Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 73: Saye Berkunjung


__ADS_3

“Assalammu’alaikum! Rita? ”


“Wa’alaikummussalam, ya?”


“Halo Rita?”


“Ya, saya sendiri, siapa ya?”


“Ini tante!”


“eh siapa?”


“Saye!!” suara saye dari ponsel mengagetkan Rita


“MasyaAllah, Tante Saye! Ada di mana sekarang?” Rita memperbaiki posisinya


“Tante ada di rumah kamu! Tadi Andi yang jemput tante di bandara!”


“wahhh...asyikkk!! kog tiba-tiba?”


“Yahh, kalau pakai perjanjian takut gak jadi lagi!”


“Tante masih lama kan di sini?”


“Masih dong!, eh kamu lagi sibuk gak?”


“Yah,..lumayan lah!”


“Kalau begitu, kita lanjutkan nanti saja ngobrolnya ya?”


“Iya Tante!...tunggu ya tante, sebentar lagi jam kantor selesai!”


“oya? Jam berapa?”


“Setengah 4!”


“Iya sayang, rajin banget ya kamu, senang Tante mendengarnya, ya sudah tante tunggu di rumah ya?”


“Iya tante, wa’alaikumsalam!” Rita menutup teleponnya, ia tersenyum senang, tidak menyangka tante kesayangannya datang jauh-jauh dari Jakarta untuk mengunjunginya. Tak sabar rasanya menunggu jam kantor segera selesai.


Waktu menunjukkan pukul 15.20


“Rita!” panggil Radian dari ruangannya


“Ya Pak?” Rita menghampiri


“Jadwal saya pekan depan apa ya?” tanyanya


“Summit Meeting di Tokyo pak!”


“Berapa hari itu?”


“Tiga-empat hari pak!”


“Kamu sudah siapkan akomodasinya?”


“Sudah pak, Daniel juga sudah mengecek, Bapak tinggal berangkat!”


“Daniel ikut kan?”


“Iya pak! Masa Bapak sendirian?”


“Hehehe..baguslah, saya kira kamu lupa!”


“Insya Allah enggak pak!” jawab Rita tersenyum


“Kalau kamu mau ikut boleh, toh selama saya pergi kamu gak mengerjakan apa-apalagi?, semua kerjaan sudah kamu selesaikan kan?”


“Iya pak, tapi lebih baik saya di sini!”


“Kenapa? Kamu gak mau ke Tokyo? Belum pernahkan?” tanya Radian


“Untuk sekarang saya pass saja deh!”


“Kenapa ada rencana weekend ini?”


“hmm...sebenarnya, Tante saya dari Jakarta datang ke Aucland siang ini.”


“Ooh, tante yang mana ya?” tanya Radian heran ia mengingat-ingat anggota keluarga besar Darmawan


“Itu pak, tante adiknya dr.Reza!”


“Adiknya Reza? Ooo, kamu masih berhubungan dengan mereka?”


“Sebenarnya beliau yang datang langsung pak, tadi dijemput oleh kak Andi!”


“Oh, kalau Andi sudah tahu sih gak apa-apa! Saya kira om Darmawan tidak akan keberatan. Beliau masih di Paris?”


“Masih Pak!”


“hmm, begitu? Sudah waktunya pulang, kamu duluan saja, saya masih ada yang harus dikerjakan!” Radian melihat jam tangannya, dan menyuruh Rita pulang lebih dulu


“Baik pak, saya duluan ya!” Rita pamit dan segera meninggalkan ruangan Radian


“Happy weekend!” ujar Radian

__ADS_1


“You too!”


Sesampainya di rumah, Rita setengah berlari keluar dari mobil jemputan. Ia melihat Andi dengan beberapa orang mengoperasikan drone di halaman depan rumah yang sangat luas.


“kak Andi tante Saye mana?” tanya Rita,


“Ada di kamar Lo, Rit!” Jawab Andi sambil memperhatikan arah terbang dronenya


Rita berlari masuk rumah, dan menaiki tangga menuju kamarnya


“Assalammu’alaikum!” sapanya mengetuk pintu


“Wa’alaikumussalam!” jawab suara dari dalam, terdengar sangat ramah


“Tante!” panggil Rita, ia memeluk Tantenya yang sudah lebih dari setahun tidak bertemu.


Mereka saling berpelukan melepas kerinduan.


“Rita!!!...masya Allah, kamu makin cantik dan dewasa!” Saye terkagum melihat penampilan Rita dengan pakaian kerjanya.


