
Daniel penasaran dengan gambar tato di punggung penyerang Radian. Ia menggambarkannya kemudian melakukan pencarian di google tetapi tidak ia temukan. Daniel segera kembali untuk melihat keadaan Radian
“Anda tidak apa-apa Pak?”tanyanya dengan nada cemas. Radian memegangi lehernya, ia sangat kaget dengan percobaan pembunuhan yang ia alami
“Apa sebaiknya Anda pindah dari rumah sakit ini pak?” tanya Daniel lagi, Radian masih shock dengan kondisinya
Daniel menyelidiki cctv RS dan memperhatikan pengunjung yang masuk ke kamar Radian, ia hanya menemukan orang dengan setelan hitam masuk melalui pintu darurat. Ia tidak mendapatkan kemajuan apa-apa dalam penyelidikannya. Keesokan harinya Radian diperbolehkan pulang,
“Daniel, aku ingin kamu menjadi pengawal pribadi merangkap asistenku. Dengan kejadian kemarin malam, aku semakin yakin seseorang menginginkan kematianku. Entah siapa, tapi kalau terang-terangan menyewa pengawal akan membuang banyak biaya, lagi pula aku sebal diikuti banyak orang, bagaimana Niel?”
“Draft perjanjiannya ada pak?” tanya Daniel, Radian memberikan map berisikan perjanjian kerja serta job deskripsinya.
“Jadi saya juga harus belajar menjadi asisten pak Radian?”
“Tentu saja!, kalau kamu hanya sebagai pengawal saja kamu tidak akan punya keahlian lain. Selain menawarkan pekerjaan, aku juga menawarkan ilmu padamu, bagaimana?”
“Bagaimana status saya di perusahaan?”
“Ya sebagai karyawan biasa, selain menerima gaji dan asuransi kesehatan kamu juga akan mendapatkan ekstra sebagai pengawal pribadiku”
“Baiklah pak, saya akan menerima penawaran Anda”
“Bagus Niel!, mulainya sekarang ya?” Radian menjabat tangan Daniel?
Sebulan kemudian,..
“Radian, kamu merekrut asisten baru?” tanya Darmawan, ia melihat Daniel yang duduk di ruang sebelah
“Iya Om, dia bukan orang baru!”
“Bukan? Hmm....kayaknya aku pernah lihat deh!” Darmawan mengintip dari celah tirai jendela
“Itu Daniel Om! Yang pernah menjadi baby sitternya Andi!”
“Hah? Daniel? Daniel Kang?” Darmawan langsung keluar menghampirinya, Daniel kaget dengan kedatangan Darmawan yang tiba-tiba, karena ia tidak melihatnya masuk ke ruangan Radian. Daniel langsung berdiri dan menyalami Darmawan dengan sopan
“Apa kabar Pak?” sapanya tersenyum, Darmawan memeluknya
“Baik Niel!!! Wah sempit sekali ya dunia, kamu kembali bekerja untukku!” Darmawan menepuk-nepuk punggung Daniel merasa senang. Kemudian ia mengajaknya ke ruangan Radian, mereka mengobrol bertiga
“oo, jadi kalian bertemu karena peristiwa itu? Aku lega Radian, kamu selamat!”
“Iya Om, aku gak menyangka ternyata menjadi informan itu bisa membahayakan jiwa, tapi Niel, informasi yang aku berikan itu secara diam-diam, seharusnya tidak ada yang tahu kalau informannya aku kan?”
“Betul pak, saya juga sudah melaporkan kepada atasan saya kalau ada pengkhianat di dalam interpol”
“Oh ya? apa reaksi atasanmu?”
“Beliau menggunakan SWAT pak untuk menggerebek gudang penyekapan itu, beliau khawatir rencana penggrebekan itu akan bocor. Dan benar saja, karena mendadak, kami berhasil menyelamatkan beberapa orang yang disekap”
“Beberapa orang? Jadi sebenarnya mereka kelompok penculik atau bagaimana?” tanya Darmawan bingung
“Mereka orang sewaan Pak, bertindak sesuai pesanan klien mereka,jika klien menginginkan yang diculik mati, mereka akan mengeksekusinya di tempat tersembunyi sehingga orang tersebut akan menghilang tanpa jejak”
“Wah hampir saja kamu hilang Radian!” ujar Darmawan lagi, wajahnya tampak lega
“Tapi Niel kamu juga sebelumnya diculik mereka kan? Atau kamu sengaja supaya mereka tangkap?” tanya Radian
“Saya sama sekali tidak mengetahui akan diculik pak, apalagi saat itu kontrak saya dengan perusahaan pengawalan seminggu lagi selesai. Setelah saya pikir dan selidiki kemungkinan besar karena saya juga menjadi informan interpol.”
