
Daniel dan Rita membantu mengeluarkan penumpang jeep yang menabrak pohon. Kedua orang tersebut pingsan karena benturan, mereka membawa kedua orang itu ke gua. Rita membuat api unggun dari ranting yang dikumpulkan Rick sepanjang perjalanan.
“Perjalanan kita tertunda lagi karena harus menyelamatkan kedua orang ini” keluh Rick
“Berhentilah mengeluh, apakah kamu menemukan benda lain selain jerigen?” tanya Daniel
“Tidak, makanya aku heran, kedua orang yang berkendara di daerah gunung, menggunakan kendaraan seperti itu tapi tidak membawa perlengkapan, sungguh aneh” ujar Rick lagi
“Hhhhhh” erangan dari salah satu penumpang jeep yang mulai tersadar, ia kaget melihat sekelilingnya ada dua orang pemuda dan seorang gadis, mereka berkumpul di depan api unggun
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Daniel mendekati orang itu
“Aduhh!!” ia memegang kepalanya, Rita mendekati dan memeriksa kepala orang itu dengan senter kecilnya.
“Benjol, ya wajar karena terbentur. Apakah anda merasa mual?” tanya Rita
“Tidak, Cuma sakit di kepala ini!” jawabnya
“Seharusnya tidak ada gegar otak, tapi aku juga tidak tahu pasti, kalian harus rongent kepala jika berhasil keluar dari sini” ujar Rita , ia kembali ke tempatnya semula
“Apakah kamu seorang dokter atau perawat? Atau mahasiswa kedokteran? Kelihatannya masih muda sekali” tanya orang itu
“Ayahnya seorang dokter!” jawab Daniel
“Ayahku seorang petani tapi bukan berarti aku mahir bertani!” ujar seseorang lagi yang baru saja tersadar.
Rita mendekatinya berniat memeriksanya
“Sudah jangan dekati aku! Aku tidak apa-apa! Hanya dokter yang aku percaya!” ujarnya kasar
Rita mengurungkan niatnya, ia melihat ke arah Daniel yang melihat ke arah orang itu.
“Simon, aku sudah bilang jangan ambil jalan itu, kamu malah mengambil jalan itu, akhirnya kita tersesat ke hutan!” ujar orang itu kesal
“Maaf bos, aku panik, takut mereka mengejar!” ujar Simon
“Dikejar? Apa kalian melarikan diri dari sesuatu?” tanya Rick penasaran
“Aku Simon, dan ini bosku Lucas, kami berencana ke penginapan di bawah lembah ini, di tengah perjalanan kami bersama para turis juga. Itu yang kami pikir, ternyata mereka kelompok perampok, tas kami diambilnya, tadinya kami mereka ikat dan tahan, tapi bosku bisa membebaskan kami dan membawa jeep itu, karena tersesat akhirnya berakhir di sini!”
“OOO itu sebabnya ransel kalian tidak ada!”
“Kenapa kalian mencari ransel kami? Apa kalian juga bagian kelompok mereka?” tanya Lucas dengan nada kasar
“Bukan begitu, kami terperangkap di hutan ini karena badai salju dua atau tiga hari lalu, kalau kami bisa menemukan barang berguna untuk bertahan hidup , itu akan lebih baik!” ujar Daniel menjelaskan dengan tenang
“Hmm..bagus sekali,Simon, kita lepas dari perangkap beruang dan terjebak bersama 2 orang awam dan seorang gadis yang tidak berguna!” ujar Lucas
“Apakah ia selalu berbicara menyakitkan seperti itu?” tanya Rita ke Simon
Simon hanya diam saja melihat ke api unggun
“Hei, jagoan, kelihatannya kamu pemimpin rombongan sirkus ini, rencana kalian apa?” Tanya Lucas ke Daniel
“Besok kami akan melanjutkan perjalanan, kalau kami bisa menemukan jalan raya berarti jalur kami sudah benar.” Jawab Daniel
“Sudah berapa lama kalian terjebak di hutan ini?” tanya Simon
“Mungkin dua atau tiga hari, atau mungkin seminggu” jawab Daniel
“Ini hari kelima” jawab Rita
“Kamu menghitungnya?” tanya Rick
__ADS_1
“Persediaan coklat tinggal sedikit, mungkin makin sedikit karena jumlah kita semakin banyak!” ujar Rita
“Kalian hanya makan coklat selama ini?” tanya Simon
“Yah, ini Coklat high kalori, hanya makan 1 pieces sudah kenyang” jawab Rita
“Lihat bungkus coklatnya!” tanya Lucas
Rita memberikan potongan coklat yang masih terbungkus
“Coklat ini buatan perusahaan ku! Apa kubilang Simon! Coklat high kalori bagus untuk bertahan di tengah cuaca seperti ini! Ingatkan aku untuk membuat iklan tentang coklat ini!” ujar Lucas tertawa senang
“Kakakku membawakannya untuk ku!” ujar Rita, ia menarik coklat dari tangan Lucas
“Kamu tidak akan membaginya untukku?” tanya Lucas
“Aku tidak berguna, mengapa aku harus membaginya untukmu?” jawab Rita kesal
“Yeah, maaf kalau kamu tersinggung” ujar Lucas, nada suaranya melunak, tidak lagi arogan seperti tadi.
