Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 316: Lomba HUT RI


__ADS_3

Rombongan Rita kembali ke Jakarta sebelum pindah dari Swiss.


Rita tiba pagi hari pukul 8 di rumah besar


"Pagi mba Rita!" sapa pak Ridwan


"Pagi pak, wah meriah sekali rumahnya" ujar Rita melihat rumah besar dihiasi atribut bendera merah putih.


"Hahaha..iya mba, ini tradisi kami juga permintaan orang sini sebagai rumah paling besar di daerah ini dalam rangka HUT RI jadi kita ikut meramaikan"


"Oh begitu"


"Besok ada perlombaan untuk anak dan dewasa lho"


"Iya pak? Ada hadiahnya?" tanya Rita dengan mata berbinar


"Ada mba, mungkin ada yang mau ikut lomba?"


"Anak-anak sudah pasti ikut, ada untuk bayi juga gak?"


"Untuk Rayya? Ada mba, nanti deh pasti seru"


Daniel menghampiri Rita yang asyik ngobrol dengan Ridwan.


"Pagi pak Daniel, apa kabar?"


"Baik pak Ridwan..wah.. benar-benar meriah ya?" Daniel mengagumi hiasan atribut bendera merah putih


"Iya pak Daniel, kami besok mengadakan acara perlombaan dalam rangka merayakan Ulang Tahun Republik Indonesia ke 78"


"Lengkap banget pak!" Ujar Rita tersenyum


" Mungkin pak Daniel ingin ikut partisipasi "


"Oh ya? Lombanya apa saja?"


"Banyak pak, boleh dipilih"


"Kamu ikut Rit?" tanya Daniel


"Ikut dong, tapi lagi mikir perlombaan apaan yang aku ikuti"


"Jangan yang berat-berat, lari juga jangan, ingat kamu lagi hamil"


"Oh mba Rita isi lagi?"


"Iya pak 3 bulan" jawab Daniel


"Lomba masak saja mba, itu ada sponsornya lho, juga ditayangkan di TV nasional "


"Iya? Tapi gak seru ah gak ada fisiknya"


"Lomba bikin dan menghias tumpeng juga bisa"


"Tumpeng? Apa itu?" Tanya Daniel


"Itu Nasi yang dibentuk kerucut lalu dipakaikan lauk" Rita menerangkan


"Kamu capek gak? Kamu kan sekarang gampang lelah" Daniel mengingatkan


"Kalau begitu istirahat saja mba Rita, para staf sudah merapikan kamar mba barang -barang juga sudah dimasukkan ke kamar.


Rita dan keluarganya kini berada di kamar, anak-anak masih tidur nyenyak.


Para baby sitter telah pulang ke rumahnya masing-masing.


"Pak Ridwan, suster berikutnya, habis Dzuhur saja datangnya, saya mau bersama anak-anak dulu" pesan Daniel


"Baik pak, oh ya sarapan akan segera diantarkan 10 menit lagi"


"Baik pak, terimakasih!"


Daniel kembali ke kamarnya, ia menyalakan tv di kamarnya, ia mengecek CCTV di kamar anak-anak, mereka masih terlelap.


Rita rebahan di ranjang mereka.


"Sarapannya kapan ya?" Ujarnya sambil membuka ponsel lamanya


"Kata pak Ridwan 10 menit lagi, kamu gak ganti pakaian?" Daniel berjalan ke walking closet dan mengambil pakaian lalu ke kamar mandi


"Kamu mandi Yang?" tanya Rita setengah berteriak


"Iya, aku gak betah berkeringat "


Bel pintu kamar berbunyi, Rita bergegas membukanya


"Pagi mba!" Sapa staf dapur


"Pagi..wah.. sarapan.. kayaknya meriah nih"


"Oh iya nanti makan siang diantar kemari juga?"


"Iya , tolong ya? Saya lagi mager, ke ruang makan jauh sekali" jawab Rita tersenyum


"Baik mba, permisi"


"Terimakasih!"


Rita membuka kereta makan yang lebih besar dari kereta biasa, karena diisi dengan berbagai makanan.


"Nasi goreng daging cincang, lontong isi, bakwan jagung,bakwan, pastel, risol sayuran, risol mayo, scramble egg, omelette, telur rebus,lemon tea, es lemon, semangka potong, jeruk potong, melon, pepaya dan bubur kacang ijo,..wah...mana dulu nih?"