“Kamu termasuk informan juga?” tanya Darmawan bingung
“Saat itu, saya baru selesai pelatihan menjadi bagian interpol pak, tugas saya yang pertama mendapatkan info keterlibatan Cal.Industry pada beberapa pelanggaran hukum di berbagai negara”
“Padahal hukumannya tidak berat lho!, aku dengar Cal.industry hanya dikenakan denda untuk pelanggaran-pelanggaran tersebut, tapi kenapa mereka tega untuk mengorbankan nyawa ya?” ujar Darmawan lagi heran
“Iya Pak, kami sebagai penegak hukum juga agak kecewa dengan hukuman tersebut, mengingat ketika mengumpulkan banyak bukti, nyawa kami menjadi taruhannya” ujar Daniel dengan suara menyesal
“Tapi aku bersyukur Niel, karena hal tersebut kamu justru bertemu Radian!”
“Benar Pak!” Daniel tersenyum, kemudian ia pamit karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan
“kelihatannya Om sangat menyukainya ya?” tanya Radian, karena pandangan Darmawan tidak putus melihat Daniel keluar dari ruangannya
“Aku sangat mengagumi anak itu! Dia pemberani. Kamu tahu kasus apa yang menyebabkan ia harus keluar dari Korsel?”
“Apa Om?”
“Selain ia membela ibunya, ia juga membahayakan posisi orang yang berpengaruh di Korsel”
“Maksudnya Om?”
“hmm...Daniel terlibat perkelahian ketika ia membela seorang gadis yang hampir diperkosa oleh sekelompok orang. Yang ternyata otaknya adalah anak dari salah satu petinggi di Korsel. Ibunya memohon pada kami untuk membawa Daniel keluar dari Korea, saat itu usianya masih 17 tahun”
“Kami? Selain om siapa lagi?”
“Kak Sugiyono!”
__ADS_1
“Ooh Om Sugiyono juga ada di Korea?”
“Iya, kami bekerja sama untuk menjajal pasar Korea, ayah Daniel banyak membantu kami saat itu. Kak Sugiyono memiliki teman-teman di dunia kelam, dengan beberapa ribu won, kami menyelundupkan Daniel ke Kanada dan menjadikannya warga negara sana.”
“Karena itu dia gak pernah lagi menginjakkan kaki ke tanah kelahirannya?”
“Selama orang itu dan para komplotannya memegang posisi penting, akan sulit baginya”
“Tapi kejadian itu sudah bertahun-tahun kan?”
“Iya, kami juga lost kontak dengan ibunya Daniel, ia pernah bilang, meskipun nyawa taruhannya beliau tidak akan membocorkan siapa yang membantu Daniel keluar dari Korea”
“Bagaimana dengan si korban? “
“Yang aku dengar keluarganya menemukannya meninggal, ditemukan surat bunuh diri karena depresi. Sungguh aneh, ia bunuh diri menjelang persidangan.”
“Kasihan sekali ya, sepertinya sia-sia Daniel mengorbankan dirinya untuk membantu gadis itu”
“Kalau menurut pihak keluarga, sepertinya seseorang memaksanya minum racun.”
“Apa Daniel tahu yang menimpa gadis itu ?”
“Tentu saja, karena itu, ibunya meminta kami menyelundupkan Daniel keluar dari Korea, sehingga ia tidak perlu bersaksi di pengadilan!”
“Kenyataan hidup kejam sekali ya Om, syukurlah Daniel mendewasa menjadi orang baik !”
“Iya, aku pikir juga begitu , seandainya aku punya cucu perempuan, aku akan menjodohkannya dengan Daniel!”
“Om Sugiyono punya banyak cucu perempuan kan?”
“Iya, Setelah kejadian itu kak Sugiyono langsung kembali ke Indonesia, ia mewajibkan semua anak dan cucunya bela diri! Dia bilang setidaknya mereka mati dalam keadaan membela dirinya sendiri”
“Oh iya , tadi setelah Kalian berhasil menyelundupkan Daniel ke Kanada, bagaimana Om dan Daniel bisa bertemu lagi?”
