
"Assalamualaikum!"
Tomi sampai di rumah Rita
"Wa'alaikummussalam, masuk Tom!" Jawab Andi dari dalam.
"Eh lo ada di sini wa? Pantesan dari tadi gue telpon ke rumah ga ada yang angkat!"
"Hmm..ngapain Lo nelpon ke rumah ?"
"Gue japri Lo ga dijawab!"
"Hmm.."
"Lo sakit ya wa? Bilang sini sama A'a Tomi!" Tomi bercanda dan menyentuh dahi Dewa.
"Don't you dare to touch me!..jijik aku..jijik!!" Jawab Dewa seperti di sinetron.
Andi memperhatikan keduanya dengan heran.
"Ga heran ya, Rita pernah bilang lo berdua abnormal!"
"Rita bilang begitu?" Tanya Dewa dan Tomi bersamaan
"He eh!" Andi mengangguk.
"Eh sepi banget, Rita kemana?" Tanya Tomi
Langak-longok
"Ke Rumah sakit nganter baju dan makanan untuk Ayah, beliau menginap di RS!"
"Wah, ayah lagi sibuk rupanya!" Ujar Tomi
"Wuidihh Ayahh...kapan lo jadi anak woy!" Protes Dewa
"Kenapa lo yang nyolot, Wa?" Tomi sambil duduk
"Gue juga baru tahu, Rita sering ditinggal sendirian sama ayah, malah kadang sampai seminggu ya?"
"Iya, Dulu waktu SMP kalau ayahnya lagi nginep di RS Rita sering dititipkan di tetangganya, atau kadang ikutan tidur di RS!" Cerita Tomi
"Kog lo tau banget Tom?" Tanya Dewa
"Ehemm..sebelum gue pindah kemari 5 tahun yang lalu, Rita adik kelas gue di SMP."
"Waktu itu lo bilang sama gue, pertama kali ngeliat Rita di dojo mau pertandingan?" Tanya Dewa lagi
"Itukan karena gue belum inget, sekarang sudah inget!"
"Biasanya kalau orangnya spesial ga bakal lupa, iya ga Ka?" Ledek Dewa.
"Kan kecelakaan yang bikin amnesia bukan kemauan gue!" Jawab Tomi sedih.
"Ooooh..sorry Tom, gue ga peka!" Ujar Dewa menyesal.
"Sudahlah, mumpung Rita ga ada di sini gue mau tanya ke seriusan lo berdua sama Rita!" Ujar Andi mengambil posisi duduk di tengah antara Dewa dan Tomi.
"Ngapain nih duduk bertiga berjejer kayak naek angkot?" Dewa menggeser duduknya.
"Gue serius Ar, Rita itu adik gue, wajar dong gue melindungi dia. Kalau cuma iseng doang mending ga usah deh!"
"Sebentar-sebentar nih, sorry bukannya gue nolak, memang ada cowok lain yang suka sama Rita?" Tanya Tomi
"Emang lo suka sama Rita?" Tanya Andi
"Iya, gue suka sama Rita sejak SMP?" Ujar Tomi mengakui
"Ada! Gue!" Ujar Dewa terus terang
"Sejak kapan?" Tanya Tomi
"Sejak masa prasejarah!" Jawab Dewa ngasal
"Serius!" Tomi memandang Dewa kesal
"Sejak pertandingan!"
"Sejak pertandingan? Lo bukannya dekat sama Fifi?" Tanya Tomi
"Fifi mana?" Tanya Dewa
"Fifi anak kelas sebelah!" Jawab Tomi
"Fifi yang suka sama gue, dan gue enggak!"
"Tapi lo jadian kan sama dia?"
"Enggak!"
"Boong dosa lo!"
