Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 23: Cerita masa lalu


__ADS_3

Rita dan mamanya kembali ke hotel dengan membawa banyak belanjaan.


Sesampainya di kamar hotelnya yang luas dan semi terbuka. Kamar yang menghadap laut memiliki ruang tamu, layaknya rumah.


Rita meletakkan semua belanjaan di sofa dan melepaskan jaket dan topinya. Ia tidak memperhatikan Dewa yang duduk di ruang tamunya.


"Rita rambut kamu kenapa?" tanya Dewa terkejut melihat Rambut Rita yang menjadi merah. Rita yang terkejut dengan adanya Dewa di kamarnya langsung menutupi dengan memakai topinya.


"Kak Dewa kog ada di sini? Kapan kembali dari RS?"


Tak lama kemudian Andi muncul dari ruang lain di kamar itu membawa 2 minuman.


"Rita! Jadi beneran ya rambut kamu jadi merah?" Ujar Andi sambil memberikan soft drink kepada Dewa.


"Kakak kira mama iseng mengutak-atik fotonya!"


"Akhh..engga kak, bener-bener disaster!" Keluh Rita membuka topi dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa.


"Jadi kenapa bisa begitu??"tanya Dewa penasaran, ia mengambil ponselnya dan memoto Rita yang cemberut. "Ini moment langka" pikirnya.


Rita yang tidak melihat apa yang dilakukan Dewa, menceritakan apa yang terjadi di salon. Setelah mendengar ceritanya,Andi dan Dewa tertawa geli.


"Itu namanya kamu apes Rit!" Ujar Andi masih tergelak.


"Tapi ga jelek kog Rit, cuma yang lihat belum terbiasa saja!" Ujar Dewa yang juga masih tergelak.


"Oiya..Kak, kog sudah boleh pulang?"tanya Rita mengalihkan pembicaraan.


"Oh, hasil lab terakhir kita sudah normal Rit.Seharusnya tadi pagi kita sudah pulang, eh staf yang disuruh mama jemput, baru datang siang. Yaa baru sekarang kita pulang."


"Besok kita jalan ke mana nih?" Tanya Dewa


"Hmm..ke Sangeh, kurang lebih 1 jam dari hotel ini" jawab Andi


"Syukur deh Rit, rambut kamu merah bukan kuning. Kalau kuning bisa disangka pisang besar sama monyet di sana,..hahaha" goda Dewa.


Andi juga ikut tertawa. Rita kesal dan melemparkan bantal ke arah Dewa dan Andi.


"Huuh!"


"Sudah jangan ngambek melulu, yuk jalan-jalan ke pura daerah sini kan bagus juga tuh, mumpung hari belum gelap!"ajak Andi.


"Ayo!" Ujar Rita dan Dewa bersamaan.


Rita mengenakan kerudung dan topi untuk menutupi rambutnya. Merekapun berjalan santai dan melakukan wefie di beberapa tempat di pura. Hari mulai gelap, masuk waktu maghrib, Rita Cs kembali ke hotel untuk mandi dan sholat maghrib. Setelah itu mereka berkumpul di ruang makan hotel untuk makan malam. Rita sudah memakai piyama dan membuntal rambutnya dengan handuk. Mamanya yang memperhatikan Rita hanya geleng-geleng kepala. Mereka duduk 1 meja. Suasana cukup ramai di ruangan itu, selain suara orang-orang antri untuk mengambil makanan juga ada home band yang mengiringi suasana malam itu. Setelah makan, Rita, mama Ratna, Andi dan Dewa berkumpul di luar hotel, ada acara pagelaran budaya Bali, seperti sandiwara, tari kecak,tari pendet, Barong, Legong dan Trunajaya. Suasana sangat meriah, Rita melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, ia sudah mulai mengantuk, ia minta ijin ke mamaRatna untuk kembali ke kamarnya. Dewa yang juga mulai ngantuk bersama Rita kembali ke kamarnya. Jarak antara tempat acara dan hotel sekitar 500 meter. Rita dan Dewa berjalan berdampingan menyusuri jalan.


"Rit, bagaimana perasaan kamu ketemu lagi sama mama dan Andi?"tanya Dewa membuka percakapan


"Hmn..senaaangg dan bahagia banget kak, Rita ga pernah menyangka bakal bareng-bareng lagi seperti dulu."


"Kalau disuruh memilih lagi, kamu mau tinggal sama siapa Rit?"


"Hmm..tetap sama ayah lah, karena walau sama mama juga asyik tapi mama terlalu sibuk, Rita capek melihat mama yang kerja terus."


"Pengusaha itu memang begitu Rit, semakin maju usahanya makin sibuk, orang saja yang melihatnya enak ya tinggal di hotel mewah, mobil mahal dll, mereka ga tahu pengorbanan yang sudah ia lakukan untuk dapat posisi itu!"


"Iya sih kak, Rita ngerti kog, makanya Rita ga banyak protes kan waktu mama masih kerja walau sedang bersama."


