Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 161: Daniel dan Radian(2)


__ADS_3

Wajah Daniel ditutup kain hitam dan ditarik masuk ke dalam van. Semula Daniel meronta, tetapi beberapa menit kemudian ia menenangkan diri. Ia berusaha berkonsentrasi mendengar keadaan sekitar. Selang beberapa waktu ia mendengar mobil memasuki suatu tempat. Kemudian dua orang menariknya keluar dari mobil. Daniel menuruti perintah karena ia ingin tahu siapa dalang semua ini. Ia didudukan di sebuah bangku, pembungkus kepalanya dibuka. Daniel merasa pusing, karena perubahan cahaya tiba-tiba yang diterima matanya. Ia menutup matanya untuk mengurangi pusing kepalanya. Beberapa saat kemudian, seorang lelaki mendatanginya, ia membawa sebuah tongkat baseball,


“Buak!!!” ia mengayunkan tongkat itu ke bagian perut Daniel.


“aughh!!!” Daniel terjatuh dari kursinya dan mengerang kesakitan


“Buak!!” sekali lagi orang itu memukul punggung Daniel. Kemudian beberapa orang mendatanginya lalu menendang tubuhnya, hingga ia pingsan.


Ketika sadar, ia telah berada di suatu kamar sempit,


“Agghh!!!” ia masih mengerang kesakitan. Rasa sakit akibat pukulan dan tendangan tadi masih mendera tubuhnya. Ia berusaha membuat dirinya duduk, ikatan tangannya telah dilepaskan. Ia sangat bingung siapa yang berbuat seperti ini pada dirinya, ia mengingat-ingat dengan siapa ia berurusan. Sayup-sayup ia mendengar suara teriakan orang dipukuli. Ia berusaha berdiri dan melihat melalui jendela kecil di ruangan tersebut. Ia melihat beberapa orang dikurung seperti dirinya. Tempat itu dibuat setengah terang sehingga sulit untuk melihat dengan jelas. Daniel terduduk lemas, ia merasa ajalnya sudah dekat, kemudian ia mengingat seorang pangeran kecil kliennya di Dubai yang mengajarkannya berdoa. Sebelumnya Daniel tidak mempercayai adanya Tuhan, karena kondisi keluarganya yang berantakan dan deraan fitbah dari orang-orang di sekitarnya dulu. Dalam keadaan putus asa, Daniel berdoa


“Tuhan, Ampuni Aku, Jika ajalku akan tiba, tolong buat menjadi tidak menyakitkan. Tetapi jika Engkau masih mengijinkan aku hidup, tolong beri jalan padaku untuk keluar dari sini” Daniel terus berdoa dalam hati. Kemudian ia tertidur, keesokan paginya ia bangun dan masih berada dalam ruangan sempit dan pengap itu. Di depannya telah tersedia satu gelas air putih dan sepotong roti. Perutnya berbunyi, karena sejak kemarin ia belum makan. Kemarin sepulang transfer uang untuk ibunya, ia mampir ke minimarket untuk membeli mie instan yang akan dimasaknya di apartemen, tapi tidak sempat karena keburu diculik. Ia menyantap roti keras itu dengan lahap.


“uhuk..uhuk..uhuk!” ia tersedak karena terburu-buru minum air. Suara batuknya yang keras, mengagetkan penjaga. Beberapa orang penjaga mengintip dari jendela kecil mereka melihat Daniel kesulitan bernafas


“Eh dia tersedak tuh! tolongin gak?”


“gak usah, nanti juga normal sendiri!”


“Beneran? Itu tersedak lho! Nutup jalan nafas, nanti kalau dia mati gimana?”


“hmm..bos bbilang dia jangan dimatiin dulu!”


Mereka membuka ruangan kecil tempat Daniel terkurung dan masih berusaha bernafas. Salah seorang dari menghampiri Daniel dan menekan perutnya dari belakang untuk mengeluarkan benda yang membuatnya tersedak.


