Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 45: Kiki dan Andre


__ADS_3

Hihihi...hihihi


Suara apaan tu? Kiki dan Kowi kaget mendengar suara tawa yang menyeramkan di gang dekat rumah Kiki


"Ki, gue takut nih, gue nginep di rumah lo aje deh"


"Oo boleh Wi, lo sudah ijin nyokap lo belom?"


"Nanti deh di rumah lo, sudah jam 9 malam nih!"


Keduanya kembali ke rumah Kiki. Setelah berganti pakaian tidur


mereka ngobrol di kamarnya Kiki.


"Itu tadi apaan Ki? Serem amat?" Tanya Kowi yang duduk di tempat tidur dn memeluk guling.


"Gak tahu juga gue Wi, kayaknya baru sekarang ini deh ada orang ketawa kayak gitu"


" Serem amat! Huaaahhh" Kowi menguap


"Gue tidur duluan ya Ki, sudah ngantuk banget nih!"


"Iya Wi,nanti gue nyusul!" Kiki beranjak ke meja belajarnya dan duduk , kemudian ia menyalakan ponselnya yang telah selesai dicharge. Ada beberapa pesan dari Andre. Sudah 2 minggu sejak mereka jalan bareng Kiki sengaja menghindari Andre. Bukan hanya karena ia takut menjadi salah satu"korban" Andre tapi ia juga takut semakin dekat dengannya akan makin suka.


"Ki, maafin gue ya!" Kowi yang tidur memeluk guling, melihat ke arah kiki yang duduk di kursi belajarnya.


"Kenapa minta maaf?"


"Itu tentang Ida, lo bener Ki, ga seharusnya gue menghasut orang untuk benci Andre!" Kowi memiringkan tubuhnya.


"Hmm..gue ngerti kok Wi, lo tuh orang baik dan setia kawan. Lo care sama Ida makanya lo bersikap kayak gitu."


"Hmm..gitu ya? Jadi pendapat gue ga salah dong?"


"Kalau soal pendapat ga ada yang salah atau benar Wi, semua tergantung kondisi, mungkin karena gue orang luar cuma bersikap objektif!"


"Buat gue, lo bukan orang luar Ki, gue harap persahabatan kita lanjut terus sampai nenek-nenek eh..sampai maut dink!" Kowi tersenyum lalu menguap


"Aamiin...tidur Wi, besok kita harus bangun pagi" Kiki kembali ke tempat tidurnya, keduanya tertidur pulas.


Keesokan harinya sepulang sekolah, Kiki berjalan sendirian, sudah kebiasaannya jika berjalan sendirian mata melihat ke bawah dan menendang-nendang batu-batu kecil. Tiba-tiba seseorang memanggilnya.


"Kiki!!"


Mendengar namanya dipanggil ia mendongakkan kepalanya.


Andre telah menunggunya di warung dekat rumah.


Andre berlari kecil menghampiri Kiki.


"kok pesan aku ga pernah di respon? kamu marah ya Ki?


"Ah enggak KakAndre, Kiki lagi pusing banyak tugas apalagi karena tugas kelompok jadi selalu pulang malam."


"oh begitu, eh ini Ki, uang kamu yang kemarin Andre pinjam waktu makan di kafe, makasih ya!" Andre menyodorkan dua lembar uang 100 ribuan.


"Terimakasih kak!" Kiki menerimanya dengan tersenyum.


"Jadi,hari ini acara kamu apa?"


"pulang kak,mau istrirahat, capek banget."


"Oo begitu, ya sudah istirahat deh, kak Andre pulang dulu ya?"


"Hmm ..kak Andre gak mau main ke rumah ?"


"Kapan-kapan saja deh, kelihatan kog kamu kecapean."


" Eh... kelihatan banget ya😁"


"Iya, istirahat deh, Aku pulang ya?"


"Iya, kak, hati-hati ya!"


Kiki memperhatikan Andre yang semakin menjauh darinya.


Sebulan kemudian


Kiki duduk sendirian di Resto pak Oemar.


