Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 149: Setelah Akad


__ADS_3

“Sorry ya Rit, gara-gara si Edith sakit ,Lo jadi gantiin dia patroli” ujar Santi, mereka bertugas sebagai petugas sekolah untuk mengawasi anak-anak yang datang terlambat atau berniat bolos sekolah.


“Di sini unik juga ga ya, polisi siswa, orang-orang yang dipilih dari ekskul bela diri ya?” tanya Rita


“Sebenarnya sih ekskul cabang olah raga lain juga, tapi ternyata gak semua siswa itu bisa bela diri, jadi supaya aman diambil dari ekskul bela diri saja!”


“Apa semuanya mau gitu jadi polisi siswa?”


“Enggak! Ini sifatnya sukarela tetapi Rit, kita dapat dispensasi, misalnya mengikuti ulangan susulan kalau ketinggalan pelajaran gara-gara bertugas.”


“Emang enaknya ujian susulan apaan?”


“Kita bisa minta spill soal dari anak yang sudah ulangan duluan!, hahaha!” Santi tertawa,


“Gak seru dong!”


“ting!” notifikasi dari ponsel Rita, ia membacanya sambil tersenyum, kemudian membalasnya


“Sudah berapa lama?” tanya Santi


“Apanya?”


“Pacarannya?”


“Hmm..8-bulanan kalau gak salah hitung” jawab Rita tersenyum


“Kalian sudah???” tanya Santi kepo, Rita menggeleng


“Memangnya lo sudah pernah?” tanya Rita lagi, kali ini Santi menggeleng


“Gue itu termasuk yang kuno Rit, gue gak mau ikut-ikutan trend pacaran sampai berhubungan intim dengan pacar. Selain dosa juga gak seru kan?” ujar Santi


“Maksud lo gak seru?”


“beberapa teman gue sudah melakukan itu sama pacarnya, eh setelah melakukan, mereka putus. Kadang kalau ada pacar yang brengsek, foto mereka sedang berbuat disebar, ih gue mah enggak banget!”


“Iya ya, herannya cewek-cewek pada mau, bahkan mereka malu kalau masih perawan, kan goblok ya?”ujar Rita kesal


“Kenapa? Apa pernah ada pengalaman dengan teman kayak gitu?” tanya Santi heran dengan sikap Rita


“Enggak sih tapi ada seorang, alhamdulillah sekarang ia sudah menikah sama pacarnya itu, anaknya mau 2 sekarang!”


“Waahh..terus sekolahnya?


“Home schooling deh, soalnya kan tanggung mau ujian kelulusan”, tiba-tiba 3 orang siswa berusaha memanjat tembok sekolah, mereka mau kabur


“Nah!! Ini nih” ujar Santi mengacung-acungkan tongkat parkir


“Heh! Pada mau ngapain Lo?” teriak Santi


Satu orang tidak jadi memanjat, yang dua lagi sudah tanggung turun, mereka berusaha kabur. Santi berhasil menangkap 1 orang


“Rit, itu si Kancil!” teriak Santi, dengan sigap Rita mengejar cowok berjulukan si kancil . Kondisi tubuh Rita sudah sehat sepenuhnya, ia berlari seperti anak panah yang terlepas dari busurnya. Hal itu membuat kancil kewalahan, hingga suatu ketika ia terpojok, sambil ngos-ngosan, ia berteriak


“Heh Cewek! Lo lepasin gue aja! Gak dosa ini!” teriak si Kancil nafasnya terengah


“Sorry bos, gue cuma menjalankan tugas saja!” ujar Rita dingin


“Eh Lo anak baru kan? Sudah jangan sok lah!, biarin gue kabur! Gak ada yang tahu! Sebelumnya siapa tuh namanya Edith. Dia nyerah melulu!”


“Lain Edith lain gue dong!, udah Lo nyerahin diri saja, lagi pula ngapain lo datang ke sekolah, kalau ujung-ujungnya Cuma mau bolos? Mending gak usah datang sekalian dari pagi!” ujar Rita,


Kancil terdiam, dia berpikir,” benar juga ya? kenapa gak kepikiran sebelumnya?”


“Lo kelas berapa?” tanya Rita, mereka saling berhadapan di gang sempit


“Sok akrab Lo!” teriak Kancil kesal, kemudian dia mengambil langkah, ia menubruk Rita supaya bisa melarikan diri, Rita sudah menduganya, ia menarik tas kancil kemudian melemparnya ke kaki si kancil yang sedang berlari, akhirnya ia jatuh tersungkur. Rita membawanya dengan tangan terikat ke belakang layaknya tahanan. Orang sekitar berbisik-bisik melihat Kancil ditangkap Rita. Sesampainya di sekolah kancil dihadapkan ke guru kedisiplinan


“Wahh...kancil akhirnya ditangkap petani!” ujar guru tersebut sambil tersenyum riang. Teman-teman kancil yang berhasil diamankan juga heran karena kancil belum pernah tertangkap sebelumnya


“Hebat lo Rit!” puji Santi menepuk punggung Rita yang langsung duduk karena kelelahan


Setelah digeledah tas para anak-anak pelanggar peraturan, beberapa ditemukan senjata tajam, ada video porno disalah satu ponsel anak itu.