“Huak..huak!” wajah Daniel memerah, penjaga itu panik. Ia memanggil temannya yang masih di luar untuk masuk ke ruangan itu untuk membantunya. Tanpa mereka sadari, pintu itu tertutup rapat. Daniel dengan beberapa gerakan bela diri, membuat dua penjaga tersebut pingsan. Ia menutup mulut kedua penjaga serta mengikat tangan dan kakinya lalu ia mengambil seragam salah seorang penjaga dan memakainya. Ia mengunci kedua penjaga pingsan tadi di ruangan itu. Ia berhasil keluar. Tetapi sebelumnya ada yang harus ia lakukan dulu. Kondisi masih pagi, sehingga hanya beberapa penjaga saja yang terlihat, Daniel dalam penyamaran, ia berjalan dengan santai mencari pintu keluar. Tiba-tiba seorang ibu memanggilnya


“Hey! Bantu Aku!” ibu itu membawa kereta dorong berisi makanan. Daniel berlari menghampiri ibu itu, kemudian ia membantunya mendorong.


“Kamu orang baru ya di sini?” ujar ibu itu melihat wajah Daniel yang berusaha menutupi wajahnya, Daniel hanya mengangguk. Ia membantu ibu itu membagikan makanan dan minuman untuk orang-orang di dalam kurungan. Sampai ia melihat seseorang yang ia kenali, orang itu duduk menyender di dinding kurungan.


“Pak Radian?” batin Daniel. ia sengaja menutup wajahnya agar tidak dikenali Radian. Setelah selesai membagikan makanan ia membantu ibu tadi membawa kereta makanan ke dapur. Daniel mencari jalan untuk keluar dari tempat itu yang seperti gudang, ketika ia hendak pergi, ibu tadi kembali memanggilnya dan melemparkan kunci mobil padanya


“Tolong bawa mobilku ke bengkel, kemarin ada masalah pada remnya!” teriak ibu tadi


Daniel menangkap kunci mobil itu, kemudian ia bingung harus pergi kemana


“Ke kanan! Bilang kamu di suruh bu Aldrin! Mereka akan membolehkanmu keluar!” teriak ibu tadi


Daniel mengangguk, kemudian ia segera keluar dari dapur. Beberapa penjaga sempat menanyakan, tetapi kemudian bu Aldrin keluar, ia berteriak


“Hey! Aku yang menyuruhnya! Mobilku rusak parah karena kalian pinjam kemarin!” teriak bu Aldrin


Akhirnya mereka membiarkan Daniel pergi, ia segera menuju mobil van milik bu Aldrin. Ia mengendarainya dengan tenang hingga keluar dari tempat itu. Ia mengingat nama jalan dan tempat itu. Kemudian ia berhenti di sebuah bengkel dan menaruh mobil itu di sana, sesuai suruhan bu Aldrin. Dari situ ia naik taksi untuk pergi ke sebuah kantor.


Beberapa bulan sebelumnya..


“Daniel Kang!”


“Siap Pak!”


“Umur : 20 tahun!”


“Siap Pak!”


“Kewarganegaraan: Kanada?”


“Siap Pak!”


“hmm...pendidikan terakhir?”


“SMA pak!”


“Kenapa tertarik bergabung dengan Interpol?”


“Mengembangkan bakat Pak!”


“Beladiri apa yang kamu kuasai?”


“Judo pak!”


“Seberapa serius kamu bergabung dengan kami?”


“Sangat serius pak!”


“Bahkan bisa membahayakan nyawamu?”


“Siap pak!”


“Baiklah, setelah dari sini kamu ke ruang ganti untuk berkumpul di gym!”


“Siap Pak!”, beberapa menit kemudian Daniel telah berada di gym, ia bersama beberapa orang lelaki dan dua orang wanita. Yang ternyata para pemuda yang akan direkrut menjadi anggota interpol. Mereka dilatih beberapa bela diri dan ketrampilan bertahan hidup. Daniel telah resmi menjadi anggota lepas interpol, tugasnya yang pertama menyamar menjadi pengawal.


“Kamu tentunya tidak akan kesulitan kan Daniel, karena kamu telah menjadi pengawal selama beberapa tahun?”