Rita menyantap buah-buahan dulu


Lalu ia mengambil nasi goreng ditaburi scramble egg. Ia menyantapnya dengan lahap, tak lama kemudian Daniel bergabung dengannya. Ia menyantap buah semangka, lalu mencoba risol mayo.


"Enak nih!" Ujarnya menyantap risol mayo untuk kedua kalinya. Kemudian ia mengambil nasi goreng, dengan omelette di atasnya.


"Nasinya enak, cuma kurang kimchi" ujarnya


"Ada nih!" Rita mengambil toples di bagian bawah kereta, disitu di tempatkan berbagai saus dan sambal. Ia memberikan toples berisi kimchi.


"Ini dari mana?" tanya Daniel membuka toples dan mencoba kimchinya


"Itu dari mama mu!"


"Mama? Kapan ngasihnya?" tanya Daniel kaget


"Aku lupa kasih tahu, beliau mengirimnya sebulan yang lalu. Pak Ridwan memberitahu ku, aku bilang taruh saja di freezer, dan keluarkan jika Kita datang kemari."


"Nah ini enak!" Daniel melahap nasi goreng kimchi. Setelah nasinya habis, dia hanya memakan kimchinya.


"Aku bawa ke Kanada ah" ujarnya


"Kimchi itu bisa bertahan berapa lama?" tanya Rita


"Makin lama makin enak asal membuatnya higienis, bisa tahan lebih dari 3 bulan. Kimchi itu jenisnya banyak, ada kimchi sawi putih, lobak, daun bawang. Aku suka campuran ketiganya. Tapi paling aku suka itu kimchi daun bawang, enak sekali apa lagi ditambah omelette lalu dibungkus salada"


"Aku boleh cobain gak?"


"Jangan, ini pedas sekali nanti perut mu sakit" Daniel memperingati


"Oh iya, gak usah deh" Rita mengingat pengalamannya ketika mencoba kimchi di Singapura.


Ranna terbangun lebih dulu, ia merasa lapar dan berlari menghampiri orang tuanya.


"Mamii..Anna lapal!"


"Kakak cuci tangan dulu, nanti mami siapkan" Ranna berlari ke wastafel, setelah itu kembali ke maminya


"Kakak nasi goreng pakai apa?"


"Sclamble egg!"


Rita menyiapkan lalu memberikan ke anaknya, juga air minumnya. Tak lama kemudian Raffa datang menuntun Rayya yang menangis.


"Wah..sudah pada bangun. Bang ajari Rayya cuci tangan ya?" Pinta Rita.


Raffa menuntun Rayya menaiki tangga wastafel dan mencuci tangannya, setelah selesai ia membimbingnya turun, lalu giliran dia yang mencuci tangan.


"Abang nasi goreng pakai apa?"


"Telol ceplok"


Rita menyiapkan untuknya


"Segini dulu bang, nanti kalau kurang bisa tambah lagi"


"Telimakasih" ujarnya, dengan tertib ia duduk di kursinya.


Rita menyiapkan bubur untuk Rayya


"Adek belum makan nasi biasa?" tanya Daniel


"Belum, baru boleh bubur saja, dia kan 11 bulan"


Rita memberikan bubur nasi dengan telur rebus dan kecap di atasnya. Rayya menyantapnya dengan lahap.


"Wih, adek lapar banget ya?" Rita kaget melihat nafsu makan anaknya.


"Mami tambah" pinta Ranna.


"Sini papi saja!" Daniel mengambil piring Ranna dan menuangkan untuknya.


"Telol ceplok Pi" pinta Ranna, kelihatannya ia ngiler dengan makanan Raffa.


"Abang mau tambah?" tanya Daniel


Raffa menggeleng,

__ADS_1


"Papi aku mau bubul kacang ijo" pintanya


Daniel mengambilkan mangkok dari bawah kereta, lalu menuangkan bubur kacang ijo


"Kamu mau juga mi?" Tanyanya


"Mau dong!"


Daniel menyiapkan bubur kacang ijo untuk dirinya dan juga Rita.


