Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 160: Daniel dan Radian (1)


__ADS_3

“Siapa yang menjaga di luar?” tanya Radian, iya mengintip dari sela-sela tirai jendela


Silvy memakai kembali pakaiannya, kemudian turut melihat ke jendela


“Oh itu Daniel, pengawal ku yang baru!” kini Silvy memakai roknya


“Masih sangat muda, apa kalian mempekerjakan anak-anak?” tanya Radian, ia memperhatikan Daniel


“Anak-anak? Dia sudah 20 tahun!, entahlah suamiku menyewa jasa pengawalan” Silvy memeluk pinggang Radian, ia terlihat sangat menyukainya


“Aku suka padamu Radian!” ujar Silvy, ia menggerayangi tubuh atas Radian. Radian menolaknya


“Kita sudah sepakat di awal hubungan ini tidak melibatkan perasaan!” Radian menahan kedua tangan Silvy agar tidak berbuat lebih jauh


“Huh! “ Silvy terlihat kesal, ia duduk di kursi


“Apa suamimu tahu kamu di sini?” tanya Radian, ia memberikan api pada rokok yang akan dihisap Silvy


“Mungkin tahu, mungkin juga tidak, aku tidak peduli!” ujar Silvy, sepertinya ia sangat menikmati rokoknya. Radian memberikan air putih untuknya


“hah! Air putih? Tidak ada scotch?” tanya Silvy


Radian keluar dari ruangan kecil itu, ia ke ruangannya kemudian mengambil botol scotch, ketika kembali ia mendengar Daniel sedang menelpon


“Jadi sewa apartemen mama jatuh tempo hari ini? Hmm...berapa kekurangannya ma? Hah? 500 dolar? Baiklah aku akan mengirimkan agak sore, sekarang aku sedang mengawal klien. Tidak ma, tidak ada yang berbahaya! Iya!, baiklah, nanti aku kabari kalau sudah transfer!”


Kemudian ia menelpon bagian keuangan di kantornya


“Hmm..pak, maaf apakah honorku akan turun hari ini? Belum ya? kira-kira kapan? Besok ? baiklah terima kasih” Daniel menutup ponselnya, wajahnya terlihat kusut


Radian mendengar percakapan Daniel di telepon, ia kembali ke ruangan kecil tadi


“Hmm...Apa kamu suka memberikan tips pada pengawalmu?” Radian menuangkan scotch dan es batu ke dalam gelas , lalu memberikannya kepada Silvy


“Tips? Untuk apa? sudah tugasnya kan?” ujar Silvy meminum Scotch itu dengan satu tegukan


“Kenapa kamu harus dikawal?” tanya Radian penasaran


“Suamiku takut lawan bisnisnya akan melukai aku”


“Berarti suamimu sayang dong sama kamu?”


“Entahlah, aku tidak mencintainya”


“Kalau tidak mencintai, kenapa kamu menikahinya?”


“Karena dia sangat kaya!, hartanya banyak. Lagi pula aku menikahinya untuk membalas anaknya!” Silvy kembali menuangkan scotch ke gelasnya


“Anaknya? Dia telah memiliki anak? Kamu menikahi duda?”


Silvy mengangguk


“Anak tertuanya teman sekolahku, dulu kami dekat. Bestie, tapi kemudian ia mengambil pacarku dan menikahinya! Sebelumnya mereka berselingkuh di belakangku!” ujar Silvy


“Bagaimana kamu tahu?”


“Aku memergoki mereka sedang bermesraan di kamar hotel, di hari ulang tahunku. Padahal pacarku baru saja melamarku!” ujar Silvy lagi, ia menuangkan scotch lagi ke gelasnya, lalu meminumnya lagi


Radian mengambil botol scotch yang tinggal setengah botol, ia menutupnya dan meletakan di lemari kerjanya


“Kenapa di tutup? Aku masih mau minum!” protes Silvy


“Nanti kamu mabuk! Lagi pula satu botol scotch ini mahal tahu!, aku harus memesannya via online!”


“Kenapa gak beli langsung di toko Miras?”


