Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 183: Naik Daun


__ADS_3

Tim FBI sedang naik daun, sudah dua bulan ini mereka menempati urutan pertama dalam daftar kinerja bulanan. Hal ini tentunya merupakan pujian bagi Daniel yang mengepalai tim tersebut. Hingga tersiar kabar beberapa karyawan di departemen lain ingin pindah ke lantai 20 atau mereka minta departemennya di merger dengan tim FBI. Hal itu tentunya meresahkan kepala departemen yang lain.


“Edd, bisa ke ruanganku sebentar?” Daniel memanggil asistennya melalui interkom


“Ya pak?”


“Banyak amplop lamaran di sini, maksudnya apa?” tanya Daniel heran


“Ooo, itu permintaan pindah departemen pak!”


“Maksudnya?”


“Karyawan departemen lain, memohon agar diterima di departemen ini”


“Mana bisa seperti itu? Tidak bisa Edd, kembalikan berkas ini ke mereka!. Semua sudah ditugaskan oleh kantor pusat!” ujar Daniel kesal


“hmm...baik pak!”


“Aneh-aneh saja! Baru kali ini saya mendengar hal seperti ini. Dar,Co satu kesatuan , semua departemen harus bekerja sama!” ujar Daniel lagi


“Maaf Pak, ini karena selama dua bulan berturut-turut depertemen kita mendapatkan ranking pertama dalam hal kinerja di kantor ini. Para karyawan berkesimpulan bahwa semua ini karena kepemimpinan Anda!”


“Terima kasih pujiannya Edd, tapi tidak bisa seperti ini. Kamu tahu, nanti saya akan kena tegur pak Davis! Atau bahkan big boss” keluh Daniel


“Kok bisa Pak?”


“Tentu saja! Saya membuat karyawan di departemen lain resah hingga pada ingin pindah kemari. Tolong ya Eddy, kamu dan staf di sini jangan memanasi depertemen lain, kita fokus saja dengan proyek kita!”


“Tapi Pak, kami gak memanasi” Eddy agak tersinggung


“Maaf kalau kamu marah, tapi ini semua akan membuat posisi saya menjadi serba salah!”


“ting!” bunyi notifikasi diponsel Daniel, ia segera membukanya


“Tuh kan! Saya dipanggil pak Davis! Jadi tolong ya Edd!“ Daniel segera meninggalkan ruangannya menuju lift. Ia melewati para staf yang memberi hormat padanya.


“Aduuhh...pak Daniel...makin ke sini makin damage gantengnya!!”


“iyaaa...gue selalu jaga kesehatan supaya selalu masuk kantor supaya bisa lihat beliau terus!”


“Sudaaahhh jangan keterusan! Nanti patah hati, kerjaan gak beres!” ketus Silvy


“Jiaahhh....yang hatinya gak tersampaikan nyolot banget, kita kan nge fans doang!”


“Hei!! Kembali bekerja! Please jangan ngomongin pak Daniel di sini atau di departemen lain! Dia kesulitan tuh!” ujar Erina memperingatkan


“Hah? Kenapa?” tanya para staf heran


“Ini karena kalian mengalami euphoria berlebihan tentang pak Daniel dan departemen ini, alhasil banyak staf dari depertemen lain melamar ingin pindah kesini!” ujar Erina lagi


“Memangnya bisa?”


“Ya gak bisa! Tapi mereka mencobanya!, tuh Pak Eddy sedang menyuruh OB untuk mengembalikan lamaran para staf!”


“wahh...repot juga ya?”


“Sekarang pak Daniel dipanggil pak Davis”


“Pak Davis kepala kantor ?”


“Iya! Memangnya ada Davis lain?”


“Apa pak Daniel akan di non aktif kan lagi?” tanya salah satu staf


“Mudah-mudahan sih enggak!, sudahlah! Kita harus menyelesaikan draft ini, pak Daniel harus presentasi besok pagi!”


“tok..tok..” Daniel mengetok pintu


“Masuk Niel!” Davis mempersilakannya masuk, lalu menyalaminya


“Apa kabar Niel!”


“Baik Pak!” Daniel tersenyum dan duduk di hadapan Davis


“Begini Niel!, kamu ingat Pak Jake?” Davis to the point


“Jake?”


“Yang teman main golf kita beberapa minggu lalu!”


“Oh iya , saya ingat!”


“Bulan ini kontrak kerjanya habis, dan beliau berniat untuk memperpanjang kontrak kerja Niel!”


“Perusahaan beliau di bidang apa ya Pak?”


“Konstruksi!”


