Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 145: Kehebohan Cincin 89juta


__ADS_3

“Hah, 89 juta? Kamu pasti salah Say!” ujar mama Ratna, cincin itu ia bandingkan dengan katalog di Frank. Kemudian ia menelpon seorang kenalannya sementara Rita sibuk ngemil pop corn. Setelah selesai menelpon Ratna dengan pose tegas


“Rita kemari!” ujarnya dengan nada tegas


“Ya ma?” Rita menurut


“Mana yang pernah disentuh Daniel? Ini? Ini? Ini? Aduh!!”Ratna mengerang ketika Rita tidak sengaja memutir tangan mamanya ketika menyentuh dadanya


“Ups, maaf ma! Rita refleks!”


“Hmm...”Ratna berpikir keras, ia memperhatikan bentuk tubuh Rita, kemudian berdiskusi dengan Saye


“Say, kalau perempuan masih perawan bentuk pinggulnya gak berubah kan ya?” Akhirnya Saye ikutan memperhatikan bentuk tubuh Rita


“Enggak Kak, Rita masih ting-ting kayaknya!, iya kan Rit?” tanya Saye


“Maksud tante?”


“Rita, dengerin mama ya? cowok itu gak mungkin kasih barang mahal kecuali kamu memberikan sesuatu yang berharga untuknya!”


“uhuk..uhuk!!” Andi tersedak, ia kaget mendengar kata-kata mamanya


“Kamu belum tidur sama dia kan?” tanya Ratna


“Tidur apa ma? Rita bingung dari tadi sama kalian!”


“Tidur! Maksud mama berhubungan *****!” Ratna berbisik


“Audzubillahimindzalik! Enggak ma! Demi Allah, Kami gak pernah begitu, Daniel juga gak pernah menyentuh bagian tubuh Rita secara vulgar!” ujar Rita, ia mulai berkaca-kaca menahan emosi. Ia sungguh bingung, karena cincin pemberian Daniel, mamanya memperlakukannya seperti pesakitan


“Masa sih? Lantas kenapa dia ngasih kamu cincin mahal? Apa dia mencuri ya? apa dia menggelapkan uang perusahaan?” Ratna menduga-duga


“Astaghfirullah mama! Gak mungkinlah Daniel seperti itu!” ujar Rita menangis mendengar tuduhan mamanya


“Nanti deh mama minta pak Darmawan ngecek keuangan perusahaan!”


“Mama jahat ih!” Rita pergi dari kamar itu


“Mama kenapa begitu sih? Gak mungkin Daniel begitu! Kalau dia menggelapkan uang perusahaan pasti Om Radian tahu lebih dulu kan?” ujar Andi membela


“Habis mama bingung, harga cincin ini mahal Di, Rita belum diapa-apain, kan aneh!”


“Yee, mama gimana sih? Bisa saja kan Daniel menganggap Rita itu orang paling istimewa, makanya ia ngasih cincin itu! Mama lihat sendirikan bagaimana Daniel bolak-balik Singapura-Jakarta untuk menemani Rita? “ ujar Andi lagi


“Iya juga sih Di, tapi mama masih penasaran, motifnya apa gitu? Apa dia pengen Rita memegang barang jarahan?” ujar Ratna lagi, imajinasinya bermain


“Mama ih! Kasihan tuh Rita!”


“Nih Di, kasihin ke dia!” ujar Ratna memberikan cincin itu ke Andi. Andi menghampiri Rita yang sedang menghibur diri dengan kucing peliharaan Saye


“Rit, nih cincin lo, wah jadi heboh deh!”


“Iya kak, Rita juga kaget mama dan tante sikapnya jadi begitu” ujar Rita sebal


“Namanya juga orang tua Rit, mereka ingin anaknya aman!”


“Tapi masa sampai menuduh Daniel yang enggak-enggak!”


“Yeah, eh Rit, beneran lo berdua gak pernah ngapa-ngapain ?”


“Ah kak Andi jadi kayak mama gak percaya sama Rita!”


“Habis mama ada benarnya juga sih, kalau gue ngasih cewek cincin semahal itu, pasti ada maunya!, Masa lo gak diapa-apain?”


“Memangnya Kak Andi mau Rita di unboxing Daniel?”