“Aku gak mau terlihat seperti pemabuk, jadi aku beli secara online beberapa botol”


“Hmm...rasanya lumayan enak!” Silvy mengulum es batu yang tersisa di gelasnya


“Kemudian kamu putus dari pacarmu?”


“Tentu saja, lalu tanpa sengaja aku berkenalan dengan seorang duda di tempat kerjaku. Waktu itu aku bekerja di cafe. Awalnya aku tidak tertarik dengan urusannya, tapi kemudian ia mabuk, sangat mabuk. Aku mengantarkannya pulang ke rumahnya. Sebenarnya bisa saja aku tinggalkan ia di pinggir jalan, tetapi aku merasa iba, hari itu cuaca sangat dingin, Aku takut ia terkena hipotermia atau bahkan mati.”


“Ternyata kamu baik juga ya, lalu?” Radian mendengarkan cerita Silvy dengan serius


“Hmm..sesampainya di rumahnya, ia malah memaksaku berhubungan intim dengannya. Ia bilang akan membayarku, awalnya aku menolak, kemudian ketika aku berniat keluar dari rumahnya, aku melihat foto keluarga terpampang di ruang tamunya. Aku melihat wajah perempuan yang merebut pacarku, seketika itu darahku mendidih, lalu aku kembali kepadanya. Sejak itu kami berpacaran, aku mewanti-wanti dirinya supaya ia tidak mengatakan tentang hubungan kami, sampai ia berniat menikahiku”


“Lalu?”


“Enam bulan kemudian aku hamil lalu dia melamarku, Kami pun menikah. Aku sangat puas melihat wajah sahabatku yang ternganga melihat aku menjadi ibu tirinya!” Silvy tertawa puas


“Apa suamimu tahu tentang sejarahmu dengan anak perempuannya?”


“akhirnya ia tahu. Aku katakan padanya, pertemuanku dengannya tidak aku rencanakan, meski aku dan anaknya bestie, tapi aku tidak pernah main ke rumahnya. “


“Berarti itu bukan bestie!, kalian hanya sekedar teman hang out saja!”


“Padahal aku menyukainya, ia sangat asyik!”

__ADS_1


“Bagaimana reaksi temanmu?”


“Awalnya ia sangat terkejut dan meminta ayahnya membatalkan pernikahan kami, tetapi tiba-tiba ia berubah pikiran, ia menghampirku dan berbisik ‘good luck!”


“Maksudnya apa Good luck?” Radian ikut bingung


“Belakangan aku tahu, suamiku itu sering depresi, untuk melampiaskannya ia memukuliku, tetapi setelah stresnya mereda, ia menjadi sangat baik! Aku dirawatnya, ia juga meminta maaf dengan tulus”


“Kamu memaafkannya?”


“tentu saja, aku sedang hamil 6 bulan, kalau ia meninggalkanku bagaimana aku hidup?”


“Hey! Ia memukulimu yang sedang hamil 6 bulan!” Radian heran, ia meninggikan suaranya


“Tapi aku pikir selama ia memenuhi kebutuhanku, tidak masalah!, aku akan bertahan” Silvy kembali menyalakan rokoknya


“Lalu?”


“Depresinya makin parah, ia selalu tampak manis di depan bosnya, tetapi ia melampiaskannya padaku, sampai ketika kehamilanku berusia 8 bulan, ia pulang ke rumah dengan mabuk, ia kesal proyeknya gagal. Ia sangat marah ketika aku hanya bertanya padanya, ia memukuli dadaku, ketika aku jatuh, ia menendang perutku. Aku sangat kesakitan”


Wajah Radian memerah menahan kemarahan, ia memang dingin terhadap wanita, tetapi ia tidak pernah mengasari mereka


“Aku menelpon 911, ketika ia tertidur, ambulan membawaku ke RS, aku masuk ruang IGD, Suamiku kaget, karena ambulan datang, ia ikut di dalam ambulan sambil memegang tanganku, aku memperhatikan wajahnya, apakah ini topeng? Atau ia benar-benar mencemaskanku” Silvy menghirup rokoknya lagi


“Lalu? Apa polisi atau orang sekitar tidak pernah curiga , kalau suamimu melakukan KDRT padamu?”


