
“Selamat pagi!” sapa Daniel, seperti biasa ia menjemput Rita untuk ke sekolah
“Pagi” jawab Rita, ia terlihat tidak bersemangat
“Ada apa? Biasanya kamu semangat setiap pagi?”
“Entahlah, pagi ini ketika bangun rasanya badan capek sekali. Seperti habis marathon!” keluh Rita
"mungkin karena begadang?"
“Hmm, enggak, kemarin aku tidur mulai dari jam 5 sore!”
“Hah? Apa gak kelamaan itu? Memangnya kamu gak sholat?”
“Aku lagi berhalangan!”
“Maksudnya berhalangan?”
“Menstruasi!”
“OOO, kalau lagi menstruasi, gak boleh sholat ya?”
Rita mengangguk, berkali-kali ia menguap. Melihat kondisi Rita, Daniel membawanya ke klinik.
“Eh kemana? Ini bukan jalan ke sekolah?”
“Sebaiknya kamu dicek dokter dulu, siapa tahu kan ada yang gak beres. Klinik di sini bagus, dokternya temanku!”
Klinik kesehatan milik temannya Daniel buka 24 jam, ketika mereka datang langsung dilayani. Beberapa menit kemudian, Rita diperiksa dokter.
“Jadi bagaimana Dok?”
“Cuma kelelahan saja, mungkin Anda kurang zat besi, Anda bilang sedang Mens kan?”
“Iya!”
“Apa dia bisa sekolah seperti biasa?” tanya Daniel
“Sebaiknya istirahat dulu saja hari ini, aku melihat matanya memucat. Kekurangan zat besi jangan dianggap remeh!, saya akan memberikan vitamin dan mineral untuk perawatannya.”
“Terima kasih dokter!” Rita keluar dari ruangan dokter, Daniel masih di dalam ruangan
“majikan baru Niel?” tanya dokter sambil menulis resep
“Iya!”
“Kelihatannya kamu care banget, apa ada sesuatu diantara kalian?” tanya dokter itu kepo
“Yahh, kamu boleh mengira apa saja!, oh ya terima kasih ya?” Daniel menerima resep lalu keluar dari ruangan dokter, sebelum ia keluar , dokter memanggilnya
“Niel, aku lupa ada undangan pernikahan minggu depan, ini undangannya”dokter menyerahkan undangan itu
“Siapa yang menikah?” tanyanya membuka undangan
“Aku!” jawab dokter itu tersenyum
“Selamat ya!” Daniel menjabat tangan dokter
“Usahakan datang ya Niel!”,
Daniel mengangguk dan tersenyum kemudian ia kembali ke mobil , Rita telah menunggunya
“Teman lama Niel?” tanya Rita, ia menidurkan posisi kursinya
“iya, teman kuliah!” jawab Daniel, ia membawa Rita pulang kembali ke rumah. Ia mengantarkan Rita sampai ia berbaring lagi di tempat tidur.
“Istirahat ya, biar aku yang mengabari sekolah mu!” Daniel mengecup kening Rita yang kembali terlelap.
Beberapa jam kemudian Rita terbangun dari tidurnya
“Sudah jam berapa nih?” ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11 pagi, kemudian ia mengganti pakaian sekolahnya. Tubuhnya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Setelah berganti pakaian, ia melihat buah-buahan serta beberapa snack di atas meja. Ada anggur, apel, jeruk juga ada jus beat.
“tok..tok..”
“Masuk!”
“Mba Rita, ini makanan dan minuman. Tadi pak Daniel berpesan, setelah makan mba Rita minum vitaminnya”
“Shiaap!, eh Lee terima kasih ya buah-buahannya!”
