Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 119: Runaway Bride


__ADS_3

Rendy pindah ke kamar nomor 900, kamar itu terletak di lantai 9. Ia tidak mengetahui beberapa tamu memilih untuk tidak menempati kamar di lantai 9, menurut mereka tiap malam di lantai tersebut sering terdengar suara wanita menangis, kemudian tertawa, berlari, sibuk lalu-lalang di luar kamar. Tetapi begitu mereka melihat keluar, lantai tersebut kosong, tidak ada satupun yang lalu lalang di sana. Para staff hotel pun jarang ke sana kecuali mendapat panggilan dari para penghuni kamar.


Pagi hari menjelang upacara pernikahan, Rendy muncul di ruang makan dengan wajah lelah, ia mengenakan pakaian yang kemarin ia pakai. Ia terlihat tidak peduli dengan sekelilingnya yang telah berpakaian rapi. Simon yang bertindak sebagai pengatur tamu menegurnya


“Tuan Rendy, Anda ikut upacara pemberkatan?”


“Tidak, aku akan ikut pada saat resepsi!” ujarnya cuek


“Setidaknya Anda berpakaian yang pantas!” tegur Simon


“Aku hendak mandi tadi, tapi di kamarku air tidak menyala sejak tadi malam! “ keluh Rendy


“Benarkah? Di kamar nomor berapa Anda?”


“900”


“Hah? Siapa yang memindahkan anda ke lantai 9?” tanya Simon kaget


“Aku memaksa resepsionis untuk memindahkanku, aku gak sudi sekamar dengan pengawal jelek!” ujar Rendy kesal


Simon mengambil walkie talkienya, dan meminta pegawai untuk memencari kamar lain yang masih kosong selain kamar di lantai 9


“Aku dipindahkan lagi?” tanyanya heran


“Kamar-kamar di lantai 9 memang tidak diperuntukan untuk para tamu, untuk sementara sebaiknya Anda kembali ke kamar semula!”


“Tidak mau!, Aku lebih baik pulang!” Ujarnya ngambek


Simon bingung upacara pemberkatan hanya tinggal 10 jam lagi, ia tidak bisa memindahkan tamu ke hotel lain begitu saja. Dari kejauhan Andi memperhatikan Simon yang terlihat kebingungan, ia sadar ini semua karena dirinya yang pindah kamar lebih dulu, hingga mengacaukan rencana awal Simon kemudian ia menghampiri Simon


“Pak Simon, Aku mau bertukar kamar dengannya, biar aku bersama Daniel, dan Rendy di kamarku yang sekarang!” ujar Andi


“Anda tidak keberatan?” tanya Simon,


“Tidak, dengan senang hati aku bisa sekamar dengan Daniel!” jawab Andi ramah, Simon segera menghubungi staf kamar dan memindahkan barang-barang di kamar Andi dan di kamar nomor 900. Rendy hanya melengos, ia menjauhi Andi, ia berpikir sebaiknya menjauhi kedua kakak beradik yang sok itu.


“Pak Simon bagaimana dengan pak Charles, Kami belum menemuinya semenjak datang kemari!” ujar Rita menghampiri Simon


“Yah, ia sangat gugup dan stress, sebaiknya jangan menemuinya dulu sampai upacara pernikahan selesai”


“Anda menjadi salah satu best Men?” tanya Daniel, Simon mengangguk


“Aku mengenalnya sejak kecil, Ayahku menjadi pegawai ayahnya Charles, begitu pula dengan kakekku dan pokoknya kami menjadi orang kepercayaan keluarga Charles sudah turun menurun!”


“WOW!” Daniel dan Rita terkagum-kagum


“Jika Anda menikah, pak Charles yang akan menjadi best Mennya?” tanya Rita


“Tentu Saja!, Kalau baru mengenalnya Charles memang angkuh dan kaku, tetapi jika sudah mengenalnya seperti aku, ia merupakan pribadi yang jujur, perhatian dan setia. Kalau ia sudah menyukai seseorang, ia akan memberikan kepercayaan penuh kepada orang itu.”


“Oo begitu” ujar Rita mengangguk


“Ia sangat menyukai kalian, terutama keluargamu Rita!, ia sangat kecewa ketika bu Metha menolak lamarannya. Ia sedih tidak bisa menjadi keluarga kalian” Ujar Simon


“Tante Metha masih belum move on dari tunangannya dulu!” ujar Andi yang tiba-tiba bergabung.


“Sayang sekali ya, padahal Charles menyukai bu Metha, ketika ia ditolak, awalnya ia akan membatalkan kerjasama dengan pak Radian. Tetapi ia mengingat kalian!, Charles sudah menganggap kalian adik-adiknya!” ia menunjuk Rita dan Andi, tiba-tiba ia menerima kabar mengejutkan dari walkie talkienya.


