
Suatu hari di kediaman tuan Darmawan
“Hih!!!” Darmawan membanting beberapa surat yang ia baca di ruang tengah, Andi melihat kegusaran kakeknya
“Ada apa kek?”
“Kenapa makin kesini makin banyak permintaan sumbangan? Terutama dari sekolahnya Rita?”
“Hmm..mungkin itu efek konglomerat kek!”
“Maksudnya?”
“Rita pernah cerita sebelum dia amnesia, kalau semua orang di sekolahnya tahu kalau ia cucu perempuan dari 2 konglomerat terkaya di dunia. Sejak saat itu hidupnya selalu disorot, beberapa orang siswa mengikutinya untuk dibuat konten, “kehidupan cucu orang terkaya” . Rita sering menghindar dari mereka, tapi itu dulu. Rita sekarang justru memamerkan kepada mereka.”
“Memamerkan? Maksud mu?”
“Setiap pulang sekolah ada saja anak yang turing keliling rumah ini!”
“Hah? Serius?”
“Beneran Kek, tanya Lee saja”
“Kenapa Lee membiarkan?”
“Rita selalu beralasan itu untuk proyek sekolahnya!”
“Terus?”
“Andi menonton Vlog mereka, subcribernya lumayan lho kek, mencapai 500k”
“Wow! Rita muncul di vlog mereka?”
“Iya, tapi full make up, sama sekali beda dengan wajah aslinya”
“Rita mau di make up?” tanya Darmawan terheran-heran
“Kan sudah Andi bilang Kek, Rita yang sekarang centil banget deh! Kadang lebay. Andi sampai bikin kunci ganda di kamar, supaya dia gak masuk sembarangan!”
“Kog gitu? Kamu seperti jadi musuh ?”
“Bukannya musuh Kek, Rita membawa teman-temannya ke rumah. Kita gak tahu kan mana yang Cuma lihat-lihat mana yang senang ngumpulin barang orang!”
“Maksud mu mencuri?”
“Betul!”
“Rita bilang apa di Vlog?”
“Nonton sendiri deh Kek!” Andi mengambil tablet kakeknya dan membuka saluran vlog teman Rita. Darmawan menyimak tayangan itu dengan serius
“Tonton sampai habis kek, ada yang menarik!”
Dalam tayangan
“Jadi kak Rita, konsep rumah kak Rita ini bagaimana?” tanya vloger
“Rumah kakek ku ini berkonsep seperti Mall. Kalian tahu Mall kan? Ada taman bermain anak, bagian salon, bioskop, restauran,bahkan gym”
“Oh ya? bisa antar kami melihatnya?”
“Boleh, tapi kalian tahu kan? Di dunia ini tidak ada yang gratis. Masuk mal itu gratis, tetapi untuk menikmati atraksi selanjutnya harus bayar!” ujar Rita
“Tapi Kak, kakak kan orang kaya masa masih butuh recehan dari kami?”
“Lho, masa kalian gak tahu? Untuk merawat semua ini, kami butuh cuan yang banyak. Untuk biaya karyawan, perawatan rumah dan lain-lain, makanya kami tetap butuh receh!”
Ketiga vloger itu berembuk, kemudian masing-masing mereka mengumpulkan uang dari dompet mereka.
“Nih Kak, uang segini cukup untuk tur sampai mana?”
“Hmm..500 dolar? Untuk ukuran anak sekolah uang kalian cukup banyak ya? Karena kalian bermurah hati, maka aku juga akan bermurah hati pada kalian. Kalian boleh memilih 3 tempat yang ingin di datangi”
“500 dolar Cuma tiga tempat? Di mana letak murah hatinya? Kami kan anak sekolah!”
“Tapi kaliankan vloger, dengan 500k subsriber, mungkin setelah ini akan terus bertambah pasti ad sensenya juga banyak”
“Baiklah, jadi kemurah hatian kak Rita itu di mana?”
“Nah, tiap tiga tempat yang kalian kunjungi, kalian bisa menikmati fasilitasnya selama 1 jam. Misalnya kalian memilih gym, nah kalian boleh nge-gym selama 1 jam, gratis! Free handuk! Tapi minuman tidak free, karena kami harus menyuling air minum di tempat ini, jadi biayanya mahal!” ujar Rita
Ketiga vloger tersebut kembali berembuk, salah satu mereka kemudian menghampiri Rita
“Kami akan memilih 2, yaitu ruang bermain dan ruang perawatan tubuh, yang satu lagi kami minta rekomendasi kak Rita”
“Baiklah, kalian mau kemana dulu? Ruang bermain ya?” Rita mengajak mereka.
