Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 129: Rita yang menyebalkan


__ADS_3

“Auuww!!” Rita menjerit, lengan kanannya dipukul oleh Mary


“Ayo lawan aku!!!” ujar Mary memprovokasi


“Apaan sih? Aku gak mau!” ujar Rita kesal


“Dulu kamu pasti membalas!” ujar Mary meyakinkan, Daniel juga menyetujui


“Aku gak habis pikir, zaman now masih saja memakai kekerasan? Pakai otak dan strategi dong!”


“Jangan salah Rit, bertanding juga memakai otak dan strategi!” ujar Mary lagi, Daniel mengangguk setuju


“Apa kalian berkencan?” tanya Rita tiba-tiba karena melihat kekompakan Mary dan Daniel


“Tidak!!” keduanya menjawab cepat


Mary menunjukkan cincin di jari manis tangan kanannya


“Aku sudah menikah, kamu juga datang di pernikahan ku” ujar Mary mengingatkan


“Hmm,..aku gak ingat tentang itu, kalian ini seperti hidup di masa lalu, mengingatkan aku tentang masa laluku terus. Kenapa tidak biarkan Aku dengan masa yang sekarang?” ujar Rita


“Apa kamu gak mau mengingat siapa kamu dulu?” tanya Daniel heran


“Aku gak mau hidup di masa lalu, kemarin Mama dan Abang mengajakku menonton film lama tentang kami, jujur Aku gak suka. Hidup terpisah dengan Mama dan Abang, dibesarkan oleh orang lain! Buatku itu masa suram, jadi biarkan aku menatap masa depan!”


“Maksudmu?” tanya Daniel


“Jangan buat aku mengingat hal-hal yang telah lalu, kepalaku sakit!, oh iya Mary, maaf sepertinya Aku tidak memerlukan jasamu lagi. Aku akan minta Lee untuk mengurus tagihanku ya, terima kasih dan selamat tinggal” Rita berkata tegas dan berbalik badan, kemudian ia kembali


“Oh iya Mary, aku gak peduli hubunganmu dengan Oppa tapi menurutku jika Kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu, sebaiknya bercerai saja jangan selingkuh, wanita itu buruk jika selingkuh. Itu menurut pendapatku!” kemudian ia pergi


Mary heran dengan perkataan Rita, hampir saja ia menghampiri Rita untuk menghajarnya karena sudah menuduhnya berselingkuh


“Sudahlah Mary!” cegah Daniel, ia menahan Mary


“Dia itu kenapa sih? Kog jadi menyebalkan?” ujar Mary kesal


“Itulah yang aku ceritakan, benturan di kepalanya membuatnya amnesia. Sepertinya Rita yang sekarang kepribadiannya berlawanan dengan yang dulu” ujar Daniel


“Apa bisa begitu?” tanya Mary heran


“Menurut cerita Andi sih begitu, baru beberapa hari saja ia sudah membuat seisi rumah repot!”


“Oh ya? apa yang ia lakukan?” tanya Mary heran


“Aku kurang begitu paham, tetapi kemarin malam Andi menceritakan dengan nada emosi, setahuku Andi paling sayang dengan Rita, baru kali ini Aku mendengar ia terus bertengkar dengan Rita”


“Yah, bisa jadi. Aku saja yang baru bertemu sudah di buat kesal, apalagi Andi”


“Maafkan dia ya Mary!”


“Hmm...jadi bagaimana hubungan kalian?” tanya Mary


“Aku?”


“Iya, gak usah pura-pura. Aku selalu melihat kalian berlatih bersama di gym, kalian tampak serasi”


“Serasi? Menurutmu begitu?”


“Tentu saja! Jangan menyerah dan tetap semangat” ujar Mary menyemangati


Sementara Rita kembali ke ruang tengah, di situ berkumpul Andi, Ratna dan Kakeknya.