“Siap pak 2 tahun pak!”


“Kamu akan ditugaskan untuk mencari informasi tentang orang ini!” Atasan Daniel memberikan sebuah foto padanya


“Brandon Frazier”


“Ia salah satu CEO Calamary Industry”


“Kenapa dengan dia pak?”


“Ia saksi atas beberapa kejahatan yang dilakukan perusahaan tersebut di beberapa negara, kami menerima permintaan untuk menangkap beberapa orang yang merupakan petinggi perusahaan itu”


“Kejahatannya apa pak?”


“Mereka bertanggung jawab atas jual beli hewan langka, penebangan dan pembakaran hutan secara ilegal serta penjualan organ tubuh manusia”


Daniel bergidik mendengar tuduhan yang terakhir


“Jadi tugas saya pak?”

__ADS_1


“Brandon ini memiliki seorang istri, namanya Silvy. Ia banyak mengetahui rahasia suaminya, dugaan kami sih begitu. Jika kamu berhasil membujuknya dan membuatnya memberikan bukti-bukti yang kami butuhkan kamu akan segera diangkat menjadi pegawai tetap di kantor ini”


“Siap Pak!”


Beberapa waktu kemudian setelah itu, terjadi kejadian di mana ia menyelamatkan Silvy. Dan mendapatkan kepercayaannya. Silvy juga memberikan keleluasaan kepada Daniel, sehingga dengan bebas ia mencari bukti keterlibatan perusahaan suami silvy pada tindak kejahatan di beberapa negara. Tanpa sengaja Daniel berhasil menemukan ruang rahasia di rumah Brandon, dengan bantuan Silvy ia berhasil memecahkan kode untuk masuk ke ruangan rahasia tersebut, dan mendapatkan bukti-bukti yang ia butuhkan. Setelah mendapatkan semua bukti, ia melaporkannya kepada pihak interpol. Tetapi selalu ada pengkhianat dalam suatu lembaga. Penyamaran Daniel diketahui oleh Calamary Industry, hingga mereka memutuskan kontrak sepihak pada perusahaan pengawalan tempat Daniel bekerja. Dan malam harinya Daniel diculik.


Daniel yang berhasil melarikan diri dari tempat penculikannya segera melapor kepada atasannya, ia menunjukkan bukti lain tentang tempat sekapan itu, melalui rekaman kamera tersembunyi yang terpasang pada retina matanya.


Mereka membuka rekaman tersebut, mereka menyaksikan beberapa orang yang disekap di tempat itu.


“Kamu tidak apa-apa Niel? Periksakan dirimu ke dokter!”


“Nanti saja pak!, saya akan ikut penggerebekan tempat tersebut, ada teman saya yang dikurung di situ pak!”


“O ya? siapa Namanya?”


“Radian”


“Hmm..Radian? apa dia CEO Dar,Co?”


“Betul pak!”


“Beliau pernah membantu kami sebagai informan, baiklah aku akan segera mengumpulkan pasukan untuk menyerbu tempat itu”


“Tapi pak, sebelumnya. Saya kira ada kebocoran informasi dari lembaga ini”


“Maksud mu?”


“Saya diculik bukan karena sebagai pengawal Brandon, tetapi informan interpol, saya pikir pak Radian ditahan juga seperti itu”


“Ada pengkhianat di sini?”


“Siap pak?”


“Menurutmu siapa?”


Daniel menggeleng, ia belum mengenal semua orang di tempat itu


“hmm..kalau begitu, kita lakukan penyerbuan secara rahasia”


Atasan Daniel bernama Ethan Hawke, ia menghubungi temannya di SWAT. Ia hanya membawa beberapa orang dari interpol termasuk Daniel, kemudian bersama SWAT mereka berhasil melakukan penyergapan ke tempat itu. Karena serangan mendadak dan tidak adanya informasi, para penculik lari tungang langgang, karena dua serbuan 2 mobil pasukan SWAT. Daniel menyelamatkan bu Aldrin yang disiksa karena telah membantunya melarikan diri tetapi ia tidak menemukan Radian.