"Eh ada roti tawar!" Tanpa sengaja Daniel melihat roti tawar di kereta itu. Lalu ia mengoleskan margarine, coklat serta keju. Ia membuat beberapa tangkup roti lalu memanggangnya di oven. Sambil menunggu roti matang, ia menyantap buburnya.


"Enak-enak ya hidangannya" ujarnya


"Kita capek dalam perjalanan, jadi pada lapar" ujar Rita


"Tring!" Bunyi oven tanda roti telah matang. Daniel segera mengangkatnya dari panggangan.


"Papi aku mau itu" pinta Ranna


"Iya kak, tapi masih panas, nanti ya tunggu sebentar"


Ranna mengambil kue yang lain.


"Mami ini apa?"


"Itu kue apem"


"Enak mi!" Dia mengambil lagi


"Kalau ini apa?" Tanya Raffa


"Itu pastel bang"


Raffa mencobanya


"Enakkk!!" Ia sangat senang pastel itu, berkali-kali ia memakannya.


"Adek boleh makan roti ini gak mi?"


tanya Daniel


"Boleh saja, tapi dihaluskan pakai susu, sini deh mami buatin"


Rita mengambil roti dari Daniel lalu meletakkannya di mangkok kecil dan menuangkan susu coklat, ia menekan-nekan roti hingga menjadi lebih lunak.


"Nih dek, cobain"


Rayya mencobanya, ia sangat menyukai rasanya


"Naaaaa!!!" Teriaknya


"Enak ya dek?" Daniel tersenyum, ia memakan rotinya


"Sini deh aku yang nyuapin, kamu makan saja"


Rita memberikan mangkok roti ke Daniel, lalu ia mulai dengan lontong isi, ditambah bakwan dan pastel di siram sambal kacang.


"Hmm...enak sekali..aku kangen sama lontong isi ini"


"Memangnya kamu gak bisa buat sendiri?"


"Daun pisangnya? Mahal lho di sana, di sini 10 rb banyak, di sana bisa 10x lipat harganya"


" Kalau gitu kamu beli di sini lalu bawa, taruh di koper."


"Apa bisa tahan?"


"Lihat cara penyimpanannya supaya tahan lama" usul Daniel.


"Usul akan dipertimbangkan!" Ujar Rita


Hampir semua makanan di kereta habis.


"Mi, makanan dan minuman sisanya taruh di sini saja, jangan dikembalikan. Aku kan masih pengen"


"Oke Pi!" Rita memisahkan makanan yang tersisa dan meletakkan di lemari makan elektrik dengan suhu hangat.


Staf dapur mengambil piring bekas makan dan membawanya ke dapur.


"Wah habis ya?" Ujar staf yang bertugas mencuci piring


"Iya, kayaknya mereka lapar sekali"


"Bu Rita lagi isi lagi makanya makannya banyak"


"Oh ya? Kata siapa isi lagi?"


"Pak Ridwan yang bilang, sudah 3 bulan katanya"


"Oh..makanya hidangannya lebih meriah dari biasanya ya"


"Rumah ini kosong lagi dong?"


"Kan ada kita, gak kosong dong!"


"Iya juga!"


Daniel dan anak-anak duduk di depan TV menonton acara.


"Mi, meleka ngapain?" tanya Ranna


Melihat berita berbagai perlombaan 17-an di tv


"Itu perlombaan kak, besok kamu ikutan tanding ya, Abang dan adek juga, seru lho!"


"Kenapa ultah halus lomba Mi?" tanya Raffa


"Itu untuk merayakan kemerdekaan negara kita bang, rasa syukur kita karena merdeka dari penjajah atas perjuangan bangsa sendiri, jadi perjuangan itu dilambangkan dengan perlombaan"


Entah kedua anak batita itu mengerti penjelasan maminya atau tidak.


"Aku ikutan apa ya?" Daniel kelihatan bingung


"Ada lomba balap karung nih, kamu tinggal lompat-lompat saja"


"Abang ikut apa mi?"


"Besok lihat saja, mami juga gak tahu perlombaannya apa"


Baby sitter datang dan memandikan anak-anak. Daniel pergi ke ruangan lain di rumah itu lalu kembali beberapa saat kemudian.


"Kamu dari mana?" Tanya Rita setengah mengantuk,ia rebahan di sofa besar depan tv.


"Aku melihat bengkel kerja ku, sudah jadi rupanya. Alatnya juga sudah datang"


"Bengkel? Bengkel mobil?"