“Ah kebetulan kalian di sini!” ujarnya


“Ada apa sayang?” tanya Ratna


“Sepertinya Mary dan Oppa berkencan!” ujar Rita


“Kamu tuh jangan langsung menyimpulkan!” ujar Andi kesal


“Aku lihat mereka berlatih sangat cocok!” ujar Rita bersikeras


“Itu namanya sparing! Kalau kamu sering melihat pertandingan tinju, mereka pasti saling tinju, bukan berarti para pemain itu berkencan!” ujar Andi lagi


“Ah sudahlah, Abang ini gak pernah percaya sama pengamatanku sih!”


“Abang..abang! kenapa manggilnya Abang sih!” ujar Andi kesal


“Hei kalian ini ribut saja! Gak malu sama Kakek?” ujar Ratna mengingatkan


Andi terdiam, Rita meneruskan ucapannya


“Kalau tidak sedang berkencan, Oppa itu pasti sedang mengincar mama ya?” tanya Rita lagi


“Uhuhk..uhuk..uhukk!” Ratna dan Kakek terbatuk bersamaan


“Kenapa kog kompak sekali?” tanya Rita


“Kenapa kamu pikir Daniel mendekati mama?” tanya Ratna


“Ya cuma itu kemungkinannya, sama aku gak mungkin, karena usianya ketuaan untukku. Atau jangan-jangan Oppa itu senang sama Abang?” ujar Rita lagi


Kali ini Andi kesal, ia melemparkan bantal kursi ke wajah Rita, dan kena. Lalu Rita membalasnya, akhirnya terjadilah lempar-melempar bantal, perang bantal selesai ketika salah satu bantal mendarat di wajah kakek.


“Maaf kek!” ujar Andi dan Rita bersamaan


“Kalian ini benar-benar!...ha..ha...ha...ha...” tiba-tiba kakek tertawa geli


“Kenapa?” mereka heran


“Baru kali ini rumah besar ini menjadi ramai!” Kakek bangkit dari duduknya dan membawa cangkir kopi kesayangannya, kemudian ia pergi ke ruang kerjanya. Rita menghampiri Ratna


“Ma!” Panggilnya manja


“Apa sayang??”


“Rita lihat-lihat baju di lemari, kog hampir semuanya warnanya hijau ya? kayak ulet keket”


“Lalu?”


“Boleh gak Rita beli baju lagi? Warna lain ma? Lagi pula hampir semua pakaian itu celana semua, kog gak ada gaunnya?”


“Jadi kamu mau beli gaun begitu?” tanya Ratna, Rita mengangguk senang


“Boleh saja sih, tapi apa teman-temanmu masih menggunakan kartu kreditmu?”


“Enggak ma!, Rita sudah bilang ke mereka. Tapi kelihatannya mereka malah menjauhi Rita!”

__ADS_1


“Syukurlah, kalau terus-terusan kamu jajanin bisa-bisa mama bangkrut!”


“Jadi ma, bisa pergi sekarang?”


“Kenapa buru-buru?”


“Hmm..sebenarnya...” Rita tersenyum malu


“Kenapa?’


“Di sekolah ada cowok ma, namanya Alfons. Ganteng banget deh!”


“Terus?”


“Yah, dia ngajak Rita jalan!”


“Kamu mau?”


“Tentu dong! Kapan lagi!” ujar Rita


Andi melirik ke arah mamanya yang berpura-pura membaca majalah


“Rit, menurutmu kenapa Daniel kemari?”


“Kenapa? mendekati mama kan?”


“Kamu beneran gak ingat apa-apa? atau merasa apa gitu?” tanya Ratna penasaran


“Enggak! Lagi pula Oppa bukan seleranya Rita!”


“uhuk..uhuk!!” Andi terbatuk-batuk, ia berusaha menutupi perkataan Rita, karena Daniel datang menghampiri


“Oh Daniel !” tegur Ratna


“Bu, saya pamit dulu ya?” suaranya kedengaran sedih, walau pelan ia mendengar sedikit perkataan Rita.


