
Di suatu pagi, Robby baru saja selesai berolahraga di taman dalam rumah besar Sugiyono.Ia menerima video dari Rita. Video berisikan kegiatannya bersama anak-anak di kolam renang ketika ia berkunjung ke rumah Rita.
Mengambil tempat yang nyaman dan menikmati jus buah segar yang telah tersedia di meja, Ia tersenyum sendiri menonton video itu kadang ia tertawa keras. Rosy yang baru saja bangun tidur, ia berjalan-jalan di taman itu. Tanpa sengaja ia melihat saudara kembar nya tertawa -tawa sendirian.
Tadinya ia hendak menghindari saudara kembar yang tidak dekat dengan dirinya itu, tapi saat itu ia sangat kesepian dan ingin mendapatkan teman untuk mengobati kesepiannya. Ia menghampiri saudaranya, ia heran melihat wajah saudara kembar nya yang tampak gembira.
"Nonton apaan tuh? Penyiksaan binatang ya?" Tanya Rosy ketus
"Kepo deh Lo!" Jawab Robby memalingkan tubuhnya. Ingin rasanya ia merebut ponsel Robby tapi tidak berani, mengingat Robby pernah melukai tangannya, diam-diam dia berjalan ke belakang Robby yang asyik sendiri. Dilihatnya video Robby dan anak-anaknya Rita .
"Itu Ranna dan Raffa bukan?" Ujarnya, Robby kaget ia memalingkan tubuhnya ke Rosy
"Iya, yang kecil itu Rayya. Lucu banget deh mirip banget sama Rita mukanya. Gak cengeng, mukanya disiram air bukannya nangis malah bales, Rita banget kan? Ranna si iseng, kelakuannya mirip gue, adek-adek nya sering diisengin lucu banget lihat mereka ribut gara-gara rebutan mainan. Kalau Raffa si satria, dia yang melindungi adeknya dari keisengan kakaknya..wah gak heran si Andi dan Mario sering ngomongin mereka, gak cukup cuma beberapa jam sama mereka" Robby bercerita dengan penuh tawa di wajahnya, itu membuat Rosy tampak kesal.
"Lo gak pernah begitu sama Reyhan?"
"Reyhan cengeng banget! Sebentar -sebentar nangis. Sebel gue! Males ngajak mainnya!"
"Dia kan belum 2 tahun, wajar cengeng!" Bela Rosy
"Rayya baru setahun gak cengeng! Berani malah. Tadinya dia mau ikut gue. Gak mau lepas dari gendongan gue eh si Rita melarang, gak jadi deh!"
Rosy melihat wajah saudaranya dengan kesal
"Kenapa muka Lo? Iri?"
"Iri? Kenapa harus iri, gue jijik sama Rita"
"Jijik? Kenapa jijik?"
"Hamil melulu kayak kelinci saja!"
"Ya, biarin aja! Itu tandanya lakinya doyan! "
"Doyan? makanya gue jijik!"
"Lo tuh gak pantes ngomongin jijik sama orang! Gue lebih jijik sama Lo!"
"Jijik sama gue?" Rosy kaget karena Robby yang biasanya memukul kini mendebat nya.
"Iya! Menurut gue Lo egois! Sudah tahu lagi hamil, si Reyhan juga masih kecil malah sok-sok an mau bunuh diri!"
"Sok-sok an? "
"Iya! Gue tahu Lo ragu mau bunuh diri apa enggak makanya gagal.Lo cuma mau menggertak laki lo! Calon anak Lo malah jadi korban! "
"Lo gak tahu rasanya berumahtangga! Lo belom nikah, jadi gak tahu rasanya jadi gue!"
"Alah! Itu alasan Lo aja playing victim! Gue sudah dengar keluhan Rendy tentang Elo!"
"Memangnya dia bilang apa?
"Dia gak tahan lagi sama sikap Lo yang cemburuan. Cemburu Lo itu membuat nya malu dihadapan para kliennya. Periksa ponsel, nyadap ponsel sampai bajunya Lo endus, kalah deh satpam komplek!" Ujar Robby .
"Rendy suka bertemu dengan cewek di kantor nya!" Rosy membela diri
"Itu kliennya! Dan dia gak sendirian sama cewek itu, ada staf yang lain!"
"Bisa saja kan, staf yang lain disuruh tutup mulut sama Rendy?" Ujar Rosy keras kepala.
"Bener, susah dibilangin nih orang!
Gue kasih tahu ya sebagai wali nikah Lo nih, Rendy tetap akan menceraikan Lo! Apalagi sekarang keluarga nya tahu Lo coba bunuh diri. Mereka bilang itu sakit jiwa akut, Rendy harus menceraikan Lo atau dia dicoret dari ahli waris!" Ujar Robby berapi-api
"Apa kakek gak bisa berbuat apa-apa? Bukannya kakek gak mau cucunya jadi janda?" Tanya Rosy berharap
"Kakek sempat bersikeras dan mengancam Rendy, tapi ia tetap bersikeras menceraikan Lo, dia bahkan menahan Reyhan."