Rita memberikan 2 potong, satu untuk Simon, satu lagi untuk Lucas.
“Kita lihat track perjalanan kita” ujar Rick membuka petanya, Simon turut nimbrung melihat peta tersebut
“Jadi kita menyusuri jalan ini, lalu ke arah timur!” ujar Rick
“Sebentar, apa kalian menggunakan peta ini?” tanya Simon
“Iya, ini peta yang digunakan ayahku bertahun-tahun” jawab Rick ia menarik petanya
“Apa kamu tidak belajar bahwa permukaan bumi sering berubah? Karena gempa, ulah manuia dan lain-lain, coba kamu lihat tahun peta ini, 1976. Fix kalian terperangkap di sini!” ujar Simon
Daniel dan Rita melihat ke arah Rick kesal
“Berhenti tertawa atau ku lempar kau ke dasar jurang!” ancam Rick kesal
Lucas menghentikan tawa mengejeknya
“aku sudah curiga, aku merasa kita berputar-putar di tempat yang sama, ini gua tempat kita berteduh pertamakali” ujar Daniel kesal
“Itu karena selama aku terbang aku tidak pernah terjebak seperti ini sebelumnya” ujar Rick membela diri.
“Jadi bagaimana?” tanya Daniel, ia melihat ke Lucas dan Simon bergantian
“Aku mau ke penginapan di bawah itu!” ujar Lucas bersikeras
“Apa kamu gak dengar? Kami melarikan diri dari sana, karena terjebak badai salju, orang-orang di sana pun pasti sudah diungsikan” ujar Rick kesal
“Kita harus kembali bos, percuma kesana, kalau disana sudah mengungsi” ujar Simon
“Belum tentu, bagaimana kalau ada yang tertinggal?” ujar Lucas bersikeras
“Apa dia selalu keras kepala seperti ini?” tanya Rita ke Simon
“Hei! Sopan sedikit anak kecil! Kamu tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuamu?” tegur Lucas
“Aku sudah 17 tahun, bukan anak kecil, lagi pula di sini di tengah gunung, apa perlu sopan santun?” jawab Rita kesal, Daniel memegang lengannya, agar Rita tidak membantah Lucas. Rita menghentikan ucapannya
“Dengarkan abangmu!’ ujar Lucas menunjuk Daniel
“Kalau begitu besok kita berpisah, aku berencana mengikuti jalur jeep kalian, itu pasti menuju jalan raya kan?" ujar Daniel
“sepertinya bukan ke arah jalan raya karena kami mengambil jeep itu juga dari tengah hutan, dan kami juga gak tahu berada di mana!” jawab Simon
__ADS_1
“Setidaknya kami tidak berputar-putar di tempat yang sama!” ujar Daniel menyindir Rick
“Apa betul peta ini sudah berubah?” ujar Rick tidak percaya
“Aku sudah berkali-kali ke tempat ini, nih kalau kita menyusuri tempat ini kita akan menemui sungai yang cukup besar, ada jembatan gantung di sana, tapi di peta ini tidak ada, itu karena sungai itu baru terbentuk tahun 80-an karena gempa bumi. Aliran air deras mengalir dari gunung., asalnya dari salju yang mengalir” terang Simon
“Makanya menurutku, sebaiknya kalian ikut kami kembali ke penginapan itu lagi, apa kalian tidak paham, biasanya orang akan kembali ke titik semula untuk selamat!” ujar Lucas meyakinkan
Daniel dan Rita saling memandang, Rita mengangguk setuju,
“Baiklah, kami akan ikut kalian! Aku pikir kalau sudah tidak ada orang setidaknya di sana alat komunikasi di sana!” ujar Daniel
“Nah begitu dong!” ujar Lucas senang
“Kenapa kamu begitu bersemangat?” tanya Rick
“Lebih banyak orang lebih baik, walaupun itu Cuma sekumpulan sirkus!” ujar Lucas tersenyum
Pagi sekali Rita melakukan kegiatan rutinnya, ia sholat subuh, Lucas melihatnya