Santi dan Rita bertugas menggeledahnya, kemudian tanpa sengaja mereka menonton video itu.


“Ih..jijik ya?” ujar Santi, tapi Rita memperhatikan video itu dengan serius. Santi yang merasa tidak nyaman, kemudian menghapus video tersebut


“Yah!!” keluh Rita


“Hah? Kenapa? Katanya elo???” tanya Santi heran.


Ketika jam istirahat Rita dan Santi makan bakso di kantin sekolah


“San, sebenarnya gue sudah...” Rita memakai cincin nikahnya


“Itu tunangan?” tanya Santi


"bukan!" jawab Rita segera


“Hah??? Suer Lo? kapan? Di mana? Kog gak ngabarin?” tanya Santi kaget tapi dengan suara setengah berbisik


“hari jum’at kemarin!, di sukabumi, awalnya kan Cuma menghadiri tante gue nikahan, eh pacar gue baper, akhirnya dia melamar dan malamnya kita langsung nikah!”


“Wahh..gila lo Rit!, apa gak buru-buru? Lo kan masih muda?”


“Iya sih gue juga bilang begitu, tapi dia bilang, dia gak akan menghalangi gue sekolah, menggapai cita-cita gue. Ya gue pikir dari pada pacaran gak jelas dan takut kebablasan mending nikah saja deh!” ujar Rita menjelaskan


“Ortu lo gak keberatan?”

__ADS_1


“Mereka merestui banget!, malah ribut cepat bikin cucu!” ujar Rita lagi kemudian ia menggigit baksonya


“Jadi kalian sudah melakukannya?” tanya Santi kepo, Rita menggeleng


“Gue lagi haid, jadi kita gak ngapa-ngapain di kamar, bagus juga sih karena gue bingung juga harus ngapain” ujar Rita


“Harus ngapain? Macul!” celoteh Santi, Rita tertawa ngakak


“Macul??? Yang betul bercocok tanam tau!!” balasnya


“Ah iya bener juga, *** edukasi di negara kita itu masih dianggap tabu sih ya, jadi kita cenderung otodidak!” ujar Santi


“Gue ngerti sih, habis apa yang mau diajarin? Gaya2? Tapi dipelajaran Biologi kan sudah disinggung tentang reproduksi, iya gak?” ujar Rita lagi


“Lah, buktinya lo kepo juga kan tadi?”


“Iya, gue bingung, makanya tadi gue penasaran kayak apa sih”


“Kenapa gak buka di youtube saja? Kan banyak?”


“Enggak ah, soalnya kayaknya niat banget gitu buka-buka situs gituan, kalau tiba-tiba gue mati eh isi komputer gue ttg film porno, wah itu aib negara!” ujar Rita khawatir


“Terus, kalian ketemu lagi kapan? Memangnya laki lo gak keberatan gitu LDR?”


“Kan itu juga termasuk janjinya, tapi dari tadi dia kirim pesan terus, kayaknya di kantornya gak ada kerjaan lain!”


“Menurut gue, laki lo mau memastikan lo sudah bersih apa belum! Dia mau bertanam tuh!” ujar Santi


“Jangan dulu dong, minggu depan gue pergi umroh sama keluarga gue. Mumpung persiapan ujian belum dimulai”


“Acara lo banyak banget ya Rit?”


“Maklumin aja deh!” ujar Rita tersenyum


Malam setelah akad nikah, dengan mobil sewaan Daniel mengajak Rita ke salah satu hotel mewah di Sukabumi


“Eh Niel, kog hotel ini? Penginapan Qowi gimana?” tanya Rita heran


“Semua barang kamu sudah aku pindahin ke hotel ini, aku sudah pesan kamar suit di sini”


“Terus Qowinya?”


“Dia malah senang, dia bilang, kamar kamu dan kamar aku bisa dipakai sama sepupu-sepupu yang menginap”


“Ooo, tapi Niel, kamu tau kan aku lagi halangan!”


“iya tahu!”