"Kamu memang pengertian Rit!" Puji Dewa


"O ya, katanya kamu sering nelpon Tomi?" Tanya Dewa


"Engga sering kog , cuma 2 eh 3 eh 4 deh"


"Itu sering namanya!"


"Memangnya kenapa kak? Kak Tomi itu mentor dan ahli strategi yang jago lho. Beberapa kali pertandingan Rita selalu menang, itu semua karena saran dari kak Tomi."


"Oo,kamu menganggap Tomi itu mentor, hehehe.."


"Kenapa kak? Kog senang banget?"


"Ah engga cuma nanya aja, kalau Indra gimana?"


"Hmm...kak Indra orangnya baik dan supel, karena kak Indra, Rita bisa kenal banyak senpai, malah jadi seperti teman dekat"


"Kalian akhirnya jadian?"


"Kak Indra ga pernah bilang apa-apa sama Rita, cuma ngajak jalan-jalan saja".


"Hmm begitu ya?"


"Kenapa kak kog kepo banget ?"


"Engga Rit, kakak lagi mikir, bagaimana cara lebih dekat sama kamu?"


"Kita dekat nih kak!" Canda Rita berjalan lebih dekat ke Dewa.


"Hahaha kamu lucu Rita si Rambut merah!" Canda Dewa


"Hiiih kak Dewa nih!"

__ADS_1


"Tapi beneran lho Rit, buat kakak kamu itu spesial!"


"Ah kalau cuma spesial telornya cuma 2, kalau istimewa tu telornya 3!"


"Yaah.. kamu kira martabak!"


"Hahaha..." Keduanya tertawa.


"Kalau menurut Rita, kak Dewa itu seperti apa?"


"Hmm..kak Dewa itu ramah, perhatian, baik sama siapa saja, kalau dari penampilan 11/12 deh sama Justin Bieber!"


"Terima kasih itu pujian yang bagus kayaknya?"


"Memang bagus kak! kalau ingin pujian lebih banyak, Rita ga mau ngasih, nanti kakak jadi narsis!"


"Narsis? Itu kue isi nanas ya?"


"Itu nastar!"


"Belajar yang rajin supaya jadi


nastar!"


"Itu pintar kak!"


"Oo pintar ya? Kamu ga nambahin kata pintar ke pujiannya?"


"Oiya, kakak tu Pintar dan lucu, walau kadang garing jokenya!"


"Hahaha...kamu yang terlalu serius Rita!"


"Yaa mungkin karena sejak kecil Rita hidup sama ayahnya yg serius dan pindah2 tempat, kalau ga serius Rita ga bisa menyelesaikan diri"


"Masa kecil kamu berat ya Rit? Untung badan kamu ga ikutan berat!"


"Hahaha...engga juga kak, tapi ada masanya memang berat, misalnya waktu ayah bertugas di kamp militer. Saat itu sedang ada wabah penyakit di suatu daerah. Ayah harus tugas dan tinggal di RS daerah itu selama 2 bulan. Rita ga boleh ikut, jadi dititipkan dengan salah satu keluarga tentara."


"Mereka jahat sama kamu?"


"Justru baik banget kak, cuma saja kasihan, dengan adanya Rita malah nambah pengeluaran keluarga itu."


"Maksudnya?"


"Ortu asuh Rita itu anaknya 4, masih kecil-kecil, yang paling besar seumuran Rita. Anak paling kecil 3 tahun. Bapak itu pangkatnya sersan. Gaji tentara dengan 4 anak tidaklah cukup.Jadi istrinya membantu dengan berjualan nasi uduk di rumah. Dari beliau juga Rita belajar masak nasi uduk yang enak!"


"Itu bagus dong?"


"Iya kak,kadang walau tak terucap ibu itu harus membagi makanannya untuk Rita. Kasihan kadang anaknya masih lapar karena ada Rita di situ jatah makannya jadi berkurang."


"Iyaa, ehhh..kak Dewa nih mau dengar cerita ga?" Ujar Rita agak kesal


"Hahaha...mauu dongg...abis kamu latah, dibilang banyak makan, kamu bilang iya!"


"Hahaha.." Rita ikut tertawa


"Kamu masih berhubungan dengan keluarga itu?"


"Rita ga sengaja ketemu bapak itu 2 tahun yang lalu, beliau bertugas di koramil."


"Kog bisa ketemu?"


"Rita pernah secara ga sengaja terjebak ditengah anak SMP yang tawuran. Teman Rita mengambil barang dari Rita, aku kejar, eh dia lari ke wilayah yang lagi pada tawuran!"


"Terus kamu menghindar?"


"Engga kak,Rita ikut tawuran!"


"Ahh yang bener??"


"Beneran kak! Sebenarnya anak bandel itu juga ga sengaja masuk ke tengah tawuran, hampir saja dia babak belur dipukuli, jadi Rita belain dia. Rita lawan cowok-cowok itu!"