Rita menyiapkan empat scooter untuk membawa mereka ke tempat permainan
“Taraaa!!! Selamat datang ke Dhar”s Playful Garden!” ujar Rita mengarang
“Waahhh, ketiga vloger itu terkagum-kagum dengan isi taman bermain . Mereka menaruh kamera kemudian mulai bermain, ada yang bermain trampolin, basket elektronik, pukul tikus, bom bom kar, hingga komidi putar. Mereka juga membeli pop corn dan minuman. Setelah 1 jam, Rita memberi isyarat kepada staf untuk menghentikan semua permainan
“Yak, waktu habis!, yuk kita ke bagian perawatan tubuh!”
Mereka menurut, tiba di bagian spa, mereka mendapat perawatan pijit dan facial. Setelah 1 jam sesi mereka pun berakhir.
“Nah, kak Rita rekomendasi kakak untuk turing kami yang ketiga apa?”
“Nah ini, aku selalu ingin menunjukkan kepada orang-orang kaya yang menonton ini, yang dilakukan kakekku bisa jadi inspirasi buat mereka. Daripada uang mereka habis untuk yang tidak berguna lebih baik untuk ini”
Rita mengajak mereka ke taman organik yang berada di gedung sebelah
“Seperti kalian lihat,di lantai ini kami menanam sendiri tanaman organik untuk kami konsumsi. Selain lebih sehat juga bebas pestisida. Atap gedung ini terbuka pada pagi hari untuk membiarkan tanaman ber fotosintesis”
“Hmm..kak bau amis apa ini?”
__ADS_1
“Oh di bawah gedung ini ada beragam ikan, hebatnya lagi kami mempunyai ikan air laut. Setiap seminggu sekali beberapa orang staf mengambil air laut dan membawanya kemari untuk membuat habitat bagi ikan air asin”
“waahh..jadi rumah kakak selain untuk tempat tinggal juga bisa untuk tur sains ya?” ujar salah satu vloger
“hehehe...nah, itu aku sudah meminta beberapa staf untuk memberikan beberapa sayuran organik dari kami untuk kalian bawa pulang. Itu gratis, karena kunjungan kemari kurang dari 1 jam bukan?” ujar Rita
Ketiga vloger itu menerima bingkisan dari Rita dengan senang, mereka mengatakan banyak hal positif tentang Rita.
“Jadi teman-teman, ternyata tidak semua orang kaya itu sombong, egois atau memikirkan barang branded saja. Teman kita kak Rita ini menunjukkan kalau kaya itu bisa bermanfaat bagi sesama. Kalian lihatkan berapa banyak pekerja yang bekerja di rumah itu? Selain itu Keluarga kak Rita juga memikirkan dampak lingkungan, kesehatan dan lain-lain pokoknya keren deh!”
“Tapi kak Rita perhitungan juga ya, kita bayar lho!” ujar salah satu vlogger
“Seperti kak Rita bilang “tidak ada yang gratis di dunia ini!” so guy, tetap menyimak kami ya??” vlog pun selesai. Mereka menampilkan video di belakang layar, Darmawan menangkap ekspresi wajah Rita yang tersenyum tapi seperti terpaksa melakukan itu.
“Keren kak!” ujar vloger itu
“Jadi kalian gak akan ngebuntutin aku teruskan? Kayak paparazi?” ujar Rita
“Kalau kami sih tidak kak, tapi kami gak tahu teman-teman yang lain. Mungkin mereka yang bakal mengikuti jejak kami” ujar salah satu anak itu. Kemudian acara selesai. Darmawan mematikan tabletnya
“Lumayan keren ya Kek!, Rita bisa saja ngarang rumah ini konsepnya mal!” ujar Andi geli
“Hmm...awalnya memang rumah ini mau dibuat mal, sekitar 50% bangunan sudah berdiri, itu sekitar tahun 98-an menjelang krisis moneter dunia”
“Tapi kek, masa mal di dirikan di tempat pegunungan seperti ini?”