“Suamiku itu cerdik, ia menghindari memukul bagian-bagian yang terlihat jelas, wajah, tangan, kaki. Tapi kalau kau melihat punggung , dada serta bokongku, penuh dengan lebam”


“Kenapa kamu tidak menceraikannya?”


“Uang dari mana Radian?, ia sengaja membatasi keuangan, agar aku tidak bisa keluar rumah”


“Lalu bagaimana kamu bisa memakai barang-barang mahal ini?”


“Aku menjual koleksinya diam-diam! Menukarnya dengan yang kw! Hahaha, dia tidak akan pernah tahu. Ia selalu membanggakan koleksi kartu baseballnya, yang akan bernilai jutaan dolar. Dengan sedikit trick, aku mengganti kartunya, aku sudah menjualnya beberapa. Tapi kemudian aku hentikan, takut ia curiga”


“Bagaimana ia bisa tidak tahu kalau kamu memiliki banyak uang hasil penjualan kartu?”


“Aku minta tolong temanku yang bekerja di cafe untuk membuka rekening atas namaku tetapi nama lamaku sebelum aku pindah kesini, temanku itu teman masa kecilku. Ia membantuku membuatkan ktp untuk membuat dokumen. Ia kasihan padaku, ia juga memintaku lari dari suamiku”


“Bagaimana dengan anakmu? Apa dia selamat?”


Tiba-tiba Silvy terisak, ia menangis. Radian memberikannya scotch lagi


“Anakku mati di dalam kandungan, ternyata ketika aku tidak sadar sampai di IGD, para dokter melihat bekas injakan dan pukulan suamiku di dada dan perutku. Mereka tahu, aku tidak berani melaporkan suamiku sendiri. Salah seorang dokter, menyuntikan sesuatu hingga aku pingsan dan menyatakan kepada suamiku kalau aku sudah meninggal. Ketika aku sadar, dokter dan polisi menginterogasiku. Dengan bukti-bukti yang ada suamiku ditangkap. Anakku mati di dalam perutku, aku tidak bisa melindunginya!” suara tangis Silvy semakin keras Radian menepuk punggungnya untuk menenangkannya


“Suamimu di penjara?”


“Setelah semua itu kamu tetap tidak bercerai darinya?” Radian makin heran


“Setelah bayiku dikeluarkan, ternyata terjadi infeksi pada rahimku, akhirnya rahimku diangkat. Untuk itu semua, aku membutuhkan biaya rumah sakit yang tidak sedikit. Kami pun berdamai, aku mencabut tuntutan selanjutnya, ia membiayai semua biaya rumah sakit.”


“Apa ceritamu benar?” Radian mulai tidak percaya


Silvy menunjukkan bagian bekas operasi pengangkatan rahim, Radian memalingkan wajahnya, ia merasa sangat ngilu melihat bekas jahitan ditubuh Silvy


“Aku tetap bertahan hingga sekarang, karena aku mencari celah untuk lari dan mendapatkan hartanya!” ujar Silvy sambil menyalakan rokoknya yang ketiga


“Tentang Daniel!, apa kamu tidak takut ia melaporkan tentang kita pada suamimu?”


“hmm...ini menarik, kamu pasti akan tidak percaya sekaligus kagum padanya!” tiba-tiba Silvy bersemangat bercerita tentang Daniel


Kira-kira 3 bulan lalu, aku memergoki suamiku berselingkuh, sebenarnya aku tidak keberatan. Silakan saja, aku Cuma bilang pada selingkuhan suamiku dan menunjukkan bekas operasi ini padanya. Akhirnya mereka putus. Suamiku sangat marah padaku, ia mengataiku macam-macam. Aku hanya tertawa saja, tiba-tiba kemarahannya memuncak melihat aku tertawa meledeknya. Ia kembali melakukan KDRT, ia menendangku berkali-kali, kali ini ia bahkan akan menginjak wajahku. Syukurlah Daniel ada di situ, ia mencegah suamiku melukaiku, bahkan ia sempat terkena pukulan dan tendangannya.”


“Lalu?”


“Aku gak ingat apa yang terjadi, tetapi setelah aku sadar aku sudah di IGD, aku diobati menggunakan uang pribadinya.”