“Itu bukan dari saya, tadi pak Daniel yang menitipkannya. Beliau bilang karena mba Rita tidak begitu suka sayur, jadi harus makan buah-buahan. Beliau juga membelikan banyak jus beat dan strawberry ia menaruhnya di kulkas”
“Oooo” Rita manggut-manggut, Lee pamit , tapi sebelum keluar ia mengatakan sesuatu
“ehm, mba Rita, pak Daniel itu orang baik, pengertian, penyayang, beliau juga setia. Selain itu ia juga tampan, ah orang kayak gitu sudah jarang sekarang!” ujar Lee tiba-tiba. Rita tertawa geli, selama ia masuk ke rumah itu ia hanya mendengar beberapa suku kata yang keluar dari mulut Lee, seperti Ya mba, baiklah, tetapi, Akan saya siapkan. Tapi sekarang tentang Daniel , ia banyak mengoceh. Ketika sadar ia telah banyak ngomong, Lee tertunduk malu kemudian pamit keluar kamar. Rita membuka ponselnya, notifikasi pesan dari Daniel, dan group kelasnya. Ia membaca tugas yang harus dikumpulkan besok.
“Ah sial, banyak banget tugasnya!” gerutunya, ia tidak sadar tingkah lakunya sedang diperhatikan seseorang.
__ADS_1
Keesokan paginya, Daniel kembali datang menjemput
“Selamat Pagi Dear, sudah sehat?” tanyanya
“Alhamdulillah, ini karena buah-buahan yang kamu belikan aku jadi sehat lagi!” jawab Rita tersenyum. Ia memang jauh lebih segar dibandingkan kemarin
“Syukurlah!” Daniel menjalankan mobilnya menuju sekolah Rita
“Niel, apa kamu gak repot harus antar jemput aku terus, kamu kan bukan pesuruh!”
“Enggak, gak repot aku malah senang. Setelah antar kamu, aku bisa tiba lebih cepat di kantor. Aku jadi bisa menyelesaikan tugas lebih cepat!”
“Wow! Sepertinya kamu mulai menikmati pekerjaan mu ya?”
“Masih banyak belajar sih, pagi-pagi waktu yang tepat untuk belajar. Aku mempelajari laporan para bawahan dan mencari arti istilah-istilah. Wah benar-benar sekolah lagi deh!” ceritanya
“Kalau kamu sibuk dan tidak bisa mengantar atau menjemput, aku gak keberatan kog!”
“Iya aku ngerti, tapi dengan antar jemput begini, aku bisa ketemu kamu terus!” ujar Daniel dengan nada menggoda
“Ih bucin!” Rita tergelak, beberapa menit kemudian mereka tiba di halte depan sekolah, Daniel tidak pernah mengantarkan sampai dalam sekolah, karena terlalu banyak anak sekolah yang menghalangi jalan.
“Terima kasih Niel, oh iya tadi aku bikin cemilan untuk membalas buah-buahan dari mu!” Rita memberikan kotak makan cukup besar ke Daniel
“Besar amat?” ujarnya heran
“Dimakan ya Niel!” Rita turun dari mobil , dengan menggendong ranselnya ia memasuki gerbang sekolah dan Daniel pun melanjutkan perjalanannya ke kantor.
Jam pelajaran ketiga dan keempat dilakukan di perpustakaan. Selain tempatnya yang luas, para siswa juga lebih leluasa untuk duduk . Guru juga terlihat lebih menikmati mengajar di perpustakaan yang luas itu. Waktu makan siang tiba, seperti biasa Rita tetap berada di perpustakaan. Dua orang lelaki dewasa menghampirinya
“Anda yang bernama Rita?” tanya salah satu orang itu.
“Betul pak!”
“Kami dari kepolisian”
“Oh ya? ada masalah apa ya pak?”
“Anda mengenal Kevin kan?”
“Iya pak?”
“Anda teman dekatnya?”
“Hmm...tidak pak!, kami baru saja kenal!, ada apa ya pak?”
“Kami menerima laporan dari orang tua asuhnya, Kevin sudah 2 hari tidak pulang ke rumah. Mungkin Anda tahu ia kemana?”