“Dulu, gedung dan tanah sekitar tadinya mau didirikan komplek perumahan mewah dengan mal sebagai pusat perbelanjaan kemudian dana macet, akhirnya di sita bank dan kakek beli dari bank”
“Kenapa bisa macet kek? Sementara mal sudah berdiri 50%?”
“Menurut cerita yang berkembang, tanah dan mal ini dulu dimiliki suami istri muda. Istrinya seorang artis muda berbakat, sedangkan suaminya bintang film. Si Istri kariernya lebih berkembang dari pada suaminya. saking banyak uangnya mereka membeli tanah ini tapi kemudian si suami tepergok selingkuh dengan pacar lamanya bahkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya. Akhirnya mereka bercerai, suaminya di penjara, seluruh harta mereka di jual lalu di bagi. Kabarnya mantan suaminya sudah meninggal karena sakit AIDS”
"Ia menjadi gi***o untuk menyambung hidup"
“Kok bisa jatuh miskin? Dari pembagian hartanya pasti ia juga dapat banyak kan?”
“Iya betul, tapi si suami ini hutangnya juga banyak, harta gono-gini habis untuk bayar hutang."
“Wah sedih banget ya?”
“Nah itulah, makanya Andi, kakek pesan nih. Godaan dunia itu Harta-tahta-wanita tambah lagi pria juga. Jadi kamu harus banyak bersyukur dengan keadaan dan jangan boros apalagi sombong. Rajin-rajin menabung dan bersedekah, kita kan gak tahu apakah Allah masih menitipkan semua harta ini ke kita apa enggak” nasihat kakek
“Enggih Kek, jadi ...apakah kakek akan memarahi Rita?”
“Kakek sudah putuskan, Rita akan kakek pindahkan sekolah di Jakarta”
“Kembali ke Jakarta kek? Kalau di Jakarta nanti kakek Sugi akan minta Rita tinggal bersamanya”
“Enak saja!, Rita tinggal di rumah kita di Jakarta! Kakek memang berniat kembali ke Jakarta beberapa bulan ini, kakek bosan di sini”
“Oh begitu, aku tetap di sini ya Kek!”
“Ya terserah, kakek juga akan membawa Sembrani ke Jakarta”
“Kenapa dengan Daniel?”
“Bukankah dengan dipindahkannya Rita ke Jakarta berarti mereka akan LDR? Bahkan putus?”
“Memangnya kenapa? Aku tidak mengangkat Daniel menjadi CEO karena ia dekat dengan Rita tetapi karena aku ingin membalas budi. Ayahnya Daniel dulu sangat membantu kakek, mengajarkan bisnis, membantu permodalan hingga bisnis kakek bisa berkembang seperti sekarang. Daniel jadi atau tidak dengan Rita tidak akan mempengaruhi kedudukannya sebagai CEO”
“Jadi sebenarnya ayahnya Daniel itu baik ya?”
“Iya, sebagai teman ia sangat setia, tapi memang ia punya kelemahan yaitu senang minum alkohol. Kalau sudah mabuk ia sangat kasar. Istri dan anaknya sering menjadi korban. Aku membantu Istrinya ketika Daniel masuk rumah sakit karena melindungi ibunya dari papanya yang pemabuk. Sedangkan kak Sugi membantu Euigon agar ia tidak dipenjara terlalu lama, setidaknya itu yang bisa kami lakukan.”
“Bagaimana dengan bisnisnya?”
“Karena ia pernah di penjara sehingga banyak kliennya yang memutuskan hubungan kerja, akhirnya bisnisnya bangkrut”
“Sayang sekali ya?”
“Iya, kami semua sangat prihatin. Padahal dari kami bertiga Euigon lah yang terus menyemangati kami, eh gak taunya dia harus berakhir seperti itu”
“Seperti itu bagaimana kek?”
“Euigon meninggal ketika mabuk, ia ditemukan membeku di depan kedai ia biasa minum. Konon kabarnya livernya pecah karena terlalu banyak minum.”
“Kasihan sekali Daniel!”
“Tapi Daniel tumbuh jadi pemuda pemberani kan? Aku sangat kagum padanya, ia rajin, setia, tampan pula. Bahkan ia sudah menjadi mualaf”
“Hah? Mualaf? Sejak kapan? Apa sejak bersama Rita?”