“Apa uangnya banyak?”


“Setahuku tidak!, tetapi aku sangat bersyukur. Karenanya suamiku tidak berani lagi menyentuhku”


“Bagaimana bisa?”


“Dia melaporkan kekerasan yang ia terima dari suamiku kepada perusahaannya. Ternyata perusahaannya sangat melindungi para pegawainya, terutama Daniel. Mereka menuntut suamiku untuk bertanggung jawab. Mereka akan menuntut suamiku dengan jumlah yang sangat besar, apalagi banyak saksi mata yang melihat Daniel dipukuli suamiku karena melindungiku.”


“Dia menjadi tameng bagimu?”


Silvy tersenyum lega,


“Lalu?”


“Dia bersedia mencabut tuntutan asal suamiku tidak menyentuhku lagi, bahkan ia memaksa perusahaan suamiku untuk menekannya.”


“Bisa begitu?”


“Tentu bisa! Ternyata perusahaan itu sering dituntut karena ulah suamiku”


“Kenapa suamimu tidak dipecat?”

__ADS_1


“Ia memegang rahasia perusahaan dan para direktur, mereka tidak berani memecat suamiku begitu saja.”


“Kalau begitu, seharusnya suamimu tidak mempekerjakan Daniel lagi dong? Karena ia sudah membuatnya kesulitan?”


“Itulah yang aneh dari suamiku, ia melihat rekaman saat dirinya memukuliku. Daniel yang menahan dirinya meneriakan sesuatu di telinganya ‘ayah hentikan, kamu akan membunuh ibu!’, seketika suamiku berhenti memukuliku”


“Tapi katanya ia menjadi tameng bagimu?” Radian heran


“Awalnya suamiku memukuliku, Daniel menjadi tamengku, Suamiku memukul Daniel dan menendangnya, kemudian ia kembali memukuli ku. Lalu ia menahan kedua tangan suamiku dengan mendekatkan tubuhnya dari belakang, sambil membisikan kata itu!”


“Lalu?”


“Suamiku menemui Daniel di kantornya, ia minta maaf. Ia menandatangani surat perjanjian di depan pengacara, akhirnya tuntutan dicabut. Suamiku juga meminta Daniel mengawalku”


“Suamimu masih memukul mu?”


“Tidak, kalau ada Daniel!”


“Suamimu aneh!”


“Iya, menurutku ia memiliki kepribadian ganda!, kadang ia sangat manis, kadang ia kasar seperti setan!”


“Tinggalkan dia Silvy, kamu jangan bergantung pada Daniel, ia masih sangat muda. Jangan melibatkan orang lain dalam urusan rumah tanggamu!”


“Bisakah aku melepaskan diri dari suamiku? Sebagai perempuan aku sudah tidak lengkap, tidak punya rahim lagi. Mana ada laki-laki yang akan menikah seorang perempuan yang mandul?” keluh Silvy


“Pasti ada!, kamu hanya harus berusaha menjadi baik, ini kartu nama pengacara handal yang aku kenal. Ia bisa menuntut suamimu asal kekerasan bertahun-tahun, sehingga sampai kamu kehilangan rahim. Kamu bahkan bisa mendapatkan uang kompensasi dari suamimu!”


“Apa dia mahal?”


“Asal kamu jujur padanya! Dia akan mengambil bagiannya dari suamimu, bukan darimu! Kamu harus pergi dari hubungan toxic itu, Silvy sayang!” Radian mengusap rambut kecil di kening Silvy untuk meyakinkannya


“Kenapa gak kamu saja jadi suamiku Radian? Kamu sangat baik!” ujar Silvy membalas tatapan Radian


Radian mengalihkan pandangannya


“Aku tidak bisa!, Aku tidak mau terikat dengan wanita manapun!” ujar Radian bersikeras


“Kenapa? Kenapa kamu tidak menolakku ketika kita berhubungan pertama kali?” tanya Silvy, ia memeluk Radian


“Karena kamu mirip sekali dengan bekas tunanganku. Tapi kamu bukan dia! Silvy, kita akhiri hubungan kita! Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dariku! Jangan temui aku lagi ya?” bisik Radian lembut, ia menatap mata silvy dan mencium bibirnya untuk terakhir kalinya.


