
“Hey Rita! “ Sapa Rosy sepupunya
“Hai Rosy, tanganmu sudah sembuh?” tanya Rita, Rosy adik perempuan Roby, tahun lalu tangan kirinya diplintir hingga retak.
“Sudah lama sembuh Rit, gue dibawa berobat ke luar negeri sama kakek, Alhamdulillah sudah normal lagi” Rosy menunjukkan tangannya yang sudah kembali seperti sediakala
“Alhamdulillah, Fita, Maia,Desy, kabar kalian gimana?” tanya Rita kepada sepupu-sepupu perempuannya yang lain
“Baik!!!” jawab mereka kompak
“EH, Rit, di sini ada kolam renang indoor gak? Kita berenang yuk?” ajak Maia
“Iya Rit, kita baru tiba di rumah kakek kemarin, eh sudah diboyong kemari!” sambung Fita
“Hmm, sebentar gue tanya staf dulu ya, siapa tahu mereka bisa prepare swimming pool dengan warm water!” sambung Rita
“Asyiikkk!” teriak para sepupunya kegirangan. Rita meninggalkan mereka dan meminta kepada staf untuk menyiapkan kolam renang dengan air hangat.
“Girls! Kolamnya siap 1 jam lagi karena harus dihangatkan dulu, kita siap-siap terus ke sana gimana?”
“Oke!” mereka kembali ke kamar masing-masing dan berganti pakaian renang, dan membawa pakaian renang.
Kira-kira 20 menit kemudian mereka telah siap, termasuk Rita, ia mengajak para sepupunya menuju kolam renang indoor yang berada di lantai bawah. Mereka berjalan beriringan menuruni tangga rumah yang lebar.
“Rit, Lo kerasan di sini?” tanya Maia
“Iyalah, di sini fasilitas lengkap, staf dapurnya juga professional sekali, gue paling suka kalau weekend!” jawab Rita
“Kenapa kalau weekend?” tanya Fita
“Dapur ga masak seperti biasa, tapi mereka mendatangkan booth, dari Mc’Du, BK, Dom,wah banyak deh, tentunya dengan syarat kehalalan masakan!”
“Wuiihhh,..keren!! Kita sudah lama gak begitu ya?” tanya Desy ke sepupunya yang lain
“Yaaa, sejak Rita dan Andi gak di rumah, kakek sama kita ngasal sekali!” jawab Rosy
“Ah masa? Kakek sama sayangnya kog sama kalian!” ujar Rita lagi
“Beda Rit!, kakek kelihatan cool aja di depan Lo, tapi waktu Lo kritis terus harus stay di sini, Kakek lebih senang di kamarnya, beliau keluar hanya waktu makan saja, sudah gitu kembali ke kamarnya atau bahkan langsung ke kantornya!” ujar Rosy lagi
“Tapi bukannya kalau hari biasa kalian kembali ke rumah masing-masing?” tanya Rita heran
“Nah, sejak Andi gak ke rumah lagi, mama berinisiatif membawa Roby dan Rosy tinggal di rumah kakek. Eh ternyata mama-mama yang lain juga berpikiran sama, jadi deh kita sekarang tinggal di rumah kakek!” jawab Maia
“Memangnya ayah kalian gak keberatan pisah dari anak-anaknya?” tanya Rita lagi
“Papa-papa malah senang, justru sekarang terbalik, kita kembali ke rumah kalau weekend, jadi rumah kakek seperti asrama buat kita.” Ujar Maia lagi
“Jadi Rit, katanya Lo keluar dari sekolahan lo yang lama ya?” tanya Desy
“Ih ni anak Oon ye? Ya iyalah, mana bisa dia bolak-balik ke sekolahan yang lama?” ujar Rosy kesal
“Biasa aje dong, ga usah nge-gas!” ujar Maia membela. Mereka berempat seumuran.
