Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 324: Jujurlah padaku


__ADS_3

"kok aku gak bisa menghubungi Rosy ya?" Rita menutup ponselnya, ia mencoba menghubungi nomor lain tetap tidak ada jawaban.


"Aku sudah coba beberapa nomor yang diberi Maia, tapi tetap gak ada jawaban" setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Rita menyerah.


"Memangnya kamu mau share apa sama Rosy? Bukannya keguguran itu hal yang menyedihkan? Biasanya kamu gak mau ingat-ingat hal yang bikin sedih?"


"Aku cuma mau support dia, dan meyakinkan nanti Allah akan kasih anak yang lebih banyak lagi"


"Hmm..." Daniel terdiam, ia tampak ragu untuk menceritakan


"Kenapa? Kamu tahu sesuatu?" Rita menggelitik pinggang suaminya


"Enggak..hehehe....geli tau!!" Daniel menghindari tangan istrinya


"Makanya ayo bilang!"


"Ketahuan ya ?"


"He eh! Kamu kalau tahu sesuatu dan menyembunyikannya biasanya jadi pendiam kayak orang mikir gitu..jadi ketebak!"


"OOO..begitu ya?"


"Jadi? Info nya?" tanya Rita penasaran


"Hhhh..."Daniel menghela nafas panjang. Ia memberikan isyarat kepada Rita agar duduk di sampingnya


"Rendy akan menceraikan Rosy karena cemburuan. Rosy yang sedang hamil melakukan percobaan bunuh diri dengan menyilet tangannya. Ia berhasil diselamatkan tapi bayinya tidak selamat"


"Innalilahi Wa'innalillahi roji'un...kasihan Rosy.."kini giliran Rita yang terdiam. Ia duduk di sofa dalam kamar mereka.


Daniel melanjutkan ceritanya


"Kakek dan Robby membawanya keliling negara-negara supaya ia semangat dan mengusahakan hak asuh Reihan"


"Langsung cerai begitu saja?"


"Keluarga Rendy menganggap percobaan bunuh diri itu jenis penyakit mental akut, mereka memaksa Rendy menceraikan Rosy"


"Kasihan Rosy,..kenapa Kakek gak cerita apa-apa sama aku?"


"Beliau takut kamu akan terbang ke Dubai dan melabrak Rendy!"


"Ah..kakek terlalu berlebihan!"


"Kamu biasanya begitu kan?" Ledek Daniel


"Kalau Rendy..."


"Kenapa Rendy?"


"Aku gak mungkin tanding kalau sudah pasti kalah"


"Maksudnya?"


"Kalau aku ingin menghajar Rendy, sudah pasti aku yang kena hajar. Kamu tahu sendiri kan kekalahan ku di pertandingan yang lalu" Rita mengingatkan


"Jadi kamu beneran kalah? Bukan pura-pura kalah?" Tanya Daniel kaget


"Pura-pura kalah? Iseng banget! Aku diajarkan kalau sudah di arena pantang yang namanya pura-pura! " Jawab Rita bersemangat


"Wah.. ternyata kamu manusia juga ya?"


"Iya dong..masa robot bisa hamil? Tapi beneran deh waktu tanding sama Rendy, gerakannya random seperti tidak ada emosi sama sekali"


"Random?"


"iya?Aku diajarkan Tommy untuk merasakan emosi lawan ketika bertanding dengan demikian kita bisa mengetahui orang seperti apa dan gerakan apa yang akan ia lancarkan. Nah aku gak merasakan apapun dari Rendy. Dia seperti robot. Aku jadi merinding sendiri jika mengingat pertandingan itu"


"Tommy lagi.."


"Eh..maaf!!!"


"Ajarannya benar-benar nempel di kepala mu ya?"


"Iya dong! Dia itu hebat. Seingat ku dia yang jadi juara karate antar SMA dua tahun berturut-turut. Dan tahun ketiga nya dia menjadi pelatih kami adik kelas, dan mengantarkan kami menjadi juara umum!"


"lebih hebat Tommy dari Dewa ya?"