“Kalau menurut teman kakek, sejak ia bertugas di Dubai ia sempat tinggal dengan keluarga muslim, jadi ia ikut dengan agama mereka. Hanya saja ia tidak serius menekuni, ia belum bisa sholat, wudhu , puasa. Ia baru mempelajari itu semua sejak dekat dengan Rita.”
“Ooo begitu, tapi kenapa Daniel tidak cerita ke Rita?”
“Mungkin karena ia ingin menjadi muslim karena keinginannya sendiri, bukan karena orang lain.”
“Keren ya Daniel!” ujar Andi mengagumi
“Aku sudah membuat perjanjian dengan Daniel, tidak akan mengganggu posisinya sebagai CEO walaupun ia tidak menikah dengan Rita, nanti Kakek akan menunjukkan perjanjiannya padamu.Aku tidak akan membiarkan anak sahabatku terlunta-lunta menjadi pengawal yang gak jelas”
“Tapi Kek, dua hari yang lalu Om Franky datang kemari. Ia marah-marah karena pengangkatan Daniel, Ia merasa dirinya yang lebih berhak atas kantor di Auckland dari pada Daniel.”
“Oh ya? kog gak ada yang melapor ke kakek?”
“Om Franky memaki-maki Daniel, kebetulan ia kemari untuk melihat perkembangan Rita, aku sendiri tidak di rumah. Tapi Lee menceritakan semuanya”
“Lalu Daniel bilang apa?”
“Ia diam saja, tapi wajahnya memerah menahan amarah karena hinaan Om Franky, padahal kalau dari kata-kata nya yang menyakitkan bisa saja ia membuat Om Franky semaput, tapi ia tidak melakukanya”
“Lalu kenapa Franky bisa pergi dari rumah ini? Dia sangat penuntut, jika keinginannya tidak terpenuhi ia tidak akan beranjak dari tempatnya”
“Lalu Rita membeberkan kesalahan Om Franky dalam mengurus peternakan kuda. Rita bilang sebagai cucu kakek, ia lebih berhak dari Om Franky, Ia akan meminta kakek menyerahkan pengurusan peternakan kuda kepada dirinya. Sekarang gantian wajah Om Franky yang memucat, ia takut peternakan kuda diambil darinya. Lalu ia pergi tanpa mengatakan apa-apa”
__ADS_1
“Wahh Rita hebat!!! Mungkin ada baiknya dengan Rita yang sekarang. Kalau dulu pasti dia main pukul, sekarang ia menggunakan otaknya” Darmawan berdecak kagum
“Ia kek, tapi tetap saja Rita yang sekarang menyebalkan, terlalu cewek! Aku kurang suka!”
“Rita itu memang cewek! Kamu saja yang menganggapnya cowok! Atau jangan-jangan kamu hompimpa ?”
“Enak saja kakek!, Aku suka sama cewek tahu! Cuma Rita ini genit sekali, dandan melulu, males aku ngeliatnya. Sudah gitu kadang telmi. Hadeuuhh...kangen sama Rita yang dulu!” keluh Andi
“Sudahlah, kita makan malam yuk, Lee sudah memanggil kita untuk makan!”
“Kek, nanti di Jakarta Nenek juga di sana?”
“Sepertinya begitu, aku sudah minta padanya untuk menyiapkan kamar untuk Rita.” Darmawan merangkul Andi pergi ke ruang makan di sana Rita dan Sisca telah menunggu
“Hei, Sisca!” sapa Andi
“Hai!” jawab Sisca
“Apa kabar Kek?” tanya Sisca Ramah
“Baik Sisca, sudah lama menunggu kami ya?”
“Enggak kog Kek, sebenarnya ada keperluan sama Rita, eh karena bertepatan dengan jam makan malam, jadi aku diajak”
“Oh begitu”
Lee menyiapkan makan malam untuk mereka berempat, selama menunggu, Rita membuka percakapan
“Sebenarnya ada keperluan apa? kog tadi tidak ngomong apa-apa di sekolah?”
“Karena di sekolah kamu sangat sibuk! Sulit untuk mendekatimu.”
