Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 115: Hari Pertandingan


__ADS_3

Sejak gosip kedekatan Rita dan Kevin menyeruak, gosip tentang hubungan asmara guru dan murid pun sudah hilang begitu saja. Para fans Kevin juga tidak berani menyerang Rita, karena beredar CCTV Rita menghajar 2 orang yang bermaksud melukai atlet andalan mereka. Nama Rita menjadi dikenal oleh seluruh penghuni sekolah. Ia menjadi disegani, selain di bagian cewek juga di bagian cowok, Rita tidak ambil pusing, ia berniat menyelesaikan pendidikannya di sekolah tanpa drama. Ia sengaja menyendiri di perpustakaan sekolah ketika jam makan tiba.


Ketika jam makan siang tiba, ia mengambil duduk di bawah ponon rindang, kemudian ia mengambil foto dirinya dengan makan siangnya, kemudian mengirimkannya ke Daniel. Ia tersenyum-senyum membaca pesan dari Daniel, tanpa disadarinya Kevin memperhatikannya, ia duduk dihadapan Rita dan juga membawa bekal makan siangnya.


“Orang itu beruntung sekali ya?” ujarnya tersenyum, Rita terkejut, melihat Kevin


“Sejak kapan kamu di sini?” tanyanya ia berusaha menutupi malu di wajahnya


“Sejak,..” Kevin memperagakan gaya berfoto Rita.


“Uhuk..uhuk..” Rita terbatuk menahan malu


Kevin menyodorkan sekaleng Cola, lalu membuka tutupnya “Nih!, santai saja!” ujarnya. Rita meminum cola itu, lalu mulai menyantap makan siangnya. Bekal siang itu ia membawa Katsu, nugget dan salad, beserta nasi merah.


“Kamu ngapain di sini?” tanyanya


“Ya nemenin kamu dong!”


“Kenapa?”


“Yaaa,..karena sejak gosip kedekatan kita, aku jadi lebih tenang di sekolah!”


“uhuk..uhuk..uhuk..”Rita kembali batuk


“Kamu tuh mudah sekali terkejut ya?” ujar Kevin ia memakan hotdog yang ia bawa


“Aku harap pacarmu tidak cemburu terhadapku ya?” ujarnya lagi, Rita hanya diam saja, ia belum menceritakan tentang Kevin pada Daniel.


“Kamu cuma makan itu saja?” tanya Rita


“Aku bawa banyak, kamu mau?” Kevin menunjukkan 6 hotdog yang ia bawa


“Sosisnya apa?” tanya Rita


“pork?” jawab Kevin santai


“Aku muslim, aku gak makan itu!”


“Hahaha..becanda, aku keturunan Yahudi, jadi gak mungkin makan pork!” ujarnya tertawa, ia memberikan 1 hotdog ke Rita


“Gak mau ah, sudah kenyang!” Rita menutup bekalnya yang masih tersisa


“Aku menganggumu ya?” tanya Kevin, Rita diam saja, ia membereskan tempat makannya


“Rit, hari Minggu besok kami bertanding!, lawan kami sekolah yang anaknya kamu bikin babak belur!” ujar Kevin tersenyum puas


“Lalu?”


“Kamu mau datang? Kami bertekad tidak memberi ampun pada mereka!” ujar Kevin


“Aku membaca ulasan tentang mereka di salah satu berita olah raga, mereka tim yang cukup kuat,dan berani main kotor. Beberapa pemainnya diskors karena membuat pemain lawan terluka!”


“Justru itu, Kami akan membalasnya melalui permainan!”


“Apa perlu tiket untuk menonton pertandingan?”


“ini 2 tiket, 1 untuk pacarmu!” ujar Kevin, lalu ia pergi. Rita menerima tiket itu, ia berpikir keras, perlukah ia mengajak Daniel ke pertandingan itu? Kalau terlihat ia bersama Daniel, apakah gosip Kevin dan Miss Nouva akan muncul lagi? Demikian yang ada di kepalanya.


Tanpa terasa, hari Sabtu telah tiba, seperti biasanya Rita dan Daniel nge-gym bersama.


“Bagaimana hari-harimu pak CEO?” tanya Rita


“Hmm...membosankan!, semua pekerjaan sudah dikerjakan para bawahan. Kerjaku hanya tanda tangan saja. Akhirnya aku mengerti kenapa pak Radian menjadi penggemar K-Pop itu salah satu cara membunuh kebosanan!” keluhnya


“Apakah pak CEO akan mengikuti jejak pak Radian menggemari Black Pink?” tanya Rita berpura-pura sebagai reporter.


“Mungkin? Hehehe, bagaimana sekolah Rit?”