“Baiklah, hati-hati ya!”


Daniel pergi, sudut matanya melihat ke arah Rita yang tidak peduli dengan keberadaannya. Andi melihatnya, kemudian ia bangkit


“Yuk aku temani sampai mobil!” ujarnya merangkul Daniel


Mereka mengobrol akrab


“Maaf ya Niel, mungkin jika ingatannya kembali, ia akan mengingatmu!” ujar Andi menghibur


Daniel tersenyum, raut wajah kecewa tidak dapat ia sembunyikan


“Mungkin ini yang disebut juga dengan karma”


“Karma?”


“Mungkin? Beberapa waktu lalu, Aku sempat menghindari Rita. Aku memarahinya atas apa yang tidak ia lakukan. Aku menyalahkannya atas perkataan orang-orang yang merendahkanku”


“Oh, rumor itu ya?” ujar Andi , Daniel mengangguk


“Iya, Aku sempat berpikir untuk putus dengannya. Mungkin itu lebih baik bagi kami... ah tidak, lebih baik bagiku. Tetapi sekarang, dia bahkan sama sekali tidak mengingatku!” ujar Daniel sedih


“Sabar ya Niel, pepatah di Indonesia bilang , kalau jodoh tidak akan kemana-mana. Artinya kalau kalian berjodoh, insya Allah pasti bersatu!”


“Menurutmu begitu?” tanya Daniel, Andi mengangkat bahu, lalu menepuk punggung Daniel, mereka telah sampai di pintu keluar. Andi kembali masuk ke dalam, sedangkan Daniel kembali ke mobilnya, tanpa terasa air mata jatuh di pipinya. Air mata penyesalan, akhirnya ia mengerti perasaan Randy. Ia pun menyalakan mobilnya dan pergi.


“Ini kerjaan Abang kan?” tanya Rita kesal


“Apa?” tanya Andi


Rita melemparkan Rok panjang dan celana selutut ke wajah Andi


“Ini anak makin tidak sopan!” bentak Andi marah


“Abang tuh yang gak sopan! Yang pakai rok pendek aku, celana pendek aku, kenapa abang yang sewot!” teriak Rita gak mau kalah


“Tentu dong! Ngapain pakai serba pendek? Di sini udaranya dingin, nanti Lo masuk angin!”


“Enggak bakalan!, pokoknya Aku mau celana pendek dan rokku kembali!, kalau enggak Aku pakai bikini untuk berenang di sekolah besok!” ancam Rita


“Coba saja!, Gue bakar semua baju LO!” ancam Andi


Rita kaget dengan perkataan Andi yang bersikeras, ia ngambek dan pergi ke kamar mamanya


“Mama! Abang tuh, masa rok dan celana pendek yang Rita beli di tukar sama yang kayak begini?” protes Rita


Ratna tersenyum dan mengusap rambut anak perempuan semata wayangnya


“Abang itu gak mau adik perempuan satu-satunya dilecehkan lelaki lain!”


“Maksudnya ma?”


“Coba deh kamu bayangin, kamu pakai pakaian sexy, dari dada sampai kakimu kelihatan. Apa lelaki tidak akan ngiler melihat kamu?”


“Justru itu tujuannya ma, Aku sudah melihat kamar Rita, kok sepi sekali. Gak ada foto Rita dengan pacar. Ini mungkin karena Rita yang dulu itu senang berkelahi, jadi gak ada cowok yang berani mendekati!”


“Ah siapa bilang?”


“Lah buktinya? Kamarnya gak ada foto cowok?”


“Rita yang dulu itu mudah sekali dapat teman, apalagi teman cowok. Di manapun ia berada pasti banyak cowok ganteng yang mendekati”


“Masa? Buktinya mana?” tanya Rita tidak percaya


“Kan ada di ponsel kamu?”