“Iya nih Rosy, dari tadi nyolot aje!” ujar Fita
“Gue homeschooling sekarang, insya Allah dua bulan lagi masuk semester baru, mungkin akan masuk sekolah biasa!” jawab Rita
“Apa Lo gak kesulitan dengan kendala bahasa Rit? NZ kan inggrisnya british ya ?” tanya Maia
“Awalnya sih, tapi karena ketemu sama para staf di sini, jadi biasa deh ngomong”
__ADS_1
“Gue tinggal di sini boleh gak?” tanya Fita tiba-tiba
“Di usir beneran lho sama kakek!” ujar Rosy
“Kog diusir?” tanya Fita
“Walau kakek lebih sayang sama Rita dan Andi, tapi sama kita-kita cucunya, beliau posesif lho, masa lo ga inget waktu om siapa gitu, itu lho bokapnya Roby yang sering kasar sama Rosy dan Roby kan dipenjarakan sama kakek. Mamanya Rosy cerai sama Om itu. Kakek bilang , beliau gak suka cucunya berada dilingkungan broken home!” ujar Desy
Rosy menunduk sedih mengingat perceraian kedua orang tuanya
“Sorry ya Ros, gue turut prihatin” ujar Rita mengusap punggung Rosy
“Gak apa kog Rit, kakek benar. Bahkan gue sering ketakutan kalau dengar mobil bokap gue masuk rumah. Gue hampir gak mau pulang, kalau gue curhat ke nyokap beliau selalu bilang gue harus sabar, dan banyak mendoakan semoga bokap gue berubah, gak tahunya makin parah!” cerita Rosy lagi
“Parah gimana Ros?” tanya sepupu-sepupunya
“Ternyata bokap gue menghamili teman sekantornya, nah pacarnya itu datang ke mama, dia minta mama membolehkan bokap gue poligami.”
“Terus nyokap lo gimana?”
“Ya marah lah!, nyokap gue kurang sabar apa coba, bokap ngasih nafkah saja enggak, karena dia bilang nyokap gue dapat duit banyak dari kakek, padahal nyokap kerja. Eh sekarang bokap gue malah begitu, ribut besar mereka.”
“Nyokap lo minta cerai?” tanya Maia
“Pastinya, tapi bokap gak mau menceraikan, dia bilang kalau cerai anak-anak mau dia yang asuh. Idih, amit-amit deh, gue mendingan kabur aja!” cerita Rosy lagi
“Terus Roby gimana? Berani gak dia bela nyokap?”
“Beranilah, karena dia membela mama yang hampir dipukul, akhirnya kepalanya kena pukul bokap sampai bocor. Lalu di bawa ke RS sama nyokap. Kakek begitu tahu cucunya dilukai menantunya, gak ampun deh, bokap gue langsung diciduk malam itu juga sama polisi. Nangis-nangis bokap gue minta ampun ke kakek” cerita Rosy lagi
“Terus nyokap lo gimana?”
“itu beneran Ros? Kog lo ceritanya datar banget, gak ada sedih-sedihnya? Yang dipenjara itukan bokap lo?” tanya Fita heran
“Gimana ya, dari gue kecil gue gak dekat sih sama bokap. Gue inget , waktu SD nilai ulangan gue jelek, eh gue dijambak terus kepala gue diinjek, gue masih kelas tiga SD girls!” Rosy bercerita mengingat kejadian sedih masa kecilnya
“Ih sadis!, nyokap lo gak belain tu? “ tanya Rita
“Dulu Nyokap bucin berat sama bokap, jadi menurutnya gue yang salah. Gue gak habis pikir gue kan masih kecil.”
“Ohh itu sebabnya dulu Lo kalau di rumah kakek lo gak mau pulang?” tanya Fita mengingat
“Iya, hampir tuh gue bilang ke kakek, tapi Roby ngancem gue, dia bilang kalau bokap dan nyokap pisah, justru gue bakal diasuh bokap. Ya takutlah gue.”