“hmm...Niel, kamu ada acara besok?”


“Besok? Kayaknya enggak ada!”


“Kamu mau menemani aku nonton ini?” Rita memberikan tiket football ke Daniel

__ADS_1


“Pertandingan Football?, sekarang kamu suka pertandingan ini?” tanyanya heran, Rita menggeleng, kemudian ia menceritakan kejadian di sekolahnya. Ia juga menceritakan tentang Kevin dan gurunya.


“Waaahhh!” Daniel memegang belakang kepalanya dengan kedua tangannya, ia sangat takjub


“benar juga ya, kamu bisa menarik masalah di sekitar menjadi masalah mu!” ujarnya lagi


“Itu gak sengaja Niel!, ini kan karena pembatalan kelas online itu, eh ujung-ujungnya malah begini!, Kamu mau ikut nonton gak? Tanya Rita setengah merayu


“Kevin ini ganteng gak?” tanya Daniel, ia agak cemburu mendengar gosip yang berseliweran di sekolah Rita


“Kan aku sudah bilang, dia ini pemain andalan sekolahku, idola lho, penggemarnya banyak!”


“Aku kan nanya, dia ganteng gak?” tanya Daniel lagi


“Kamu lebih ganteng dan keren Kog!” ujar Rita merayu


“Berarti dia ganteng saja ya?” ujar Daniel, Rita tertawa mendengar kecemburuan di nada suara Daniel


“Oke aku ikut!, tapi aku boleh merangkul kamu gak?” tanya Daniel


“ya boleh saja sih! Tapi aku gak jamin bisa lho, kan di sana ramai!”


“hmm...Rit, soal guru mu, miss Nouva, rahasia apa yang mantan suaminya pegang?” tanya Daniel menyelidik


“Entahlah, beliau gak mau bilang. Niel, kamu kan mantan interpol, gak bisa cari tahu gitu? Kasihan miss Nouva hidupnya selama ini sulit karena suaminya.?


" mungkin Aku bisa menghubungi beberapa orang untuk mencari informasi tentang itu, hitung-hitung membalas suaminya yang menyerangmu?”


“Wow Mr.CEO kamu keren sekali kalau marah!” Rita menggoda Daniel, mereka pun tertawa bersama


Hari pertandingan tiba, seperti yang Rita katakan, stadion sudah penuh dengan banyak penonton, kabarnya pertandingan itu juga diliput oleh televisi olahraga dan para agen olah raga yang mencari atlet berbakat. Rita datang terlambat, tapi karena tiket yang diberikan Kevin padanya maka ia mendapatkan tempat duduk yang strategis. Daniel memakai kaos dan celana jeans, ia menggunakan karet ikat kepala, sehingga ia kelihatan seperti remaja belasan tahun. Rita tersenyum ketika menjemput Daniel di apartemen barunya.


“Hahaha..kamu niat bangetnya bergaya seperti remaja!”


“Sainganku lebih muda dari aku, tentu dong aku harus dandan!” ujarnya. Ia bertukar tempat duduk dengan Rita, ia yang menyetir mobil.


“Mobilku belum selesai di bengkel, maaf kamu harus repot menjemputku!” ujar Daniel


“Redy?” tanya Daniel heran


“Nama mobil ini Redy, karena ia berwarna merah, selain itu ia juga akan selalu siap mengantarku!” ujarnya tersenyum. Daniel turut tersenyum mendengar celotehan Rita. Mobil pun meluncur ke stadion olahraga.


Sesampainya di stadion, Daniel membeli beberapa minuman dan cemilan, lalu kembali ke tempat duduk di samping Rita. Kedatangan Rita yang terlambat, dengan seorang cowok ganteng, seperti layaknya selebriti, beberapa siswi diam-diam mengambil foto mereka berdua. Sebelum pertandingan, Kevin berlari mendekati tempat duduk penonton, ia melambaikan tangannya ke arah Rita, tingkahnya mendapatkan sorotan, Rita yang wajahnya muncul di layar besar di tengah stadion, membalas lambaian Kevin sambil menutup wajahnya dengan topi yang ia pakai. Daniel melihat wajah dan penampilan Kevin, lalu ia ikut menutup wajahnya, ia merasa minder karena usianya lebih tua dari Kevin. Pertadingan berjalan sangat seru, seperti yang diduga sebelumnya, tim lawan bermain kotor dan kasar tetapi tim sekolah Rita yang digawangi Kevin telah mengantisipasi hal tersebut, mereka berhasil menaklukan lawan dengan skor yang cukup telak!. Tiga jam kemudian pertandingan pun berakhir. Sorak-sorai penonton dan para pemain yang membopong Kevin sebagai pahlawan mereka yang menenangkan pertandingan. Rita dan Daniel bermaksud pulang, tetapi Kevin menemui Rita terlebih dahulu,


