Hmm...mungkin kamu bisa mencoba olah raga lain!”


“Misalnya apa?”


“Bersepeda mungkin? “


“Hmm...iya juga ya? kamu mau ikut?”


“Enggak ah, toko sedang ramai. Aku ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, selama kamu masih bertugas di sini”


“baru seminggu aku di apartemen, bosan banget. Aku bisa membayangkan kamu yang mengalaminya!”


“Nahh...tapi aku sih santai saja, toh sekarang sudah ada toko roti ini.”


“Kamu jangan terlalu capek ya, nanti keguguran lagi bagaimana?”


“Hah? Kamu tahu?”


“Tentu dong!, aku heran kenapa kamu menyembunyikannya dari suamimu ini?”


“Sebenarnya aku takut kamu kecewa lagi, jadi aku pikir nanti deh jika kandungan ini berjalan 3 bulan, baru deh kamu aku kasih tahu”


“Tapi kalau kamu gak bilang sedang hamil, kamu bisa aku serang terus lho!”


“Hahaha...iya juga ya? tapi kayaknya frekuensi bercinta kita berkurang kan? Mungkin kita sama-sama kelelahan!”


“Mungkin juga, tapi kamu sudah ke dokter?”


“Sudah!, mereka juga mengukur perkembangan janin, mereka bilang normal kok!”


“kenapa gak ngajak aku?”


“Hahaha...kamu nanti freezing lagi, bikin malu!” Rita tertawa mengingat reaksi suaminya dulu


“Iya ya!, pokoknya kamu gak usah capek ya? soal cucian, serahkan sama aku! Aku suka kok nyuci atau membersihkan rumah!”


“Terima kasih sayang! Kamu baik banget!” Rita mencium pipi suaminya


“btw, usia kehamilannya berapa minggu?”


“Hmm...tiga minggu kalau gak salah!”


“Tiga minggu ya? berarti? Wahh....jadi kita membuatnya di Korea ya? entah di Everland atau di pulau Jeju!...Wah..Korea memang hebat!”


“Apaan sih Yang , aneh saja deh!” Rita menggelitik pinggang suaminya


“hey! Kamu jangan nakal, nanti aku serang lho!” canda Daniel


“Kamu tahu dari mana aku hamil Yang?”


“hmm...aku mengunduh aplikasi menstruasi. Aku memasukkan tanggal terakhir kamu mens, seharusnya kan sudah mens, tapi kamu tetap sholat. Jadi aku curiga kamu hamil!”


“ooo begitu, kamu kok terobsesi dengan masa menstruasi aku ya?” tanya Rita heran


“Kan untuk kebutuhan aku juga, hehehe!”


“Kamu weirdo juga ya?” ujar Rita tergelak


“Haruskah aku beli sepeda?”


“Beli dong!, kan lagi trend tuh. Siapa tahu kamu bertemu kenalan baru gitu”


“Begitu ya? kalau kenalannya cewek gimana?” goda Daniel


“Hmm...jangan macam-macam ya? aku tinggalin lho!” ancam Rita dengan nada bercanda


“iya..ya..lagi pula istriku sudah cantik, masih muda pula. Ngapain aku cari lagi?” gumamnya


“Memangnya kamu berniat mencari lagi?” tanya Rita, ia mendengar gumaman suaminya


“Bukan begitu, tadi aku menonton talk show tentang kesetiaan lelaki dan perempuan. Seru sih, tapi juga miris. Karena zaman now, kesetiaan sudah menjadi sesuatu yang langka”


“Zaman now godaannya berat. Kakek bahkan pernah mengeluh, sekarang ini sulit mencari pegawai yang loyal. “


“Kakek yang mana nih?”


“Kakek Darmawan! “


“hmm...begitu” tiba-tiba bunyi notifikasi ponsel Daniel mengejutkan mereka


“Wah, besok aku dipanggil ke kantor Yang!” ujar Daniel, ia membaca pesan dari Davis


“Lebih cepat seminggu ya? Kamu segera tidur deh, takutnya kamu kesiangan!”

__ADS_1


“hmm...iya deh!” Daniel menarik selimutnya kemudian mulai tertidur, tak berapa lama kemudian Rita menyusul suaminya .


_Bersambung_


__ADS_2