(Dalam pikiran Kiki)


Rita sudah tidak bersama Indra lagi, gue pengen dekat Indra, tapiii...gue malu. Bagaimana cara supaya Indra memperhatikan gue? Gue bukan Lisa yang pintar dan cantik, atau Kowi yang supel dan manis. Atau Rita yang pemberani dan cakep. Gue?? Apa kelebihannya? Selama ini gue jalan dengan orang yang katanya suka sama gue. Walaupun gue belom punya perasaan apa-apa padanya setidaknya gue mau lebih mengenalnya dulu. Sudah 2 jam bengong di sini. Kiki membuka tas selempang kecil dan mengambil ponselnya, ada pesan dari cowok yang sudah berjanji padanya.


"Maaf Ki, gue ada keperluan, ga bisa datang!, Mungkin lain kali!"


"Ah kamprett!! Yang ngajak Elo yang batalin Elo, Dasar..😠😠😡🤬🤬🤬!" Kiki memaki-maki ponselnya. Seorang cowok memperhatikannya dari kejauhan, dan menghampirinya.


"Kiki? Sendirian?"


"Eh, Kak Indra, iya Kak, tadi janjian sama teman eh sudah nunggu 2 jam malah dia yang batalin, ngeselin!!"


"Pacar?"


"Bukan kak!" Kiki malu-malu


"Eh Ki, kabarnya Rita gimana?"


"Bukannya sering ketemu di Dojo?"


"Kakak sudah ga ke dojo lagi, soalnya bimbel persiapan ujian akhir SMA."


"Wah.. repot ya, mau kuliah di mana kak?"


"Kakak mau coba hubungan internasional di UNPAD, doain ya Ki"

__ADS_1


"Semoga dilancarkan urusannya, dan tercapai keinginanannya,aamiin!"


"Aamiin..thanks Ki. Btw tentang Rita, dia lagi dekat sama siapa?"


"Hmm.. liburan kemarin katanya bareng Kak Dewa"


"Hah, Dewa? Diam-diam rupanya si Dewa!"


"Bukan kak, itu tidak direncanakan, ternyata kak Dewa itu teman SD-SMP nya kakaknya Rita.Mereka ketemu di rumah mamanya Rita"


"Ah masa, kog kebetulan sekali?"


"Nah itulah, dunia sempit ya?"


"Hmmm...aku ga percaya sama yang namanya kebetulan Ki. Aku pikir, Rita deket sama Tomi!" Indra mengambil bangku dan duduk di samping Kiki


"Hah, kakTomi?"


"Kayaknya mereka ga pernah ketemuan deh."


"Feeling aje deh, kamu sendiri lagi deket sama siapa?"


"Itu kak, anak kelas sebelah. Dia yang ngajak eh dia yang ngebatalin setelah aku nungguin dia 2 jam!"


"Wah kalau cowok kayak gitu jangan diterusin Ki, masa bikin cewek semanis ini nunggu, lama lagi!"


"Ah kak Indra, bisa aja!" Kiki tersenyum berbunga-bunga.


"Oiya Ki, tentang Dewa tadi, apa betul cuma kebetulan?"


"Cerita Rita sih begitu. Dia juga kaget, kog bisa ya. Apa kakIndra ga nelpon Rita selama liburan?"


"Hmm..nelpon sih engga, kakak langsung ke rumahnya.Tapi Rita sudah pergi, ayahnya yang bilang. Ayahnya Rita galak ya?"🤔


"Masa sih kak? Ramah kog, mungkin karena kakIndra teman cowok anaknya jadi seperti saingan."


"Hmm..tapi kog sama Tomi engga, katanya dia sampai main PS segala sama ayahnya Rita."


"Oya?"


"Nah.. makanya kakIndra pikir Tomi yang dekat sama Rita, ga taunya Dewa!"


"Asyik ya jadi Rita"


"Kenapa asyik?"


"Yaa disukai banyak orang, terutama cowok. Ganteng² dan keren² lagi!"


"Enak jadi diri sendiri saja Ki, disukai banyak orang berarti banyak juga yang ga suka sama dia. Ini kakak sudah mulai nih."


"Yah, jangan dong Kak. Walau ga jadi pacar, jadi teman saja, siapa tahu entah kapan rejeki kalian bertemu."


"Maksudnya?"


