Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 186: Kunjungan pertama Ranna


__ADS_3

"Pak Daniel, senang bertemu dengan Anda lagi," ujar Jake, ia sengaja minta bertemu langsung dengan Daniel di ruangan Davis. Davis meninggalkan mereka berdua agar bisa bercakap-cakap secara pribadi tanpa diganggu


"Apa kabar pak Jake?" Mereka bersalaman dengan akrab


"Kita langsung saja ya pak Daniel karena saya harus ke Otawa hari ini"


"Silakan pak!"


"Jadi begini, seperti yang sudah saya sampaikan pada pak Davis tentang perpanjangan kontrak perusahaan saya dengan Dar,Co. Saya minta Anda yang menangani proyek perpanjangan ini, bagaimana pak Daniel?"


"Begini Pak Jake, kebetulan saya juga membawa lembaran kontrak kerja saya dengan perusahaan yang saya pegang sekarang"


Daniel memberikan draft kontrak kerja, sengaja ia beri stabilo untuk mempertegas kalimat eksklusif dan sanksi


"Hmm ..jadi kalau Anda melanggar kontrak ini sanksi dendanya senilai satu kali kontrak ini ya?" Jake membaca draft tersebut


"Perjanjian ini dari mereka?" Tanya Jake


"Pasal ini mereka tambahkan dari perjanjian kontrak sebelumnya" jawab Daniel


"Apa perusahaan ini tidak keberatan dengan ini? Karena pasal ini berpotensi menghilangkan klien yang ingin bekerjasama dengan Dar,Co?" Tanya Jake sambil melepas kacamatanya


"Karena nilai ekslusif maka kami menaikkan nilai kontrak pak, dan mereka tidak berkeberatan dengan hal tersebut " jawab Daniel


"Ini berarti sebesar ini kepercayaan mereka pada Anda, Sayang sekali.."


"Pak Jake, sebelumnya Anda bekerja sama dengan rekan saya dan tidak ada masalah bukan?" tanya Daniel


"Iya sih, Jameson bekerja dengan sangat baik"


"Jameson adalah salah satu senior CEO di Dar,Co pak Jake, bahkan beliau lebih dulu terjun di bidang ini daripada saya"


"Hmm..begitu ya?"


"Jika Anda bekerja sama dengan Dar,Co, kami jamin, Anda selalu merasa diuntungkan!" Ujar Daniel berpromosi.


"Hahaha...saya mengerti maksud Anda pak Daniel, baiklah saya tidak akan memaksamu, saya tetap akan bekerjasama dengan Dar.Co"


"Terimakasih atas kepercayaannya kepada Kami, Anda pasti tidak akan kecewa!"


Mereka bersalaman, kemudian Daniel keluar dari ruangan Davis. Tak berapa lama kemudian Davis masuk ke ruangannya


"Bagaimana pak Jake, apa Daniel mau menjadi kepala proyek Anda?"


Jake menggeleng


"Dia menolaknya dengan halus tapi juga tegas. Saya akan tetap bekerjasama dengan kalian. Daniel berhasil meyakinkan saya untuk memperpanjang kontrak"


"Ah syukur lah! Apa yang membuat Anda berubah pikiran?" Tanya Davis


"Saya kira dengan iming-iming nilai proyek bisa membuatnya bergeming tapi ia teguh pada pendirian. Ia tidak mau mengkhianati perjanjian dengan kliennya.Semua yang bekerja di sini pastinya seperti itu!" Ujar Jake


"Tentu saja Pak!" Davis tersenyum


"Baiklah pak Davis, untuk selanjutnya,Saya serahkan semuanya pada Anda, hubungi saya untuk penandatangan kontrak!."


"Baik Pak, terimakasih, akan segera kami hubungi!"


Jake meninggalkan ruangan Davis. Sementara Davis sangat penasaran dengan percakapan Jake dengan Daniel tadi. Diam-diam ia merekamnya melalui mikrophone tersembunyi. Davis mendengarkan percakapan Daniel dan Jake dengan serius, tidak ada satu katapun yang merendahkan pegawai lain, Davis menjadi sangat lega. Ia menghubungi James


" James?"


"Ya Pak?"