“Maaf bu, karena saya..” Daniel meneteskan air mata melihat luka-luka di tubuh ibu Aldrin


“tak apa! aku sudah hidup terlalu lama tanpa anakku. Ketika melihatmu berhasil keluar dari kurungan itu, aku memang berniat membantumu!”


“Kenapa bu?”


“Anakku!, anakku kalau ia masih hidup pasti usianya sama dengan mu, ia dibunuh komplotan ini karena membocorkan penjualan spare part dari mobil curian kepada polisi. Anakku dibiarkan sekarat di jalanan setelah mereka memukulinya. Bertahun-tahun aku berusaha menyusup ke komplotan ini, dan berusaha mencari celah agar bisa menemukan ketua komplotan ini.”


“Anda hebat bu!, tapi bagaimana anda tahu kalau aku bukan anggota mereka?” tanya Daniel ketika berada di ambulan bersama ibu Aldrin


“Mataku masih awas anak muda, aku selalu memperhatikan dengan seksama orang-orang yang keluar masuk tempat itu.”


“Kalau begitu Anda pernah melihat orang ini ?” Daniel menunjukkan foto Radian


“Hah? Apa mereka berani melakukannya?” Daniel sangat panik


“Tentu saja! Mereka akan mengeksekusi siapa saja yang mereka anggap sebagai pengkhianat, informan”


“Anda tahu kira-kira ia dibawa kemana?”


Bu Aldrin menggeleng, tetapi kemudian ia teringat


“LAX15”


“Apa itu bu?”


“Itu plat nomor kendaraan yang membawa orang itu!”, tanpa menunggu lagi, Daniel segera menghubungi atasannya untuk mencari kendaraan van bernomor LAX 15. Dengan bantuan beberapa CCTV di jalan raya, mereka berhasil menemukan jejak van tersebut.


“Gudang penyimpanan Rodeo 5” ujar Ethan


“Saya segera kesana pak!”


“Daniel jangan gegabah!, bisa saja mereka bersenjata lengkap!”


“Tapi pak, jika kita menunggu terlalu lama , saya takut kita terlambat menyelamatkan Radian!” Daniel mengetuk dinding ambulan, ia minta menepi. Kemudian ia keluar dari ambulan. Ia meminjam motor cross orang lewat, kemudian ngebut menuju jalan Rodeo 5, gudang tersebut sangat tertutup, Daniel hanya melihat beberapa orang penjaga, tetapi ia melihat Radian dibawa untuk dieksekusi, kedua matanya ditutup. Daniel segera menekan gas motornya hingga motor berjalan dengan kencang dan menabrak pagar besi. Para penjaga yang berjumlah beberapa orang kaget, mereka lari tungang langgang mengira ada pengerebekan seperti berita yang mereka dengar dari gudang sebelumnya. Daniel menabrak 2 orang pengawal yang membawa Radian dan membawa Radian yang masih terikat di belakang motornya, ia pun segera pergi dari tempat itu. Sudah cukup jauh ia berjalan, Radian juga mengeluh pegal karena harus dalam posisi tengkurap di motor itu. Daniel segera menepi dan memberhentikan motornya. Ia membuka ikatan tangan dan mata Radian.


“Anda tidak apa-apa Pak?” tanya Daniel, ia membersihkan debu dari pakaian Radian. Radian menutup matanya sejenak, perlahan ia membuka matanya.


“Hmm...kamu???” ia berusaha mengingat-ingat wajah penolongnya


“Saya Daniel Pak!, Saya bekas pengawalnya ibu Silvy” jawab Daniel


Radian merasa lega, ia terduduk di tanah, kakinya tiba-tiba lemas


“Aku tidak ingat, berapa lama aku berada di tahanan mereka?”


“Kenapa mereka menculik Anda?”


“Entahlah, aku pikir ada hubungannya dengan hilangnya Silvy. Orang-orang itu sepertinya orang suruhan suaminya. Eh Daniel, kenapa kamu bisa tahu aku ada di tempat tadi?”