“Jangan dong kalau belum sah! Dosa Rit! Dosa zinah itu terbawa terus sampai mati!”


“Nah itu kak Andi tahu!, gak mungkinlah Rita mau digituin sama Daniel!, paling dia meluk doang dan cium kening, sudah gitu udah!”


“Gitu doang? Hmm...dia normal gak?”


“Maksud kan Andi?”


“Yaa siapa tahu dia hompimpa!”


“Au ah, kak Andi sama ngaconya sama mama!” Rita pergi meninggalkan Andi, ia kembali ke dalam rumah. Malam harinya mereka kembali ke penginapan


“Eh Di, si Dewa mana? apa dia gak ikut kita pulang?”tanya Ratna


“Sudah pulang dari tadi ma, capek katanya!”


“Eh Di, bilangin deh ke Dewa, gak usah muncul lagi di depan Rita” Ratna berbisik kepada Andi takut terdengar Rita


“Kenapa ma?” tanya Andi bingung


“Mama takut Rita jadi bingung, nanti kalau dia suka sama Dewa dan ninggalin Daniel gimana? Kan kasihan Daniel!”


“Ih mama! Gak mungkinlah, lagi pula Rita itu orangnya tegas ma! Dia tau kog siapa yang dia suka. Dewa juga gak bisa maksa dia!”


“Pokoknya bilang begitu deh Di, apa kamu gak kasihan sama teman kamu patah hati?” bujuk Ratna


“Iya deh ma!”


“Kalian saja yang balik ke penginapan, mama nginap di sini besok kan tante mu mau mama rias, lagi pula mama gak akan tahan melihat muka adikmu yang cemberutin mama terus!”


“Mama sih keterlaluan! Wajarlah Rita marah!”


“Sudah! Kalian balik saja, hati-hati ya di jalan!”


Mobil Alphard putih meninggalkan rumah Saye dan menuju penginapan, sementara Daniel telah sampai di penginapan


(Bahasa Inggris)


“Selamat Malam!, saya mau check in!”


“Oh ya? atas nama siapa ya?”


“Rita Darmawan!”


“Hah Rita?” Qowi yang saat itu bertugas di front desk mendengar nama Rita di sebut


“Maaf Anda siapa ya?”


“Saya Daniel, Rita sudah memesankan kamar untuk saya menginap malam ini”


“Oh Daniel! Baiklah, mari ikut saya!” Qowi mengantarkan Daniel ke kamar yang telah disiapkan


“Kamar Anda di sini, di situ kamar Rita dan disebelahnya kamar kakaknya!”


“Oh baiklah! Terima kasih banyak!”


“Maaf, hubungan Anda dengan Rita apa ya?” tanya Qowi penasaran


“Saya tunangannya!” ujar Daniel tersenyum, ia memasukkan kopernya ke dalam kamar

__ADS_1


Setelah Daniel masuk kamar, Qowi lompat kegirangan, lalu menelpon Lisa


“Lisa! Lis..elo bisa kesini gak?”


“Kenapa? Ada masalah?”


“Cowoknya Rita Lis! Datang!! Daniel!! Lis!!! Yang kita lihat di VCALL dulu!!!”


“Ah yang bener! Yang ganteng banget itu?”


“Iya!! Lis!”


“Lo foto gak?”


“Enggak lah! Gak bisa! Kalau gak ada ijin mana boleh!” ujar Qowi


“Yahh,..gue gak bisa kesitu, besok deh!”


“yah..gue gak tahu kapan dia keluar!”


“Lagi pula percuma juga gue datang, toh dia sudah masuk kamar kan?”


“Iya sih! Beneran ganteng lho Lis, ampun deh Rita bikin iri saja!” ujar qowi


Rita dan Andi sampai di penginapan, ia begitu lelah. Hatinya berat dan sedih sehingga ia tidak membuka pesan dari Daniel. Ketika sampai di kamarnya Rita langsung tertidur nyenyak. Keesokan paginya, kamarnya di ketuk seseorang


“tok..tok..tok..!”