“ini?” Rita menunjukkan ponselnya


“Bukan yang ini, yang satu lagi. Kamu sangat suka ponsel itu, Walau mama sudah membelikan i phone terbaru, kamu tetap saja memakai ponsel itu!”


“Yang mana ma? Dari kemarin Rita hanya membawa ponsel ini”


“hmm..” Ratna terdiam


“Jadi ma, mau kan membelikan Rita celana dan rok pendek lagi?” bujuk Rita


“Maaf ya sayang, uang mama sudah habis untuk modal. Kemarin mama dapat pesanan baju dari teman-teman mama di London. Mereka gak main-main memesannya, kualitas bahannya juga mahal”


“Tapi mama minta DP kan?”


“Tentu, tapi itu tidak cukup, karena pesanannya cukup banyak. Jadi mama harus menambah modal lagi” ujar Ratna beralasan


“Kalau untuk modal pinjam sama kakek saja ma! Kakek kan kaya!”

__ADS_1


Ratna menggeleng


“ini usaha mama dan semua urusan mama harus mama sendiri yang mengatasi, sudahlah kamu pakai yang sudah dibeli saja! Jangan aneh-aneh!” tiba-tiba suara Ratna berubah tegas. Rita meninggalkan kamar Ratna dengan wajah cemberut


“Orang-orang kenapa? Memangnya Aku gak boleh tampil sexy? Aku kan lumayan cantik!” gumamnya


Hari-hari berikutnya Andi kembali bertengkar dengan Rita, kali ini karena diam-diam Rita meminjam drone Andi untuk ia tunjukkan ke teman-temannya di sekolah. Drone itu rusak karena menabrak pohon. Andi yang mengetahui drone kesayangannya rusak, sangat marah besar, ia sangat gemas hampir saja ia memukul Rita tetapi dihentikan oleh kakeknya


“Andi!!, kog tumben kamu main tangan sama adikmu?”


“Karena dia To**L Kek!” teriak Andi kesal, Rita ketakutan, ia kabur bersembunyi di balik badan kakeknya


“Gak sengaja Kek, di sekolah lagi ada proyek sains tentang aerodinamika. Nah Rita meminjam drone Abang!”


“Pinjam??? Lo ngambil tanpa ijin! Itu maling namanya!”


“Enggak dong!! Beda, tokh dikembalikan lagi!” ujar Rita membela diri


“Tapi rusak!” teriak Andi lagi


“Ah..sudahlah..Andi kamu bisa memperbaikinya kan? Jangan ribut terus, pusing kakek mendengarnya!”


“Tapi Kek!”


“Ayo ikut kakek ke kamar Eka!”


Kakek menarik Andi untuk mengikutinya ke kamar Eka, ketika ia membuka kamar terkejutlah ia. Kamar itu berantakan dan koleksi komik Eka yang divakum dalam plastik telah terbuka


“Hah? Siapa yang melakukan ini?” tanya Kakek marah


“Kog bisa begini semua?” tanya Andi heran


Kakek menghubungi keamanan untuk memeriksa CCTV . Ketika ia melihat rekaman CCTV, ternyata Rita yang masuk ke kamar Eka. Seketika wajah kakek memerah kesal.


“Panggil Rita kemari!” perintahnya. Andi segera menuruti kakeknya, ia membawa Rita menghadap kakeknya


“Ada apa Kek?” tanya Rita heran melihat wajah kakeknya yang merah menahan marah


“Siapa yang masuk ke kamar ini?” tanyanya dengan suara galak


“Siapa?” Rita kembali berbohong


“Kamu jangan bohong, ada rekaman CCTVnya Kamu kan yang membuka plastik komik ini?” tanya kakek


“Oh itu, sebenarnya Rita Cuma mau meminjamnya sebentar, di sekolah ada teman cowok yang koleksi komik yang sama, Aku bilang aku punya edisi lengkap, dia gak percaya. Supaya dia percaya Rita bawa untuk nunjukin, eh ternyata ada beberapa yang ia belum punya. Sebenarnya dia mau pinjam, tapi Rita gak bolehin takut kakek marah. Lalu dia bilang kalau begitu baca saja boleh gak? Ya boleh, jadi plastiknya di buka!”