“Ooo, biasanya yang memegang proyeknya siapa?”


“Jameson!”


“Kalau begitu bagus, Jameson bisa diaktifkan kembali!”


“Itu masalahnya Niel, Pak Jake minta supaya yang memegang proyeknya kamu!”


“Saya Pak?”


“Iya!, tim manajemen kan sudah di bawah kamu semua, jadi sudah seharusnya kamu yang memegangnya!”


“Hmm...masalahnya begini Pak, Proyek tahap 2 saya ini kontraknya sudah berubah!”


“Maksudnya?”


“Mereka minta eksklusif, artinya saya hanya memegang proyek mereka, dan tidak boleh memegang proyek selain mereka. Kantor pusat setuju, itu sebabnya saya diberikan tempat khusus di lantai 20”


“Iya, aku tahu tentang itu, tapi kamu kan bisa meminta bos besar untuk mengubah kebijakan tersebut? Kamu cucu mantunya kan?” ujar Davis, wajah Daniel berubah menjadi agak jutek


“Maaf pak, apa proyek pak Jake ini bermasalah sebelumnya dengan dipegang James?”


“Tidak ada komplain sama sekali!”


“Kalau begitu, kenapa harus saya? Lagi pula persyaratan eksklusifitas diminta oleh klien bukan oleh bos besar. Beliau hanya menyetujuinya saja.”


“Maksudku..”


“Pak Davis!, saya sangat terhormat dengan tawaran pak Jake tetapi maaf saya belum bisa memenuhinya. Saya harap pak Davis bisa membujuk pak Jake atau memberikan penawaran lain. Bukankah proyek lanjutan akan lebih mudah jika dipegang oleh orang yang sama? Saya pikir pak Jake akan mempertimbangkan hal tersebut!”


“hmm...”


“Ting!” bunyi notifikasi di ponsel Daniel


“Maaf Pak Davis, kalau tidak ada keperluan lain, saya harus kembali ke ruangan, saya dihubungi klien saya!” Daniel bangkit dari kursinya dan menyalami Davis, kemudian keluar dari ruangannya


“Ahhh...ada apa dengan orang-orang ini...kenapa aku terus???” gumamnya, di dalam ruangannya ia membuka pesan dari Rita


“Yang, aku ada lagi press conference di TV swasta untuk promosi program, nonton ya?”


Daniel menyalakan monitor komputernya, dan menyambungkan dengan TV program yang Rita sebut.


Di press conference


MC: Selamat Datang para hadirin, pewarta sekalian. Mohon tenang dan duduk di tempat yang telah disediakan.


Acara dimulai dengan santai


“Selamat Siang, Saya Zaneta yang menjadi host sekaligus chef acara “Masak Mudah, Enak dan Sehat!”


“Selamat Siang, Saya Rita Kang, Co-Host acara ini”


Pewarta 1: Bagaimana konsep awal acara ini?”


Zaneta : konsep awalnya, acara masak yang berbeda dengan acara masak pada umumnya


P1: bisa Anda jelaskan lebih lanjut


Zaneta: Kalau Anda menonton acara ini dari awal pasti tahu bagaimana konsep acara ini


Rita : Maksud teman saya ini, konsep acara ini berbeda dari acara masak yang lain, yaitu acara ini ditujukan bagi pemula yang sama sekali awam dengan masakan. Jadi diprogram ini kami mengajarkan basic memasak untuk para pemula


P2: Berapa banyak episode untuk acara ini?”


Zaneta: hmm...ia kebingungan menjawabnya

__ADS_1


Rita : banyak episode? Sebenarnya tergantung respon pemirsa, untuk episode perkenalan, kami dikontrak untuk 4 episode. Jika respon pemirsa baik, maka episode akan diperpanjang


Zaneta: itu betul!, tadi saya sempat bingung dengan pertanyaan Anda, karena kami belum tahu respon penonton. Ia tersenyum pada Rita


P3: Zaneta, Anda sebagai juara pertama master chef apa terbebani dengan gelar Anda? Apalagi Anda harus didampingi oleh pemula di bidang masak ini!”


Zaneta: hmm...ya mungkin sedikit merasa terbebani, tetapi rekan saya ini, Rita meskipun pemula tapi ia sangat menyukai masak. Jadi kami tidak mengalami kesulitan dalam bekerja sama


P3: Rita, bagaimana dengan Anda? Apa Anda merasa terbebani harus berdampingan dengan seorang juara?”