“Kami sudah menanyakan pelatihnya dan juga teman-temannya. Mereka juga tidak tahu. Salah satu teman Kevin mengatakan bahwa ia menemui Anda!”
“Menemui saya? Kapan? Terakhir bertemu dengannya sehari setelah pertandingan. Kemarin saya tidak di sekolah karena sakit.”
“Anda bisa membuktikan keberadaan Anda kemarin?”
Rita memberikan ponselnya, ia menunjukkan chat di WA dan foto ia berada di rumah. Kebetulan Daniel iseng memotonya ketika ia tidur, lalu mengirimkannya. Itu menjadi bukti bagi polisi.
“Baiklah, jika Anda bertemu dengan Kevin atau mengetahui keberadaannya, Anda bisa menghubungi kami!” polisi itu memberikan kartu namanya
“Baik pak!” Rita menerima kartu nama itu dengan perasaan heran, kemana Kevin. Setelah polisi pergi Sisca menghampirinya
“Siapa mereka Rit?”
“Polisi!”
“Hah? Ngapain?”
“Kevin hilang!”
“Oh My God!, sejak kapan?” tanya Sisca kaget
“sudah 2 hari ini, salah satu temannya bilang, kemarin dia mau menemuiku. Tapi aku kan kemarin gak ada di sekolah!”
“Kemana ya Kevin? Apa dia mengatakan sesuatu ke kamu Rit?”
“Seingatku gak ada deh, dia Cuma bilang. Rit Aku jadi temanmu ya?”
“Dia bilang begitu?” tanya Sisca iri, Rita mengangguk
“Rit, Kamu gak tertarik sama dia kan? Ayo ngaku saja!”
“Apaan sih kog tiba-tiba?”
“Dekatkan aku ke dia dong Rit!, pleaseeee??”
“Dekatin saja sendiri!”
“Kalau aku dekatin atau cewek duluan, dia minta bayaran Rit. Ayolah tolong pleaseee???”
__ADS_1
“Tapi dia gak ada sekarang Sis!”
“Iya nanti kalau ketemu!, tolong ya Rit? Ah kamu beruntung sekali. Sudah punya oppa keren, eh ditaksir atlet ganteng...aku iriii!!!!” Sisca memukul lengan Rita manja
“genit ih!”
“Kamu harus kasihan sama aku Rit, aku tuh jomblo sejak lahir. Hidupku tuh penuh nestapa! Nyokap aku lagi sakit, kakek aku sibuk sama urusannya sendiri. Aku kesepian Rit!” Sisca membuat wajah memelas agar dikasihani, Rita geli dibuatnya
“Baiklah, kalau dia kesini lagi, aku jodohin kamu sama dia!”
“Nahh begitu dong!!!”Sisca memeluk Rita dari belakang.
Berita hilangnya Kevin atlet andalan menggegerkan sekolah. Sudah 4 hari polisi belum juga menemukan jejaknya. Malam itu Rita sibuk dengan deadline tugasnya. Ia begitu serius di depan laptop, sengaja ia mematikan ponselnya. Begitu sibuknya ia tidak menyadari sesosok mahluk terus komat-kamit di kamarnya
“Berisikkk!!!” teriak Rita, akhirnya ia menyerah, mahluk itu pun terdiam, kemudian ia berkata
“ ternyata selama ini kamu bisa mendengar !” ujarnya
“IYA, ADA APA?” tanyanya kesal, ia seperti berbicara sendiri
“Aku mau minta tolong!”
“TOLONG APA? KALAU MINTA MENYAN, KEMBANG ATAU MAYAT OROK, CARI SAJA SENDIRI!” ujarnya galak
“Ih apaan tuh, serem amat!, bukan itu. Aku mau minta tolong carikan tubuh!”