“Bride menghilang!” bisiknya panik.


“Apa pak Charles sudah tahu?” tanya Daniel, Simon menggeleng


“Tadi malam Charles tidak bisa tidur, jadi ia minta diresepkan obat tidur, dokter bilang ia akan terbangun 2 jam sebelum upacara pemberkatan!”


“Kalau begitu ini kesempatan untuk mencarinya!” ujar Andi tiba-tiba bersemangat

__ADS_1


“Apa sudah dicari di kamarnya?” tanya Rita,


“Mereka sudah mencarinya di sekitar hotel tempatnya menginap, beberapa saudaranya juga sudah dihubungi, mereka juga tidak mengetahuinya.”


“Sebaiknya Anda meminta keluarga mempelai lelaki agar tidak ribut dahulu, karena belum tentu mempelai wanita kabur!” ujar Daniel


“Iya betul Pak!” ujar Rita menyetujui pendapat Daniel


“Pak Simon share fotonya kepada kami, biar kami bantu mencari!” ujar Andi.


Simon membagikan foto pengantin perempuan, Andi menerimanya di ponselnya.


“Pakai drone ya kak?” tanya Rita, Andi mengangguk


“Pak Simon, hotel bridenya masih di komplek ini kan?” tanya Andi


“Betul, jika kalian berjalan beberapa meter ke arah barat, akan bertemu bangunan baru. Itu hotel yang baru saja diresmikan oleh Charles sebagai hadiah pernikahan untuk istrinya!”


“WOW!” mata Rita terbelalak kagum


Andi, Rita dan Daniel berkumpul di kamar, Andi menggunakan kamera di dronenya untuk mengelilingi kastil. Mencari pengantin perempuan


“Aku gak habis pikir, BuMetha menolak bilioner seperti Pak Charles” ujar Daniel


“Tante Metha orang yang sangat fleksible, ia tidak terbiasa dengan orang kaku seperti pak Charles” ujar Rita


“Apa pengantin perempuan berubah pikiran?”tanya Rita


“Sebaiknya jangan, walau aku tidak begitu suka Charles, tapi aku sebagai lelaki juga akan sangat terluka jika pengantinku melarikan diri di hari H kami. Seharusnya ia jujur sedari awal!” ujar Daniel. Andi dan Rita melihatnya sekilas, lalu kembali menatap monitor TV.


“Tuhh..banyak pengawal yang dikerahkan!”


“Mereka juga mengerahkan drone.”


“Kita harus berpikir seperti bride, Rita kalau kamu jadi dia , kamu akan lari kemana?” tanya Daniel


Andi dan Daniel saling berpandangan, mereka bertanya pada orang yang salah


“Kalau kamu Andi,anggaplah kamu mempelai wanita kamu akan lari kemana?” tanya Daniel


Andi menjentikan jarinya dan menyelipkan sisa rambutnya ke telinganya berbuat seolah menjadi perempuan


“Ah..kalian ini...bercanda tidak pada tempatnya!” keluh Daniel


“Kalau aku akan merenung di tempat-tempat yang sepi!” ujar Rita tiba-tiba


“Sekarang ini hampir setiap orang disibukan dengan acara pernikahan, bahkan para tamu terlihat ikut bersemangat. Apa kamu gak lihat bagaimana mereka tidak sabar menunggu pernikahan ini dihelat? Maksudku hampir tidak ada tempat sepi di sini” ujar Daniel


“Sebenarnya ada!” ujar Andi


“Oya? Di mana?” tanya Rita dan Daniel bersamaan


“kamar-kamar di lantai 9 itu kosong semua” Ujar Andi


“Gak mungkin dia lari kemari tanpa ada yang melihatnya?” tanya Rita


“Kalau begitu kita pinjam rekaman CCTV dari tadi malam hingga pagi ini!” ujar Daniel dan Rita bersamaan


Daniel meminta rekaman CCTV tadi malam hingga pagi kepada kepala keamanan, Simon telah memberikan wewenang kepada Daniel untuk membantu mencari mempelai perempuan.


Dengan laptop mereka memperhatikan rekaman CCTV tadi malam hingga pagi ini.