“Para komplotan itu juga menculik saya kemarin, tadi pagi saya berhasil melarikan diri. Tadi ketika saya membantu mengirimkan makanan kepada para tahanan, saya melihat Anda tersekap di situ”


“hmm..begitu” Radian bangkit


“Aduuhh!!!” ia mengerang, ia membuka bagian perut sampingnya


“Sepertinya Anda terserempet peluru tadi, sebaiknya kita segera ke rumah sakit.” Daniel menyobek kemeja putihnya untuk kemudian menekan luka itu


“Pegang ini Pak, saya akan segera mengantar Anda ke RS” Daniel menaiki motornya, sedangkan Radian membonceng di belakangnya. Daniel mengambil kecepatan penuh, hingga tiba di IGD RS terdekat . Radian segera mendapatkan perawatan, sedangkan ia melapor kepada atasannya


“Pak Radian telah berhasil saya amankan pak!”


“Bagus Niel, sekarang kamu berada di mana?”

__ADS_1


“Di RS Palm Creek Pak!”


“Kabari aku jika sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan nyonya Silvy!” ujar Ethan Hawke melalui telepon


Radian harus diopname selama beberapa hari, ternyata pukulan para penculik itu mematahkan beberapa tulang rusuknya.


“Niel, kamu juga harus dicek!, Aku dengar kamu juga mengalami hal serupa denganku!” Radian menyuruh perawat setempat untuk membawa Daniel di rongent dan dicek kesehatannya. Para perawat wanita tersipu ketika mereka melihat tubuh Daniel yang sedang di rongent. Tubuh Daniel yang terawat hingga terbentuk karena rajin fitness dan wajahnya yang tampan membuat beberapa perawat berkumpul di ruang rongent.


“Wahh...pemandangan sangat indah!”


“Jangan difoto!, kamu akan dituntut kalau orangnya keberatan!” larang salah seorang perawat senior


“Siapa nama pasien ini?”


“Daniel, Daniel Kang!”


“Apa dia masih single?” tanya salah seorang lagi


“Kelihatannya begitu!”


“Tapi sepertinya ia tidak kaya!” ujar salah satu temannya lagi


“Semua tes ini mahal biayanya!”


“Itu ditanggung pasien no.303, beliau yang meminta tes kesehatan menyeluruh untuk pasien ini!”


“oo, begitu? Bagaimana hasilnya?”


“Hanya beberapa luka lebam, sepertinya tubuhnya telah terlatih terkena pukulan sehingga tidak mengenai bagian yang vital, tapi aku belum tahu dengan hasil rongentnya”


“Semoga tidak apa-apa!” ujar salah satu perawat yang lain, teman-temannya heran


“Kenapa kamu yang khawatir?”


“Sayangkan kalau tubuh sebagus itu harus terluka dalam? Cukup hatiku saja yang terluka melihat tubuhnya lebam!” ujar perawat itu lagi


Radian telah menerima hasil kesehatan Daniel, ia masih diopname untuk beberapa hari lagi. Sepertinya ada gangguan pada fungsi ginjalnya akibat pukulan di area itu. Daniel menemaninya sambil terus melaporkan perkembangannya kepada atasannya. Radian terbangun dari tidurnya


“Hhh...kamu di sini terus Niel?” tanya Radian, ia melihat Daniel sedang duduk di sofa menonton TV


“Ada yang Anda butuhkan pak?”


“Hmm...apa ya? aku ingin makan cheese burger, aku bosan dengan makanan rumah sakit, bisa tolong belikan?” Radian memberikan kartu kreditnya


Daniel segera keluar dari kamar itu, kemudian pergi ke restaurat cepat saji yang berada beberapa blok dari RS tersebut. Ia menyembunyikan cheese burger yang ia bawa. Radian memakan cheese burger itu dengan lahap.


“Wah kamu membelinya terlalu banyak Niel!”


“Tadi Anda bilang 6 kan?”


“Iya juga ya? kalau begitu kamu ambil 2!, aku gak mau makan sendirian!”