"Bukan bengkel itu, tapi bengkel tempat ku berkreasi"


"Jauh gak?"


"Lima kamar dari sini "


"Aku mau lihat sih tapi nanti saja deh. Mumpung ingat aku harus nelpon Dodi, video creator ku, dia harus membuat pertandingan anak-anak besok"


"Halo Dodi!"


"Iya Bu Rita, besok siang sekitar jam 11 bisa datang?"


"Bisa Bu!"


"Oke terimakasih !"


"Sama-sama Bu!"


Dodi menutup ponselnya


"Siapa Dod?" tanya temannya


"Bu Rita"


"Sudah pulang dia?"


"Sudah, besok kayaknya aku bakal meliput perlombaan anak-anaknya "


"Kok Lo langsung tahu Dod? Perasaan tadi dia nelpon nya sebentar deh"


"Kan bahasa kalbu!" canda Dodi


"Buuhhh!" protes temannya


"Besok kan acara 17-an apa lagi kalau enggak merekam perlombaan? "


"Horang kaya emang beda, ke sekolah pertama direkam, perlombaan direkam kayaknya duitnya gak ada abisnya"


"Mereka seperti namanya Dermawan, bagi-bagi rejeki" ujar Dodi sambil mempersiapkan kamera buat besok.


"Bu Rita itu cantik banget ya, padahal gak dandan lho!"


"Bukan Lo aja yang bilang begitu, karyawan lakinya juga ngomong begitu"


"Menurut Lo , dia cantik gak Dod?"


"Cantik lah!"


"Kok Lo bisa bersikap biasa saja dengan nya, gue gugup diliatin orang cakep"


"Lo norak sih, yang namanya fotografer itu harus terbiasa dengan obyek yang luar biasa indah, Bu Rita cuma salah satu dari keindahan"

__ADS_1


"Ciyeee...akhirnya keluar juga belangnya"


"Mengagumi gak apa-apa toh lagi pula dia jauh dari jangkauan gue, Lo lihat dong lakinya sudahlah kaya, ganteng pula, gue aja kalau jadi bininya gak mau dicere-in"


"Kenapa tiba-tiba ngomong cerai?"


"Karena rata-rata orang yang nyebut Bu Rita cantik pasti pada bilang, gue mau tuh jandanya"


"Hahaha...kebaca ya?"


Esok harinya, Rita dan keluarga telah bersiap untuk ikut perlombaan.


"Ingat Dod, rekam yang ada kitanya saja ya?" Pesan Rita


"Siap Bu!"


Dodi siap dengan peralatan rekamnya


"Kakak, Abang! Ingat harus berjuang sampai akhir ya? Jangan mudah menyerah!" Ujar Rita mengingatkan


"Hey, ini hanya pertandingan having fun, jangan terlalu serius!" ujar Daniel karena dia melihat anak-anak nya kelihatan tegang dengan lawannya yang lebih tua usianya.


"Kalian gak usah takut, ingat waktu tanding karate? Kakak menang lawan anak yang lebih besar kan?" Ujar Rita mengingatkan, Ranna mengangguk paham.


"Abang juga, kalian fokus ya?" Rita sangat serius pada pertandingan, baginya pertandingan harus diikuti dengan serius dan tekad untuk menang. Mereka berjalan ke lapangan, di sana telah berkumpul banyak orang yang mengikuti perlombaan dan hanya menonton.


Perlombaan diadakan di lapangan rumah Rita yang sangat luas.


Perlombaan meliputi: lomba kering dan lomba basah. Lomba kering diadakan di lapangan rumput, seperti tarik tambang, balap karung, memukul botol, makan kerupuk, mencantolkan keranjang dengan kepala, memasukkan sedotan dengan hidung,


Untuk lomba basah diadakan di kolam renang, yaitu pukul-pukulan bantal, keseimbangan serta memasukkan bola ke keranjang dalam jarak tertentu.


Lomba untuk anak-anak; lomba balap sepeda keseimbangan, lomba memindahkan bola, lomba kelereng dan balap gerobak berpasangan


Untuk bayi: lomba kecepatan berjalan atau merangkak menuju garis finish.