“Ya siapa?” ia membuka pintunya dengan kesal


“Selamat pagi princess!” Daniel menyapanya, ia sudah berdandan rapi


“Daniel? Sejak kapan datang?” tanya Rita heran, ia masih belum sadar wajahnya masih wajah bangun tidur, matanya penuh dengan kotoran


“kamu lagi gak sholat ya?” tanya Daniel tersenyum, ia masuk ke kamar, Rita mengangguk


“Kok tahu?”


“Coba ngaca!” Daniel tersenyum lagi, menurutnya wajah Rita yang asli itu seperti ini


Rita ke kamar mandi dan melihat wajahnya


“Ahhh!!!!” ia kaget sendiri, ia merasa malu wajah kotornya dilihat Daniel, ia pun segera mandi, sementara Daniel menunggunya di ruang tamu. Satu jam kemudian Rita telah berdandan rapi


“Nah begitu dong!” puji Daniel, ia melihat kedua tangan Rita


“Eh cincinnya mana?” tanyanya heran


“ini!” Rita menjadikannya kalung


“Kok dijadikan kalung, kalau mau kalung nanti aku beliin!”


“Gak usah deh Niel!, kamu tahu gak gara-gara cincin dari kamu ini, aku dicurigai! Eh bukan aku saja deh tapi Kita!”


“Mencurigai apa? memangnya kenapa dengan cincin itu?”


“Cincin itu terlalu mahal! Itu masalahnya!”


“Kenapa kalau mahal, aku membelinya dengan uang jerih payahku kok! Aku memberikannya kepada kekasihku tersayang, masa gak boleh?”


“Nah itu! Karena terlalu ‘sayang’ jadinya kita dicurigai macam-macam!”


“Memangnya curiga mereka apa?”


“Iya macam-macam apa?”


“Yaa..apa kita pernah berhubungan int*m sampai kamu ngasih cincin semahal itu?”


“Apa harus begitu dulu baru boleh ngasih cincin mahal?” tanya Daniel lagi


“Ya gitu deh, aku saja sebel! Makanya aku gak pakai cincinnya!”


“Nahh..kan Rit! Sebenarnya kasus ini hampir sama kayak rumor cinderlela man kan? Kita itu terganggu dengan omongan orang, jadi kita berantem gak jelas!” ujar Daniel


“Memangnya kita berantem?”


“Iya, ini namanya beradu argumen, aku keberatan kamu gak pakai cincin itu, karena aku tulus ngasih ke kamu! Aku juga pakai nih!” dia menunjukkan cincinnya


“Tapi beda Niel!”


“Tentu dong, aku kan cowok! Ini titanium,cowok kan gak boleh pakai emas atau perak!”


“Iya juga ya?” wajah Rita mulai cerah, ia memakai lagi cincin itu


“Kita kan sepakat tidak melakukan yang tidak-tidak sebelum sah di mata Tuhan!, Aku ingin sekali membawa mu mengenalkan dengan mamaku. Tetapi situasi belum mengijinkan, jadi untuk sementara Aku mengikatmu dengan cincin itu! Gak masalah dengan harganya, karena cintaku ke kamu itu harganya lebih mahal dari cincin itu!” ujar Daniel merayu


Rita tersenyum malu, ia melihat cincin cantik itu di jarinya


“Kamu makin jago ngegombal ya?” ujarnya tersenyum


“Kayaknya kamu juga suka digombalin! Hehehe!” Rita kembali tertawa senang, ia lega Daniel telah membuat hatinya ringan


“oh iya Rit, Aku mau ketemu ayah kamu gimana?”


“Mau sekarang? Yuk kita ke rumahnya!”


“Ini masih jam 7 pagi, apa gak ganggu ayahmu?”


“hari ini kan ada acara keluarga, dan itu jam 9-an, ayah pasti sudah siap-siap di rumahnya, mau sekarang gak?” ajak Rita


“Ayo deh! Eh nanti mampir ke toko kue, beli apa gitu buat ayahmu!”


“Iya bawel!!!” Rita menggandeng Daniel sambil menutup pintu kamarnya. Mereka pergi dengan naik taksi, singgah sebentar di toko kue, lalu perjalanan di lanjutkan menuju rumah dr. Reza


“ini yang namanya Sukabumi ya Rit!” Daniel mengagumi jalan-jalan yang masih sepi


“Haha ini masih sepi Niel, sebentar lagi macet! Wah kacau deh!”