Silvy melihat ketulusan dari tatapan mata Radian, kemudian ia bangkit


“Baiklah Radian, terima kasih atas kebaikanmu!” ia menaruh kartu nama pengacara dalam tasnya, kemudian ia keluar dari ruangan itu. Daniel hendak mengikutinya


“Daniel! “ panggil Radian


“Ya pak?” Daniel menghampiri. Radian menyelipkan amplop coklat di dalam jasnya


“Ini tips, karena kamu sudah bekerja dengan sangat baik, terima kasih sudah menjaga Silvy!” Radian menepuk punggung Daniel kemudian pergi meninggalkannya.


Daniel heran, tetapi karena klakson mobil Silvy telah memanggilnya, ia pun segera menuju mobil


Di dalam mobil.


“Daniel, besok aku akan pergi ke kantor pengacara ini,” Silvy menceritakan yang Radian katakan dan memberikan kartu yang Radian berikan, Daniel membacanya,lalu mengembalikannya


“Bagaimana menurutmu?” tanya Silvy


Daniel menepikan kendaraannya


“Maaf bu, boleh saya berbicara jujur?” Daniel menghadap ke arah Silvy


“Tentu saja!”


“Sebaiknya Anda segera menemui pengacara itu, hubungan yang anda jalani dengan suami anda itu sudah sangat berbahaya, tidak tahu apa yang ia lakukan selanjutnya. Lebih baik anda pergi sejauh mungkin darinya.”


“Tapi suamiku tidak lagi memukuliku karena perjanjian itu”


“Itu betul bu, tapi bagaimana dengan kondisi jiwa Anda?”


“Maksudmu?”


“Apa Anda merasa berharga? Atau merasa tidak pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik? Bukankah tiap orang berhak bahagia bu? Kalau ada kesempatan untuk itu, cobalah untuk meraihnya, hidup hanya sekali”


Silvy terdiam seribu bahasa mendengar kata-kata Daniel


Keesokan harinya ia diberitahu suaminya, kalau kontrak Daniel sudah selesai, sehingga ia tidak lagi bertugas menjaganya, seketika itu ia menyadari perkataan Radian benar, agar dirinya tidak bergantung pada Daniel. Ketika suaminya sedang bertugas ke luar kota, diam-diam ia pergi ke pengacara teman Radian dan menceritakan semuanya. Ia juga memberikan bukti-bukti yang ia kumpulkan sejak lama. Pengacara itu mempelajari dokumen dari Silvy, kemudian ia tersenyum senang setelah mengetahui perusahaan yang menaungi suami Silvy, kemudian ia berdiri dan menjabat tangan Silvy


“Bu Silvy, sebaiknya Anda segera keluar dari rumah itu, karena besok kami akan mengajukan tuntutan pada suami Anda. Akan lebih baik jika anda berada di luar jangkauan suami Anda!” ujar pengacara itu


“Suamiku pulang besok, aku akan bersiap sekarang. Baiklah pak Pengacara di mana aku harus tanda tangan?” Silvy menandatangi persetujuan untuk menjadikan pengacara itu sebagai perwakilannya.


Sepulang dari mengawal Silvy, Daniel kembali ke apartemennya yang terletak di atap rumah, hanya itu apartemen yang mampu ia bayar. Ia membuka amplop coklat pemberian Radian sebagai tip


“800 dolar! Wahh...pak Radian sangat murah hati!” Daniel segera pergi ke atm terdekat dan mentransfer uang 500 dolar untuk ibunya di Korea, sedangkan sisanya ia tabung.


Ia kembali dari atm kembali menuju apartemennya, wajahnya kelihatan begitu lega. Ia bersyukur ada orang sebaik Radian yang memberinya tip yang sangat besar. Tiba-tiba beberapa orang menutup kepalanya dengan kain hitam dan membawanya masuk ke dalam mobil van. Situasi jalan saat itu sangat sepi, sehingga tidak terdengar suara Daniel yang berteriak” siapa kalian?”

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2