Perlombaan pertama untuk anak-anak, lomba sepeda keseimbangan. Ranna dan Raffa mengikuti perlombaan itu. Hanya mereka yang usianya di bawah 5 tahun, yang lainnya 5-6 tahun.


Ridwan menjadi wasitnya, ia memegang bendera


"Siap??? Go!!" Bunyi priwitan yang nyaring mengagetkan para peserta, mereka kaget hingga saling senggol, Ranna yang ikut pertandingan itu terjatuh karena senggolan anak yang lebih besar. Rita dan Daniel tampak khawatir takut Ranna menangis tetapi dugaan mereka meleset, dia malah tertawa


"Hahahaha...kakak jatuh Mi!!" Tawanya melihat ke Rita


"Bangun kak, kejar!" teriak Rita.


Ranna bangkit dari jatuhnya lalu dengan lincah ia memainkan sepeda keseimbangan. Ia sering main sepeda di lapangan itu, dia tahu benar bentuk tracknya yang menurun. Ia tidak menggunakan kakinya,melainkan membuat dirinya seperti melayang, ia tengkurap dengan posisi lurus mengikuti track dibiarkan sepedanya berjalan sendiri dibantu angin


"Yeaayyyy!!!" teriaknya senang


Semua yang melihat tertawa


"Itu namanya kerja cerdas!" Puji mereka.


Ranna berhasil melewati lawannya satu-per satu, akhirnya ia masuk ke garis finish dan menang tempat pertama.


"Pemenangnya Ranna!!!" Ridwan mengumumkan


"Yeaayyy!!!" Daniel mengangkat dan melempar kan Ranna tinggi ke atas


"Papiii!!" Ranna tertawa senang.


Kini giliran Raffa, ia mengikuti perlombaan memindahkan bola.


"Siap? Mulai!!"


Semua anak mulai memindahkan bola satu persatu ke ember berjarak 5 meter, tapi Raffa punya pemikiran lain, ia mengangkat semua bola dengan embernya lalu berlari memindahkan semua bola ke ember satunya dengan cara itu bola berpindah lebih cepat dibandingkan cara anak yang lain.


"Done!!" Teriak Raffa


Panitia bingung dengan cara Raffa, mereka berunding, berhubung peraturannya hanya memindahkan bola saja dan tidak disebutkan caranya harus satu per satu sehingga juri menyetujui kemenangan Raffa.


"Yeaayyyy!! Abang!!" Kali ini Daniel melemparkan Raffa ke atas.


Kini perlombaan gerobak. Raffa menjadi gerobak dan Ranna yang memegang kedua kakinya.


"Yaa..mulai!!!" Ranna dan Raffa dengan cepat bergerak, tubuhnya yang lebih kecil dibandingkan anak-anak lain yang lebih besar membuatnya berlari lebih cepat dan lincah. Akhirnya mereka menempati tempat pertama .


"Kalian hebat!!" Puji Daniel memeluk keduanya


"Gak heran, mereka selalu main begitu di rumah"ujar Rita bangga


Mereka gagal di balap karung dan makan kerupuk, selain karena karung nya terlalu berat, mereka sudah lelah dengan tiga pertandingan sebelumnya.


Mereka menyerah di pertandingan makan kerupuk.


"Kelupuknya gak enak mi!" Keluh Ranna


"Iya! Abang muntahin!" Keluh keduanya


"Gak apa-apa..kalian sudah hebat!" puji Rita


Kini giliran Rita, ia tidak mau kalah dengan anak-anaknya, dengan semangat ia memasukan sedotan ke dalam botol dengan hidungnya.


Daniel tidak hentinya tertawa, ia melihat wajah aneh Rita ketika memindahkan sedotan dengan hidung , tidak habis pikir dari mana istrinya memiliki ketrampilan memindahkan barang dengan hidung. Ia makin kagum karena Rita tidak jaim dan bersikap apa adanya. Rita berhasil menang. Kemudian lomba mencantolkan keranjang menggunakan kepala, ia juga berhasil menang.


Rita melewatkan pertandingan memindahkan kelereng dengan sendok


"Kenapa kok gak ikut? Itu gampang lho!" tanya Daniel


"Enggak ah, aku eneg harus berlama-lama menaruh sendok di mulutku " Rita memang tidak kuat membuka mulutnya terlalu lama, itu salah satu kelemahannya. Ia kalah dalam pertandingan makan kerupuk, lehernya pegal harus menengadah untuk makan kerupuk.