“Rita..Rita..kan kakek pernah bilang semua koleksi ini milik papamu yang paling berharga, jadi harus dirawat dengan baik. Jangan dipinjamkan ke sembarang orang!”


“Tapi kek! Dia hati-hati kog membacanya”


“Tetap saja Rita, kamu sudah meminjam tanpa ijin, sudah begitu merusak!” ujar kakek kesal


“Komik inikan punya papa Rita, jadi pasti diturunkan ke Rita kan? Jadi boleh dong Rita pinjamkan ke orang?” ujar Rita bersikeras


Kakek kesal, ia hampir memukul lengan Rita, Andi menarik Rita dan mengeluarkannya dari kamar itu


“Sudahlah Kek, kan komiknya bisa di ganti plastiknya dan di vakum lagi!” ujar Andi


“Kamu membalas kakek ya?” Kakeknya memasukkan komik-komik itu ke plastiknya lagi sambil menggerutu


“Rita yang sekarang nyebelin ya kek?”


“He eh!”ujar kakek setuju


“Enaknya diapain Kek?”


“Memangnya mau diapain? Mungkin karena benturan itu, otaknya jadi begitu!” gerutu kakeknya


“Eh kek, sebentar lagi kan liburan sekolah, nah gimana kalau Rita kita kirim ke rumah Kakek Sugiyono di Jakarta!” usul Andi


“Hah? Memangnya kamu gak bakal kesepian?”


“GAK BAKAL!” ujar Andi jengkel


“Padahal dulu kamu ngefans banget sama adikmu!”


“Itu dulu Kek, tapi Rita yang sekarang?? Hih amit-amit deh!”


“Jangan begitu Di, kita gak boleh menyerah, mudah-mudahan dia akan berubah!” ujar Kakek menenangkan. Tiba-tiba Lee menelpon


“Tuan!”


“Ya?”


“Apa betul tuan mau meminjamkan Sembrani, kuda tuan?”


“Hah? Siapa yang mau meminjam? Dan siapa yang mengijinkan?” tanya kakek Darmawan heran


“Ini ada permintaan dari mba Rita, dia bilang pinjam sembrani untuk olahraga berkuda di sekolahnya”


“Lah, kenapa gak pakai Ellen? Kan dia juga punya?”


“Sembrani itu untuk dipinjamkan ke teman cowoknya!”


“RIITAAAA!!!!” teriak Darmawan kesal


Rita mendengar suara kakeknya, firasatnya mengatakan kakeknya marah besar, ia segera melarikan diri.


“Sebaiknya aku gak pulang ke rumah dulu” pikirnya


Tindakan Rita yang menyebalkan membuat kakek dan Andi enggan mencarinya, tetapi Ratna membujuk Andi untuk memaafkannya


“Sudahlah Di, maafkan Adikmu!. Mama juga sudah minta maaf sama kakek tentang Kuda dan komik itu!”


“Andi heran deh ma, setahu Andi kalau amnesia Cuma kehilangan ingatan, bukan jadi gobl*** kayak begitu!” ujar Andi ketus


“Jadi gimana dong?” tanya Ratna


“Ma, bawa saja Rita ke kakek Sugiyono, siapa tahu bisa sembuh di sana!” usul Andi


“Hmm..begitu ya? iya deh, sebentar lagi liburan sekolahkan, lumayan 3 bulan. Mama juga sudah diminta kembali ke rumah sama kakek Sugi”


“Nah, kebetulan kan?” ujar Andi tersenyum


“Kamu ke ikut Di?”


“OGAH!!!” ujar Andi tegas. Ia meninggalkan mamanya sendiri yang menggeleng melihat tingkah lakunya.


-Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2