
Pukul setengah dua dinihari Daniel terbangun, seseorang menggerakkan lengan kirinya, ia menoleh ke sebelah kirinya
“Masya Allah! Ranna, kamu sudah bisa tengkurep!” bisiknya
“Aaa..aaa...aaa” Ranna tersenyum, Daniel mengangkatnya
“Kita rahasiakan dari mami ya? Wahh..kamu pup ya? yok kita ganti baju!” Daniel segera bangkit dari tempat tidur dan menggendong Ranna, Rita masih terlelap karena kecapekan. Daniel membawa Ranna ke kamarnya
“Wahhh...Ranna !!! kamar kamu bagus sekali!!” Daniel meletakkan Ranna di box bayi, sementara ia menyalakan bathtube bayi super canggih. Di situ ada display yang menunjukkan suhu air yang aman untuk bayi. Perlengkapan mandi, bahkan tempat sampah khusus untuk popok juga tersedia. Beberapa menit kemudian, bath tube sudah terisi, Daniel membuka pakaian Ranna.
“Suhu di sini aman Ranna, kamu mandi sebentar ya??” Dengan telaten Daniel membersihkan tubuh Ranna, sementara ia asyik bermain dengan boneka bebek karet.
“Oke! Kamu telah bersih tuan putri, sekarang berpakaian!” Daniel memencet tombol bathtube yang otomatis mengeringkan sendiri
“Kita harus punya ini ya Ranna!” Daniel melihat kecanggihan bathtube tersebut. Ia membungkus Ranna dengan handuk besar agar tetap hangat, kemudian membedakinya, memberi minyak kayu putih lalu memasang popok. Ranna masih bermain dengan bebek karetnya. Setelah Ranna rapi, Daniel duduk di pojok untuk memberikan Ranna ASI. Beberapa saat kemudian Ranna kembali tertidur. Perlahan Daniel meletakkannya di box yang ia set untuk mengayun perlahan, dan juga microphone agar terdengar jika Ranna bangun. Kemudian Daniel ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu ia melaksanakan sholat Isya disambung dengan tahajud. Selesai tahajud, melihat jam dinding pukul 3 dinihari.
“Yang! Kamu sudah sholat Isya?” Daniel membangunkan Rita
“Hmm...belum...” Rita masih sangat mengantuk
“Sholat dulu ya, sudah jam 3, sebentar lagi subuh” Daniel berbisik membangunkan istrinya dengan lembut. Agak malas, ia meminta Daniel menarik tangannya
“Bantuin!” ujarnya manja sambil ngantuk
“Dasar!..”Daniel membantu istrinya bangun, lalu menggandengnya ke kamar mandi.
“Ayo, sebentar saja!” ujarnya sambil membasahi wajah istrinya yang masih ngantuk
“hhh..” Rita kelihatan sebal karena wajahnya basah
“Eh..kita ada di mana nih?” tanyanya heran
“Di kamar eh rumah kita!” jawab Daniel
“Rumah? Apartemen?”
“Bukan! Rumah kita di Jakarta, tadi kita kan sudah sampai di rumah kakek?”
Rita mengingat-ingat
“ahhh..iya..ya...aku capek sekali sampai lupa, eh Ranna mana?” dia celingukan mencari anaknya
“Ranna sudah tidur lagi di kamarnya..anteng banget dia!” Daniel meninggalkan istrinya di kamar mandi
Rita segera mandi dan berganti pakaian kemudian melaksanakan sholat Isya lalu tahajud. Sambil menunggu waktu subuh mereka tilawah. Setelah sholat subuh bersama, mereka tidak tidur lagi. Mereka begitu excited dengan rumah baru mereka.
“Yang, tadi aku memandikan Ranna di bathtube canggih..wih..jadi gampang banget!”
“Iya? Memangnya boleh mandiin anak malam-malam?”
“Asal suhunya diatur, dan ini sudah diatur oleh komputer, jadi Ranna gak kedinginan juga gak kepanasan, sudah gitu ada tempat sampah khusus buang popok!..keren banget ya!”
