Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 63 Keluarga Baru


__ADS_3

"Rita! Rita! Maafin gue ya?" suara Kiki membangunkan Rita yang terlelap


"Aduuhh!!!" Rita tersadar dari tidurnya. Didapati dirinya berada dalam kamar perawatan , tangan dan kakinya terhubung dengan selang kecil infus.Di dadanya tertempel alat detak jantung.


Rita melihat sekelilingnya, kamar rawat VVIP yang luas hampir seluas apartment, tak berapa jauh darinya, ia melihat mamanya tidur. Ruang rawat VVIP menyediakan ekstra bed untuk keluarga yang menginap dan menunggu pasien. Selain ekstra bed, juga terdapat ruang tamu, kulkas kecil,TV dan kit chen set.


Rita merebahkan tubuhnya sejenak, ia mengingat-ingat apa yang telah terjadi.


"Ini hari apa? Sudah berapa lama saya di sini?" Pikirnya.


Ia memperhatikan selang-selang ditubuhnya,ia merasa ngilu di sekujur tubuhnya.Beberapa saat kemudian, ia kembali tertidur.


"Rita!..Rita! Hey putri tidur! Ayo bangun!" Sayup terdengar suara Andi memanggilnya.


Rita perlahan dibuka matanya, mengedip, dan mengejap matanya, lalu terbuka lebar.


"Kak Andi?" Jawabnya, diperhatikan tubuhnya,sudah tidak ada selang dan alat deteksi detak jantung.


"Seharusnya kamu sudah pulih Rita, Dokter bilang, semua racun di tubuh kamu sudah dikeluarkan" ujar Andi dengan lembut, perlahan ia mencoba duduk di tempat tidurnya, lalu ia mencari ponselnya.


"Kak, ponsel aku di mana?"


"Mau ngapain?"


"Aku mau nelpon Kiki"


"Gak perlu! Kiki sudah diselamatkan, bahkan ia lebih selamat dari Kamu!" Andi memberikan ponsel Rita


"Kak, kabar Ayah bagaimana?"


"Seharusnya beliau sudah baik-baik saja!" Jawab Andi agak segan


"Kenapa kak? Kog tumben? Biasanya kakAndi sangat peduli sama Ayah?" Tanya Rita melihat sikap cuek Andi


"Yahh...panjang ceritanya, nanti deh kak Andi cerita!"


"Kenapa gak sekarang kak? Kayaknya Rita sudah lama tidur deh!"


"Bener! Kamu sudah tidur seminggu lebih!" Ujar Andi sambil memberikan minum kepada Rita.


"Uhuk...uhuk..!!


"Hah? Jadi aku seperti koma kak?"


"Selama ini kamu seperti lampu kelap-kelip, bangun-pingsan- bangun-pingsan."


"Ahh...oh iya Rita ingat terakhir ditolong kakDewa!"


"Iya, dia pahlawan kita!"


"Sekarang kakDewa di mana?"


"Dia di rumahnya lah, gak bisa ikut, karena waktu kamu diangkut ke sini dia gak ada di RS, oh iya dia rajin lho jagain kamu selama di RS"


"Ooo..kalau begitu aku ngucapin terima kasih ke kakDewa ya kak?"


"Yahh..mungkin nanti, sekarang kamu istirahat dulu, kan baru sadar. Gimana sekarang rasa di mulut? Kemarin-kemarin kering?"


"Aku kan sudah tidur lama masa harus istirahat lagi?" Ujar Rita kesal


"Dokter bilang kamu termasuk orang yang beruntung!"


"Iya Alhamdulillah!"


"He eh, hasil tes darah kamu serem banget, jadi kayaknya selama di sekap kamu diberi obat, kalau menurut dokter obat itu termasuk yang dilarang di Eropa dan Amerika karena efek adiktifnya tinggi,tapi tubuh kamu bisa menahan efek itu, walaupun kondisinya on-off."Andi menjelaskan sambil mengupas apel dan menyuapkan ke Rita


"Aaa!" Andi memberi isyarat ke Rita untuk membuka mulutnya


"Aaaa!"


"Mungkin karena kamu banyak nolong orang, jadi Tuhan menolong kamu dengan mengirimkan ular berbisa!"


"Hah? Kapan tu?" tanya Rita sambil mengunyah apel


"Mungkin kamu digigit ular berbisa waktu sembunyi di pondok! Dewa bilang ia menemukan kamu di sebuah pondok tertimbun dedaunan!


"Jadi dalam tubuh kamu racun narkoba bertarung melawan racun ular, lalu infeksi di kaki kamu! Tambah parah!"


"Ya, Alhamdulillah, Aku masih dikasih panjang umur sama Allah ya Kak, btw Kiki yang membantu Rita hingga sampai situ!"