“Mungkin kami berjodoh! Daniel menyelamatkan mobilku yang dibajak orang, aku sudah bilang tidak usah mengganti kerusakan, tapi ia merasa sangat tidak enak sudah merusak mobilku. Akhirnya, aku menjadikannya baby sitter Andi dan menyuruhnya melanjutkan sekolah”
“Mungkin memang benar tali takdir kita dan Daniel saling bersimpangan” ujar Radian
“Aku bilang ke kak Sugiyono, sayang sekali lelaki sebaik Daniel dibiarkan, tidak menjadi keluarga kita maksudku. Aku menyarankannya mempertemukannya dengan salah satu cucu perempuannya”
“Bagaimana reaksi Om Sugiyono? Kelihatannya Daniel tidak masuk kriteria cucu mantu idamannya?”
“Belum saja!, beberapa tahun ke depan, ia akan menjadi orang hebat, Aku yakin!”
“hmm...apa Om tidak berlebihan menilai Daniel?” tanya Radian agak iri
Radian mengingat-ingat
“Aku mendengar ibunya sedang kesulitan keuangan, lagipula Daniel membantu salah seorang temanku keluar dari kesulitan!”
“Nah!!! Anak itu sangat baik kan? Biasanya alam ini tidak akan membiarkan orang baik itu tersia-sia, kita lihat saja deh beberapa tahun ke depan!” ujar Darmawan lagi
“Oh iya, tentang cucu Om Sugiyono gimana?”
“Beliau bilang, jika Daniel akan sehebat yang aku pikir, ia mau menjodohkannya dengan cucu yang paling ia sukai!”
“Paling ia sukai? Wah pilih kasih dong?”
“Kak Sugiyono bilang ,cucu yang itu selain tomboy, pemberani juga yang paling cantik diantara semua cucu perempuannya!”
“Om pernah melihatnya?”
“Mungkin juga ya? waktu itu pernah ada gadis kecil menukar koperku di bagasi dengan dirinya, anak itu sangat manis.”
“Om gak nanya namanya?”
“Ria apa ya? aku lupa tapi ia memanggilku kakek tampan!” Darmawan tertawa geli mengingat cucu tomboy itu.
“Kakek tampan? Hahaha! Aku penasaran, kalau sudah besar seperti apa dia?” ujar Radian memikirkannya
“Oh iya, kamu bilang tadi Daniel itu masih di interpol?”
“Iya Om, apa om butuh bantuannya?”
“bukan aku, tapi kak Sugiyono. Kalau kamu tidak ada urusan penting dengan Daniel beberapa hari ini, pinjamkan dia ke kak Sugiyono, suruh Daniel ke Jakarta untuk bertemu dengannya!”
“Lebih tepatnya kapan Om? Soalnya Kami akan ke Jepang minggu-minggu ini!”
“Yaa,..sebebasnya Daniel saja!, kalau kamu sudah tidak memerlukan dia untuk sementara!”
“Baik Om!”
Sementara Daniel, yang masih bertugas di Interpol sebagai agen lapangan, sesekali mengintip orang-orang Interpol yang memiliki tato di punggungnya, hingga pada suatu hari
“Niel! Aku dengar kamu menjadi karyawan di Dar.Co?” tanya Ethan Hawke, atasannya
“Betul Pak! Sambilan saja!” ujar Daniel, mereka sedang berada di ruang sauna
__ADS_1
“Mungkin sebaiknya kamu jadi karyawan saja Niel, selain gaji dan tunjangannya baik, juga lebih aman kan? Oh ya, penangkapan penyelundupan pekerja ilegal kemarin, aku dengar kamu sempat berkelahi dengan salah seorang pelaku?”
“Iya pak!, kaget saya, ini membuktikan seseorang benar membocorkan tentang rencana penangkapan tersebut!”
“bagaimana?”
“Saya belum menunjukkan identitas apapun, bahkan baru akan menanyai eh dia sudah kabur duluan, saya di seruduk!”
“Kamu gak apa-apa Niel?”
“Cuma lecet di tangan, jadi saya segera mengejarnya, ia sempat melawan tapi saya bisa mengatasinya!”
“Kamu memang hebat Niel!, latar belakangmu sebagai pengawal benar-benar membantu ya?”
“Iya Pak! Kami dilatih ala militer! Karena klien kami juga orang istimewa!”
“Padahal kamu masih sangat muda ya, aku duluan ya?” Ethan keluar dari ruang sauna, ia membuka handuknya untuk mengelap keringat di wajahnya. Betapa kagetnya Daniel, ia melihat tato itu dipunggung Ethan. Ia pun mulai mengingat kembali beberapa kejadian belakangan, hingga ia memutuskan untuk memancingnya
“Selamat siang pak!” Daniel datang ke ruangan Ethan
“Siang, ada apa Niel?”
“Saya mau minta ijin beberapa hari pak!”