"Bisa saja kan, suatu ketika kakIndra butuh bantuan Rita. Lebih baik banyakin teman dari pada musuh😁"


"Wahh, kakIndra ini ceplas-ceplos dan to the point ya.Aku ga ada harapan dong🤭"


" Ha-ha-ha" keduanya tertawa.


"Sekarang kamu mau ngapain?"


"Yah pulang Kak!"


"Oo, sayang aku sudah ada janji lain, kalau engga, aku temenin pulang."


Keduanya berpisah setelah keluar dari resto. Kiki tersenyum-senyum sendiri, ga nyangka bisa ngobrol lancar sama Indrajit.


"Kiki!" Seseorang memanggilnya


"Eh kak Andre!" Andre yang mengendarai motor kuningnya, berhenti sejenak.


"Ngapain?"


"Tadi janjian sama teman!"


"Oo, kog pulang?"


"Yahh.." keluh Kiki malas menjelaskan.


"Ya sudah, ikut aku saja yuk!" Ajak Andre sambil memberikan helmnya. Kiki terdiam sejenak,tanpa ragu diambilnya helm dari tangan Andre, kemudian ia membonceng di motornya Andre. Hari itu kali kedua mereka jalan berdua. Kiki diajak ke sirkuit balapan, rupanya sedang ada pertandingan balap motor. Suara motor yang saling bersahutan,cukup membuat suasana ramai. Andre berteriak menjelaskan tentang pertandingan tersebut. Matanya berbinar, sangat terlihat ia sangat menyukai balapan motor. Dua jam kemudian pertandingan berakhir, Andre membawa Kiki ke kafe dekat sirkuit.


"Di sini suasananya asyik Ki, Aku pernah melamar kerja sambilan di kafe sini."


"Sekarang masih kak?"


"Sudah engga, mungkin nanti setelah ujian sekolah" Andre menyruput Es Kelapa yang terhidang.


"Kak Andre suka banget sama balapan motor ya?"Kiki juga mulai menyruput Es Kopi di hadapannya.


"Lumayan, Ki. Aku sudah suka balap motor sejak SD. Dari dulu pengen punya motor balap."


"Sudah tercapai dong Kak? Itu motor kuning!"


"Oh itu, itu bukan motor kakak, setidaknya belom!"


"Maksudnya?"


"Hmmm ..gimana ya? Jadi ceritanya, ada teman kakak yang butuh uang, ia menjual motor balap miliknya. Uang tabungan kakak kurang untuk melunasi motor itu. Kemudian, lalu ada teman kakak yang lain yang bersedia meminjamkan uangnya untuk melunasi motor itu. Perjanjiannya, kakak akan membayar sisanya secara mencicil."


"Sudah lunas kak?"


"Belum, masih lama, jadi kakak memberikan BPKB motor ini kepadanya, nanti kalau sudah lunas kakak tebus."


"Oo begitu ceritanya"

__ADS_1


"Iya, kenapa, Kiki mendengar cerita yang lain?"


"Yah sedikit beda sih, btw teman kakak yang meminjamkan uangnya itu cowok? Pastinya orang kaya ya, buktinya ia bisa meminjamkan uangnya."


"Bukan, cewek." Andre menunduk, suaranya terdengar mengecil.


"Terus kak?"


"Hmm..ada salah paham dengan ortunya." Andre menjelaskan dengan ragu.


"Salah paham gimana?"


"Ternyata teman kakak itu, menjual perhiasan ibunya untuk nambahin motor kakak. Akhirnya keluarganya menyalahkan kakak."


"Walau begitu kok motornya masih ada di kakAndre?"


"Karena uang kakAndre untuk beli motor itu lebih banyak daripada uangnya dia."


"Dia itu pacarnya kak Andre?"


"Bukan pacar cuma teman saja, setidaknya aku menganggapnya begitu!"


"Masa sih kak Andre ga peka, cewek sampai berbuat begitu sama keluarganya kalau bukan karena dorongan suka, apalagi?"


"Begitu ya Ki?"Andre tersenyum getir


"Kenapa Kak? Kog sedih?"


"Cewek itu dari keluarga kaya, kakak cuma orang biasa. Baru dekat begitu saja, jadi bermasalah kayak begini, apalagi jadi pacar. Wah fitnah bakal banyak tuh!"