"Besok kamu datang ke kantor saya, kontrak dengan Jake diperpanjang dan kamu jadi kepala proyeknya!"


"Baik Pak!, Berarti saya bisa mengambil tim saya yang lama?"


"Enggak! Kamu bisa merekrut tim baru, jangan mengganggu timnya Daniel uang sudah solid!"


James terdengar sangat terkejut, Davis seperti memihak Daniel.


"Tapi Pak? Tim saya yang lama..."


"James! Tim kamu yang lama banyak membuat kesalahan! Aku gak ingin hal itu terjadi lagi, buat tim baru, ajukan padaku besok pagi! Mengerti?" Ujar Davis tegas


"Baik Pak Davis, terimakasih!"


Setelah menjadi ayah baru, Daniel menjadi jarang lembur. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya.


"Assalamualaikum!" Sapanya


"Wa'alaikummussalam" jawab Rita, ia mengambil jas dan tas suaminya, sementara Daniel mencuci tangannya setelah itu menghampiri Ranna yang sedang bermain di stroller nya


"Halo Ranna!" Sapa Daniel tersenyu


Bayi berusia 1 bulan itu mengenali suara papinya


"Hhaaaa..haaaa..." Ranna menggerakkan


kepalanya


"Dia minta digendong tuh Pi!" Ujar Rita memperhatikan gerakan anaknya


"Papi bau nih, bajunya kotor! Aku mandi dulu yaa??" Daniel segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya sementara Rita menyiapkan makan malam.


Selesai mandi dan berpakaian, Daniel menggendong Ranna, ia telah mahir menggendong, mamanya yang mengajarkan menggendong dan ganti popok.


"Pi, sepi ya? Sayang mamamu gak bisa lama di sini"


" Mama memikirkan nenek jadi gak tenang"


"Padahal kan ada bibi yang lain?"


"Iya, tapi mama takut para bibi tidak memperhatikan beliau seperti dia!"


"Oo begitu!"


"Kamu sangat menyukai mamaku ya?" Tanya Daniel tersenyum sambil mengendong Ranna


"Selain baik, beliau juga mengajarkandbanyak hal, aku jadi mengetahui trik-trik merawat bayi darinya"

__ADS_1


"Mama menginap disini untuk mengajarkan yang dia tahu ke kamu, dan kamunya juga murid yang baik jadinya transfer pengetahuan berhasil"


"Hahaha begitu ya?" Rita tersenyum, Daniel menatapnya lalu menciumnya


"Ranna! Papi mencintaimu juga mencintai mamimu, jadi kamu jangan cemburu ya?" Ujar Daniel


"Ah kamu ini, memangnya dia sudah ngerti?"


"Ngerti dong! Dia kan anakku. Anakku itu kecerdasannya menurun dariku" ujar Daniel memuji dirinya sendiri


"Mulai deh narsis! Kamu gak lapar?"


"Lapar dong!"


" Taruh saja Ranna di strollernya, dia gak rewel kok"


Daniel menurut, ia meletakkan Ranna lalu ia segera makan


"Yang, pelan-pelan lah makannya, Ranna gak bakal lari kok!"


"Hehehe..iya ya? Aku gak sabar untuk main dengannya!"


"Aku tadi bawa Ranna ke Toko"


"Oh ya? Apa dia rewel?"


"Enggak, dia malah senyum mendengar suara-suara dari dapur, mungkin dia mengingat suara itu ketika di perutku"


"Hmm..eh Rit, mama menelpon, beliau bilang mau mengadakan akikah dan acara potong rambut untuk Ranna, itu apa ya?"


"Akikah itu , kita menyembelih kambing sebagai bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas kelahiran bayi"


"Berapa banyak kambingnya?"


"Kalau bayinya perempuan cuma 1 ekor, kalau bayinya lelaki 2 ekor"


"Kalau aku pengen lebih bagaimana?"


"Hmm...lebih baik uang lebihnya di Sedekahkan. Nanti Ranna rambutnya digunting, lalu ditimbang, nanti hasil timbangannya di konversi ke nilai emas atau uang lalu disedekahkan"


"Ooo begitu, baiklah. Di sini bagaimana harus mencari kambing?"


