
"Rita bangun!" Suara Kiki sayup terdengar
Tubuh Rita yang terlalu lama dalam posisi telengkup membuatnya sulit bergerak.
"Ki, gue susah gerak nih!"
"Coba telentang Rit, tadi gue juga begitu!"
Dengan susah payah Rita membalikkan tubuhnya.
"Tempat ini terlalu sempit Ki, kita harus cepat keluar, gue ngeri mereka menyadari ruang rahasia tadi!"
"Gue rasa mereka sudah tahu kita menghilang tadi sempat melihat keluar, beberapa orang mencari disemak-semak, syukurlah gue langsung masuk ke dalam lagi."
"Ki, Kaki gue makin kram nih, badan gue menggigil" Rita melengkungkan tubuhnya ke samping
"Aduh Rit, bertahan sebentar lagi ya! Gue akan coba keluar!"
Rita tidak menjawabnya, kepalanya terlalu pusing, ia mencoba tidur.
Perlahan Kiki memecahkan kaca jendela. Rumah itu merupakan rumah tua berstruktur aneh, karena terdiri dari 1 lantai dan 2 basement. Sepertinya pemilik rumah lebih senang rumahnya ke bawah dari pada ke atas.Tempat mereka bersembunyi sepertinya ruang basement kedua, sedangkan mereka ditahan basement pertama atau lantai dasar.
"Rit, kita ini ada di langit-langit"
"Maksudnya kita terbang gitu?"
"Bukan!, di bawah kita ini ada ruangan, gue ngintip tadi, gue melihat cewek galak tadi dan dua cowok yang tadi"
"Ooo, maksud kita ada di celah diantaranya."
"Iya!"
"Kalau begitu, kita harus pelan-pelan Ki, jangan sampai mereka sadar ada orang di sini" Rita berbisik
"Rit, gue coba keluar ya? Lo gak apa-apa ditinggal sendiri?"
"Iya Ki, minta bantuan siapa pun!" Suara Rita makin melemah, ia berusaha untuk tetap sadar.
Kiki beringsut mendekati jendela, kemudian memutar tubuhnya dengan posisi kaki menghadap jendela, kemudian ia menendang jendela tersebut.
"Prang!!!" Bunyi kaca pecah
Kiki membalikkan tubuhnya lagi, perlahan ia membersihkan pecahan kaca.
"Ayo Rit, Kita keluar bersama saja!" Ajak Kiki sambil menarik kerah baju Rita
"Ayo Rit, bantu gue ya, berat nih, Lo harus keluar supaya bisa ketahuan posisi Lo!"
Susah payah kiki menarik tubuh Rita, setengah sadar Rita mendorong dirinya dengan mengesot di lantai. Posisinya telentang.
"Ayo Rit, keluar duluan!"
Kiki mendorong tubuh Rita keluar jendela, setelah berhasil, ia berusaha keluar. Keduanya kini sudah berada di luar.
"Syukurlah banyak semak di sini, kita tunggu gelap ya Rit!"
Sementara itu, posisi Rita yang kini lebih jelas terpantau satelit. Ratna bergegas menuju kantor polisi, 1 jam kemudian, pasukan khusus polisi yang terdiri dari 5 orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata, kaca mata, sarung tangan dan penutup wajah.
"Komandan, apa tidak berlebihan dengan pasukan ini?" Tanya Ratna pada Kapten Polisi yang bertugas.
"Kami hanya menjalankan perintah atasan bu, beliau bilang kemungkinan anak ibu berada di tempat berbahaya, Kami pasukan khusus yang terlatih bu, jadi jangan khawatir!"
"Baiklah!, Ini koordinat terakhir anak saya pak!" Ratna memberikan titik koordinat.
Komandan pasukan membuka petanya, dan mencocokkan koordinat di peta.
"Dapat bu lokasinya, kira-kira 2,5 jam dari sini kalau naik mobil dan 30 menit kalau naik helikopter."
"Jauh juga ya pak? Bapak kesana naik helikopter ?"
"Iya bu, kami pasukan khusus terlatih untuk bereaksi cepat!"
__ADS_1
"Oo begitu, baiklah, saya susul dengan helikopter saya!"
"Saya ragu bu, tidak ada helipad atau lapangan luas di sana mengingat lokasinya berada di tengah hutan. Kalau kami biasa turun pakai tali dari helikopter, tapi Ibu?"
"Kalau begitu saya nyusul pakai mobil saja, ini foto anak saya pak, tolong ya pak" pinta Ratna
"Baiklah bu, kami akan segera beri kabar begitu anak ibu berhasil kami selamatkan!"
Sekitar 40 menit kemudian pasukan khusus berhasil merangsek masuk persembunyian para penculik. Mengejutkan mereka menemukan lebih dari 100 orang berada di sebuah sel seperti layaknya tahanan. Para penjaga tempat itu ditangkap dan dimintai keterangan.
"Lapor komandan! Seluruh isi rumah telah kami geledah, semua sudah berhasil keluar,tapi korban belum ditemukan!" Lapor salah seorang polisi.
Komandan menghubungi Ratna untuk posisi terakhir Rita
"Di rumah itu anak saya gak ada pak?"
"Begini bu, seluruh rumah telah kamu sapu bersih dan tidak ada anak ibu, kecuali pakaiannya."
"Begini pak, anak saya itu tidak bisa diam, saya yakin dia berhasil keluar dari rumah itu!, Saya akan kirimkan lokasi terakhir begitu dapat kabar pak!"