“Apa yang kamu lakukan?” tanyanya, Rita diam saja karena ia sedang sholat. Setelah selesai ia menjawab pertanyaan Lucas
“Aku sedang berdoa, aku seorang muslim!” ujar Rita
“Oh muslim? Apa kamu tidak tahu coklat penuh kalori itu dibuat dari minyak babi? Kalian mengharamkan babi kan?” tanya Lucas
“Aku memakannya karena ini kondisi darurat, tidak ada makanan lain yang bisa dimakan, agamaku membolehkan hal ini!” jawab Rita
“Apa kamu terus berdoa selama terjebak di sini?” tanya Lucas, semua orang masih terlelap tidur
“Tentu saja, agamaku mengajarkan bahwa mati itu pasti, tapi bagaimana kita mati dan akan kemana kita kelak itu ditentukan perbuatan kita di dunia ini!” jawab Rita
“Apakah Tuhanmu akan menyelamatkan mu? Aku sudah lama tidak berdoa. Aku percaya Tuhan, tapi aku tidak punya agama, karena agama itu hanya membuat orang saling membenci, bukankah banyak orang saling membunuh atas nama agama? Sebut saja perang salib yang berseri!” ujar Lucas lagi
“Tentu saja Tuhanku akan menyelamatkanku, buktinya aku masih hidup kan? Kalau orang saling bunuh karena masalah agama, bukan agamanya yang salah tapi pemahaman orang itu yang salah. Sama seperti orang saling bunuh memperebutkan harta, apakah hartanya yang salah? Atau orang seseorang menembak orang lain, bukan senjatanya yang salah tapi orangnya, bukankah begitu?” jawab Rita lagi
“Sudahlah, kerjakan yang kamu suka, aku tidak peduli!” Lucas menjadikan jaketnya sebagai selimut, ia kembali tertidur.
Pukul 10 pagi, rombongan kecil terdiri dari 4 lelaki dewasa dan seorang gadis meninggalkan gua tempat mereka berteduh semalaman. Simon yang menjadi guidenya karena ia sering ke daerah itu. Hingga sampailah mereka di depan sungai dengan arus air yang deras.
“Ini sungai yang aku bilang!” ujar Simon
“Wah, arusnya lebih deras dari biasanya, kalau orang berniat jahat dan melemparkan orang ke arus sekuat ini, aku yakin orang yang jatuh itu langsung hanyut dan mati seketika!” ujar Lucas tiba-tiba
Keempat orang lainnya memandang Lucas
“Kenapa kalian melihatku seperti itu? Kalian mau melemparkanku ke sungai deras itu?” tanya Lucas agak takut
“Berhentilah memberikan ide yang bagus!” ejek Rick
“Aku pikir jembatan ini tidak akan kuat untuk kita berjalan beriringan!” ujar Daniel
“Kalau begitu kita undi siapa yang lebih dulu menyeberang!” ujar Rick, mereka melakukan pengundian
Simon yang pertama, lalu Rick, kemudian Daniel lalu Rita dan Lucas yang terakhir.
“Aku duluan ya?” Simon menaiki jembatan yang terbuat dari kayu yang terikat tali jerami. Perlahan ia melangkah, setelah ia berada di seberang jembatan, Rick menyusulnya, setelah sampai ditepi jembatan, Daniel menyusul melewati jembatan. Setelah tiba di tepi jembatan, giliran Rita, perlahan ia berjalan melewati jembatan
“Cepatlah! Jangan seperti keong!” ujar Lucas tidak sabaran
“Jembatan ini agak ke bawah kita harus cepat!” ujar Rita, ia mempercepat langkahnya, tapi Lucas tidak sabar, ia naik ke jembatan padahal Rita belum sampai di tepi jembatan.
Tiba-tiba aliran air deras menerjang mereka yang masih berada di jembatan, Rita berpegangan erat pada tali jembatan, tapi Lucas terpeleset, kayu pijakan jembatan yang ia pijak patah, susah payah ia berpegangan, ia menarik hoodie Rita, jembatan putus dan akhirnya keduanya terbawa arus sungai.
__ADS_1
_Bersambung_