Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 67: Kejadian mengejutkan


__ADS_3

"Rita, Tante sudah di bawah cepat turun." Meta memanggil Rita melalui intercom di kamarnya. Rita mengenakan jaket dan celana jeans belel, tak lupa membawa tas kecil warna hijau toska yang cukup untuk hp dan dompet. Untuk sepatu ia memilih sepatu kets berwarna biru muda senada dengan warna pakaiannya. Rambutnya diikat ke belakang, setelah memakai liptint pink di bibirnya, ia mematut wajahnya di cermin, mengingat apa yang lupa ia kenakan.


"Oke sudah siap!" Imbuhnya, Rita berlari keluar kamar lalu menguncinya, setengah berlari menuju tangga rumah .


"Maaf...gak lama menunggu kan?" Tanya Rita sambil menuruni anak tangga.


"Lumayan!" Sahut Andi


"Kak Andi ikut juga?"


"Iya, kebetulan kakak ada keperluan di toko sekitar butik itu, jadi sekalian saja antar kalian".


"Yuk berangkat!" Ajak Meta


Mobil SUV hitam berhenti tak jauh dari depan pintu rumah, mereka bertiga menaikinya.


Supir membawa mereka ke butik langganan mereka.


"Aku mau beli pakaian warna putih gading, selain untuk ku, Rita juga papa." Ujar Meta membuka percakapan di dalam mobil


"Kak Andi punya pakaian warna putih gading gak?" Tanya Rita ke Andi yang sibuk dengan hpnya


"Engga punya!" Jawabnya masih fokus dengan hpnya


"Ya sudah sekalian ikut saja ndi, kamu bisa menyelesaikan tugas di mobil, kan ada Bobby yang bawa mobil" ajak Meta


Andi mengikuti ajakan Meta, ia masuk mobil terlebih dahulu dan mengambil duduk paling belakang, kakinya dipanjangkan hingga memenuhi tiga tempat duduk, Rita duduk di kursi depan, dan Meta di sampingnya. Mobil bellfire berwarna putih meluncur meninggalkan kediaman super mewah. Selama di perjalanan Rita melihat keluar jendela memperhatikan jalan.


"Belum hapal jalan menuju rumah Rit?" Tanya Meta


"Ingat kog Tante, hanya saja Rita suka merasa eneg kalau gak melihat keluar jendela."


"Hah?? Serius Rit?" Tanya Andi kaget


"He eh, di pesawat terbang juga, makanya Rita selalu minta tempat duduk dekat jendela."


"Waahh gak nyangka lho!" Ujar Andi lagi


"Kamu gak tahu Ndi?" Tanya Meta heran mengingat Andi sudah sangat dekat dengan Rita sejak kecil. Andi hanya menggeleng lalu kembali sibuk dengan aktivitasnya.


"Mungkin nanti kita tidak ke butik kemarin, ke tempat lain saja!" Ujar Meta sambil memperhatikan ponselnya.


Rita mengangguk dan kembali memperhatikan jalanan.


Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di pusat perbelanjaan tempat pakaian bermerk terkenal dan mahal.


Meta menggandeng Rita memasuki toko, lalu berbicara dengan pramuniaga. Setelah itu mereka dibawa ke ruangan khusus , di sana mereka memilih pakaian sesuai dengan selera mereka.

__ADS_1


Rita mengenakan pakaian model dress selutut, berwarna putih gading bercorak LV, kesan mewah terpancar.


"Gorgeous!" Puji Meta


"Handsome!" Puji Meta lagi kepada Andi yang sudah memutuskan pakaian yang hendak dibeli.


Selain pakaian mereka juga mencoba sepatu dan sandal.


"Mahal banget ya Tante,"Rita menggelengkan kepalanya takjub


"Gak papa Rit, kan engga setiap hari beli begini" ujar Meta menenangkan Rita.


Dari toko itu mereka mampir ke salon untuk facial dan menata rambutnya.


Rambut Rita dipotong hingga sebahu dan dihighlight dengan warna marun.


"Cantik Rit!" puji Andi


Andi juga dipotong rambutnya dan sedikit dihighlight dengan warna coklat.


"Keren Kak!" Puji Rita


Mereka puasa dengan penampilan baru mereka.


Ketika keluar dari salon, Andi teralihkan dengan telepon seseorang. Rita dan Meta lebih dulu ke mobil. Meta berjalan di depan Rita, tiba-tiba, sebuah mobil van hitam berhenti di depan Meta dan menariknya masuk. Rita melihat kejadian itu dan berusaha mengejarnya,ia berhasil meraih pintu van dan hampir masuk ke dalamnya, di dalam mobil ia melihat Meta meronta-ronta minta dilepaskan. Rita ditendang keluar hingga jatuh terguling di aspal jalan. Ia mengingat nomor plat mobil,kebetulan ia melihat seseorang baru saja memarkirkan motor jenis sport. Cowok putih berambut orange baru saja turun dan menaruh helmnya, Rita berlari menghampiri, dan mendorongnya.


"Hi! My name Andi, that's my sister who had your bike, i 'll guarantee it'll back to you!"


(Hi, saya Andi,itu adik saya yg memakai motor mu, saya jamin akan dikembalikan")


"She can ride?" Tanya cowok itu


"I guess she can!" Ujar Andi, ia sibuk menelepon seseorang. Cowok itu mengikuti Andi.


Rita memacu motornya kencang, sebenarnya ia belum pernah naik motor, apalagi motor sport, tetapi dulu ia selalu dibonceng Tomi, dan ia mengingat cara Tomi berkendara. Motor melaju kencang mengikuti mobil van hitam, hampir saja Rita kehilangan jejaknya. Ditengah berkendara Andi menelponnya, Rita menepikan motornya, lalu memasang wireless earphone di telinganya kemudian kembali berkendara, Andi menjadi navigatornya, ia mengikuti chip gps yang tertanam di bawah kulit Meta.