Rita : hmm..jujur saja, saya baru dipertemukan dengan Zaneta pada episode pertama. Awalnya saya tidak mengenalinya, tetapi setelah beberapa waktu saya jadi ingat bahwa beliau seorang juara master chef. Bagi saya ini bukan beban, tetapi suatu kehormatan bisa mendampingi beliau untuk memasak. Saya banyak belajar dari beliau


“Jawaban yang bagus!” Gumam Daniel


P4 : Saya mau bertanya pada Co Host


Rita : Iya, silakan!”


P4: Motivasi Anda menerima tawaran menjadi Co Host acara ini apa?


Rita: hmm...motivasi saya? Saya berniat mempromosikan toko roti milik saya. Suami saya bilang, zaman sekarang harus tokohnya yang keluar sebelum produknya. Oiya nama toko roti saya D’Ritz..Anda sudah menerima sample rotinya kan?


Daniel tersenyum mendengar namanya disebut


P1: Rita Kang, saya mengenali Anda dari majalah Forbe, Anda cucu perempuan dua konglomerat terkaya di dunia kan?”


Zaneta dan para kru terperanjat mendengar pernyataan pewarta tersebut


Rita : Aku memang pernah muncul di majalah tersebut..soal cucu dari orang terkaya? Saya tidak tahu, itu kan julukan dari kalian


P1 : Kedua kakek Anda merupakan konglomerat dengan banyak usaha hampir di seluruh dunia itu sebabnya mereka mendapat julukan tersebut, tanggapan Anda?


Rita : Kedua kakek saya orang yang hebat dan saya bangga menjadi cucu mereka. Kegigihan mereka, menginspirasi saya untuk memulai toko roti ini


P2 : Apa tidak ada campur tangan dari kedua kakek Anda?


Rita : Kalau ada campur tangan mereka, toko saya tidak sekecil ini, bukan?


P3 : Zaneta, bagaimana pendapat Anda, setelah tahu co host Anda cucu orang terkaya?


Zaneta : jujur saya baru tahu tetapi hal ini tidak akan mengubah cara saya memandangnya, karena co host saya ini sangat rajin dan rendah hati. Saya gak menyangka dia salah seorang cucu orang terkaya di dunia


Rita : terima kasih!, saya tidak tahu arah pertanyaan pewarta tersebut, karena itu lebih ke pribadi saya? Sedangkan kita sedang mempromosikan acara TV kami


P1 : Rita Kang, seperti yang Anda bilang sebelumnya, untuk mempromosikan sesuatu tentu sang tokoh harus ditonjolkan bukan? Nah, dengan membuka identitas Anda, bukankah salah ini juga salah satu cara berpromosi?


Vicky menghampiri Zaneta dan Rita


“Kalau kamu gak mau menjawab pertanyaannya, kamu boleh skip saja Rit!” bisik Vicky


“Tapi ini cara supaya acara kita dikenal orang!” bisik Zaneta, keduanya menatap Rita.


Rita : Baiklah! Kalian boleh menanyakan apa saja


Tiba-tiba suasana dalam conferensi press tersebut berubah


P1: Rita Kang, kenapa Anda menggunakan nama Kang, bukan nama Darmawan atau Sugiyono?


Rita: Saya telah menikah, nama suami saya Kang. Jadi saya menggunakan namanya


P2 : Apa ini upaya untuk menyembunyikan identitas Anda?


Rita : Maksud Anda menyembunyikan?


P2 : Anda tidak ingin dikenali sebagai cucu dari kakek Anda


Rita terdiam sejenak


Rita: Saya tidak berniat menyembunyikan apapun, ketika saya memilih nama Rita Kang, itu seperti nama panggung..bahkan penulis juga memiliki nama panggung bukan?


P2 : Apa Anda malu menggunakan nama kedua kakek Anda?


Rita: Kenapa harus malu? Perlu kalian ketahui ya, kedua kakek saya itu orang yang hebat!, mereka membuka lapangan kerja untuk jutaan orang di seluruh dunia. Mereka juga memiliki yayasan untuk menyekolahkan anak-anak berbakat untuk menggapai mimpi mereka. Kedua kakek saya tidak melanggar hukum, mereka pembayar pajak yang baik. Mereka juga peduli terhadap lingkungan, kalau kalian tahu, rumah mereka menggunakan energi surya, mereka mengolah air limbah untuk mengerakkan turbin menciptakan listrik mandiri untuk rumah mereka dan sekitarnya. Banyak yang sudah dilakukan kedua kakek saya. Jadi saya tidak malu sebagai cucunya, bahkan saya tertantang untuk bisa lebih besar dari mereka.