__ADS_1
"Gak papa kalau dosanya sama elo!" Jawab Dewa lagi
"Tuuhh kan, dia ini playboy cap kaki tiga!" Ujar Tomi
"Emang lo engga?" Ujar Dewa lagi, kali ini tidak mau kalah
"Enggak lah, mana cewek yang deket sama gue?" Tanya Tomi
"Oo iya lo kan sukanya Cowok ya🤭" ujar Tomi
"Ya kan cowoknya kamu seorang!" Jawab Tomi lagi, menyentuh dagu Dewa
"Don't Touch me!" Ujar Dewa lagi
"Lo berdua yee..udah ribut.. ujungnya becanda juga, ga ada yang serius!" Ujar Andi kesal
"Gue kalau sama cewek ga pernah macem-macem Di, apalagi tebar pesona kemana-mana!" Ledek Tomi ke Dewa
"Boong banget, sama Amora gimana??" Tanya Dewa
"Amora yang mana?" Tanya Tomi
"Amora, anak Portugis yang balik lagi ke Portugal, kan elo sempet cinlok tu?"
"Ya kan itu masa lalu, what's in the past just left it in the past!"
"Mirip lagu dangdut! Demen dangdut lo ye?" Tuduh Dewa lagi
"Kalau iye kenapa?" Jawab Tomi
"Heyy..lo berdua bener-bener deh, gue nih calon kakak ipar ga dianggap!"
"Sorry Ndi, apa ga nanya Ritanya saja bagaimana feelingnya dia? Ke gue apa ke Dewa?" Usul Tomi
"Huh GR! yang lo punya sama Rita itu cuma masa lampau Tom, belum tentu kan Rita masih ada perasaan yang sama? Lima tahun itu kalau anak-anak sudah TK lho!" Ujar Dewa berkilah
"Iya sih, tapi bukan berarti juga dia lupa sama gue kan?"ujar Tomi makin PD
"Yah.. menurut gue Rita masih terbawa perasaan masa lalu, makanya dia ga bisa lihat orang keren nan baik di sisinya?" Ujar Dewa memuji diri sendiri
"Orang keren yang mana ya? Kog gue ga ngeliat?" Jawab Tomi lagi.
"Udah..udah..udah.. lo pada berdebat tapi ga jawab pertanyaan gue,..gini aje deh, gue kasih beberapa pertanyaan, yang jawabannya mendekati atau sama dengan jawaban Rita berarti dia yang paling mengenal Rita dan kesempatan dia lebih besar!"
"Lebih besar apa?" Tanya keduanya Kepo
"Yaa..lebih besar tahunya hehehe..!"
"Ehemm...iya!" Ujar Andi ragu-ragu
"Tapi rekomendasi gue ga jamin bakal diterima Rita ya?" Sambung Andi lagi
"Hmm..oke deh, ga ada ruginya!"ujar Tomi yang disetujui oleh Dewa.
"Nih kertas, lo tulis jawaban lo, jangan lupa nama, kelas, alamat, jenis kelamin ga usah digambar🤭!"
"Buset deh ngapain juga gambar jenis kelamin", ujar Tomi
Tomi dan Dewa mengambil kertas dan pulpen dari tangan Andi.
"Pertanyaan pertama, Rita lahir bulan Apa?"
"Tomi!, September!"
"Dewa! Agustus!"
"Nah lo tulis jawaban lo ya? Ga boleh diubah!" perintah Andi
"Pertanyaan kedua, apa warna kesukaan Rita?"
"Tomi! Navy blue/ dongker!"
"Dewa! Dark grey/abu gelap!"
"Pertanyaan ketiga, apa nama depan Rita?"
"Emang ada?" Tanya keduanya
"Isi aja!"
"Pertanyaan keempat, apa makanan kesukaan Rita?"
"Dewa! Nasi goreng!"
"Tomi! Nasi goreng!"
"Pertanyaan kelima, siapa orang yang paling Rita kagumi?"
"Dewa! Ayah dan Elo!"
"Tomi! Ayahnya!"