"Hmm.. kakak dengar karena dia kamu disekap! Jadi sudah seharusnya dia bantu kamu!" Ujar Andi kesal


"Tok..tok...suara pintu diketok memotong pembicaraan mereka!"


"Ya? masuk!"

__ADS_1


"Selamat Siang!" Ujar seorang perempuan menjulurkan kepalanya, Rita tampak bingung melihat perempuan berusia sekitar 30 tahunan memasuki kamar.


"Tante Meta?" Sapa Andi


"Ah..you're here Andi!" Meta tersenyum


"Rita, kenalkan, saya tantenya Andi! Berarti kamu juga keponakan saya ya!" Meta mengulurkan tangannya ke Rita untuk menyalami.


"Tante?" Jawab Rita bingung dan melihat ke arah Andi meminta penjelasan.


"Andi! So you haven't told her anything yet?" Tanya Meta


"She's just wake up aunty!" Jawab Andi


"Hmmm ...i tell her or you tell her?" Tanya Meta, matanya berkeliling mencari tempat yang bagus untuk duduk.


"I'll tell her!" Ujar Andi cepat.


Meta mengambil tempat duduk di sisi tempat tidur Rita.


Andi menarik nafas panjang, kemudian mulai bercerita.


"Hmm...Rita mulai sekarang ayah Reza bukan ayah lagi kamu!"


"Hmm ..Hahaha! Kak Andi bercanda nih! Maksudnya apa?" Wajah Rita berubah, diambilnya ponsel yang tergeletak diatas meja di sisi tempat tidurnya. Ia mencari nomor kontak Ayahnya dan mencoba menghubunginya.


"Kog gak bisa ya?" Tanyanya heran


"Karena kamu gak ada di Indonesia sekarang!"


"Hah? Aku di mana kak?"


"NZ!"


"Hah jauh amat! kalau Singapura masih percaya, ini NZ!" Rita setengah tidak percaya


"Beneran! Kamu gak sadar lebih dari seminggu lamanya, 3x pindah rumah sakit, eh 2x deh. Awalnya di RS Singapura, lalu baru 2 hari sudah dipindahkan kemari!"


"Hah! lebih dari seminggu? Pantesan badan pada ngilu semuanya!" Perlahan ia membuka selimutnya.


"Baju pasiennya lucu!"ujarnya.


"Dasar Cewek!" Ujar Andi tertawa lega melihat adiknya sudah terlihat ceria


"Jadi ceritanya gimana kak?"


"Hah?? Serius?? Kapan itu? Selama aku pingsan?"


"Serius! engga! Katanya sudah 3 bulan! Wah kamu beneran gak tahu apa-apa ya?" Ujar Andi


"Gak tahu kak, hmm ..3 bulan? Berarti pas aku liburan di tempat mama ya?"


"Betul!"


"Kog ayah gak cerita ke Aku? Apa Ayah memang mau ninggalin Aku?" Ujar Rita sedih


"Gak begitu Rit, Ayah mungkin kesepian, kamu kan tahu ayah dan mama sudah pisah lebih dari 9 tahun, ditambah lagi kamu juga sudah besar! Wajar kalau ayah cari teman"


"Tapi kog aku ga dikasih tahu?"Ujar Rita matanya memerah kesal


"Mungkin beliau takut reaksi kamu! Sudahlah Rit, toh mulai sekarang kamu akan tinggal sama kak Andi di sini, hehehe!" Ujar Andi senang


"Sekolah aku gimana?"


"Tenanggg...untuk penyesuaian, kamu akan diajarkan sama guru privat yah seperti homeschooling, nanti begitu ajaran baru, kamu bisa ke sekolah biasa"


"Kak, kenapa NZ? Di Jakarta saja kan lebih dekat? Apa mama sebegitunya mau menjauhkan Rita dari Ayah?"


"Bukan begitu Rita! Wahh... ceritanya bakal panjang nih!"


"Ceritain Kak, toh Rita gak kemana-mana" paksa Rita


Andi menceritakan kisah yang ia dengar dari mamanya.


"Jantung ini??" Rita memegang dadanya sebelah kiri.


"Dr.Reza telah menyembunyikan identitas kamu sebagai keturunan keluarga Darmawan!" Ujar Meta


"Mungkin ayah tidak bermaksud begitu Tante!"ujar Rita membela ayahnya.


"Rita, selama 16 tahun ini Dia tahu bahwa Kamu bukan anak biologisnya. Dia menyembunyikan dari mama kamu sehingga kamu kehilangan hak sebagai bagian keluarga Darmawan!"


"Apa hebatnya keluarga Darmawan? Selain memberikan jantung yang lemah?" Ujar Rita mulai berani.


"Kalau ketahuan kamu adalah bagian keluarga Kami, kamu akan mendapatkan donor jantung seperti Andi!" Ujar Meta lagi

__ADS_1


"Tapi selama Rita diasuh ayah, Rita diperlakukan seperti anaknya!"