Daniel menepuk tangannya, mendengar penjelasan Rita


P3 : Setelah berita ini keluar, Anda tahu kan konsekuensi yang harus Anda hadapi?


P3 : Orang-orang akan melihat kepada kakek Anda dan bukan pada prestasi Anda. Apa yang akan Anda lakukan


Rita: hmm..Saya tidak bisa mengatur pikiran orang lain tentang saya karena apapun yang saya lakukan kalau orang tersebut menyukai saya, pasti dibela tetapi jika tidak, pasti dihujat. Yang saya lakukan hanya memberikan yang terbaik versi saya. Menjadi diri saya sendiri, tidak merugikan orang lain, bahkan bermanfaat bagi orang lain, jadi kenapa saya harus pusing dengan pendapat mereka yang membenci saya?


P2 : Dari mana Anda mendapatkan kepercayaan diri yang begitu besar?


Rita : Dari kalian semua, termasuk Anda! Saya lihat Anda mengantongi 3 roti dari toko saya bukan?


Semua yang hadir tertawa mendengar ucapan Rita


Akhirnya conferensi press berakhir


Para kru, produser, host dan co host saling berjabat tangan


“Jawaban yang bagus Rita!” puji Vicky


“Terima kasih!”


“Kamu sangat berbakat Rit, semangat!” ujar Zaneta


“Terima kasih Zaneta sudah membela saya di depan tadi”


“Itu bukan pembelaan, aku merasakan itu sejak pertama bertemu kamu dan bekerja sama denganmu beberapa episode. Saya harap acara kita bisa panjang ya?”


“aamiin..tapi sepertinya saya tidak bisa ikut untuk episode selanjutnya”


“Oya kenapa?”


“Seperti kamu lihat, kandungan saya sudah mencapai 7 bulan, saya harus menjaga kondisi. Walaupun kita syuting jarang tetapi tetap saja menguras pikiran”


“hmm...sayang sekali, padahal aku sangat menikmati bekerja sama dengan mu!” ujar Zaneta, ia memeluk Rita.


“Main-main ke toko roti ku ya!” ujar Rita


“Baiklah!” Zaneta tersenyum lalu pergi


“Rita!”


“Vicky!”


“Kamu selalu mengejutkan saya!”


“hahaha...maaf!..”


“Sebenarnya saya merasa tidak asing dengan nama Darmawan-Sugiyono, tapi saya gak ingat.”


“Hahaha...tak apa! terima kasih Vicky sudah menawarkan program yang menarik ini”


“Rit, kalau respon penonton baik, kamu mau gabung lagi ya?”


“Insya Allah!, kalau si baby sudah lahir!”


“Oh ya? kapan kelahirannya?”


“Masih 2 setengah bulan lagi, tapi suamiku dan keluargaku sangat khawatir, mereka tidak akan membiarkanku bekerja keras”


“Iya..ya.., Baiklah Rita..Sampai bertemu lagi” mereka saling berpelukan.


Rita kembali ke apartemen, hari itu ia tidak ke toko. Ia merasa kelelahan. Sesampainya di apartemen, ia merebahkan dirinya di sofa. Ketika ia bangun hari telah sore


“Yang!” panggil Daniel


“Eh...kamu sudah pulang?”


“Iya, sejak setengah 5 tadi”


“hah? Sekarang jam berapa?”


“jam 5 lewat!”


“Aku belum sholat ashar!” Rita buru-buru bangun dari sofa


“Pelan-pelan dong Yang!” ujar Daniel, ia membantu istrinya bangun, setelah sholat ashar


“Maaf yang, aku gak sempat masak!”

__ADS_1


“Aku sudah beli kok!, tuh lagi dihangatkan di microwave”


“Kamu beli apa?”


“Bento! Kesukaan kamu! “


“ah terima kasih!” Rita mengangkat kakinya ke atas kursi


“maaf ya yang, kakiku pegal kalau kakinya ke bawah terus!”


“Gak apa-apa!” Daniel memperhatikan istrinya. Kata-kata istrinya tadi begitu menyentuh hatinya


“Kenapa?” tanya Rita heran


“Apanya?”


“Kok ngeliatin terus? Bikin aku salting!”


“Kamu juga aneh, sering diliatin masih saja salting!”


“hehehe..daripada saltung!”


“apaan tuh saltung?”


“Salah hitung!”


“hahaha...bisa saja!..Jadi tadi syuting terakhir ya?”


“iya, aku sedih sekali”


“Kenapa? Kan bisa diperpanjang episodenya?”


“Tapi perutku makin berat, aku agak kepayahan. Jadi aku putuskan tidak ikut episode perpanjangan”


“yaahhh,..tapi apa mereka gak mau menunggu mu?”