"Tapi kakAndre suka ga sama cewek itu?" Tanya Kiki gregetan


"Awalnya suka Ki, dia itu tipe orang yang akan memberikan semuanya untuk orang yang dia suka. Awalnya Kakak senang ada yang memperhatikan tapi selanjutnya malah ngeselin."


"Misalnya?"


"Ia sangat posesif. Capek rasanya dicurigai terus, menceritakan detail keseharian kalau ga jalan bareng dia. Kakak ga tahan lagi. Jadi kakak memutuskan menghindarinya. Tapi ia tetap maksa, lalu menolak pembayaran cicilan motor kakak. Agaknya ia melakukan itu supaya kami tetap terhubung."


"Jadi hutang gimana?"


"Aku sih tetap ngumpulin uang yang ia tolak, nanti kalau dia sudah sadar kakak langsung kasihin."


"Sebaiknya disegerakan kakAndre, supaya nama kakak ga tercemar!" Kiki menyeruput lagi es kopinya.


"Btw Ki, tadi janjian sama siapa? Kog bete?"


"Aku gak tau deh, kak Andre kenal apa engga sama dia, namanya Robi, ia anak kelas sebelah."


"Terus?"


"Yah..dia ga datang!"


"Alasannya?"


"Ada urusan mendadak!"


"Ooo...kamu nunggu berapa lama ki?"


"2 jam!"


"Wahhh..kamu setia banget ya, teman kakak yang itu, kakak telat 10 menit saja, ada kali ditelpon 20x"


"Setia,..Kiki cuma menghargai yang mengajak Kak, walau Kiki ga punya perasaan apa-apa sama dia." Kiki menjelaskan dengan nada kecewa


"Kalau dari raut wajah dan suara kamu, kayaknya berlawanan deh!"


"Maksudnya?"Kiki mendelik kesal


"Seperti yang Kiki bilang, gak mungkin kan cewek bisa nungguin cowok berjam-jam kalau ga ada rasa suka, walau cuma sedikit" Andre memperhatikan perubahan wajah Kiki.


"Begitu ya, jadi Kiki harus gimana kakAndre?"


"Kita uji saja cowok itu!"


"Caranya?"


"Kita pura-pura dekat, lihat reaksinya, kalau dia cemburu, berarti dia punya perasaan sama Kiki."


Kiki menatap Andre yang sibuk makan spagheti. Dipikirannya , Kowi akan ribut melihat kedekatannya dengan Andre. Ditambah lagi ia akan bermasalah dengan Ida yang sekelas dengannya.


"Hmmm...gak usah deh Kak."


"Kenapa? Kamu takut kita jadi beneran?"


"Enggak, cuma menurut Kiki itu kekanakan sekali. Malah akan complicated jadinya."


"Wah, aku ditolak nih? Walaupun cuma pura-pura?" Andre tersenyum jail


"Bukan begitu Kak!" Kiki membalas senyumannya.


"Tapi Ki, kita tetap temenan ya, walau batal jadi pacar, kamu mau kan nemenin kak Andre kayak gini?"


"Temenan itu pasti kak, tapi nemenin kayak gini Kiki ga bisa janji."


"Hmm...begitu ya?" Ada sedikit raut kecewa di wajah Andre.


Tanpa terasa hari telah sore, makan di kafe hari itu, Kiki memutuskan membayar sendiri-sendiri.


"Supaya kak Andre gak ada beban untuk menggantikan uang makan di sini!" Kiki menjelaskan sambil tersenyum.


Andre mengantar Kiki pulang.


"Terimakasih kak Andre, hati-hati di jalan!"


"Oke, Dah Kiki!" Andre pun berlalu dengan motornya. Kiki masuk ke gerbang rumahnya. Pesan ponselnya berbunyi, ada pesan dari Robi.

__ADS_1


"Tadi aku terburu-buru ke resto pakOemar, karena sudah sangat terlambat, tapi aku lihat kamu boncengan sama cowok naik motor. Itu siapa?"


Kiki membacanya sambil tersenyum. Entah apa yang ada dipikirannya.


__ADS_2