"Kakek Darmawan belum bisa ke sini, beliau mengirim Tante untuk bilang ke Rita, mulai detik ini Kamu adalah bagian dari keluarga Darmawan! Kalau kamu menolak, Kami akan mengajukan tuntutan kepada dr.Reza atas tuduhan penggelapan identitas! Kami pastikan tuntutan itu akan kami menangkan!" Ujar Meta tegas


"Eh??..jangan!!! Baiklah, Aku akan tinggal di sini dan jadi keluarga Darmawan, tapi berjanjilah tidak akan melakukan apapun yang melukai Ay..eh dr.Reza!" Ujar Rita dengan hati sedih


"Bagus! Tante sudah merekam pernyataan kamu!" Meta mematikan perekam dari ponselnya.


"Sejak kapan direkam?" Tanya Andi


"Sejak masuk ke kamar ini!" Meta tersenyum


"So,Andi, Rita, I should leave then, I've another job to do.Get well soon Rita!" Meta pergi meninggalkan Andi dan Rita


Setelah Meta pergi


"Kak, tante tadi apanya kakek?"


"Tante Meta saudara tirinya papa Eka, oh iya nama papa kita Eka Mono Darmawan, anak tunggal keluarga Darmawan!" Ujar Andi memperkenalkan


"Saudara tiri?"


"Jadi setelah papa meninggal, kakek menikah lagi dengan seorang janda beranak 1,nah anaknya itu tante Meta!"


"Ooo, padahal anak dari istri baru ya? Tapi kelihatannya berkuasa sekali?"


"Tante Meta sudah menganggap kakek sebagai ayahnya, karena sejak kecil ia kehilangan ayah kandungnya.Kalau sudah kenal, beliau baik kog!"


"Anggota keluarga Darmawan banyak ya Kak?"


"Banyak! Nanti kamu akan ketemu Om Franky, beliau sepupu papa kita dan tangan kanan Kakek. Lalu Om Radian, beliau adiknya Om Franky, terakhir Tante Uma, beliau adik bungsu Om Franky. Mereka semua yang membantu kakek menjalankan usaha" ujar Andi menerangkan


"Oo jadi para sepupu ya?"


"Oiya ada satu lagi namanya Andreka dia anaknya kakek dari istri barunya, jadi adiknya tante Meta. Katanya sih usianya sebaya sama kakak."


"Jadi Om ya? Kak Andi belum pernah ketemu orangnya?"


"Belum pernah, kakek sering menyebutnya, fotonya saja kakak belum pernah lihat."


"Kalau dilihat dari silsilah sebenarnya Om Andre yang lebih berhak dari pada kita ya Kak? Kan beliau anaknya kakek ."


"Seharusnya sih begitu, tapi kakak ragu para sepupu mau menjadikannya ketua keluarga, selain masih muda juga gak ada pengalaman memimpin perusahaan sebesar ini"


"Kalau posisi kak Andi gimana?"


" Sekarang ini kakak masih aman, kelihatannya Om Franky mendukung apapun yang kakak lakukan, tapi gak tahu deh kalau kakak nanti sudah cukup dewasa."


"Hmmm..di keluarga Sugiono pun persaingan berat ya?"


"Beda Rit,kalau perusahaan kakek Sugiono yang pegang Kakek dan Mama, yang lain mereka merekrut orang luar supaya lebih profesional."


"Menurut kakAndi lebih baik yang mana?"


"Hmm... semuanya ada plus-minus Rit!"


"Btw Kak, kapan Rita ketemu mama?"


"Mama bilang mungkin akhir pekan ini akan datang."


"Kita tinggal di mana kak?"


"Rumah kakek! Fasilitasnya hampir seperti rumah kakek Sugiono, cuma gak ada kubahnya."


"Oooo..kakAndi kalau aku pengen tahu kabarnya teman-teman gimana?"


Pembicaraan mereka terhenti karena ada kunjungan dokter.


"Rit, menurut dokter, besok kamu sudah bisa pulang kalau hasil evaluasi tubuh kamu normal semua hari ini!"


"Asyik!! Aku bosan nih kak, oiya ajak aku keliling kota dong!"


"Iya nanti setelah semua sudah normal, keadaan kamu sudah bikin kita semua ketar-ketir! Karena kamu sudah 2x diculik, mama sangat khawatir jadi lebih baik kamu tinggal di sini!"


"Iya kak, maaf ya sudah bikin susah!" Ujar Rita menyesal


"Gpp Rit, untuk kutu buku kayak kakak yang Rita alami itu seperti petualangan, seru!"


"Tapi gak enak kak disekap terus! KakAndi mau coba?"


"Enggak deh, kamu ajah!, Hahaha!"


"Hahaha!!" Keduanya tertawa senang


"Mulai detik ini aku akan menganggap semua yang aku alami sebagai petualangan yang seru!" Ujar Rita dalam hati.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2