“Kevin, ini Daniel pacarku!” ujar Rita mengenalkan Daniel


“Kevin!” ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman


“Daniel!” jawab Daniel, semakin dekat semakin keren ini anak, batinnya Daniel yang mulai dilanda cemburu


“Kamu punya pacar yang hebat!” ujar Kevin memuji Rita dihadapan Daniel


“Terima kasih, toiletnya di mana? Aku sudah menahannya sejak setengah jam yang lalu!” ujar Daniel


Kevin menggandeng Daniel dan menunjukkan toiletnya, karena sibuk dengan Daniel, Kevin melupakan Rita, yang kembali ke pinggir lapangan menunggu Daniel.


Ketika Daniel memenuhi hajatnya di toilet, ia mendengar beberapa orang berbicara


“Sial kita kalah! Kalau saja Kevin kita bikin cedera, kita pasti menang!” ujar salah satu orang


“Karena cewek itu!”


“Cewek?”


“Lo gak lihat cewek yang muncul di layar besar? Itu pacarnya Kevin!” ujar temannya satu lagi


“Masa lo kalah sama cewek?” ujar salah satu temannya lagi


“Lo bisa bilang begitu, karena bukan Lo yang melawan!, itu si Alan sampai benjol kepalanya, Lyon juga!”


“Kita kasih pelajaran tu cewek, keroyokin rame-rame, syukur-syukur bisa kita gilir!” ujar salah satu orang


Kemudian mereka keluar dari toilet, Daniel yang mendengar hal tersebut, menyelesaikan urusannya lalu keluar dari toilet dan mencoba menelpon Rita. Karena suasana masih sangat ramai, Rita tidak mendengar deringan telepon dari Daniel untuk memperingatkannya. Daniel panik, ia mencari Kevin di ruang ganti

__ADS_1


“Kevin, Rita mana?”


“eh? Bukannya tadi mengikutimu ke toilet?” tanya Kevin heran, tanpa mendengar ucapan Kevin lagi Daniel langsung menuju ke kantor security untuk mengecek CCTV. Pengalamannya sebagai pengawal memudahkannya dalam pencarian. Ia melihat posisi terakhir Rita, sambil terus menelponnya.


Di tempat lain, Rita terpancing melalui seorang anak kecil yang minta diantarkan ke ibunya, tiba-tiba ia sudah berada di tempat sepi dan dikepung oleh sepuluh orang berbadan besar. Mereka pemain yang kalah bertanding.


“Ah, kita ketemu lagi bocah!” ujar seseorang yang datang menghampiri, ternyata orang itu suami miss Nouva


“Oh kamu, pantas murid asuhanmu jadi pecundang!” ujar Rita berani, ia sengaja mengulur waktu, ia berdoa Daniel mencarinya


“EH cewek tau apa tentang pertandingan!” ujarnya menyepelekan


“Aku ini atlet nasional, aku sering berhadapan dengan musuh, aku tahu mana musuh yang berbahaya karena bakatnya mana musuh yang berbahaya karena putus asa! Melihat kalian di awal pertandingan, kalian cukup berbakat, aku melihat tim Kevin kewalahan. Tapi sayang pelatih kalian itu dia, penyiksa perempuan! Pecundang, jadi kalian ikutan menjadi pecundang!” Rita sengaja berbicara untuk mengalihkan ia mengubah posisinya membelakangi tembok, itu untuk mencegah musuh menyerangnya dari belakang. Tanpa gentar ia menyerang orang-orang berbadan besar itu satu per satu. Ia menggunakan teknik menendang dan melumpuhkan, setelah melumpuhkan satu orang ia langsung menjauh, ia sadar perbedaan kekuatan jika harus melawan jarak dekat. Tiga orang berhasil dibuatnya pingsan, tinggal 7 lagi. Dalam hatinya berusaha menguatkan, tapi serangannya yang sama bisa dibaca oleh lawan. Sehingga salah satu orang berbadan besar itu menangkap kakinya dan membantingnya, syukurlah Rita sudah berpengalaman, ia mengubah posisi jatuhnya hingga tidak mencederai punggungnya. Tapi, serangan orang itu mengenai bibirnya, hingga sudut bibirnya berdarah. Di saat bersamaan, ia melihat seorang dari mereka jatuh tersungkur, rupanya Daniel datang. Ia melihat darah di sudut bibir Rita, Ia mengamuk. Ia menyerang ke tujuh orang tersebut, kemampuannya sebagai pengawal dan gemblengan dipelatihannya membuat ke tujuh orang takluk dengan luka parah. Mereka menangis memohon ampun, kini tinggal sang pelatih.


