Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 157: Pekan Olah Raga Dar.Co


__ADS_3

Pekan Olah raga PT.Dar.Co diadakan selama satu minggu. Pesertanya para karyawan Dar.co, keluarganya termasuk para CEO dan keluarganya. Para peserta dikelompokkan sesuai bidang departemen yang ditugasi, ketua tim adalah kepala departemennya. Ceo Daniel menjadi ketua tim sedangkan para staff di Singapura menjadi bagian timnya.


“Pak Daniel, tim kita kekurangan peserta wanita” ujar Eddy salah satu staffnya yang berperan sebagai manajer grup


“Bukankah jumlah wanita di grup kita genap? Jadi seharusnya semuanya pas!”


“Masalahnya Adele sedang cuti melahirkan pak Daniel, ia baru mulai minggu ini”


“Ooo, baru tahu saya ,..hmm...apa boleh memakai orang luar?”


“Orang luar maksudnya atlet sewaan begitu? Saya pikir tidak boleh pak, karena ini olah raga yang sifatnya internal”


“Bukan, maksudku istriku!, masukan istriku sebagai daftar peserta”


“Istri pak Daniel?” Eddy kaget, ia baru tahu Daniel telah beristri


“Iya, istriku, namanya Rita Kang!” Daniel sengaja menambahkan nama belakangnya


“Rita Kang, apakah istri Anda tidak akan keberatan?”


“Kalau olah raganya seperti ini, aku kira dia akan senang!” Daniel tersenyum membayangkan Rita akan bertanding


Setelah menulis nama Rita sebagai salah satu peserta, Eddy minta diri untuk kembali ke ruangannya.


“Eh teman-teman! Ternyata betul pak Daniel sudah menikah!” ujarnya heboh


“Yahhh!!!! Tuu kan dugaanku benar! Aku melihat wedding ring di jarinya” ujar salah satu staf wanita


“Mungkin masih pengantin baru ya?” duga salah satu staff wanita yang lain


“Masa?”


“Kelihatannya akhir-akhir ini pak Daniel sangat bersemangat jika waktu pulang tiba. Dan terlihat lelah atau bahkan kesiangan kalau datang ke kantor”


“Aku ingin tahu istrinya seperti apa tampangnya, apa seperti orang Korea?”


“Sssttt..menurut temanku yang bekerja di Dar.Co kantor pusat, istrinya pak Daniel orang Indonesia!”


“Hah? Orang Indonesia? Seperti bos besar dong?”,


Darmawan merupakan julukan Bos besar dari para karyawan


“Apa ada hubungan darah dengan bos besar?”


“Setahuku, bos besar hanya punya satu cucu lelaki. Sedangkan pak Radian keponakan Bos Besar”


“Sepertinya pak Daniel yakin istrinya bisa membantu kemenangan tim kita, setelah tim kita selalu menjadi juru kunci beberapa tahun terakhir ini” duga Eddy


“Aamiin, aku jadi penasaran ingin melihat istrinya pak Daniel” ujar para staf wanita


Sementara di apartemen, di hari libur Daniel dan Rita menghabiskan waktu di depan TV layar lebar mereka menonton film yang baru saja keluar, sebenarnya mereka lebih banyak bercinta dibandingkan menonton.


“Sayang, seminggu ini kamu ada acara?” tanya Daniel, Rita kembali memakai kaos dan celana pendeknya


“Kenapa? Apa ada keperluan?” tanyanya, Daniel juga kembali mengenakan pakaiannya dan celana boxernya


“Hmm..kantor akan ada pekan olah raga seminggu ini, tim ku kekurangan peserta wanita, kamu mau ya mengisi spot kosong itu?”


“Apa boleh?” Rita memutar kembali film itu untuk ketiga kalinya


“Tentu boleh, ini juga untuk para keluarga karyawan”


“Hadiahnya apa?”


“Untuk pemenang grand prize satu tim beserta keluarga akan jalan-jalan ke disneyland Hong kong!, kamu belum pernah kan?”


“Dibayari semuanya?”


“Tentu dong!, pak Darmawan eh Kakek Darmawan selalu menyisihkan keuntungan untuk hiburan seperti ini, beliau bilang tidak ada yang gratis di dunia ini. Kalau ingin kesenangan harus meraihnya dengan jerih payah!”


“Tipikal Kakek sekali ya? olah raga yang dipertandingkan apa saja?”


“Volley, basket, baseball, lari estafet, tarik tambang”


“Tidak ada bela diri?”


“Enggak ada! Ini semua pertandingan tim!, untuk memperkuat kerjasama tim di tiap-tiap divisi”


“hmmm...aku gak yakin akan memenangkan pertandingan selain bela diri”


“Kamu sudah coba belum?” tanya Daniel, ia kembali menciumi telinga dan tengkuk Rita


“Ah come on, serius! kita sudah beberapakali melakukannya, aku ingin konsentrasi nonton film ini!” ujar Rita kesal


“Baiklah..baiklah...!” Daniel tertawa dan bangkit dari tempat duduknya


“Mau kemana?” tanya Rita heran


“Mandi junub!” teriak Daniel menuju kamar mandi


“Ah iya!, aku juga harus mandi nanti” Rita kembali konsentrasi menonton film tersebut


Keesokan malamnya


“Sayang, ini jadwal pertandingan yang tim kami ikuti, kalau bisa kamu datang 1 atau 2 jam sebelum pertandingan ya? dan ini seragamnya”


“Wah, modus sekali, kenapa celananya begitu pendek? Ini aurat tahu!” protes Rita, Kaos sport berwarna pink serta celana pendek berwarna sama.