“Gimana Tante, Rita keren kan?” tanyanya menunjukkan gaya berpakaiannya


“Cuantikkk!!! Incredible deh!” puji Saye


Mereka duduk di sofa dalam kamar Rita yang luas.


“Rit, gimana? Kerasan di sini?” tanya Saye melihat ke sekeliling kamar, mengagumi kamar Rita.


“Lumayan Tante, kalau pagi di sini diingginn banget, lebih dingin dari Sukabumi!”


“Di sini 4 musim kan ya?”


“iya Tante, karena sekarang masih spring, nanti mulai dingin kalau sudah autum , brrr....lebih dingin dari kulkas!”


“Wahh..gak nyangka ya Rita, malah tinggal di LN, tante kaget dengar cerita dari kak Reza. Dia titip salam untuk kamu!”


“Tante, Ayah, eh dr.Reza bagaimana kabarnya?”


“Oh, Alhamdulillah baik Rita, baru saja ia punya anak lagi. Laki-laki.”


“Oya?, siapa namanya?”


“Reno atau Rano ya? Tante lupa. Ia juga menitipkan ini untuk Rita” Saye memberikan sebuah surat kepada Rita


“Apaan ni Tante?” tanya Rita heran, baru kali ini iya melihat surat dalam amplop


“Wahh..kamu benar-benar orang modern ya? ini surat beneran, jadi sebelum ada email orang berkirim surat modelnya kaya begini.”


“ooo...ini yang digambar email itu kan ya?”


“Kenapa Ayah gak nelpon saja?” tanya Rita, wajahnya agak kecewa,ia memegang surat itu dan meletakkannya dalam tas


“Dia bilang, banyak yang mau dia ucapkan, dia bingung kalau mau ngomong langsung. Nanya email Rita juga gak tahu, jadi kirim surat saja.”


“Tante tahu tentang Rita dari mana?” tanya Rita


“Oh, Tante bertemu kak Ratna di Bali , Tante datang ke peragaan busana mama kamu di Bali. Tante menyasar coklat tante ke pasar Bali . jadi Tante pameran coklat, mama pameran baju!”


“Ooo,..sesama tukang pamer!, sebentar Rita ganti baju dulu ya Tante!”


“Iya sayang!”


Rita meninggalkan tantenya di ruang tamu dalam kamarnya, sementara ia mandi, berganti pakaian dan sholat ashar. Setelah kegiatannya selesai ia menghampiri tantenya


“Tante sudah makan?”


“Tadi sebelum kemari, Andi sudah ajak tante makan di restaurant Turki dekat sini.”


“tok..tok...” suara pintu kamar diketuk


“Yes?” jawab Rita


“Excuse me ms?”


Asisten rumah tangga membawa hidangan roti sandwich dan beberapa cemilan lainnya


“Thanks!” ujar Rita dan Saye bersamaan


Asisten mengangguk, dan meninggalkan kamar Rita


“Wahh...rasanya seperti di hotel ya Rit!” Saye membuka tutup hidangan


“Iya, ayo tante! Kita makaan!!!”


Keduanya makan hidangan dengan lahap.


“Tante rencana berapa hari di Aucland?”


“Tiga hari dua malam, jadi Minggu tante sudah kembali ke Jakarta!” jawab Saye sambil menyantap sandwichnya


“Kalau begitu, besok kita keliling mall sini yuk Tante! Di sini Mallnya luaass banget, sudah begitu gak ada yang pakai masker, beda sama di negara kita!”


“yaa, di sini kesadaran kesehatannya lebih tinggi dari di negeri kita. Jadi Rit, bisa ceritakan semua yang sudah kamu alami?”


Rita menceritakan kisahnya, Saye menyimak dengan serius.

__ADS_1


“Hmmm..begitu ya, jadi sebenarnya Rit, kamu itu happy ending, buktinya kamu berakhir dengan kemewahan seperti ini, dapat keluarga baru, yah anggap saja kamu menemukan harta baru!” ujar Saye


“Yaa, Rita juga selalu mengingatkan diri seperti itu, untuk selalu bersyukur, walaupun untuk ini semua, Rita harus mengetahui kenyataan bahwa Ayah yang selama ini Rita kenal bukanlah ayah kandung Rita." Ujarnya sedih


“Bagaimana kalau begini Rit, kalau Rita bisa menerima keluarga baru, kenapa kamu gak bisa menerima kalau kamu punya 2 ayah?”


“apa gak serakah tante?”


“Kog serakah? Enggak dong, karena kamu anak baik, makanya Allah mengirim orang-orang baik di sekitar kamu!”