“Enggak ah, lagi pula sudah gak seru!”


“maksudmu gak seru?”


“Mereka sudah tahu tentang kedua kakekku, jadi aku malas!”


“Tapi tadi kamu bilang??”


“Aku sungguh-sungguh, tetapi aku tidak melihat acara itu menarik lagi. Aku sedang memikirkan konsep acara lain.”


“oh ya?”


“ya!..aku ingin aku yang jadi peran utamanya!..itu targetku!”


“Wah...Rita Kang! Kamu ambisius sekali!” goda Daniel


“Ya gak apa-apa kan? Sekali-kali punya mimpi besar!”


“Tentu dong!” Daniel mengambil makanan dari microwave dan memberikannya kepada istrinya


“Terima kasih Sayang, kamu baik sekali deh!” Rita mencubit pipi suaminya gemas


“Sama-sama!” Daniel mengeluarkan tiga kemasan paket bento beserta nasi dan sayuran


“Kok tiga? Satu lagi untuk siapa?”


“Ya untuk si baby lah!, dia pasti lapar!”


“Wahh...kalau begini terus bayiku bakal besar di perut nih!”


“Tenang saja, bentonya organik dan low fat kok! Aku juga kan mengurangi terlalu banyak lemak!”


“Syukurlah!”


Mereka makan dengan lahap. Setelah itu Daniel memberikan buah pencuci mulut


“Kamu beli juga?”


“iya, tadi sekalian!”


“Wahh...aku benar-benar dimanja nih!” Rita mengambil potongan buah semangka dan memakannya dengan lahap


“Yang!”


“Iya?”


“Ternyata jadi cucu orang kaya gak enak juga ya?” ujar Daniel


“Oh..yang tadi ya? iya..kalau dipikir gak enaknya ya pasti gak enak. Tapi enaknya juga banyak. Jadi aku menikmati yang enaknya saja!”


“Itu sebabnya kamu lebih suka tinggal sama ayah kamu ya?”


Rita mengangguk


“Waktu SMP, salah seorang temanku mengenaliku sebagai cucu keluarga Sugiyono. Ternyata sepupunya bekerja di rumah kakek”


“ Lalu?”


“Ia menyebarkannya ke teman-temannya!, Aku diperlakukan secara tidak adil! Lalu aku marah! Aku memukuli mereka! Akhirnya aku dipanggil ke kantor kepsek, ayah juga dipanggil”


“Ayahmu marah padamu?”


“Sangat!, ia tidak mau tahu alasanku memukuli mereka. Lalu aku kabur dari rumah!”


“Kabur? Umur berapa tuh?”


“13 tahun, kelas 1 SMP”


“Ayahmu mencarimu?”


“Iya!”


“Ketemu?”


“Enggak!”


“Kamu ngumpet di mana?”


“Di rumah Ferry!”


“Ferry? Tommy maksudmu?”


“He eh! “


“Ngapain anak cewek tinggal di rumah cowok?” Daniel agak cemburu


“Aku ngambek sama Ayah, aku bilang aku gak mau pulang ke rumah.”


“Berapa hari di rumah Tommy?”


“Cuma sehari!. Malam datang, besoknya aku pulang!”


“Ayah gak marah?”


“Enggak! Beliau diam saja. Kak Tommy yang nganterin sampai rumah”


“Dia bilang sapa sama Ayah, sampai Ayah gak marah sama kamu?”


“Gak tahu!, begitu sampai rumah aku langsung masuk ke kamar lalu tidur, besoknya sekolah seperti biasa. Ayah juga gak mau membahas tentang itu lagi”


“Kira-kira Tommy ngomong apa sampai kamu nurut sama dia?” tanya Daniel penasaran


“hmm...apa ya?..oh Dia bilang : Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu. Belakangan aku tahu itu kata-kata bijak Ali bin abi tholib. Tapi pada saat itu aku hanya merasa, ia percaya padaku, Itu sudah cukup membuatku tenang”


“hmm..waktu itu usia Tommy berapa?”


“Beda 2 tahun denganku! Ia kelas 3 SMP, gak lama setelah itu ia pindah sekolah”


“Kamu sedih dong?”


“Yaa..begitu deh..tapi akhirnya dua tahun kemudian ketemu lagi”


“Kamu masih suka kangen sama dia?”


“Enggak!, Aku kan sudah punya kamu!” Rita mencubit pipi suaminya dan beranjak dari bangkunya


_bersambung_

__ADS_1


__ADS_2