"Kak Dewa malah diajarkan oleh kak Tommy, katanya sih, kak Tommy duluan yang naik sabuk hitam dibandingkan kak Dewa"


"Kamu pernah tanding dengan Tommy?"


"Di SMP sekali waktu aku jadi ketua gak cowok"


"kalau di SMA?"


"di SMA dia kan jadi pelatih. Pernah juga sparing sama dia"


"sparing? "


"iya! berkali-kali dia mengalah kan ku. Dia bilang aku terlalu bersemangat menjatuhkan lawan sehingga melupakan defense. Mudah sekali tertebak, berkali-kali aku terlempar karena tendangannya!"


"Apa kalian melakukan hal itu?"


"Hal itu? Apa?"


"Ya seperti di film, kamu jatuh, lalu dia membantu mu berdiri akhirnya dia jatuh di atas tubuh mu akhirnya kalian ciuman?"


"Hahaha...kamu harus berhenti membaca novel picisan atau nonton drama..begitu aku terbaring, dengan suara tegas dia teriak, 'bangun!' aku langsung lompat dan kembali melawannya "


"Apa benar begitu?"


"Ya sudah kalau kamu gak percaya. Yang paling jauh ia lakukan hanya memegang tanganku, itu juga untuk mengarahkan bola ke keranjang saat basket dan mengajarkan melap Harley itu"


"Masa sih? Kok aku gak percaya ya? Berapa lama kalian pacaran?"


"Kami?..aku masuk SMA kelas 2, sebulan kemudian aku masuk klub karate, lalu ikut pertandingan...dari situ .. tiga-empat bulanan deh kemudian dia kecelakaan itu satu bulan sebelum aku ditarik ke Auckland "


"Cuma sebentar ya? Tapi kok kayak ajarannya itu bertahun-tahun?" Tanya Daniel heran


"Memang, dekat dengan Tommy itu seperti memapatkan kegiatan di satu waktu, mungkin dia sudah tahu akan meninggal cepat."


"Memapatkan?"


"Iya, sehari setelah kami jadian, dia mengajak ku ikut kerja di restorannya. Malamnya dia mengajakku menjadi mentor karate. Seingat ku tidak ada waktu sehari pun bagi kami untuk bersenang-senang. Kalau dipikir-pikir dia itu lebih ke mentor dari pada pacar"


"Cuma sebentar tapi nempel banget ya sama kamu,. memangnya kalian pacarannya gimana?"


"beneran nih kamu mau tahu? Gak bakal cemburu?" goda Rita


"kepalang tanggung ngomongin Tommy, sekalian saja!"


"Kami pulang sekolah bareng, dia bawa motor. Dia juga yang ngajarin aku bawa motor. Sepulang latihan, kami makan di cafe, lalu dia anterin aku pulang. Kalau sehari kami gak ketemu, dia ke rumah bawain makanan dari restonya, alasannya macam-macam..habis ngantar pesanan lah.. macam-macam deh! Gitu saja!"

__ADS_1


"kalau kencan ke taman hiburan?"


" Nah ini lucu..aku sering mendengar Qowi kencan..aku bilang ke Tommy pengen kencan di taman hiburan"


"terus lucunya?"


"sabar dong! Aku kan lagi cerita"


"iyaa..lanjutkan!"


"Terus dia bilang hari Minggu besok kita kencan di taman hiburan ya?, aku sudah girang eh ternyata.."


"ternyata apa?"


"ternyata aku menemaninya menjadi SPG gulali di taman hiburan. Dia jadi badut, aku yang jaga counter.."


"hahahaha....kok bisa begitu? Unik juga ya orangnya?"


"Dia bilang kalau kencan itu artinya menghabiskan waktu bersama. Kalau main wahana sulit untuk saling mengenal satu sama lain"


"terus kamu menerimanya?"


"ya enggak lah! Aku kesal! Ini pembohongan publik..tapi kemudian dia bilang kalau dia menggantikan temannya yang sakit, aku gak tega ninggalin dia, ya udah aku temani deh"


"Kalian sampai malam di taman hiburan itu?"