“Tapi apa Ayah akan tetap menganggap Rita sebagai anaknya?” tanyanya ragu


“Sudah baca suratnya belum? Tanya Saye sambil mengambil potongan terakhir roti fondue


“Belum sih Tan, takut ditolak!”


“Tumben? Biasanya keponakan tante ini gak ada rasa takut?”


“Takutlah tante!” ujar Rita tersenyum


“Oya, sampai kapan kamu kerja? Kata Andi kamu lagi dihukum bekerja?”


“Ahh..kak Andi suka melucu saja, awalnya memang seperti hukuman Tante, tapi begitu dijalani, kog asyik juga ya, kalau masa kerjanya berakhir, Rita pasti kehilangan!”


“ya lanjutkan saja!”


“yaa, tergantung Om Radian, kalau beliau tetap ingin Rita jadi asistennya, ya lanjut. Kalau enggak terpaksa berhenti.”


“Siapa tadi Radian?”


“Om Radian itu keponakannya Kakek, dia anak ketiga dari tiga bersaudara, usianya sekitar 36 tahun, ganteng banget lho Tante!”


“Oh ya? kenalin dong ke Tante!”


“Beliau sore ini ke Tokyo sampai minggu depan, kalau tante mau kenalan harus lebih lama di sini!”


“Ya,lhat saja nantilah, btw gimana Rit, sudah ada gebetan? Kata Andi kamu rajin kerja karena selain bos, pengawalnya juga keren?”


“Hadeuuhh,..kak Andi ini beneran jadi lambe turah!”


“Hah? Apaan tuh lambe turah?” tanya Saye bingung


“Tukang gosip!, kak Andi ember banget ya rupanya” Rita agak kesal


“Enggak, dia Cuma jawab pertanyaan tante saja Rit. Andi itu perhatian banget sama kamu, dia bilang, Tante, Rita lagi kerja, Andi saja yang jemput, eh bener dia jemput ngajak makan lagi. Wah bener-bener kakak teladan!”


“Mungkin selama ini kak Andi kesepian, begitu Rita 100% jadi adiknya dia jadi excited begitu!” ujar Rita


“Memang selama ini dia gak begitu?”


“Selama ini perhatian juga, Cuma yang sekarang benar2 over protektif dan rasa keponya tinggi!”


“Hahaha..baru tahu, cowok bisa begitu juga ya? ajak saja besok jalan sama kita Rit!”


“Gak tahu deh Tan, kak Andi lagi sibuk sama proyek dronenya, jadi dia mau mengembangkan bisnis di bidang drone, makanya dari kemarin dia sibuk dengan dronenya.”


“Waahh..hebat ya, anak-anak sekarang , mengubah hobi jadi cuan!” kagum Saye


“Tante juga bukan? Kalau tante mau memasarkan produk tante kesini, bisa tante, nanti Rita cari tahu perizinannya.”


“Beneran Rit? “ tanya Saye dengan mata berbinar


“Beneran!”


“asyikk!!!”


“Jadi Tante ketemu mama di Bali?”


“Iya, gak nyangka, kak Ratna tambah muda saja, tante sering gak habis pikir, kak Reza ganteng, kak Ratna cantik, eh cerai juga!”


“yaa namanya orang tante, hubungan kan bukan berdasarkan fisik semata!” ujar Rita sambil menjilati keju fonduenya


Saye melihat ke arahnya heran


“Wahh..kamu makin dewasa ya Rit?”


“Rita 17 tahun Agustus ini Tante!”


“Oo begitu, nanti tante transfer saja ya kado ultahnya!”


“Asyiikk!, terus mama gimana Tan?”


“Ya, beliau juga kaget melihat tante di pameran, lalu kami makan malam bareng, lalu ia memberikan nomor Andi. Beliau bilang lebih baik menghubungi Rita melalui Andi. Incident Reza agaknya belum bisa diterima keluarga Darmawan, mereka takut Rita kabur!”


“hahaha begitu ya, padahal paspor Rita saja ada di kakek!”


“Sampai begitu Rit?”


“iya, Rita mengerti sih Tan, melihat ke belakang kejadian yang Rita alami, yaahh, Rita mengertilah!”


“Kamu betul-betul anak pengertian ya Rit, ckckck, gak berhenti Tante kagum sama kamu!”


“Biasa saja kog tan!”


Tante dan keponakan yang sudah lama tidak bertemu melepas kangen, hingga larut malam, suara tawa menghiasi kamar Rita yang biasanya sepi.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2