“Aku membuka lemari pendingin..ckckck...ternyata bagian atas lemari pemanas, bagian bawah lemari pendingin. Kita tinggal belanja saja yang!” ujar Rita bersemangat
Pukul 6.30 Rita dan Daniel menonton TV layar lebar
“Sudah lama aku gak nonton TV lokal!” ujar Rita, duduk di samping Daniel.. tiba-tiba TV tersebut menunjukkan gambar telepon. Rita memencet remote gambar telepon
“Hai! Kalian sudah bangun?” tanya Kakek Darmawan melalui Vcall yang muncul di layar TV
“Sudah Kek!”
“Ayo sarapan! “ Ajak kakek
“Baik Kek!” ujar Rita dan Daniel kompak. Beberapa saat kemudian mereka keluar dari kamar mereka, Daniel menggendong Ranna, sementara Rita membawa perlengkapan ASI untuk Ranna.
“Selamat Pagi!!!” sapa kakek Darmawan girang
“Pagi kek!” Rita mencium tangan kakeknya, Daniel mengikutinya
“Sini, biar Ranna sama uyut!” Daniel memberikan Ranna kepada Darmawan
“Kok kalian masih berpakaian santai? Kalian tahu kan acara akad nikahnya jam 9?” tanyanya heran
“Kami berencana datang setelah akad nikah kek” ujar Rita sambil menyantap sarapannya
“Kenapa? Gak enak sama Rendy?” tanya Darmawan
“Bukan sama Rendy kek, tapi sama Rosy. Dia sengaja datang ke Singapura meminta Rita untuk tidak datang ke pernikahannya. Kalaupun terpaksa, ia meminta Rita datang pas resepsi saja!”
“Kamu tau gak? Kalau kamu seperti ini kakek Sugiyono akan marah besar!, bukan saja karena keluarganya gak lengkap ngumpul tapi juga karena alasan remeh seperti itu”
“Tapi Kek, Rosy itu yang paling lemah diantara kami. Melihatnya memohon seperti itu membuat Rita gak tega!”
“Kamu harus tega Rit!, ini bukan masalah kamu! Tapi masalah dia dan suaminya. Kamu sudah bahagia dengan hidup mu. Sudah seharusnya Rendy juga melakukan hal yang sama!” ujar Darmawan tegas. Daniel mengangguk setuju
“Jadi gak apa-apa nih Kek, kalau Rita gak menuruti permintaan pengantin?”
“Gak apa-apa!, sekarang kakek tanya mending dicuekin Rosy apa dimarahi kakek Sugi?”
Rita terdiam, ia tahu sekali dengan karakter kakeknya
“Baiklah Kek!, Rita akan datang mengikuti semua prosesi adat!”
“Nah begitu!, lagi pula kamu kan sudah berkeluarga tempat mu bukan lagi sebagai dayang-dayang. Tapi sudah menempati posisi tetua!”
“Rita tetua?” ia kaget sambil memegang wajahnya
“Bukan tetua, maksud kakek Among tamu!”
“Among tamu apa itu?” tanya Daniel
“Itu yang menerima tamu! “jawab Rita menjelaskan
“ooo begitu”
“Tapi kayaknya kalian juga bakal duduk saja, karena kasihan Ranna gak ada yang pegang. Oh iya Andi kemarin menitipkan stroller untuk Ranna, jadi kalian juga gak capek gendong-gendong dia terus!”
“Stroller? Eh kita gak bawa ya?” tanya Daniel
__ADS_1
“Gak tau! Kamu gimana?” tanya Rita lagi
“Astagfirullah!, aku bawa tapi aku tinggal di bagasi mobil!” ujar Daniel sambil menepuk jidatnya
“tuhh kan! Kalian sih terlalu mikirin orang lain, keperluan anak sendiri jadi lupa begitu, untunglah Uwanya anak ini perhatian. Sejak ia pulang dari Singapura dia terus menyebut tentang Ranna...Ranna begini...begitu...bikin kakek iri saja!”
“Kakek ke Singapura kenapa gak mampir ke tempat kita?” tanya Daniel
“Pengen sih Niel, agak lama gitu di sana, tapi kakek gak suka di sana!”
“kenapa Kek?” tanya Rita heran
“Orangnya sombong-sombong. Apalagi pedagang dari India, sudahlah makanannya gak enak, sudah gitu galak lagi. Kakek kalau sudah di sana, urusan kantor selesai bawaannya mau langsung balik lagi. Kakek lupa sudah ada kalian di sana!”