“CARIKAN TUBUH? ITU LEBIH SEREM DARI PADA NYARI OROK, HANTU G***K” makinya
“Aku bukan hantu, aku cuma terlepas dari tubuhku. Kalau tidak ditemukan sekarang, aku bisa jadi hantu beneran!” desak sosok itu
“KAMU KASIH DEADLINE, GURU ITU NGASIH DEADLINE, KENAPA SEMUA PADA NGASIH YANG DEPANNYA DEAD SIH!!!” teriak Rita kesal.
Teriakannya membuat Andi datang ke kamarnya
“Apaan sih Rita, sudah malam malah teriak-teriak!”
“Ini kak, ada yang minta tolong cariin tubuh!”
“Ihh..siapa tuh?” Andi ketakutan, ia pergi meninggalkan kamar Rita.
Setengah jam kemudian Daniel datang ke kamar Rita
“Eh Rita kamu kenapa?”
“Daniel? Kog ada di sini?”
“Tadi dari kantor aku nelpon kamu terus gak diangkat-angkat jadi langsung kemari!”
“Kebetulan! Kamu bawa mobil kan?”
“Itu Andre!”
“Bagus deh makin rame makin bagus!” Rita segera mengambil mantel panjangnya, kemudian mengajak Daniel pergi.
“Kemana Rit?”
“Temani aku!” ujarnya, Daniel mengikutinya. Mereka memasuki mobil baru Daniel
“Pak ke jalan ini!” ujar Rita memberikan lokasi kepada supir. Andre yang merupakan supir baru tidak mengenal Rita.
“Ke jalan itu Ndre, oh iya Rita ini Andre supir baru kami, Andre ini Rita tunangan saya!” ujar Daniel
“Tunangan?” Rita kaget mendengar ucapan Daniel
Andre mengangguk, mobil meluncur ke lokasi yang ditunjuk Rita. Setengah jam kemudian mereka tiba di jalan yang sepi. Rita turun dari mobil ditemani Daniel.
“Andre, tolong tetap nyalakan lampu mobil!”perintah Rita, Daniel mengangguk memberi isyarat, Andre menurutinya
“Kog gak ada ya?” gumam Rita
“Kamu cari apa sih?” tanya Daniel bingung
“Cari mayat!” ujar Rita ngasal, Daniel terbelalak
“Kamu jangan main-main begitu!” ujarnya kesal,
“Aku gak main-main, aku dihubungi seseorang, dia bilang tubuhnya ada di sekitar sini!” ujar Rita
Awalnya Daniel tidak percaya, tetapi ia ingat cerita Andi tentang indera keenam Rita. Segera ia mengambil lampu cadangan di mobilnya, lalu mengarahkan ke tempat-tempat tersembunyi di jalan itu.
“Dugaanku, kalau ia lewat sini, sesuatu menghantamnya, ia akan jatuh ke..” Daniel berjalan agak jauh dari tempat mereka , kemudian ia melihat sekeliling.
“Jalan ini lebih tinggi dari tempatnya semula, kalau ia jatuh, seharusnya sekitar sini!” Daniel mulai mencari. Nalurinya sebagai pengawal yang terlatih semakin tertantang. Ia turun ke samping jalan yang menurun, kemudian ia mengarahkan lampunya ke sana, perlahan ia berjalan, sampai kakinya menyentuh sesuatu.
“ah Ada orang!”, ia mengarahkan senternya ke orang yang berbaring itu, tubuhnya sudah dingin, tetapi Daniel merasakan sedikit nadi di lehernya. Ia segera kembali ke atas, lalu menelpon ambulan dan polisi.
Satu jam kemudian tempat itu ramai oleh ambulan dan polisi, mereka segera mengangkat korban dari tempat kejadian. Daniel menghalangi Rita yang penasaran ingin melihat korban.
__ADS_1
“Sudah, kamu gak usah lihat, nanti gak bisa tidur” ujarnya. Ia menyuruh Rita kembali ke mobil, mereka pun pulang ke rumah Rita.
-Bersambung_