“Jadi gak boleh macam-macam dulu!” ujar Rita memperingatkan


“Iya, memangnya aku mau ngapain?” tanya Daniel, Rita tersenyum melihat wajah Daniel, kemudian menyenderkan tubuhnya ke lengan Daniel


“Aku itu menikahi cucu perempuan satu-satunya dari 2 konglomerat terkaya di dunia, kalau cuma beberapa ribu dolar saja, aku bisa malu!” ujar Daniel


“Uangmu habis dong? Buat acara, ongkos ini-itu? Wah aku jadi ngeri Niel, kamu pakai saja deh uang itu!” ujar Rita


“Sayang ku, uang itu aku tabung sudah lama banget, aku niatkan nanti nih kalau nikah aku kasih ke istriku. Jangan khawatir tentang biaya-biaya yang kamu sebutin tadi. Kamu tahu gak, honor Aku sebagai jewelry designer baru turun, wah jumlahnya lumayan, apalagi kalau di rupiahkan. Jadi kamu gak usah khawatir sayang!” Daniel mengecup pipi Rita


Selang beberapa waktu mereka telah tiba di kamar hotel, pemandangan di luar jendela sangat menarik perhatian. Daniel memeluk pinggang Rita dari belakang


“Kalau sudah halal, aku bisa begini kan?” ujarnya, Rita mengangguk, tapi ia juga merasa deg-deg-an


“Eh Niel, aku mau ganti pakaian, gak enak nih lengket!” ujar Rita ia melepaskan diri dari dekapan Daniel


“Iya sebentar lagi!” kali ini Daniel memeluk pinggang Rita, mereka saling berhadapan, kemudian ia mencium bibir Rita, semakin lama mereka tenggelam dalam ciuman yang panas,


“Ok Niel, aku mau ganti pakaian!” ujar Rita, ia merasa tidak bisa meneruskan adegan 18++ itu lagi


Daniel melepaskannya. Kira-kira 2 jam Rita berada di kamar mandi. Ia sengaja berlama-lama, selain untuk membersihkan make up dan tubuhnya, juga menunggu supaya Daniel tertidur. Setelah 2 jam, dengan memakai piyama tidur, ia berjingkat keluar dari kamar mandi. Ia kaget karena Daniel juga sudah berpiyama, dan ia masih sibuk dengan tabletnya.


“Eh kamu sudah berganti pakaian?” tanya Rita.


“Tadi kamu lama banget, jadi aku ganti baju saja!” gerutu Daniel


“Ya udah, bersih-bersih gih, kalau mau tidur kan gak enak kalau masih ada keringat!” ujar Rita


“Siap nyonya!” Daniel meletakkan tabletnya kemudian bergegas ke kamar mandi. Rita merapikan baju-baju Daniel yang berserakan di lantai


“Hadeh!!” keluhnya, setelah selesai ia tidur di sisi kanan tempat tidur berukuran XL itu, kemudian ia teringat alat vacum pembersih tempat tidur. Ia membuka kopernya dan mengambil alat itu. Kemudian dengan asyik ia membersihkan tempat tidur, selimut hingga bantal. Aroma wangi lavender yang keluar dari alat itu membuat dirinya ngantuk. Setelah beberes, ia pun mulai tidur, tak berapa lama Daniel keluar dari kamar mandi. Ia melihat Rita yang sudah tertidur, setelah sholat Isya, Daniel merebahkan dirinya di samping Rita yang telah lelap tertidur. Dipandanginya Rita dengan tatapan sayang. Timbul keisengan, ia mencubit pipi Rita pelan, melebarkan bibirnya seperti joker, memainkan mata Rita,


“Seperti orang Jepang, Korea, Cina!” gumamnya kemudian ia geli sendiri. Wangi lavender dari sarung bantal juga membuatnya mengantuk, ia mendekap Rita erat. Mereka pun terlelap saling berpelukan.


Minggu pagi mereka bersiap kembali ke Jakarta, Daniel yang terbiasa bangun pagi untuk sholat subuh telah menyelesaikan semua biaya pernikahan. Ia menemui kedua kakek di penginapan Qowi


“Kamu akan kembali ke Singapura hari ini Niel?” tanya Darmawan


“Iya Pak!” jawab Daniel


“Hush! Masa pak! Kakek dong!” ujar Sugiyono


“Eh iya ya, kek!” Daniel tersipu malu


“Gimana malam pertamanya seru kah?” tanya Andi tiba-tiba


“hush Andi kamu kepo banget!” ujar Reza yang juga telah berkumpul di ruang makan


“Ya lumayan!” jawab Daniel tenang


“Tapi katanya Rita lagi berhalangan?” tanya Andi lagi

__ADS_1


“Iya memang!” jawab Daniel cuek sambil menyantap bubur ayam


“Jadi kalian enggak???” tanya Darmawan, Daniel diam saja


“Wah, kita bakal segera punya cicit nih Dik!” ujar Sugiyono


“Bisa jadi Pa,aku bakal jadi kakek!” ujar Reza lagi


“Kog kamu tahu Di, Rita sedang berhalangan?” tanya Darmawan heran


“Kemarin si O ribut, ...siapa yang nganggur di sini? Tolongin dong beliin pembalut buat pengantin perempuan!” Andi meniru tingkah Mario


Semua yang melihat tingkah Andi tertawa geli


“Oh iya Niel, kemarin si Mario pesan, untuk bonus dia yang ke disneyland itu ganti pakai duit saja katanya”


“Kenapa?” tanya Daniel heran


“Gak tau, katanya ribet harus urus visa!”