“Wah sedih banget cerita lo Ros!” ujar Rita prihatin
“Makanya, pertandingan besok kalian pada ngalah ya sama gue?” ujar Rosy dengan suara memohon
“Hah??? Enak aje!! Modus!!!” jawab para sepupu kompak
Akhirnya mereka tiba di kolam renang. Mereka langsung menceburkan diri ke kolam
“Wah, asyik nih, hangat!!!” ujar Maia teriak
“Sebentar, makin asyik kalau ada cemilan iya gak?” Rita keluar dari kolam dan meminta staf membelikannya 2 pizza ukuran besar dan minuman soda.
“Sudah malam nih Rita, gak apa kita makan segini banyak?” tanya Rosy
“Kan kita berenang, kalorinya cepat terbakar” jawab Rita, ia begitu senang berkumpul kembali dengan para sepupunya.
“Eh btw, kalian ngeh gak dengan keberadaan Rendy di tengah kita?” tanya Maia yang berenang dipinggir kolam sambil meminum jus, Rosy menghampiri dan mengambil gelasnya dan ikut ke pinggir
__ADS_1
“Kenapa memangnya?” tanya Rosy
“Kakek mau menjodohkan Rendy dengan salah satu dari kita!” ujar Maia
“Kalau begitu kalian berdua lebih dulu, kalian kan lebih tua sedikit dari kita!” ujar Fita yang ikutan gabung, kepinggir
“Rendy seumuran kita?”tanya Rita
“Kayaknya iya?” ujar Rosy
“boleh tuh Des!” ujar Maia menyenggol Desy, yang dibalas lagi
“Enggak mau ah, orangnya cupu!” ujar Desy
“Cupu? Culun gitu?” tanya Maia
“Iya, menurut gue antara Rendy dan Roby, masih kerenan Roby!” ujar Desy
“Emang Roby keren?” tanya Rosy heran
“Kan gue bilang dibandingkan, kalau sama Andi ya kerenan Andi kemana-mana lah! Rendy Buat Lo aja Mai!” ujar Desy menggoda Maia
“Enggak ah, gue kan sudah punya Hendra.” Jawab Maia tersipu
“Hendra? Yang rumahnya di depan rumah kakek kan?” tanya Rita
“He eh!” jawab Maia
“Hahahaha...bukannya dia cupu juga?” tanya Rita polos, sepupu-sepupu yang lain tertawa ngakak. Maia menyiram Rita dengan air
“Enak aje Lo, itu dulu, sejak pacaran sama gue, dia makin keren tau! Itu Desy hampir aje naksir Hendra, kalau gak gue ancem!” ujar Maia yang sifat agresifnya keluar
“Lo aje Fit, gimana?, cupu juga gak pa-pa yang penting kaya!” ujar Desy berpromosi.
“Nah Lo aja Des! Ngapain ngajuin gue? Jangan-jangan Lo ngincer Roby ya?” goda Fita
“Ih apaan sih ni!” Desy mengejar Fita yang berlari sambil tertawa
Rosy melihat tingkah laku mereka berdua heran
“Jujur nih, gue yang adiknya Roby aja takut, gak habis pikir ada cewek yang menganggap dia keren!” ujar Rosy heran
“Kalau gitu Lo aja Rit!” ujar Maia tiba-tiba
“Gue? Kenapa?” tanya Rita
“Iya Lo sama Rendy, menurut gue kakek sengaja bawa Rendy kemari supaya ketemu Lo tuh!”
“Rendynya mau gak sama gue?” tanya Rita tiba-tiba, para sepupunya terdiam, mereka kaget dengan pertanyaan Rita
“Kalau Rendynya mau, Lo mau?” tanya Maia menyelidik
“Begini, kalau sekedar kenal dekat sih gak apa-apa, kita kan masih muda, gak mungkinkan ujug-ujug langsung nikah!” ujar Rita, sepupunya heran, tidak menyangka dapat jawaban seperti itu dari Rita yang mereka anggap high qualified cousin.
“Yaa, coba saja Rit, siapa tahu cocok!” ujar Desy lagi
“Lo yakin Rit?” Tanya Fita makin heran
“Yaa kita lihat saja nanti, kalau Rendy tertarik sama gue, kenapa enggak?, iya gak” ujar Rita penuh misteri.
_bersambung_
__ADS_1