Untuk pertandingan tim, Rita satu tim dengan para baby sitternya lomba jalan bakiak dan memindahkan sarung. Timnya berhasil menang di lomba jalan bakiak tapi gagal di lomba sarung.


Kini lomba para bapak. Daniel mengikuti lomba tarik tambang, ia satu tim dengan Amin dan staf rumah, mereka berhasil menang melawan satpam komplek.


Ia menang dalam pertandingan memasukkan bola ke keranjang dari jarak jauh.


Kini lomba basah yang diadakan di kolam renang.


Saat lomba keseimbangan, ia hampir berhasil sampai finish sampai tali yang ia pijak tiba-tiba bergerak hingga ia harus terjatuh ke kolam . Seluruh penonton tertawa..


Ada yang berteriak.


"Hahaha.. penjajah jatuh!! Rasain!!" Teriak orang itu.


Rita melihat ke orang itu dengan tatapan marah. Kemudian ia teriak


"Dia orang Korea Tolol!!"


"Korea..Jepang.. sama-sama Cina kan?" Teriak orang itu lagi


"Dasar bego! Makanya sekolah tu di kelas jangan di kantin!" Teriak Rita kesal, ucapannya justru memancing tawa para pengunjung.


"Iyaa..bego Lo! Masa Korea sama Jepang sama..beda Tolol!!" Teriak yang lain.


Pertandingan dilanjutkan, kali ini lomba pukul-pukulan bantal, Daniel terpukul hingga jatuh. Rita tak hentinya tertawa, ia melihat ekspresi wajah Daniel yang langka.


Penutupan lomba diadakan indoor, lomba bayi merangkak menuju garis finish.


"Gawat nih Yang, aku gak bawa barang yang bikin dia tertarik" bisik Rita ke Daniel.


Rayya diletakkan di garis start oleh Rita,


"Adek, ke papi ya?" bisik Rita.


"Mulai!!"


Ada bayi yang merangkak lincah, ada yang merangkak berlawanan arah, ada yang menangis, ada yang malah tiduran. Hanya Ranna yang terdiam duduk, ia bingung harus ngapain.


Tiba-tiba ia memperhatikan barang yang dikeluarkan papinya, dengan lincah ia merangkak dengan cepat, menuju papinya, dan berhasil mencapai finish.


"Yeaayy!!! Adek hebat!!" Daniel tak hentinya mencium pipi anaknya.


Rita tertawa senang juga heran.


"Kamu ngeluarin apa? kok dia merangkak cepat banget?"


"Aku ngeluarin dompet, dia ini seperti kamu kan, begitu lihat dompet cepat banget kan?" Canda Daniel, Rita mencubit pinggang suaminya gemas.


Mereka membawa pulang beberapa hadiah. Setelah perlombaan, diadakan acara syukuran untuk penutupan perlombaan. Rita dan keluarga tidak mengikuti penutupan perlombaan,mereka kelelahan karena mengikuti perlombaan hingga terlelap lebih cepat dari jam tidur biasanya.


Keesokan paginya,


"Tangan dan kaki ku pegal-pegal" keluh Daniel


"Iya aku juga"


"Mami..tangan dan kaki kakak capek" keluh Ranna, Raffa juga mengeluh hal yang sama.


"Lah..kok pada sakit, yang sehat cuma dek Rayya saja yang dari tadi asyik main sendirian.


Rita meminta pak Ridwan menyewa tukang urut, tak berapa lama tukang urut datang. Satu keluarga diurut selama satu jam. Setelah diurut mereka meminum jamu untuk menghilangkan rasa pegal.


"Anak-anak gak apa-apa minum jamu ini? Kamu juga?"


"Aman kok, ini 100% alami, gak ada kimia nya" jawab Rita


"Syukur deh!"


Rita menerima rekaman acara perlombaan yang telah diedit, mereka menonton bersama-sama.


"Tuh...kakak dan Abang hebat banget!" Puji Daniel


Ia kembali tertawa melihat pertandingan Rita, kini giliran Rita yang tertawa melihat pertandingan Daniel.


"Seru juga ya? Pas banget kita pulang dulu ke sini" ujar Daniel


"Iya, pas banget HUT RI "

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2