__ADS_1
"Kalau Rita yang begini pasti kakek akan membela mati-matian!" Ujar Rosy ngeyel
" Sudah gue kira Lo bakal bilang begitu, gue sudah ngomong sama kakek apa kalau Rita begitu kakek akan membelanya? Kakek bilang enggak! Prinsip kakek: seorang Sugiyono pantang mengemis cinta!, cuma orang jelek yang mengemis cinta. Kalau Daniel begitu, Rita akan segera ditarik ke sini. Anak-anak nya juga. Mereka gak akan boleh bersatu lagi!"
"Lo percaya?"
"Kakek nunjukin surat perjanjian pranikah yang ditandatangani Daniel"
Rosy terdiam
"Sekarang kakek mau, Lo tenangin diri, siapin diri Lo menghadapi persidangan "
"Eh persidangan apa?"
"Hak asuh Reyhan. Lo harus kelihatan tegar dan gak sakit supaya hak asuhnya jatuh ke tangan Lo!"
"Tapi, apa kakek gak bikin surat pra nikah sama Rendy? Seperti Daniel?"
"Waktu Daniel, dia menandatangani kertas kosong sebagai persyaratan menikahi Rita, dan dia melakukannya dengan cepat tanpa berpikir lagi sedangkan Rendy menolak menandatangani. Dia bilang kalian sudah tidur bersama, kalau karena tidak tandan tangan dan gak boleh nikahin lo, berarti kakek mencegahnya bertanggung jawab. Jadi tidak ada perjanjian pra nikah dengan Rendy !"
Rosy terdiam lagi, ia tampak sedih.
"Gak ada yang sayang sama gue"gumamnya sedih
"Lo kan sudah dewasa, sudah punya anak masa masih berpikir gak ada yang sayang sama Lo?"
"Mau umur berapa juga, perasaan ingin disayang itu selalu ada!" Gumamnya lagi.
"Menurut gue Lo cuma kurang pede aja, bener tu yang Rita bilang waktu acara nikahan Lo! Karena Lo gak percaya diri makanya Lo selalu insecure! "
"Rita lagi! Kenapa sih kalian senang banget sama dia? Lo bukannya musuh bebuyutannya?" Rosy mulai berani mendebat
"Itu kan dulu, sampai gue lihat kesungguhan nya membela gue dari para preman. Kalau gue jadi dia justru gue bantuin premannya, tapi dia malah sengaja datang dan menyelamatkan gue dari lemari sialan itu sampai hampir mati. Kalau hati gue gak tergerak berarti gue sudah gak punya hati lagi" jawab Robby
"Apa Rita tahu keadaan gue sekarang?"
"Gue bilang Lo keguguran karena janin Lo gak berkembang!"
"Kenapa kalian gak ceritain yang sebenarnya saja?"
"Kakek takut Rita akan terbang ke Dubai dan membuat perhitungan sama Rendy. Dia kan orangnya meledak-ledak! Mana dia terima keluarga nya disakiti"
"Gak mungkin lah Rita sampai begitu!"
"Setidaknya dia akan berbuat sesuatu. Beberapa bulan yang lalu dia membantu tantenya merebut hak asuh anak dari suaminya yang mata duitan.kalau dia gak bergerak cepat, anak-anak Tante nya sudah diambil bapaknya "
Rosy kembali terdiam.
"Kakek bilang, Lo dan gue punya luka batin, seharusnya kita bisa menyembuhkan luka itu. Gue sedang dalam proses itu. Sekarang tinggal Lo! Jangan salahin Rita terus! Kan elo yang milih Rendy"
"Tapi..!"
"Waktu itu gue Udeh pernah bilang kan sama Lo, Rendy pernah suka sama Rita walaupun dia menutupinya dengan apik. Gue bilang nanti Lo malah jadi pelariannya, eh Lo malah ngejar dia, maksa mama liburan ke Dubai, malah tidur sama dia! Gue inget kok Lo minta ke kakek untuk dinikahi sama Rendy atau Lo milih mati kan? Heran demen banget Lo pengen mati. Kalau mati Lo jadi makanan cacing di tanah, gak ngapa-ngapain bosen nungguin kiamat!" Ujar Robby panjang lebar
"Lo dengar kan pengakuan Rita? Dia yang ditolak Rendy?" Ujar Rosy kesal
"Lo gak paham ya? Apa karena kurang darah ke otak Lo? Rendy nikahin Lo karena memang dia suka sama Lo! Gak ada hubungannya dengan Rita! Otak Lo aja yang merusak semuanya dengan sifat cemburu dan posesif yang membabi buta. Gue aja yang cowok males berhubungan sama cewek model begitu, eh ternyata adek gue sendiri yang begitu!"