“Kemari Kau!” ujar Daniel dengan suara kasar, Rita terkejut, baru kali ini ia melihat Daniel mengamuk, sang pelatih yang berusaha melarikan diri, di lempar balok kayu kakinya oleh Daniel, sehingga ia terjatuh. Ia mengerang kesakitan


“Kamu!, aku dengar kamu kasar sama perempuan ya?”


“tidak pak Ampun, saya salah!” ujarnya memohon


“Aku dengar kamu mau memperkosa ya?, Aku mendengar rencana kalian!” ujar Daniel kesal, ia memperdengarkan rekaman pembicaraan mereka di toilet.


“Itu bukan kami!” ujar mereka menyangkal


“Bodoh sekali!, aku sudah melaporkan kalian ke polisi, kalian harus bersyukur karena kami melibatkan polisi, kamu gak tahu, kalau aku melibatkan kelompok mafiaku kan?” ujar Daniel kesal


“Ampuun pak!!!” mereka memohon-mohon kepada Daniel, mereka takut, karena Mafia lebih kejam dibandingkan ditangkap polisi. Beberapa menit kemudian security dan polisi datang, mereka membawa sepuluh orang penyerang Rita dan pelatih mereka ke kantor polisi. Daniel, Rita, Kevin serta salah seorang Security dimintai keterangan. Daniel menemui komandan polisi yang merupakan kenalannya


“Direktur Daniel!” ujar komandan polisi itu ramah ia menyalami Daniel


“Siap komandan!” jawab Daniel, kemudian mereka masuk ke ruangan komandan. Daniel menceritakan kejadian sebenarnya. Komandan mendengarkan dengan seksama, lalu ia menunjukan sebuah file kepada Daniel, ia membaca file dengan seksama


“Jadi karena ia informan polisi dalam kasus mafia narkoba sehingga ia tidak tersentuh?” ujar Daniel, ia merasa kesal


“Yah, orang ini memang bermasalah, berkali-kali laporan kekerasan yang ia lakukan, tapi kami tidak bisa menindaknya. Itu karena kejaksaan membutuhkan kesaksiannya!”


“Informasi mafia apa yang kamu butuhkan agar orang seperti dia bisa dihukum?” tanya Daniel


Komandan memberikan informasinya tentang operasi mereka yang membutuhkan bantuan pelatih. Daniel mencatatnya, setelah selesai ia mengatakan


“Komandan, aku akan memberikan informasi yang lebih berharga dibandingkan yang ia tawarkan, tapi aku butuh waktu. Tolong tahan dia 2x24 jam, jangan dilepaskan dulu!”


“Tapi Niel, kami terikat oleh hukum, jika tidak terbukti Kami tidak bisa menahannya lebih lama!”


“Buktinya dia melakukan tindakan kriminal banyak, kalian berusaha menutupi, Aku minta waktu 2x24 jam, itu saja!”


“Jika kamu tidak berhasil?”


“Ya silakan, komandan bisa membebaskannya!” ujar Daniel


Setelah itu, Daniel keluar dari ruangan komandan, lalu bersama Rita , ia keluar dari kantor polisi


“Kevin kamu bisa pulang dengan bapak ini kan? Aku akan mengantar Rita pulang!” ujar Daniel, ia tampak berwibawa.Kevin dibuatnya minder


“Eh iya, Niel, eh Pak!” ujar Kevin gugup.


Daniel pun mengantar Rita pulang, sebelumnya ia sempat membeli minuman dengan es batu. Ia mengambil saputangannya, dan membungkus es batu itu lalu meletakannya di sudut bibir Rita.


“Aduuhh!” erang Rita


“Kamu sungguh berani!” puji Daniel


“Sebenarnya aku sangat takut, tapi aku yakin kamu akan mencariku!” ujar Rita.


“Aku pinjam mobilmu ya?” ujar Daniel ketika menurunkan Rita di rumahnya


“Sebentar Niel!” Rita berlari kecil mendekati Daniel yang masih di mobil, lalu ia mendekatkan bibirnya ke bibir Daniel


“Cup” ia mengecupnya lalu kabur karena malu. Daniel yang memperoleh ‘hadiah kecupan’ dari Rita termangu seolah tidak percaya, kemudian ia tersenyum. Lalu pergi dari rumah Rita. Sementara Rita yang merasa malu, berlari kencang ke kamarnya, ia memegang bibirnya


“Gawat!!! Tadi gue ngapain sih??? Dosa nih gue!!!” ujarnya menutup wajahnya dengan bantal


_ Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2