Daniel memakan 2 cheese burger dari Radian, mereka makan dengan lahap. Radian juga dibelikan milk shake coklat


“Ini untukku?”


“Itu hadiah paket 6 cheese burger pak , mendapat 2 helas milkshake!”


“nih satu untuk mu!” ia memberikannya lagi ke Daniel


“Terima kasih Pak!”


“Niel, sepertinya kamu tidak asing bagiku, kamu pernah berkerja dengan pamanku kan?”


“Paman Anda?” Daniel tidak mengingat


“Pamanku, Darmawan, ia pemilik perusahaan Dar.co!”


“ooo iya..iya,..saya pikir ada banyak perusahaan bernama itu”


“Hahaha..sebentar lagi hanya ada 1 Dar.Co Niel!”, Daniel mengangguk-angguk, ia menyeruput milkshake coklatnya


“Saya pernah bekerja menjadi baby sitter cucunya pak Darmawan, selama 2 tahun”


“Oya? Itulah sebabnya, sepertinya wajahmu sangat familiar!”


“Dunia sempit ya Pak?”, Radian mengangguk


“Apa kabarnya Andi pak?”


“Andi? Aku jarang bertemu dengannya, tapi pamanku sangat melindunginya, ia sangat kesepian”


“ Iya, dia selalu membawa foto adiknya, kemana pun ia pergi”


“sepupuku meninggal dunia ketika Andi berusia setahun, kemudian istrinya menikah lagi dan memiliki seorang anak perempuan. Awalnya mereka tinggal bersama, tetapi kemudian mamanya Andi berpisah dengan suaminya, anak perempuannya di bawa oleh suaminya”


“ooo begitu, pantas Andi begitu sangat kehilangan!”, Radian mengangguk


“O ya Daniel. kamu sudah lama menjadi anggota Interpol?”


“Ini penugasan saya yang pertama Pak!”


“oo begitu, padahal Aku ingin kamu jadi asistenku!, kelihatannya kita cukup cocok!”


“Apa ini penawaran kerja Pak?” tanya Daniel


“Tentu! Aku serius!, besok aku akan menyuruh seseorang untuk membuat draft perjanjian kerja kita!”


“Bagaimana dengan pekerjaan saya di Interpol?”


“Yaa itu terserah kamu, kalau kamu bisa menjalani keduanya, aku tidak keberatan. Apa lagi terkadang aku akan memerlukan informasi tentang klienku. Akan lebih bagus kalau aku punya orang yang bisa memberiku informasi akurat dari sumber terpecaya!”


“Baiklah pak akan saya pikirkan besok!”


Ketika malam menjelang, Daniel pamit kepada Radian untuk kembali ke apartemennya sebentar untuk mengambil baju ganti. Ia pergi setelah melaporkan keadaan Radian yang membaik kepada atasannya. Daniel kembali ke RS menjelang tengah malam, ia masuk ke kamar Radian, betapa kagetnya ia, melihat seseorang berusaha menutup wajah Radian dengan bantal, agar ia sulit bernafas. Daniel menyalakan lampu kamar, orang itu mengenakan topi hitam dan penutup wajah hitam. Radian meronta karena nafasnya sesak, Daniel menarik tangan orang itu, ia berkelahi dengannya, sdar ia telah gagal, ia mendorong Daniel, kemudian melarikan diri,

__ADS_1


“Anda tidak apa-apa Pak?” tanya Daniel, Radian menggangguk, ia menunjuk ke pintu, ia meminta Daniel mengejar orang tersebut. Daniel segera keluar dari kamar dan mengejar orang itu. Daniel yang masih sangat muda dan energik tentunya dapat mengejar orang itu, ia mencengkram kaos belakang orang tersebut, tetapi orang itu menghalau tangannya, Daniel melihat sebuah tatoo mirip burung di punggung sebelah kiri orang itu. Orang itu tiba-tiba berhenti dan memukul perut Daniel sangat keras, hingga ia pingsan.


_Bersambung_


__ADS_2