“Singapura ga perlu visa, kecuali kalau menetap di sana” ujar Daniel lagi


“Gak tau deh si O!” ujar Andi lagi


“Aku mau membayar jasanya dia kemarin, eh dia mintanya cash, aku bingung, jaman now gak punya rekening bank?" ujar”Daniel heran


“Sekarang Marionya mana?” tanya Sugiyono


“Gak tahu kek, habis acara kemarin. Dia langsung pergi. nanti Andi tanya tante Saye deh!”


Sementara para lelaki berkumpul di ruang makan, Rita bersama Ratna di kamarnya


“Gimana nih, nyonya Daniel?” ledek Ratna


“Apanya?” tanya Rita


“Malam pertama, seru gak?” tanya Ratna tersenyum


“kita langsung tidur kog ma, aku kan lagi halangan!”


“Oh iya! Mama sampai lupa. Danielnya gak apa-apa itu?”


“Ya gak apa-apa, dia juga maklum. Kan gak boleh bercocok tanam kalau lagi banjir!” jawab Rita memberi istilah


“Tapi Rit, jangan terlalu lama ya, kalau kamu sudah bersih langsung bilang ke dia, supaya dia gak nunggu lama!”


“Ih mama!, masa yang begitu saja harus diingetin?” protes Rita


“Sebagai istri harus melayani suami dengan baik Rita, kamu mau masuk surga dari pintu mana saja kan?”


“Iya ma, tapi gak sekarang masuk surganya!”


“Iya!! Kalau sekarang kamu sudah almarhumah dong!” jawab mamanya lagi yang sedang beberes untuk pulang ke Jakarta


“Ma, kita jadi umroh?”


“Jadi Rit, tapi seminggu lagi!”


“Rita sempat sekolah dong ya?”


“tentu dong sayang!, kamu sudah bilang mau umroh sama Daniel?”


“Eh iya aku lupa!, nanti deh aku bilangin”


Pukul 11 pagi rombongan keluarga besar Rita meninggalkan penginapan Qowi, Daniel sengaja menyewa bis besar dan mewah untuk kembali ke Jakarta.


“Uang kamu banyak banget ya Niel?” tanya Darmawan heran


“sebenarnya pak eh kek, selama saya bekerja di perusahaan kakek, hampir tidak pernah memakai gaji saya, karena semua sudah ditanggung kantor.”


“Oo begitu, sudah berapa lama kamu kerja di kantor saya?”


“5 tahun Kek!”


“Wah..jadi gaji kamu besar juga ya, selain bayar semua ongkos nikah, juga memberi mahar besar untuk Rita” ujar Sugiyono nimbrung


“Sebelum saya bergabung di perusahaan kakek, saya bekerja sebagai pengawal, nah kalau kami berhasil menjaga klien dan mereka puas, biasanya mereka memberi tip yang besar. Dan Saya mengumpulkan tip dari klien sedikit demi sedikit. Beberapa saya kirim ke ibu saya di Korea, beberapa saya tabung. Nah yang menjadi mahar itu tabungan saya. Sedangkan semua ongkos pernikahan ini dari royalty jewelry design “ ujar Daniel menerangkan


“ckckck..kamu masih mudah sudah pintar mengelola uang!” Darmawan menepuk pundak cucu mantunya dengan bangga


Rita berpamitan dengan ayahnya, dan Daniel menemaninya


“Ayah Rita pamit ya? Ayah kalau ke Jakarta mampir ke rumah ya?” ujar Rita ia memeluk Reza yang matanya berkaca-kaca


“Insya Allah Rita!” kemudian Reza menyalami Daniel


“Titip Rita ya Niel? Jangan terlalu banyak dimarahi, nanti dia balas marah!” pesan Reza


“Apaan sih nih Ayah!” protes Rita


“Baik Pak!” ujar Daniel


Setelah pamit juga pada Saye dan suaminya, bis besar itupun berangkat menuju Jakarta.


Mario yang diajak ke Jakarta turut berada di dalam bis. Karena ada Mario suasana di bis menjadi meriah


Berkali-kali kedua kakek tergelak dengan candaan Mario, Andi serta Robby yang ternyata jago melawak.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2