“Ijin kemana?”
“Saya akan terbang ke Jepang pak, menemani pak Radian untuk pertemuan bisnis di sana!”
“Apa laporan tentang penangkapan beberapa waktu lalu sudah kamu selesaikan?”
“Siap pak, sudah!” Daniel memberikan laporan tersebut
“Hmm..sebentar ya Niel, saya cek dulu....hmm...permintaan kerjasama penangkapan koruptor dari Indonesia banyak nih Niel!, mungkin kamu bisa bawa profil dan foto mereka, siapa tahu kamu berpas-pasan dengan mereka di Jepang!”
“Siap Pak!” Daniel segera keluar dari ruangan Ethan, ia memikirkan cara untuk membuktikan bahwa Ethan lah penghianat di interpol
Malam hari menjelang keberangkatan ke Tokyo, ia sama sekali tidak bisa tidur padahal ia sudah harus bersiap esok pagi. Ia bangun dari ranjangnya dan membuka lemari esnya. Ia mengambil sekotak susu, lalu menuangnya ke gelas. Ia minum susu untuk memberikan rasa kantuk setelah itu ia kembali ke ranjangnya. Ia pun mulai terlelap, ia bermimpi dikejar-kejar seseorang. Ia berlari terus hingga terengah-engah , dalam alam bawah sadarnya ia tahu sedang bermimpi, tetapi ia tidak dapat bangun dari mimpinya. Tiba-tiba ia berada di suatu tempat yang gelap, ia tidak bisa melihat apapun, ia semakin tenggelam dalam mimpi buruk , ia berteriak-teriak minta tolong hingga seorang gadis membawa sebuah lentera ditangan kanannya.
“Ssttt!..jangan berisik! Ayo ikuti aku!” ujar gadis dalam mimpinya . gadis itu berperawakan sedang dengan kulit agak putih, ia menarik Daniel yang terjatuh dalam kubangan mimpi buruk. Kemudian ia menyuruh untuk mengikutinya. Daniel menurutinya, ia mengikuti gadis itu, hingga sampai di suatu tempat, gadis itu menunjukan jalan keluar yang terang. Daniel sangat lega, ia langsung berlari menuju jalan itu, kemudian ia teringat belum berterimakasih pada gadis itu, ketika ia berpaling gadis itu telah menghilang. Daniel terbangun dari mimpinya, hari telah pagi.
“Selamat Pagi Niel!” sapa Radian
“Selamat pagi Pak!” jawab Daniel
“Kamu gak apa-apa ? kelihatannya kamu kurang sehat?”
“Saya sehat kog pak, hanya kurang tidur saja!”
“Hmm...apa tugas dari interpol sulit?”
“Tidak pak! Saya sudah minta ijin untuk berangkat ke Tokyo, saya bahkan ditugaskan untuk mencari para koruptor kakap asal Indonesia di sana!”
“Aku sih ragu Niel, koruptor Indonesia ke Tokyo!”
“Kenapa Pak?”
“Biaya hidup di Tokyo sangat tinggi. Mereka pasti lebih memilih negara yang biayanya lebih murah!”
“Begitu ya Pak? Mungkin ini keinginan atasan saya supaya saya tidak seenaknya di Tokyo”
“hahaha..bisa jadi!, eh Niel, nanti sepulang dari Tokyo, kamu langsung terbang ke Jakarta ya?”
“Ada apa ya Pak?”
“Kamu ingat pak Sugiyono kan?”
“Tentu saja ingat pak!”
“Nah, beliau sangat membutuhkan bantuanmu!”
“Pada saat itu, tidak ada tugas dari Anda pak?”
“Tugas dari saya ya itu, temui pak Sugiyono!”
“Baik pak!”
Selama beberapa hari di Tokyo Daniel tidak menemukan hal yang aneh, pertemuan bisnis Radian berjalan dengan mulus tanpa kendala. Ia sangat lega kecurigaannya terhadap atasannya semakin kecil. Setelah dari Jepang, ia terbang menuju Jakarta-Indonesia. Ia datang dengan taksi yang membawanya ke rumah besar Sugiyono. Ketika taksinya memasuki halaman rumah, sayup-sayup ia mendengar suara seorang anak perempuan berteriak-teriak
“Ayah!!! Kembali dengan selamat ya!!”
Seseorang di dalam taksi berteriak membalas
“Rita turun!! Nanti kamu jatuh!!!”
Daniel yang sibuk dengan tabletnya hanya mendengar kedua orang itu saling berteriak, tapi tidak melihat wajah mereka.
-bersambung-
__ADS_1