“Oo begitu, lalu Kek tentang Jameson bagaimana?” tanya Daniel
“Aku menyerahkan semuanya pada Radian. Sebenarnya aku berniat menggabungkan Singapura 1 dan Singapura 2. Nanti lihat yang mana yang dilikuidasi. Kalau Singapura 2 kinerjanya gak bagus, kalian harus bergabung dengan Singapura 1. “
“Akan ada PHK dong Kek?” tanya Daniel
“Belum tentu!, bisa saja kan kakek pindahkan karyawan sisanya ke cabang lain di negara lain. Misalnya kamu Niel, kalau kamu berminta pindah cabang ajukan saja. Pindah ke sini, kalian sudah lihat rumah kamar kalian kan? Bagaimana?”
“Hebat kek! Ranna betah di kamarnya!” ujar Daniel
“Iya sih, memang enak di sini, tapi Dritz gimana? Padahal Rita sudah sangat paham dengan kebiasaan dan taste di sana”
“Ya..kamu bikin lagi saja di sini. Cari tempat yang kamu sukai, mulai lagi deh dari awal.” Ujar Darmawan
“Tapi kek berarti Rita buka cabang begitu?”
“Kenapa? Kamu belum siap?”
“Iya, Rita takut salah satu cabang akan terbengkalai apalagi sekarang akan ada anak kedua.” Ujar Rita khawatir
“Kata mama mu kamu kuliah online?”
“Iya Kek! Rita mengambil jurusan manajemen bisnis!”
“Lho katanya kamu mau jadi chef gak jadi sekolah kuliner?”
“Selama ini hobi Rita memasak, utak-atik resep dan untuk itu bisa dilakukan sendiri gak perlu sekolah. Jadi Rita pikir akan lebih baik hasil resep buatan Rita jual dan menjadi bisnis yang menguntungkan!”
“Darah bisnis kami mengalir di kamu ya Rit! Oh iya, kakek menonton wawancara kamu di TV tentang acara masak! Kakek merekamnya dan menunjukkan ke para kolega kakek.”
“Iya kek? Kenapa?”
“Selama ini mereka selalu meremehkan aku karena tidak ada anak yang akan meneruskan usahaku. Tapi aku menunjukkan wawancara cucu ku di TV nasional. Mereka semua terdiam!..hahaha...puas aku!” Darmawan tersenyum bangga
“Kakek masih dijulidin orang juga?” tanya Rita
“Namanya orang Rit!, ada saja yang dijadikan omongan. Mereka iri sama kesuksesan kita, jadi mereka membidik kelemahan kita. Kalau kita ngikutin omongan mereka sama saja seperti meminum air laut, makin diminum makin haus!” ujar Darmawan
Daniel mengangguk-angguk, ia tahu kata-kata kakek juga merupakan sindiran baginya.
“Aku juga menunjukkan foto cucu mantu ku sebagai Fashion Jewellery dan modelnya!” Darmawan menunjukkan foto Daniel yang memakai perhiasan hasil rancangannya sendiri dan menjadi model perhiasan Frank. Rita melihat foto Daniel sebagai model
“Kan aku sudah bilang, kontrak ku dengan Frank diperpanjang! “
“Tapi kamu gak bilang jadi modelnya juga!” ujar Rita sebal karena paling akhir tahu
“Aku malu! Aku kan bukan model, tapi itu salah satu syarat tambahan ketika mereka memperpanjang kontrak dengan ku!”
“Berarti uangnya dobel dong?” tanya Rita
“Iyaa! Kan untuk sewa apartemen sebelah dan bawah, juga renovasinya. Uangnya dari situ!”
“Ooo...begitu...sudah habis kalau begitu” ujar Rita
“Sekarang Rita mata duitan Kek!” bisik Daniel
“Aku denger lho!” ujar Rita sambil meminum jusnya
Kakek Darmawan tersenyum melihat cucu dan cucu mantunya
“Kalian akan berpakaian seperti apa?”
“Kak Andi gak nitipin seragam Kek?” tanya Rita
“Kalian kan bukan panitia!”