"Enggak! Cuma sampai sore, lalu pulang deh."


"apa dia pernah marah atau cemburu?"


"marah? Pernah! Tapi bukan sama aku, sama Dewa"


"Sama Dewa?"


"Dewa mengajak menemaninya ke taman hiburan, gak tahunya untuk kencan. Kencan 2 pasang."


"Kok kamu bisa tahu?"


"aku nemenin Andien di taman hiburan itu. Pacarnya Qowi bawa teman, Andien takut teman pacarnya Qowi nolak dia, jadi aku temenin, eh ketemu Tommy di situ"


"kamu marah gak?"


"aku diam saja, gak heran kalau sama kak Dewa memang begitu akhirnya. Kak Tommy mengantar aku pulang,..dia merasa gek enak hati"


"Masa kamu gak cemburu? Cemburu itu artinya sayang!"


"aku cemburu makanya diam saja. Aku menunggu sikap kak Tommy. Kalau dia mengutamakan aku, berarti cewek itu tidak berarti apa-apa. Tapi kalau aku di diamkan berarti aku gak ada artinya buat dia. Eh dia mengantar aku pulang..gak jadi marah deh"


"Setelah dia meninggal, kamu kehilangan banget dong?"


"pasti dong! biasanya aku punya firasat, tapi hari itu sama sekali tidak ada. Tahu-tahu Kak Dewa ngabarin sudah di RS, kak Tommy sudah gak ada"


"sempat kepikiran untuk nyusul dia?"


"Ayah dan Tante Saye mikirnya begitu, aku gak mau makan lebih dari 3 hari. Gak keluar kamar. Kerja ku tidur saja seharian, sebenarnya aku mencarinya di alam lain."


"OOO, ketemu?"


"enggak!"


"terus move on nya gimana?"


"gimana ya? Karena sejak kakTommy meninggal, kejadian dengan Kiki yang mengantarku mendapatkan keluarga baru jadi itu yang mengalihkan pikiran ku dari kehilangan Tommy"


"hahaha..kak Dewa itu kadang sok tahu. Dia gak mau kalah dari kamu makanya dia bilang begitu"


"Kalau Mario? Apa Dia kenal Tommy?"


"Enggak, aku kenal Mario waktu tinggal di rumah Tante Saye selama beberapa bulan, lalu baru pindah ke rumah kita itu..tapi Kiano kenal sama Tommy "


"Oh ya? Bukannya dia beda sekolah?"


"Ketemu nya di pertandingan. Dia kesal kalah terus dari Tommy "


"Tapi bukannya kalian beda 2 tahun ya? Kalau tanding karate umurnya sama kan?"


"Seingat ku sih tanding nya perwakilan sekolah bukan antar kelas. Kiano takluk dua ronde sekaligus, kesal sekali dia" Rita tersenyum mengingatnya.


"Kalau Tommy masih hidup, kira-kira apa kamu akan tetap bersamanya? Atau milih aku?"


"Milih kamu dong!"


"Yang benar nih! Kamu jangan cuma mau nyenangin aku saja"


"Enggak beneran kok. Aku pernah melakukan perjalanan ke dimensi lain"


"Dimensi lain? Sebentar..kamu kesengsem film Marvel ya? Waktu itu kita niat nonton DR.Strange kan? Tapi batal gara-gara kejadian di RS?"


"Nah itu! Aku mimpi di RS begitu bangun aku berada di Jakarta, papa ku Eka masih hidup. Persis sekali dengan di foto, tinggi besar, ramah dan sayang banget sama aku. Lalu ayah Reza jadi dokter pribadi keluarga, ia direktur RS. Anehnya di tempat itu ayah juga beberapa kali kawin -cerai"


"Lalu Aku?"


"Hmm...kamu jadi tunangannya Tante Metha"


"Oh ya?...hahaha...apa tampilan ku juga begini?"