“Oh ya? kenapa bisa begitu?” tanya kakek tiba-tiba
“Sejak Vlog itu Kek, mereka membujuk Rita untuk ikut turing di rumah ini” ujar Sisca menerangkan
“Oh begitu!” Kakek meresponnya dengan tenang
“Lalu apa yang kamu mau omongin?” tanya Rita gak sabar
“Besok Aku dan Mama akan pindah ke Belanda”
“Hah? Kog mendadak sekali?”
“Mama akan menikah di sana, mungkin satu bulan lagi setelah kami menetap di sana, ternyata selama ini mama diajak berobat oleh calon suaminya yang berkebangsaan Belanda”
“Apa calon papamu itu baik?” tanya Rita tiba-tiba
“Sepertinya begitu, Aku melihatnya merawat mama dengan telaten.Aku sendiri akan kembali bersekolah di asrama.”
“Asrama di sana juga?” tanya Rita lagi
“Iya, aku sudah survey, di sana ada sekolah asrama bagus sekali dan modern. Dengan beasiswa dari kakekku. Aku bisa mandiri di sana dan tidak akan merepotkan mamaku yang memulai hidup barunya”
“Aku akan merindukanmu Sisca!” ujar Rita, ia memeluk Sisca dengan terharu
“Aku juga Rita, kamu teman yang sangat baik dan setia!” Sisca memeluknya erat
“Ehem!” deheman kakek menghentikan mereka saling berpelukan
“Sebenarnya, kakek juga mau mengabarkan kepada kalian!”
“Oh ya? tentang apa Kek?” tanya Rita
“Semester ini sudah selesaikan? Jadi mulai semester depan, Rita akan bersekolah di Jakarta!” ujar Darmawan
“Hah? Apa gak kejauhan Kek? Aku harus bolak-balik Jakarta-Auckland setiap hari?” tanya Rita
Darmawan menutup matanya menahan kesal
“Maksud kakek, Lo akan tinggal di rumah di Jakarta!!! ONENGGG!!!” ujar Andi kesal
“Oooo,..jadi Kita pindah ke Jakarta?” tanya Rita
“Cuma Lo dan Kakek, gue tetap di sini!” ujar Andi senang
“Abang sendiri di sini? Berani bang? Kek, Lee ikut sama kita gak?”
“Enggak dong Oneng!! Lee itu keluarganya di sini dia warga negara di sini, lagi pula di sana sudah ada pengurus sendiri!"
“Abang apaan sih, ngomong sama siapa? Oneng itu siapa?” tanya Rita ia celingukan mencari orang yang bernama Oneng
“Uhukk!!!” Kakek yang sedang makan, tersembur karena tertawa, cucu-cucuku ini lucu sekali
Hari keberangkatan Rita kembali ke Jakarta pun tiba, karena private jet milik keluarga sedang dalam perbaikan, sehingga mereka terpaksa menggunakan penerbangan umum. Andi dan Daniel mengantar mereka ke airport. Darmawan dan Andi sengaja meninggalkan Rita dan Daniel berdua untuk berpamitan.
“Ehmm...Rita..aku harap kita bisa bertemu lagi ya?” ujar Daniel dengan suara lirih
“Iya Oppa kalau konser di Jakarta hubungi aku ya? aku pasti nonton!"ujar Rita riang, ia masih menganggap Daniel artis KPOP. Daniel mengangguk sedih
“Kalau ada yang kamu ingat hubungi aku ya?” ujar Daniel lagi matanya mulai memerah menahan tangis
“Eh kakek! Kita sudah dipanggil!” ujar Rita, ia mengabaikan ucapan Daniel dan melambaikan tangannya ke kakeknya dan menghampirinya.
Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Andi dan Daniel mereka pun naik ke ruang tunggu.
Andi dan Daniel menatap kepergian mereka dari jauh, Rita pergi tanpa menoleh ke belakang.
Mereka menaiki pesawat kelas VVIP, selama perjalanan Rita terus mendengarkan musik dari headsetnya. Ia melihat kakeknya yang tertidur, ia menyelimuti kakeknya, kemudian pergi ke toilet
“Maaf saya akan agak lama di toilet, sakit perut!” pintanya kepada pramugari. Di toilet, Rita menatap cermin kemudian, ia menangis sejadi-jadinya
“Maaf Daniel, aku harus melakukan ini” ujarnya pelan, ia menghapus riasannya dan mencuci wajahnya yang penuh riasan. Air matanya tidak berhenti mengalir dari pipinya..
_ bersambung_
__ADS_1