"Baiklah bu, kami sambil menunggu tim kedua untuk mengangkut para tersangka dan korban lainnya."
"Baik pak, terimakasih!" Ratna menutup ponselnya
"Korban lainnya? Maksudnya apa ya? Pak Umar kita jangan ke lokasi, kita ke RS terdekat, firasat saya jika Rita terluka akan dibawa ke sana!"
"Baik bu!" Pak Umar segera memutar mobil menuju RS terdekat.
Sementara itu Kiki dan Rita telah berhasil keluar dan terus berjalan menyusuri hutan, Rita dipapah oleh Kiki.
"Ki, istirahat dulu di sini, kita sudah jalan cukup jauh!"
"Jangan di sini Rit, itu ada gubuk, kita ngumpet di situ!"
Kiki membawa Rita ke gubuk itu.
"Sebentar Rit, gue rapihin dulu!" Kiki melepas pegangannya lalu merapikan gubuk itu agar bisa ditempati.
"Terimakasih Ki, maaf ya ngerepotin lo!"
"Jangan begitu Rit, kalau bukan karena gue, lo gak bakal susah begini."
"Btw Ki, Lo yakin mereka menahan Andre?"
"Kayaknya sih begitu, Kenapa?"
"Aneh Ki, kalau Andre benar-benar ditawan mereka, seharusnya lo gak usah ditahan bareng gue kan? Apa lagi sebelumnya Lo cuma disuruh untuk menyerahkan gue doang!"
"Iya juga ya, gue ditahan bareng Lo karena gue mengendap-endap mengikuti mereka jadi mereka takut gue membocorkan rahasia"
"Ki, gubuk kita ada di tengah hutan, bagaimana lo bisa ngikutin?"
"Awalnya lo ditaruh di sebuah rumah, paginya gue kesitu eh gue melihat mereka mindahin Elo, ya gue ikutin mereka sampai sini"
"Lo ngikutin naik apa?"
"Motor trail bokap gue!"
"Wah..hebat juga lo!"
"Yaa terus gue apes, tiba-tiba tu motor berhenti eh gue terguling, syukurlah gue gak tertimpa motor."
"Karena itu lo ketahuan?"
"Iya!"
"Terus motornya?"
"Gue gak tahu deh, yang jelas gue bakal habis dimarahi bokap"
" Selama itu lo gak ketemu Andre sama sekali?"
__ADS_1
"Enggak" Kiki menggeleng bingung
"Aneh ya, kog lo langsung percaya Andre ditahan?"
Sementara itu di tempat lain
"Bi, Saya Andre mau bertemu Kiki, ada di rumah?" Andre datang ke rumah Kiki
"Neng Kiki sudah dua hari ga pulang mas, ayahnya marah, ini mau lapor kehilangan orang!"
"Saya boleh masuk Bi?"
ART Kiki memperbolehkan Andre masuk dan menemui orang tua Kiki
"Assalamualaikum Om!" Sapa Andre
"Wa'alaikummussalam, ah kebetulan Kamu datang Ndre, Kiki hilang sejak kemarin, dia bawa motor saya!"
"Tidak ada pesan dari Kiki Om?"
"Anak itu kalau mau pergi gak pernah bilang, saya nyalakan gps dari ponselnya juga gak ada!"
"Kalau begitu mungkin di motor Om ada GPS nya!"
"Oo iyaaa!" Papa Kiki membuka aplikasi gps di ponselnya.
"Hmm...kenapa dia ke hutan? Andre coba kamu ke lokasi ini, aneh banget mainnya ke hutan?" Papa Kiki membagikan posisi Kiki ke Andre
"Baik Om! Saya akan susul dia!"
Ketika ia keluar dari rumah Kiki ia berpasan dengan Dewa
"Eh Ndre!" Tegur Dewa dari motornya
"Eh Wa, nyariin Rita ya?"
"Eh iya, Elo tahu?"
"Tadi malam Qowi ke cafe tempat gue kerja dia cerita Rita hilang, menurutnya Kiki terlibat atas hilangnya Rita, gue ke sini untuk membuktikannya!"
"Terus Kikinya ada?"
"Gak ada, bokapnya marah-marah si Kiki bawa motor trailnya!"
"Kog bukannya worried anaknya hilang malah motornya?"
"Tapi karena itu dia bisa kita track posisinya Wa!"
"Naik Ndre, kita ke sana!" Dewa memberikan helmnya, dengan sigap Andre naik dibonceng Dewa
Mereka berkendara menuju lokasi.
"Ki!" Panggil Rita
"Ya Rit? Lo sudah mendingan?" Tanya Kiki memegang dahi Rita
"Kog gue menggigil ya?" Bibir Rita membiru ia mulai kejang-kejang
"Rita! "Kiki memeluk Rita untuk memberikan kehangatan
"Rit, kita kembali ke rumah itu saja, supaya Lo bisa dirawat!"
Rita diam saja, dirinya pasrah. Kiki menutupi Rita dengan daun-daunan kering yang dikumpulkannya
Ia memutuskan untuk kembali ke rumah itu.
"Rit, gue terpaksa ke rumah itu, gue takut terjadi apa-apa sama lo!"
Kiki membulatkan tekad ia keluar dari gubuk dan kembali menuju rumah itu. Akan tetapi karena ketika melarikan diri malam hari ia kehilangan arah. Justru arahnya berlawanan dengan arah rumah tempat ia disekap.
Di tempat lain, beberapa polisi menyusuri jalan untuk mencari Rita.
__ADS_1