__ADS_1


“Kebanyakan peserta hanya memakai kaos atasnya saja, bawahannya gak usah!” ujar Daniel, ia melihat penanggung jawab pengadaan seragam olah raga


“Hmm...Elizer...Elizer? yang mana ya?” gumam Daniel mengingat-ingat


Hari yang ditunggu telah tiba, Rita datang 2 jam sebelum pertandingan, tim Daniel berkumpul untuk brifing, sebelumnya Daniel menghimbau kepada para peserta terutama peserta perempuan untuk memakai celana panjang atau selutut, celana seragam bisa digunakan di bagian luarnya.


“Teman-teman kenalkan, ini istriku Rita!” ujar Daniel memperkenalkan Rita


“Selamat Siang!” sapa Rita ramah


“Selamat Siang Bu!” jawab para staff kompak,


Daniel menerangkan strategi pertandingan, kemudian mereka berlatih sebentar. Rita selalu berada di samping Daniel, ia merasa canggung berada diantara staf yang usianya lebih tua darinya.


Sementara beberapa rekan tim wanitanya sedang berganti pakaian di ruang ganti


“Itu istrinya pak Daniel?, wah masih muda dan cantik tak heran pak Daniel selalu datang terlambat ke kantor!”


“Muda iya, tetapi apa cantik sekali? Menurutku hanya cantik saja”


“Kamu hanya iri!, kamu tidak berhasil menarik perhatian pak Daniel!” ujar salah satu staff, sambil memakai lisptiknya


“Dengan wanita muda dan cantik seperti itu, tentu saja kamu kebanting!” ledek temannya yang lain


“Sial kalian!!! “ ujarnya kesal teman-temannya tertawa melihat kekesalannya, mereka kembali ke lapangan untuk berlatih


Dua jam kemudian, pertandingan dimulai.


Pertandingan pertama tarik tambang. Daniel mempelajari strategi tarik tambang dari film yang pernah ia tonton dan mencoba menerapkan ke timnya. Pada pertandingan ini seluruh anggota tim berpartisipasi. Daniel yang berada di belakang, kemudian Rita, lalu Eddy, lalu staff wanita lain, begitu seterusnya selang-seling. Panitia memberikan aba-aba


“Siap??? Mulai!!” bendera dikibarkan


Tim Daniel menarik sekuat tenaga!, akhirnya memenangkan pertandingan pertama. Ketika diadu dengan tim lain, tim Daniel pun menang lagi, begitu seterusnya hingga tim Daniel menduduki posisi puncak. Kemenangan tim ini tentunya mengagetkan tim lain, karena tim ini sebelumnya terkenal sangat mager dan menjadi juru kunci tetapi tahun ini justru mereka paling bersemangat. Daniel tertawa dan menyelamati semua anggota timnya.


Pertandingan kedua baseball, tim ini terlihat sangat bergantung pada Daniel dan Rita, karena pukulan mereka selalu home run sehingga anggota lain bisa masuk ke base dengan cepat. Di pertandingan baseball ini tim Daniel juga menduduki posisi puncak, mengungguli tim-tim lainnya


“Wah pak Daniel! bu Rita sehebat Anda!” puji Eddy


Daniel tertawa puas


“Iya kan? Aku sudah mengira pukulan kerasnya akan membawa kemenangan bagi kita!”


Hari itu hanya ada dua pertandingan, esok hari pertandingan lari estafet dan basket


“Sayang, untuk pertandingan basket ini, anggotanya campur atau perempuan saja atau lelaki saja?”


“Sepertinya campuran deh, karena inti dari semua pertandingan ini ya kerjasama tim”


“Hmm...begitu ya, aku lebih lega kalau begitu!”


“Aku belum mengenal staf wanita di tim kita, kelihatannya mereka masih canggung denganku, seorang dari mereka bahkan selalu menatapku dengan wajah jutek!”


“Apa iya?” Daniel tersenyum mendengar curhatan Rita


“Iya betul! Apa mungkin mereka marah karena bosnya telah beristri?”