"Mama pasti sudah punya linknya deh, kamu tinggal transfer saja ke mama"


"Baiklah! Aku sering takut mamamu menolak uang dariku!"


"Kalau aqiqah ini kewajiban ayah si bayi jadi mama gak mungkin menolak"


"Ah syukurlah!" Daniel merasa sangat lega


Ketika malam tiba, Daniel menidurkan Ranna di ranjang mereka.


"Yang, nanti kalau Ranna ketindihan bagaimana?" protes Rita


"Aku ingin tidur bersamanya" ujar Dani sambil merebahkan tubuhnya di samping Ranna. Rita membiarkan, ia membuka laptopnya. Sambil memompa ASI untuk persediaan.


"Wah..lumayan banyak nih!" Ia menulis tanggal dan jam memompa di plastik lalu menaruhnya di lemari pendingin.Ia melihat Daniel dan Ranna yang telah lelap tertidur. Ia menarik tempat tidur tambahan untuk Ranna, lalu meletakkan di sisi tempat tidurnya kemudian ia tidur di samping Daniel.


Pukul 3 malam, Ranna menangis karena popoknya basah, dengan sigap Daniel terbangun dan mengganti popoknya, lalu mengambil ASI dari lemari pendingin, menghangatkannya, kemudian memberikannya kepada Ranna.


"Cepat besar ya Nak, papi mau main sama kamu!" bisik Daniel sambil mencium kening Ranna, tak lama Ranna tertidur pulas. Daniel melaksanakan sholat tahajud, setelah itu ia memasang weker untuk sholat subuh.


Di kantor


"Eh dengar-dengar pak James membentuk tim baru untuk perpanjangan proyeknya dengan Alteca Corp!" Ujar Sherly


"Kamu diajak gabung?" Tanya Aska


"Enggak, katanya benar-benar staf baru!"


"Rekrut dari orang luar?"


"Bukan! Diambil dari divisi lain!"


"Ah syukurlah, aku takut tim yang dulu dipanggil lagi"ujar Erina


"Kenapa? Lo gak suka?"


"Bukan begitu, kita sudah nyaman di lantai ini, masa kita harus pindah lagi!"


"Selamat Pagi semuanya!" Sapa Daniel


"Selamat Pagi Pak!" Semua staf berdiri menyapa Daniel


"Kalian sehat-sehat semuanya kan?"


"Sehat Pak!!" Jawab mereka kompak


"Oh iya, nanti jam makan siang jangan ke kantin dulu ya? hari ini istri dan anakku akan datang untuk membawa makan siang "


"Wah Pak jangan repot-repot! Kami biasa makan di kantin kok!" Ujar Erina


"Bukan begitu, hari ini selamatan anakku, kami menyembelih kambing, hasilnya cukup banyak aku sengaja membuat lebih untuk kalian di sini. Kalian bisa untuk makan di sini atau dibawa pulang!"


"Oo, anaknya pak Daniel? Sudah berapa bulan ya? Kami sampai lupa"


"Karena kita terlalu sibuk, Ranna anakku tepat berusia satu bulan, mohon doanya agar ia sehat selalu ya?"


"Aamiin!!!" Seluruh staf menjawabnya


"Terimakasih!" Daniel tersenyum lalu ke ruangannya


"Tadi nama anaknya siapa?"


"Ranna!"


"Oo,Ranna, kira-kira wajahnya seperti apa ya?"


Jam makan siang telah tiba, Rita,Ranna dan beberapa orang membawa beberapa kotak makanan untuk dibagikan


"Selamat Siang!" Sapa Rita

__ADS_1


"Selamat Siang Bu!"


"Belum makan siang kan?"


"Belum bu!"


"Ah kebetulan! Ini nasi kotak dari Ranna!, silakan menikmati!"


Daniel mendengar suara istrinya, ia langsung keluar dari ruangannya dan menghampiri istri dan anaknya


"Kalian sudah sampai!" Ia mengecup pipi istrinya lalu mengambil Ranna dari gendongan istrinya


"Ranna!!! Di kantor papi nih!" ujarnya, lalu membawa Ranna ke ruangannya, Rita mengikuti sambil tersenyum dengan para staf yang memperhatikan mereka.