"Terus?"


"Yaa...polisi beserta koramil datang melerai, kami diangkut pakai truk tentara yang besar, dibawa ke markasnya. Bapak itu yang jadi komandannya, pangkatnya sudah kapten.


"Terus?"


"Mereka kaget, kog ada cewek yang ikutan? Waktu diinterogasi kedua ketua tawuran bilang ga kenal Rita dan anak itu. Jadi Rita diperbolehkan pulang."


"Bapak itu bilang apa sama kamu?"


"Hmm..dia bilang lain kali kalau ada orang tawuran Rita disuruh lari saja atau menghindar!"


"Iya seharusnya begitu Rit!"


"Habis anak itu ngambil barang kenang-kenangan dari mama, kalau kangen mama, Rita selalu lihat dan pegang itu. Makanya pas direbut Rita takut hilang jadi apapun yang terjadi Rita harus dapatkan kembali!"


"Memang barangnya apaan?"


"Kotak pensil!"

__ADS_1


"Sekarang kotak pensilnya masih ada?"


"Masih dongg!"


"Cerita kamu sedikit tidak masuk akal,masa anak cewek ikut tawuran?"


"Kalau kakak ga percaya tanya ayah deh, karena beliau juga marah besar. Salah seorang anak yang tawuran itu tangannya ga sengaja Rita patahkan, jadi ortunya datang ke ayah minta pertanggung jawaban."


"Jadi sebelumnya ayah ga tahu kamu ikut tawuran?"


"Beliau ga tahu karena Rita ga cerita."


"Beliau tahunya dari ortu anak itu? Kog mereka bisa kenal ayah?"


"Hmm...dari bapak komandan itu, ketika anak itu patah tangannya, ortunya menyangka petugas sudah berbuat kekerasan pada anaknya. Nah dari anak itu yang bilang bahwa tangannya terluka setelah berantem sama Rita."


"Wahh..tenaga kamu besar banget dong bisa matahin tangan orang!"


"Nah itu juga kak, pada ga percaya, saya juga ga percaya masa sih tulang tangan itu termasuk tulang pipa kan, jadi seharusnya ga semudah itu patah."


"Terus?"


"Ya tu anak dicek di RS, ternyata ia mengalami osteoporosis diusia dini makanya masa tulangnya kurang padat, mungkin karena waktu hamil ibunya kurang asupan kalsium."


"Oo begitu, gara2 berantem sama kamu, penyakit tu anak jadi ketahuan ya?"


"Iya kak, aneh ya?"


"Terus ada lagi tawuran yang lain?"


"Hmm...berita tentang Rita tawuran itu tersebar diantara anak-anak bandel di sekolah Rita."


"Terus?"


"Yaa, mereka mau mengangkat Rita jadi pemimpin mereka!"


"Ah becanda kamu! Tapi kamu tolak kan?"


"Wah sulit menolak kak, karena mereka menawarkan fasilitas antar jemput pulang sekolah, terus makan gratis di salah satu warung langganan."


"Jadi kamu terima?"


"Iya🤭😀 tapi cuma 1 bulan!"


"Ohh kog cuma sebentar?"


"Karena Rita kalah sama anak baru dari kelas 9!"


"Wahh..kog bisa?"


"Iya, orang itu jago banget tekniknya, padahal Rita belajar taekwondo dari kecil.Tapi tetap kalah!"


"Hebat dong tu orang!"


"Iya, ternyata orangya baik juga!"


"Kamu jadian sama dia?"


"Engga sempat kak, karena Rita keburu pindah sekolah"


"Yahh..sayang banget dong"


"Tapi kakak tahu ga Rita ketemu lagi sama orang itu!"


"Iya? Dimana?"


"Satu sekolah juga sama kita!"


"Oya? Apa dia ingat sama kamu?"


"Gak tahu deh, Rita ga pernah nanyain, takut salah orang, hehehe.."


"Tapi kamu tahu itu orangnya? "


"Iya lah, walaupun sudah cukup lama, Rita masih ingat tampangnya 😀"


"Seharusnya dia juga ingat! Kakak boleh tahu siapa orangnya?"


"Kakak sudah kenal kok!"


"Hmm... jangan-jangan Tomi ya?"


"Wahhh kakak hebat ya? Ga salah memang orang pintar!" Rita bertepuk tangan 👏👏


"Terimakasih!, Wah sudah nyampe nih, padahal lagi seru ya, besok kita lanjutkan ya Rit!"


"Kalau inget kak, hehehe!"


"Dasar!! Gud nait, sweet dream!"


"You too!"

__ADS_1


Mereka kembali ke kamar masing-masing.


Rita yang sudah sangat mengantuk, mencuci mukanya, menyikat giginya, kemudian sholat Isya, lalu pergi tidur. Hari itu cukup melelahkan baginya. Ia pun terlelap.


__ADS_2