“Yahh...Yang kita beli baju dulu!” ujar Rita ke Daniel
“Beli baju? Jadi kalian gak bawa baju yang bagus dari sana?” tanya Darmawan heran
“Di sana bajunya gak bagus kek!, gak sesuai dengan selera kita!” ujar Rita, Daniel mengangguk setuju
“Kami pernah keliling-keliling butik paling bagus dan mahal, semuanya kurang menarik! Daniel saja yang melek fashion juga menyerah!” ujar Rita
“Ooo..pantas ya, orang Singapura pada belanja di sini”
“Iya Kek! Kalau yang ngerti sih!. Makanya aku bilang ke Daniel. kita belanja bajunya di Jakarta saja, banyak yang bagus-bagus”
Daniel mengangguk setuju
“Tapi sekarang ini kalian gak akan sempat belanja, sudah jam 8!, kemarin mama mu menitipkan satu set pakaian untuk kalian! “
“Oh ya?? asyikkk!!” Rita kegirangan
Darmawan menanyakan kepada stafnya yang menerima titipan baju dari Ratna.
“Sudah ditaruh di depan kamar kalian. Segera deh kalian ganti pakaian, kakek tunggu di ruang depan ya?”
“Siap Kek!” ujar Rita. Daniel mengambil Ranna dari gendongan Darmawan, sedangkan Rita membawa stroller yang dibelikan Andi
“Wahh...Ranna..stroller mu canggih!” Rita membuka stroller tersebut. Stroller yang bisa menjadi box bayi, juga tempat duduk, ada kipas angin pada bagian atas, juga musik agar bayi senang bermain. Bagian bawah kaki bisa dilipat menjadi gendongan bayi
“Andi..benar-benar Uwa teladan!” puji Daniel
“Berat gak Yang?” tanya Rita, ia melihat Daniel sedang mencoba stroller baru Ranna di kamar mereka
__ADS_1
“Enggak, bahannya ringan!”
“Wah...kita harus balas apa nih Yang untuk kak Andi?”
“Nanti saja kita pikirin, sekarang kita harus bersiap untuk kondangan!”
Ratna memberikan mereka setelan batik berwarna biru royal. Rita berkebaya batik tetapi kainnya merupakan rok panjang, sedangkan Daniel mengenakan kemeja batik dengan setelan celana berwarna biru dongker. Tak lupa untuk Ranna juga set kebaya kecil berwarna sama dengan kedua orang tuannya.
“Bagaimana menurut mu?” Rita telah mahir berdandan karena kursus yang ia ikuti
“Kamu cantik banget!” Puji Daniel, ia mencium pipi istrinya
“Iya ya? kamu juga ganteng banget!” kali ini Rita yang mencium pipi suaminya
“bisa gak ada yang dikurangi gitu dari riasanmu?”
“Kenapa?”
“Aku takut banyak yang naksir kamu!”
“Kan ada kamu di dekatku! Kamu pikir aku gak takut kamu ditaksir orang? Aku ketakutan melihat kamu jadi model, nanti dikejar banyak cewek gimana?” ujar Rita khawatir
“Mending dikejar cewek, daripada dikejar dogie?” canda Daniel
“Sudahlah, kita ini tim, saling menjaga!” Rita mengambil tas tangan merk Dior yang Daniel belikan beberapa waktu lalu.
“Wihh...ny.Daniel! tas Diornya baru?” goda Daniel
“Suami ku yang belikan “ Jawab Rita tersenyum
“Terus suaminya dapat apa?” goda Daniel lagi
“Dapat yang ada diperut ku!” ujar Rita tersenyum. Mereka keluar kamar, Ranna didudukan di stroller barunya. Di bagian bawah ada celah untuk menaruh perlengkapan. Mereka berjalan keluar dari lift. Para staf rumah tertegun melihat keluarga kecil yang cantik dan ganteng keluar dari lift
“Pak Ridwan!” tegur Rita, Ridwan masih tertegun melihat mereka bertiga
“Eh iya mba?”
“Kakek sudah di mobil?”
“Iya, beliau sudah menunggu kalian sejak tadi!”
“Terima kasih Pak, kami pergi dulu!” pamit Daniel, mereka memasuki mobil velfire putih. Darmawan sudah menunggunya sejak tadi
“Akhirnya keluar juga! Ranna duduknya sama uyut!” Darmawan mengangkat Ranna dari strollernya, lalu masuk ke mobil, disusul Rita. Daniel melipat stroller dan meletakkan di sampingnya, ia duduk di samping istrinya.