"Pak Daniel jadi ke bapak-bapak banget ya?" Ujar salah satu staf


"Iya Bapak material banget, dia juga sayang banget sama istrinya!"


"Belum tentu! Yang terlihat itu belum tentu benar!"


"Orang ini benar-benar julid ya?"


"Bukan begitu! Kadang yang terlihat harmonis belum tentu aslinya begitu kan?"


"Terserah deh, btw ini nasi kebuli kan? Enak ya? Wah kita di sini benar2 dimanjakan sama atasan. bukannya kita yang melayani atasan eh berkali-kali kita ditraktir "ujar Erina


"Iya..ya, gak heran lantai lain pada cemburu sama kita"


"Sstt..eh.. kemarin pak Eddy bilang, apapun yang terjadi di lantai ini, yang bagus-bagus jangan disebar keluar!"


"Kenapa?"


"Pak Eddy kemarin bilang, kalau pak Daniel ditegur atasan karena membuat karyawan departemen lain ingin pindah ke lantai ini!"


"Kenapa ditegur? Kan beliau sudah berbuat baik? Kalau karyawan senang kinerja meningkat dong?"


"Masalahnya membuat resah bagian lain, mereka merasa gak nyaman di departemennya, makanya pak Daniel mewanti-wanti supaya kita semua diam-diam saja, jangan menonjol, apalagi merasa eksklusif!" Ujar Erina


Semua staf yang mendengar mengangguk, mereka berjanji tidak akan menyulitkan atasannya.


Di dalam ruangan


"Yang, kamu makanlah dulu, nih aku sudah membawa untuk kita!" Rita membuka kontainer berisi makan siang mereka. Daniel meletakkan Ranna di strollernya, lalu ia makan bersama istrinya.


"Enak ya? Ini namanya apa?"


"Nasi kebuli!"


"Ooo, kamu bisa gak bikin ginian?"


"Ngasih tantangan nih?"


"Hehehe...kamu kan chef bertangan dingin, siapa tahu bisa?"


"Tangan dingin?? Kena es kali!" canda Rita


"Maksudku.." Daniel menjelaskan


"Iya aku mengerti kok!" Ujar Rita


"Masakan Indonesia unik-unik ya?"


"Hmm nasi kebuli ini asalnya dari arab Yang, ada berbagai versi ada yang India, Pakistan nah yang ini kayaknya versi arab deh"


"Cara bedainnya gimana?"


"Aku juga kurang tahu, tapi seingat ku pemilik catering teman mamaku ini keturunan Arab!"


"Ooo begitu" Daniel menyantap nasinya dengan lahap.


Jam makan siang selesai, Rita meninggalkan kantor Daniel


"Saya permisi dulu ya teman-teman!" Ujar Rita pamit


"Terimakasih bu, Ranna!" Jawab para staf


Daniel mengantar Rita sampai tempat parkir, di lift mereka bertemu dengan James yang hendak ke lantainya


"Hei Pak James!" Sapa Daniel ramah


"Eh Pak Daniel!" James menyalaminya ia jauh lebih ramah.


"Ini istri dan anakku!" Daniel memperkenalkan


"Oh iya, kita sudah pernah bertemu sebelumnya ya?" Ujarnya ramah kepada Rita


"Ah iya!" Rita membalas jabatan tangan James


"Ini anakku!" Ujar Daniel bangga


"Oh ya?? Halo!! Namamu siapa?" Tanya James basa-basi, sepertinya Ranna tidak menyukai James, ia langsung menangis


"Oeee.."


"Wahh..Ranna sudah ngantuk ya sayang?" Rita mengambil Ranna dari Daniel, tak berapa lama mereka sampai di lantai tempat parkir


"Permisi pak James!" Ujar Rita


"Sampai bertemu lagi!" Jawab James tersenyum


Daniel mengantar sampai ke mobil


"Nanti kalau sudah sampai kabari ya?" Ujarnya sambil mencium bibir istrinya


"Iya, Jangan pulang telat ya?" Ujar Rita mengingatkan


Supir membawa mobil keluar dari kantor Dar,Co


Di lift


"Daniel..Daniel..bikin iri saja, istrinya cantik banget "gumam James

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2