“Membosankan!, gue gak lihat apapun!” keluh Andi, ia meninggalkan laptopnya, kemudian Daniel menggantikannya, Rita duduk mendampingi Daniel. Di rekaman tengah malam, mereka melihat sesuatu yang aneh


“Eh itu Rendy bukan?” tanya Rita

__ADS_1


“Iya betul, ngapain dia bolak-balik di depan kamar 907?”, Daniel memperbesar tampilan Rendy, tiba-tiba


“Wuaahhh!!!” mereka kaget, karena Rendy melihat ke arah CCTV, tatapan matanya terlihat sangat marah. Kemudian ia seperti melemparkan sesuatu rekaman sempat terhenti karena gambar hilang. Sepuluh menit kemudian gambar di layar muncul kembali. Kali ini mereka melihat Rendy telah berganti pakaian mengenakan gaun pesta jaman dulu, ia juga memakai wig putih layaknya bangsawan. Rita CS tidak bisa berhenti tertawa melihat tingkah aneh Rendy


“Itu orang kenapa ya? malam-malam berpakaian begitu?” tanya Daniel


“Jangan-jangan kesurupan? Ujar Andi


“Kalau kesurupan itu bisa hilang dengan sendirinya?” tanya Daniel


“Tergantung, kalau pemilik tubuhnya kuat, ia tidak akan mau tubuhnya diambil alih orang lain!” ujar Rita


“Begitu?, hmm apa perlu kita peringati si Rendy ini?” tanya Daniel, ia merasa kasihan


“Gak usahlah, toh tadi pagi ia sehat-sehat saja!, Kalau ia teriak-teriak baru deh kita tolong!” ujar Andi


Rita mengangguk setuju


“eh, Aku mau jemput mama di bandara!”


“Hah? Mama datang juga?” tanya Andi


“Iya, beliau bilang ia diundang, dan sekamar sama aku!” ujar Rita senang


“Ayo aku antar!” ujar Andi


“Gak usah, kakak di sini saja bantu Daniel mencari, lagi pula setelah dari bandara aku mau keliling mall sama mama, kamu gak bakal tahan deh!” ujar Rita


“Ya, sudah, telepon aku ya kalau minta jemput!” ujar Andi, ia kembali fokus ke monitor di depannya,


Daniel mengantar Rita sampai ia naik taksi


“Maaf aku gak bisa ikut menjemput!” ujar Daniel menyesal


“Gak apa, aku bisa sendiri kok!” Ujar Rita tersenyum, ia pun naik ke taksi, Daniel melambaikan tangannya, Rendy melihat kedua pasangan itu dengan kesal.


“Heran, tu dua orang pamer melulu ya sama gue!” gerutunya, ia kembali ke kamarnya


Sementara di bandara Ratna telah menunggunya, sengaja ia meminta Rita menjemputnya lebih lama 1 jam, ia melakukannya karena biasanya penerbangan terlambat, tetapi hari ini penerbangan berjalan sesuai schedule, sehingga ia harus menunggu di restauran bandara. Ia memesan secangkir capucino dan sandwich sayuran. Sambil membaca pesan dari Rita dan menyantap sandwichnya, ia melihat seorang wanita berusia sekitar 35 tahun duduk termenung di ruang tunggu bandara. Sebelumnya ia melihat wanita itu ditolak membeli tiket menuju Amerika karena ia tidak membawa paspor dan visa. Wanita itu terlihat sangat gugup dan bingung. Ratna hanya memperhatikannya dari kejauhan, ia merasa kasihan.


“Mungkin ia belum sarapan” pikirnya, ia memesan lagi sandwich dan kopi untuk dibawa pulang, kemudian ia menghampiri wanita itu.


“Maaf ,tadi aku memesan 2 kopi dan 2 sandwich, aku pikir penjemputku akan segera datang, ternyata ia mengabarkan terlambat 1 jam. Ia sangat tidak menyukai mainuman dan makanan yang telah dingin. Sandwich dan kopi ini masih hangat, Anda mau?” Ratna menawarkan


Wanita itu melihat Ratna, kemudian menerima kopi dan sandwich


“Terima kasih!” ucapnya, Ratna tersenyum lalu meninggalkan wanita itu menyantap sandwich dan kopinya, Ratna berpindah ke ruang tunggu. Selesai makan, wanita tadi duduk di samping Ratna


“Terima kasih” ucapnya lagi


“tidak apa!” jawab Ratna tersenyum, ia kembali membaca tabletnya


“Apa orang yang menjemput Anda masih lama?” tanya wanita itu


Ratna melihat jam tangannya, lalu membaca pesannya


“Ia akan tiba kira-kira 40 menit lagi, kenapa? Apa Anda berniat pergi ke suatu tempat?” tanya Ratna, ia mulai tertarik berbincang dengan wanita di sebelahnya


“Aku terburu-buru ke sini, sampai lupa membawa paspor!” ujarnya tersenyum


“Anda ingin pergi kemana?”


“Ke Los Angeles, Amerika” jawabnya


“hmm,...kalau anda berniat tinggal lama di sana, Anda harus mengurus dokumen terlebih dahulu, tidak bisa mendadak seperti ini”

__ADS_1


“Iya aku tahu. Hari ini seharusnya aku menikah!” ujar wanita itu


-Bersambung_


__ADS_2