Mobil van hitam melewati taman bermain dan gedung sekolah yang sudah lama tidak digunakan, lalu berhenti di sana. Wajah Meta ditutup kain, lalu ia ditarik keluar oleh beberapa orang, kedua tangannya diikat di belakang,kemudian ia ditarik paksa untuk berjalan, Meta mengikuti mereka dengan pasrah. Ia dibawa masuk ke sebuah ruangan kosong di sekolah itu, sepertinya ruangan bekas Aula. Seorang lelaki telah menunggunya di sana.


"This is the girl you want!"


("ini cewek yang Lo mau!") Orang itu mendorong Meta ke lelaki di depannya hingga Meta terjatuh.


"Hei watch out!, She's our treasure!" (hati-hati, dia harta karu kita!") Ujar lelaki tersebut


Meta mengenali suara itu


"Eric?"

__ADS_1


Eric membuka kain penutup mata Meta


"I told you i can't live without you!" (kan sudah gue bilang, gue gak bisa hidup tanpa Lo!") Ia berusaha mencium paksa bibir Meta. Meta menolak, Eric memaksanya, Meta menggigit bibir Eric hingga berdarah, ia kesakitan teman-temannya tertawa melihat adegan itu, merasa malu diperlakukan seperti itu, ia menampar pipi kanan dan kiri Meta lalu menjambak rambutnya.


"Is this your love Eric?" (ini cinta Eric?")Tanya Meta kesal lalu meludahinya. Eric mengelap ludah di wajahnya lalu meninjunya perut dan rahang Meta hal itu membuat Meta terkapar pingsan.


"Hei Man! What if she dies?"


(hei, kalau dia mati gimana?") Seorang teman Eric tak tega melihat Meta terkapar dengan wajah lebam. Eric melengos tak peduli. Ia menarik Meta dan mendudukkannya di salah satu kursi lalu menyiram wajahnya dengan air mineral


"Wake up *****!" (bangun Lo!") Teriak Eric kesal


Meta tersadar dan mengerang kesakitan


"No more sweet guy huh!"


(gak ada lagi orang baik huh?") Ejek Meta


"You make me do it!" (Lo yang duluan sih!) Balas Eric


"My father was right! You're a coward!"


(Bokap gue benar, Lo cowok pengecut!") Ujar Meta kesal


"He's even not your father! You said that!" (dia bahkan bukan bokap Lo!") Balas Eric mengejek


"Yeah..I was so blind with you, now I regret our past three years!" (Gue dibutakan oleh mu, Sekarang gue menyesali kebersamaan kita selama tiga tahun!" Ujar Meta menangis.


"Don't blame me! You don't let me close to your family! You're too shame of me! I just a looser to you Meta! With Sheila i was a king!"


(jangan salahin gue, Lo yang gak membiarkan gue untuk mendekati keluarga lo. Bagi lo gue memalukan, gue cuma pecundang, bersama Sheila gue seperti Raja")


"So, why don't you with her? Why you chasing me?"


("Jadi kenapa lo gak sama dia saja? Kenapa ngejar gue?")


"Because she has no much money as you, *****!!"( "Karena dia gak punya banyak uang kayak Lo, sialan!")


Meta menatap Eric dengan marah, kalau saja ikatan tangannya di lepas ia sudah mencabik-cabik Eric. Tiba-tiba terdengar suara motor memasuki aula. Rita menakut-nakuti orang-orang di sana seolah-olah mau menabrak mereka. Meta tertegun melihat aksi Rita yang seperti pembalap tong setan, yang mengendarai motor memutar-mutar menakuti orang-orang suruhan Eric. Orang-orang berlari menghindari Rita takut ditabrak. Eric melihat Rita mengejar orang-orang suruhannya, kemudian ia menarik paksa Meta dan menggendongnya di bahu lalu membawanya keluar menuju mobil sportnya. Rita mengejarnya dengan motor. Eric memasuki mobil spori dan tancap gas. Rita mengejar mobil Eric, ia berusaha mencegah agar Eric tidak keluar ke jalan raya, Rita melihat sebuah perosotan usang disekitar situ, lalu ia memacu motornya kencang dan menjadikan perosotan itu landasan hingga motor itu dapat terbang dan mendarat tepat di atas kap mobil depan Eric, sebelumnya Rita melompat dari motor. Eric kaget, kap mobilnya hancur tertimpa motor berat. Ia marah lalu keluar dari mobil, Rita berlari menghampirinya dan melepaskan tendangan memutar ke wajah Eric, hingga ia pingsan. Meta kembali tertegun melihat aksi Rita, rahang dan perutnya sudah berkurang sakitnya.


"Tante gak apa-apa?" Rita mengeluarkan Meta dari mobil dan melepaskan ikatan tangannya. Meta memandang Rita dengan mata sedih lalu menangis kencang. Rita menepuk-nepuk punggung Meta menenangkannya.


Beberapa saat kemudian, Andi, cowok pemilik motor dan polisi tiba di TKP , Eric dan teman-temannya ditangkap. Rita menghampiri cowok pemilik motor


"Hi, I am sorry about you're bike, I 'll pay for it!"


(Maaf tentang motor mu, akan saya bayar perbaikannya")Rita memberikan helm dan kunci motor ke pemiliknya yang tertegun melihat motornya rusak. Motor dan mobil Eric diangkut mobil derek. Meta dan Rita di bawa ke rumah sakit untuk diobati luka-lukanya.

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2