“Waduh nanti kita terlambat ke acara gimana?” tanya Daniel khawatir


“Tenang saja, ayah tahu jalan pintas kok!” beberapa menit kemudian mereka tiba di kediaman ayah Rita


“Assalammu’alaikum!” Rita dan Daniel mengucapkan salam, Rita membuka pagar rumahnya, ia sangat mengenal rumah itu. Ia meninggalkan rumah itu setahun lalu


“Wa’alaikummussalam!, eh Tamu jauh masuk mu!” ledek ayah Reza, Rita dan Daniel masuk ke ruang tamu


“Ayah ini Daniel!, Daniel ini ayah ku dr,Reza Soegiarto, kepala RSUD di sini!” Rita memperkenalkan


(dalam bahasa Inggris)


“Halo pak, saya Daniel Kang! Saya teman dekatnya Rita!” Daniel memperkenalkan diri tanpa canggung


Reza yang juga mahir berbahasa inggris menjawabnya dengan fasih


“Saya Reza ayahnya Rita, silakan duduk!” ujarnya ramah

__ADS_1


Rita pergi ke dapur untuk meletakan kue-kue yang ia bawa


“Ayah, adik-adik dan mamanya mana?” Dia heran melihat rumah kosong seperti dulu


“Oh, mereka gak tinggal di sini, mereka tinggal di rumah mamanya!” jawab Reza


“kok? Adik-adik juga?”


“iya dong, mereka masih kecil-kecil masih sangat bergantung pada ibunya!”


“Yah, Rita bawa kue-kue untuk mereka, gimana dong ?”


“Gak apa-apa, nanti ayah mampir ke rumah ibunya anak-anak, kemarin oleh-oleh dari kamu juga sudah ayah kasih ke mereka dan ibunya, terima kasih katanya!”


Rita membuat teh manis hangat untuk ayah, Daniel dan dirinya, setelah menyuguhkan, ia berkeliling melihat kamarnya yang lama, sementara Daniel ngobrol bersama Reza.


Kamar Rita di rumah itu tidak berubah sama sekali, foto-fotonya setelah pertandingan, medali-medali hasil pertandingan juga masih di pajang di kamarnya. Ia membuka laci meja belajarnya, ia mengambil notes hijau yang dulu selalu ia tulis sebagai jurnal hariannya. Ia juga mengambil i phone lamanya yang ia letakan di lemari pakaiannya. Ia mengambil jaket denim kesukaannya dulu dan memakainya.


Reza datang menghampiri Rita di kamarnya


“Kamar ini tidak disentuh sama sekali Rit!, ayah meminta OB dari rumah sakit untuk membersihkan kamarmu ini 2x seminggu. Ayah pikir suatu saat kamu akan menginap di sini. Tetapi kayaknya kamar ini harus diubah ya?”


“Hah? Kenapa yah?”


“Kamu kan akan ikut suami kamu!”


“Suami?”


“Daniel tadi minta ijin ke ayah untuk menikahimu. Ayah tidak keberatan, kelihatannya ia baik dan gentleman.” Tiba-tiba ayahnya menangis tersedu-sedu


“Maaf ya Rit! Ayah tidak pernah membesarkanmu dengan baik, tahu-tahu kamu sudah akan dibawa pergi!” Reza kembali tersedu


“Ah ayah! Gak sekarang yah, Daniel Cuma mau kenal ayah dulu!”


“Enggak! Dia melamar kamu kog!”


“Hah?” Rita berlari ke ruang tamu, Daniel membuka tempat cincin yang ia bawa dari tas kecilnya


“Rita, maukah kamu menikah denganku?” tanya Daniel, Rita tersentak kaget. Reza melihat pemandangan itu sambil tersedu-sedu. Rita melihat ke arah ayahnya, yang mengangguk setuju. Ia pun mengangguk tanda setuju, Daniel memindahkan cincin yang lama ke jari tengah dan memakaikan cincin baru ke jari manis Rita. Kemudian ia memeluknya.


(bahasa Indonesia)


“Ah aku gak siap nonton live kayak gini!” ujar Reza terisak


“Ayah!!!” Rita menangis memeluk ayahnya


“Kamu jangan bandel lagi ya? nurut apa kata Daniel!” ujar ayahnya


“tapi yah, kok cepat banget ayah setuju? Memangnya ayah gak mau kenal Daniel dulu?”