"Lo gak bisa bantu gue? "
"Bantu apaan?"
"Bujuk Rendy!"
"Rosy...Rosy...kalau sikap Lo masih kayak gitu yang ada Rendy makin ill feel sama Lo!"
"Terus gue harus bagaimana Rob? Gue takut kehilangannya! Gue senang banget waktu dia bilang sayang sama gue. Apa itu cuma bohong?"
__ADS_1
"Dia gak bohong! Gue dan kakek sudah mendesak nya sebelum nikah sama Lo!"
"Tapi kenapa dia jadi begitu? Gue cuma ingin dia memperhatikan gue!"
"Seharusnya Lo dukung dia, bikin dia nyaman di rumah, jangan Lo curigain terus! Apa Lo gak tahu kedudukannya di perusahaan terancam kalau kerjanya gak bener?"
"Gak tahu! Rendy pak pernah cerita apa-apa sama gue"
"Gak heran! Dia bilang setiap ketemu , muka Lo lebih capek dari dia. Padahal dia sudah nawarin baby sitter tapi Lo gak mau pakai akhirnya Lo capek sendiri. Buatlah suami Lo senang! Jangan Mentang-mentang sudah laku Lo jadi males dandan. Tuh Rita, makin cantik dia, kakek saja kaget. Kata kakek apa Rita dulu secantik itu ya?"
"Rita cantik? Menurut Lo?"
"Memang cantik kok! Buktinya Daniel tergila-gila sama dia! Sekarang dia lagi hamil anak ke empat!"
"Anak keempat? Gila bener?"
"Itu artinya dia berhasil membuat suaminya pengen dekat dia terus!"
"Ah Lo cuma mau manasin gue aja!"
"Bukan gue yang ngarang, Anak-anaknya yang cerita, mereka bilang papi ikut mereka ke sekolah karena mami cantik"
"Bisa aja Lo ngritik gue, Lo sendiri?"
"Nih gue lagi mencoba bebenah diri, gue gak kalah ganteng sama Daniel dan Rendy! Lo juga Ros! Orang kayak Rendy jangan Lo kejar, dia malah lari! Buat dia ngejar Lo!"
"Caranya?"
"Ya bebenah diri! Mulai merawat diri Lo lagi. Kejar mimpi lo jadi pemusik! Jadi hebat dengan prestasi Lo! Siapa tahu walau bukan Rendy Lo bisa menemukan cinta yang lebih baik! "
"Gak mungkin bisa!"
"Nah itu! Otak Lo sudah nge block! Apa Lo mau ngabisin hidup Lo menangisi Rendy?"
"Apa Lo begini karena sudah bergaul sama Rita?" Gumam Rosy
"Enggak! Gue mikir sendiri dan melihat perubahan kita semua"
"Bagaimana dengan Reyhan? Dia pasti merindukan gue?"
"Pengacara kakek sedang mengusahakan dengan memperlihatkan video Lo yang mengurus Reyhan dengan baik. Dia masih di bawah umur, seharusnya hak asuh jatuh ke ibunya "
"Tapi tentang percobaan..."Rosy tidak melanjutkan kalimatnya
"Pengacara itu bilang ,ia akan melawan Rendy karena menyebabkan lo jadi seperti itu"
"Terimakasih! Gue gak nyangka Lo bisa belain gue kayak begini!"
"Tentu dong! Kita kan saudara, kembar lagi, Rita bilang kita harus saling menjaga, walaupun sudah terpisah jauh!"
"Apa pengaruh Rita besar sekali ya sama Lo?"
"Kita semua sudah dewasa. Waktu dia ngajarin gue belajar, dia bilang yang dulu biarlah jadi cerita lucu masa lalu, yang penting masa depan! Oh iya kakek mengeluarkan travel banned buat Lo!"
"Travel banned? Gue sama sekali gak boleh pergi kemana-mana?"
"Gak boleh, kecuali bareng gue atau kakek! Ini demi kebaikan Lo sendiri!" Robby meninggalkan Rosy sendirian termenung memikirkan yang dikatakan Robby .
Ia membuka ponselnya yang hampir satu bulan ia tidak menyalakannya, ada lebih dari 50 panggilan tak terjawab dari nomor Rita.
"Kekeuh banget nih orang!" Gumamnya.
Ia membaca pesan dari Rita.
"Gak usah khawatir, badai pasti berlalu!"
"Badai? Lo kira gue BMKG!" Dengan kesal Rosy menghapus pesan dari Rita. Ingin rasanya mendatangi Rita dan membanting nya, tapi ia pasti kalah. Musuh dia bukan Rita tetapi Rendy dan keluarganya. Rosy menangis sendirian di taman itu .
__ADS_1
_bersambung_