Mobil meninggalkan rumah Darmawan pukul 8.30, setengah jam kemudian mereka tiba di kediaman Sugiyono. Acara akad nikah akan di mulai, kedua pengantin telah duduk berdampingan, Ratna yang menjadi penghias pengantin mengatur selendang untuk keduanya ia duduk di belakang pengantin. Andi dan Mario menjadi saksi pernikahan sedangkan Robby menjadi wali nikah. Kakek Sugiyono duduk di depan, kakek Darmawan yang baru datang duduk di sampingnya. Kemudian kedua orang tua mempelai. Acara akad nikah ditayangkan melalui TV, Rita dan Daniel menyaksikan berlangsungnya akad melalui TV. Akad nikah berjalan lancar, Rendy mengucapkan ijab kabul dengan mantap, semua hadirin berteriak
“SAH!” lalu bertepuk tangan
Setelah itu kedua mempelai mendengarkan tausiyah dari ustadz. Setelah itu kedua mempelai menerima ucapan selamat dari para yang hadir lalu kembali ke kamar untuk berganti pakaian untuk resepsi.
“Rita!!!” Maia dan para sepupu lainnya menghampiri, mereka bertugas sebagai bridemaids
“Ciyee...pada jadi dayang nih yee” ledek Rita
“Iya Rit!, Lo sih telat!” ujar Desy
“Ini Ranna, betah kayaknya di rumah kakek Dar, dia tidur melulu di kamar barunya!” ujar Rita beralasan
“Ranna!!! Aduh...kalian satu set cantik, ganteng, lucu...bikin iri saja!” ujar Maia lagi ia mengambil Ranna dari strollernya
“Hey Daniel!!!” tegur Andi, ia memakai beskap warna biru terang dan blankon
“Hey!!!” Daniel tersenyum menyalaminya
“Terima kasih ya Strollernya! Ranna senang sekali!” ujar Daniel
“Iya Kak!, dari tadi mau diangkat dari stroller dia males-malesan. Gak mau!” ujar Rita
“Hahaha...lucu kan? Aku bilang juga apa, si O gak percaya kalau Ranna bakal senang. Dia bilang Ranna lebih senang digendong!” ujar Andi menirukan gaya Mario berbicara
“Hahahaha..” Rita dan Daniel tertawa. Mereka membawa Ranna bertemu dengan kakek Sugiyono dan keluarga kedua mempelai
“Kakek! Maaf kami terlambat”Ujar Rita sambil mencium tangan kakeknya, Daniel mengikutinya
“Gak apa-apa, pasti karena si kecil pemberani ini kan?” Sugiyono mengangkat Ranna dari strollernya lalu menggendongnya. Ia memperkenalkan Daniel dan Rita kepada besannya.
“Tante , selamat ya!” Rita mencium pipi mamanya Rosy yang terharu
“Terima kasih Rita, kalian cantik dan ganteng! Mudah-mudahan Rosy bisa bahagia seperti kalian ya?” ujarnya terharu
“Aamiin” ujar Rita
Kakak Rendy mengenali foto Rita, ia berbisik pada mamanya
“Ma, ini yang sebelumnya sama Rendy” bisiknya
“Cantik yang ini ya?” bisik mamanya
“Sebelahnya itu suaminya!” bisiknya lagi
“cakep dan ganteng juga, pantas Rendy kebanting!” bisik mamanya
“Mama, kok gitu sama anaknya?” bisik kakaknya
“Ya iyalah! Kadang anak itu seleranya saja tinggi, tapi tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkannya.” Bisik mamanya lagi
Rita dan Daniel kembali ke tempat duduk yang telah disediakan sambil menunggu perintah panitia untuk berpindah ruangan. Para tamu dipersilakan memberikan pesan-pesan melalui video untuk kedua mempelai. Tak terkecuali Rita dan Daniel
“Haiii!!! Saya Rita...Ini Daniel dan Ini Ranna!! Satu lagi di sini!!” Rita menunjuk perutnya
“Kami mengucapkan : Selamat menempuh hidup baru untuk Rosy dan Rendy, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah, langgeng hingga akhir hayat. Selalu sehat, diberikan keturunan yang sholeh dan sholeha, aamiin yaa robbal’alamin!! Selamat ya!!” ujar Rita dengan suara riang
“Congrats to both of you!, Wish you both happy ever after, love each other until death do you a part! Congrats!!” Daniel memberikan ucapannya
Setelah itu mereka menuju ke gedung sebelah untuk mengikuti resepsi.
_Bersambung_
__ADS_1