“Feeling seorang ayah Rit. Dengan ia datang jauh-jauh kemari dan meminta kamu dengan sopan, itu luar biasa bagi ayah!” Reza mencium rambut Rita dengan sayang. Baru kali ini Rita merasakan pelukan hangat ayahnya


“eh sudah jam berapa nih? Kita siap-siap yuk!” ajak Reza


“Jam 8 yah!”


“Wah gawat satu jam lagi nih! Ayo kita siap-siap ke rumah tante mu!”


Reza mengeluarkan mobil dari garasi rumah, Rita mengunci pintu , Daniel duduk di samping Reza yang menyetir, sedangkan Rita duduk di belakang. Reza terus mengobrol dengan Daniel, sementara Rita melihat cincin mahal yang berderet di jarinya. Iseng-iseng ia membrowsing harga cincin yang baru Daniel berikan


“What the FF!!! 100 juta?” ia menutup mulutnya terkaget-kaget.


“Kamu kenapa Rit?” tanya Reza yang melihat wajah Rita yang memucat


“enggak yah, Cuma kaget saja”


“Kenapa?”


“Niel, cincin ini mahal banget kan? Aku takut memakainya, takut hilang!” ujar Rita panik


Reza bertanya dalam bahasa Indonesia


“Memang harga cincinnya berapa Rit?”


“totalnya 189 juta yah!” ujar Rita, Reza mendadak menginjak rem karena kaget


“Eh kenapa Pak?” tanya Daniel heran


“Kamu bukan bandar narkoba kan?” tanya Reza tiba-tiba


“Bukan pak, saya CEO di Dar.co “ ujar Daniel tenang, ia sudah tahu karena diperingatkan oleh Rita sebelumnya


“Hmm..baiklah,..kamu perlakukan Rita dengan baik ya?” ujarnya kikuk


Mobilpun kembali berjalan menuju kediaman Saye. Di sana Andi telah didandani memakai kebaya lelaki. Ketika sampai Rita memperkenalkan Daniel kepada Saye dan seluruh keluarga besarnya, reaksi mereka sangat diluar dugaan, mereka menganggap Daniel sebagai artis Korea selalu meminta foto bareng, hingga Rita datang menyelamatkannya. Rita membantu Daniel mengenakan pakaian kebaya lelaki, membuatnya tampak lebih tampan dari biasanya. Ratna dan Reza memperhatikan mereka dari kejauhan


“Ah..Rita...beruntung sekali!” ujar Ratna


“Daniel dong yang beruntung dapat Rita!” ujar Reza


“Iya keduanya beruntung deh!, eh mas tau gak, Daniel ngasih cincin ke Rita seharga 89 juta!”


“Ah itu masih kecil! Tadi pagi dia melamar Rita dengan cincin seharga 100 juta!” balas Reza gak mau kalah


“Daniel sudah melamar mas?” tanya Ratna kaget


“Iya! Rita juga sudah setuju!, makanya dia terima cincinnya”


“Waduhh..aku harus siap-siap nih!” ujar Ratna panik


“Kamu kenapa sih?”


“Aku harus menyiapkan pesta nikahan anakku!” bisik Ratna


“Gak sekarang Ratna, sekarang pestanya Saye!” ujar Reza, mereka jadi kompak, seperti teman lama. Andi dan Rita memperhatikan Ayah dan mama mereka


“Rit, apa ayah dan mama akan bersatu lagi?” tanya Andi


“Enggak ah, mereka temenan saja “


“Gue denger tadi, ayah pisah ranjang sama istrinya, anak-anak dibawa oleh istrinya” ujar Andi


“Ooo pantesan kak, tadi Rita ke rumah Ayah Cuma ada ayah saja di situ, dia Cuma bilang istrinya ada di rumah ibunya, gak kepikiran mereka pisah ranjang”


“Kira-kira kenapa?”


“Biasanya karena ayah kerja melulu!, pasti begitu!” Ujar Rita, Andi melihat jari Rita


“Cincin baru Rit?”


“Iya, tadi Daniel melamar!” Rita menjawab dengan santai


“Hah???”


_ bersambung_

__ADS_1


__ADS_2