__ADS_1
"Oke pertanyaan habis, nanti hasilnya gue kasih tahu, lo pada stand by ya hp lo!"
"Kenapa ga sekarang saja dikoreksi?" Tanya Dewa
"Iya betul, kan lebih transparan, inget juri harus netral!" Tomi mengingatkan
"Gue netral kog, kalau mau memihak dari awal gue dukung Arya/Dewa kan, gue kenal dia lebih lama dibandingkan kenal elo Tom!" Jawab Andi
"Ah..bener juga, atau jangan-jangan lo ga tau juga jawabannya?"
"Tahulah..yaa...beberapa masih tebakan sih!"
"Yahh.. gimana sih lo!" Protes keduanya.
Beberapa saat kemudian telepon Andi berdering.
"Eh Rita nelpon!" Ujar Andi kepada Tomi dan Dewa, ia menghidupkan speaker ponselnya.
"Ya Rit?"
"Kak Andi!(berbisik) ada kejadian di RSUD, saya ga bisa nemuin ayah, semua pintu RS dikunci dari luar, katanya, ada zombie di sini takut pada keluar dan gigit orang!"
"Zombie? Ah lo bercanda Rit, mana ada di dunia nyata Zombie?"
"Beneran kak, sebentar ya nanti Rita tunjukin videonya!"
Teleponnya terputus
"Rita..Rita!" Panggil Andi
"Kenapa Rita?" Tanya Dewa dan Tomi bersamaan
"Katanya dia ga bisa masuk RS, dikunci dari luar untuk mencegah zombie pada keluar?"
"Ahh... ada-ada aja, lagi ada syuting film kali di situ?" Ujar Dewa tertawa
"Ritanya sekarang di mana?" Tanya Tomi
"Ini gue lagi nunggu telepon dia!"
Beberapa saat kemudian,
"Ting!"
Andi membuka video kiriman Rita. Dalam Video itu beberapa orang berjalan seperti robot, keluar darah dari mata dan hidungnya.
Andi segera menelpon Rita
"Rit, lo ada dimana?" Tanya Andi cemas
"Sstt..kak, pelan-pelan zombie nya bisa dengar nanti marah lalu mengigit, tadi beberapa orang sudah ada yang kena!" Rita berbisik
"Lo ada di mana? Sekarang?"
"Di atas pohon, Rita lagi mencari ayah!"
"Kog bisa masuk Rit? Katanya dikunci dari luar?" Tanya Dewa
"Yahh..Rita tau jalan tembus ke belakang!"
"Tunggu di situ Rit, kita jemput!" Teriak Tomi
"Eh kak Tomi di situ?" Tanya Rita
"Iya Rit! Posisi tepatnya di mana?"
"Sebentar kak, aku mau betulin duduk dulu!"
"Waaa!!!..brak!!" Terdengar suara jatuh
"Eh Rita?..kamu ga apa-apa?" Tanya Andi mulai cemas
Terdengar suara rintihan dan pukulan. Lalu suara orang berlari.
"Rita!..Rita!!"panggil Tomi, tidak ada jawaban.
Lalu sambungan telepon terputus.
"Kita harus segera menyelamatkan Rita Di! Wa!"
Andi dan Dewa kaget melihat reaksi Tomi yang gelisah,tidak seperti biasanya. Bahkan pada saat pertandingan melawan musuh yang kuat pun ia tetap tenang. Baru kali ini Dewa melihat sisi Tomi yang lain.
"Tunggu sebentar Tom, kita pikirkan dulu tindakan yang benar, Rita masuk ke sana karena ayah ada di dalam!" Ujar Andi menjelaskan.
"Ga ada waktu, kita bicarakan di mobil saja!" Tomi mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Ayo Wa, Di, kita jemput Rita!" Ajak Tomi
_bersambung_
Kalau suka ceritanya kasih comment and like dong, jadi bisa lanjut😍
__ADS_1