"Iya! Tante Metha membawa mu untuk makan malam bersama kami"


"Apa kita bertemu?" Daniel penasaran


"Iya, kamu kesasar di rumah kami ketika mencari toilet"


"Terus?"


"Kamu pulang dengan Tante."


"Terus Tommy nya?"


"Tommy berada di Bandung untuk kuliah, papa sengaja membawa kami ke Bandung untuk mempertemukan ku dengannya. Papa pikir aku sedih dan muram karena pisah dari Tommy"


"Padahal?"


"Padahal?...aku sedih melihat kamu sama Tante..Aku bahkan tidak bisa mendekati mu"


Daniel tersenyum,


"Terus?"


"Aku bertemu dengan Tommy di resto hotel, aku bilang padanya hati ku sudah berubah.Aku menyukai orang lain"


"Tommy nya gimana?"


"Dia kesal, dia pikir ini karena kami terpisah jarak. Berkali-kali dia menjelaskan tentang kegiatan dan kehidupannya di kampus. Tapi bukan itu masalahnya..hati ku sakit..tapi bukan karena dia."

__ADS_1


"Sebentar..aku heran.."


"Heran kenapa?"


"Kamu bilang, aku dan Tante Metha akan menikah jadi sebenarnya tidak ada harapan untuk mu kan? Lalu kenapa kamu minta putus dari Tommy?"


"Kamu gak ngerti ya? Buat ku, kalau menyukai seseorang itu dari hati dengan demikian aku akan tulus mencintainya. Tapi hati ku telah bergeser. Aku tidak lagi punya perasaan istimewa pada Tommy selain perasaan hormat dan kagum padanya. Juga rasa terimakasih karena sudahmenyukai ku"


Daniel terdiam cukup lama


"Apa dia menerima keputusan mu?"


"Awalnya tidak, dia terus menjelaskan yang terjadi selama kami LDR kemudian dia menatap mata ku. Dia berhenti mengatakan suka pada ku. Akhirnya kami putus"


"Wahhh..kamu kejam juga ya?"


"Kejam? Kok kejam?"


"Iya!!..dia sudah menjelaskan panjang lebar sama kamu tapi tetap kamu putusin?"


"Habis gimana? Masa aku tetap bersamanya tapi memikirkan lelaki lain? Itu namanya berkhianat iya gak?"


"Di situ lelaki lainnya itu aku ya?"


"Iya! Aku mau jujur pada suatu hubungan. Semuanya harus jelas, iya atau tidak...simple saja!" Ujar Rita ber api-api.


"Btw tentang kejujuran, kamu juga gak jujur sama aku?"


"Tentang apa?"


"Tentang Sukabumi. Katanya kamu ke kantor polisi nge-gebuki penculik Ranna? Waktu itu Kamu bilang cuma nganter nasi kotak?"


"Aku bukannya gak jujur aku cuma gak cerita semuanya. Beneran kok antar ngasih kotak."


"Sama saja kan?"


"Beda dong! Kalau bohong kan aku bilang tidak padahal iya. Masalahnya waktu aku tanya tentang penculikan, kamu diam saja. Aku gemas tau! Kalau aku jujur bilang mau menghajar itu orang, kamu pasti mencegahnya makanya aku diam-diam. Kamu saja Rayya luka sedikit marah apalagi ini percobaan penculikan!"


"Lalu gimana kamu bisa dapat akses ke penculik? Bantuan kakek?"


"Kakek? Enggak lah! Aku punya Chanel sendiri. Om Gunawan membantu ku bertemu dengan si penculik "


"Om Gunawan? Siapa lagi tuh?"


"Dia Om nya Lisa. Berkali-kali dia membantu ku, mulai dari bandar narkoba, percobaan penculikan dan zombie di rumah sakit."


"Apa dia masih muda?"


"Mungkin sekitar 35-an. Pangkatnya terus naik, kata Lisa karena prestasi penangkapan yang aku bantu"


"Apa kalian akrab?"


"Akrab? Enggak lah! Aku berkomunikasi dengannya melalui Lisa, kecuali kemarin. Kak Dewa membantu ku "


"Kamu juga bersama Dewa?"


"Iya, aku takut sendirian ke kantor polisi , kak Dewa mengenal Om Gunawan dengan baik"


"Dewa? Apa kalian berduaan saja?"


"Enggak! Bertiga sama supir taksi . FYI ya, aku memberi si penculik itu kesempatan untuk melawan, fair and square! Aku juga membantu polisi meng interogasi lho! Setelah aku hajar dia bilang markas dan komplotannya. Polisi melakukan penangkapan dan ditemukan korban penculikan yang lainnya!"


"Iya..iya ..kamu berjasa besar! Tapi lain kali jangan menyembunyikan atau melakukan sesuatu di belakang ku ya? Aku tersinggung lho!"


"InsyaAllah..asal kamu gak mencegah ku menghajar orang yang macam-macam sama anak kita!"


"InsyaAllah!..btw tentang Aku di dimensi lain itu gimana?"


"Gak gimana-gimana..kamu pergi saja sama Tante Metha"


"OOO..itu sebabnya waktu di Swiss kamu sempat cemburu dengan Tante Metha..waktu itu aku heran kok bisa-bisanya kamu cemburu sama Tante sendiri "


"Yaa..siapa tahu kan?"


"kok kita jadi ngomongin Tommy, Rosy gimana? Kamu masih mau menghubungi nya?" tanya Daniel


"Gak jadi deh,..biar saja!"


"Tumben? Biasanya kamu semangat support orang?"


"Habis serba salah sih kalau Rosy ini, kalau aku nelpon dia nanti disangka nya aku pamer kebahagiaan. Aku nyukurin dia begitu..ah susah deh. Nanti aku malah dimaki dia lagi kayak dulu waktu dia menikah"


"oh itu, sebenarnya ada apa sih? Kamu keluar dari kamar jadi salah tingkah gitu?"


"oh itu, awalnya Rosy marah aku datang ke nikahannya, dia insecure. Dia bilang takut Rendy goyah. Kami hampir berantem lho! Aku lagi hamil Raffa lagi"


"hah? Kamu diapain sama dia?"


"mau didorong, tapi aku ngeles, Rosy itu yang paling lemah bela dirinya diantara kami, jadi gampang saja ngalahin dia!"


"Tapi kamu kan lagi hamil!"


"nah karena itu juga aku nahan diri . "


"terus salting nya kamu karena..."


"ya karena percakapan kita berdua kedengaran keluar, aku kan masih pakai microphone yang terhubung ke soundsystem di luar, jadi pada tahu deh!"


"oh begitu... sebenarnya sifat Rossy dan Robby hampir sama ya? Cuma Rossy lebih tersembunyi saja"


"iya, aku juga baru tahu.."


"Tapi kamu hebat bisa mengubah Robby jadi berubah 180° jadi baik banget "


"mereka itu anak-anak yang punya luka batin. Aku ingat, waktu aku datang menyelamatkannya dia disekap di lemari setengah pingsan nafasnya gak beraturan. Dia bilang dulu dia sering disekap di lemari sama papanya dan dia melihat papanya memukuli ibunya. Nah ketika aku melawan penyekap nya, dia seperti melihat aku melawan papa nya. Itu sebab kenapa dia menganggap ku sebagai penyelamat "


"papanya Robby kemana?"


"waktu itu dipenjara, gak tahu deh sudah bebas apa belum. Kalau cuma KDRT cuma sebentar ya?"


"aku gak paham hukum pidana di Indonesia" jawab Daniel


"Pokoknya dipenjara deh, sejak itu Robby dan Rosy tinggal di rumah kakek"


"Tapi aku senang lho!"


"senang? Rosy begitu kok senang?" tanya Rita heran


"Bukan tentang Rosy, ternyata di dimensi lain pun kamu tetap naksir aku!" Ujar Daniel tersenyum senang


"Dasar!!!... ceritanya sudah pindah kemana-mana masih saja mikirin yang itu!" Rita mencubit pipi suaminya gemas.


_bersambung_

__ADS_1


__ADS_2