“Rata-rata usia mereka di atasku, sayang. Mereka bukan seleraku!” ujar Daniel tersenyum


“Berarti seleramu daun muda ya?” ledek Rita


“Seleraku ya kamu!! Sayang!!” rayu Daniel


“Paling bisa!! Aku tahu apa yang akan terjadi setelah ini!” ledek Rita


“Apa coba?” Daniel tersenyum jahil


“Cobalah konsentrasi ke jalan, jangan menatap tubuhku terus!” protes Rita


“Baiklah Nyonya!” ia pun kembali konsentrasi menyetir untuk kembali pulang


Hari kedua pertandingan Estafet dan basket, Daniel sengaja menempatkan anggota yang larinya lambat sebagai pelari pertama, dan meletakan Rita dan dirinya di line terakhir. Awal dimulai lomba lari, tim Daniel sempat tertinggal jauh, tetapi ketika masuk ke pelari ketiga yaitu Rita, timnya berhasil mengungguli tim lain, kemudian Daniel menutup pertandingan dengan kemenangan di timnya. Dengan hasil ini mereka berhasil menduduki 3 posisi puncak.


Pertandingan selanjutnya, basket. Daniel memilih Rita dan salah satu staff wanita untuk mengumpankan bola, sedangkan staf lelaki yang lain ia pilih yang tinggi dan lincah gerakannya. Pertandingan basket berjalan sangat seru, Rita dan Daniel berganti-gantian mencetak angka dari daerah three poin.


Pertandingan berjalan sangat seru, apalagi jika bola sudah dipegang Daniel atau Rita, pemain lawan panik, sedangkan penonton bergemuruh memberikan semangat. Pada pertandingan basket terakhir, Rita menutup poin timnya dengan kemenangan 90/30. Tim Daniel kembali menguasai posisi puncak!


Daniel dan timnya bersorak kegirangan, selama 3 tahun terakhir ini mereka selalu jadi bahan olok-olok, tapi tahun ini mereka masuk tim super. Daniel dijuluki CEO super!. Kemenangan Tim Daniel melalui Rita yang selalu mencetak tembakan 3 angka tentunya membuat tim lain curiga. Timbul desas-desus diantara para peserta bahwa Rita adalah atlet olah raga yang sengaja disewa. Daniel memberikan bukti konkret buku nikah mereka kepada panita bahwa Rita benar adalah istrinya dan ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa.


“Hampir saja tim kita didiskualifikasi” ujar Rita dalam perjalanan pulang


“Tenang saja!, desas-desus itu sengaja dikeluarkan tim lawan untuk melemahkan kita!”


“Menurutmu begitu?”


“Tentu saja, aku sudah tahu siapa penyebar isu itu, ternyata mereka tim pemenang tahun lalu!”


“Ih..curang sekali!, kalau ada pertandingan bela diri, aku bisa membuat mereka kapok!” ujar Rita kesal,


“Jangan terlalu diambil hati sayang!, ini cuma pertandingan pengembira, kami para karyawan Dar.Co sudah bekerja keras hampir 12 bulan ini, pekan olah raga ini sebenarnya alasan bagi karyawan untuk bersantai, karena selama seminggu ini kami sama sekali tidak bekerja, hanya bertanding saja dan tetap digaji!”


“oo begitu!, baiklah aku pikir terlampau serius itu juga gak asyik ya?” ujar Rita tersenyum


“Tapi kita memang tim yang hebat sayang!, kamu betul-betul berbakat di bidang olah raga, aku heran kamu bisa menghasilkan three poin shot! Aku pikir kamu hanya mahir bela diri?”


“Ya, aku juga belajar basket dulu di SMA!”


“Oya? Kok kamu gak pernah cerita?” tanya Daniel heran

__ADS_1


“Kamu jangan cemburu ya?”


“Ya?”


“Dulu Tomi selalu mengajakku ke lapangan basket untuk menemaninya berlatih”


“Tomi? Bukankah dia salah satu senpai dan mantan pacarmu yang sudah meninggal itu?”


“Iya betul, ia mengajariku tembakan tiga angka, dia bilang pada saat melakukan tembakan 3 angka itu ada ketenangan dan fokus untuk melakukannya. Hilangkan kekhawatiran kegagalan menembak, fokuskan saja ke keranjang, lalu tembak!” cerita Rita mengingat ajaran Tomi, Daniel mulai cemburu, karena Rita mengingat mantannya dengan sangat baik


“Apa bisa begitu? Kamu tidak memperhitungkan lawan yang menggangumu?” tanya Daniel


“Kamu lihat tadi kan? Aku betul-betul fokus dan tidak peduli dengan lawan, shiaattt...3 angka, dan itu terjadi berkali-kali! Aku pikir kak Tomi di atas sana akan bangga padaku!” ujar Rita tertawa senang


Daniel diam saja, hatinya terbakar cemburu. Ia tahu Tomi pernah menjadi orang teristimewa di hati Rita, dan paling menyebalkan Rita mengingat ajarannya dan menerapkannya pada pertandingan mereka sebagai tim.


Sesampainya di apartemen, Daniel langsung masuk ke kamar mandi, sejak ada pemanas air, ia senang berada di bawah pancuran air hangat, selain membuatnya rileks juga menghilangkan rasa penat. Tetapi api cemburu dalam hatinya malam itu tidak bisa dipadamkan dengan air hangat. Akhirnya ia terpaksa mandi dengan air dingin.


Setelah sholat Isya ia tidak berkata apa-apa pada Rita, hanya langsung tidur. Sepertinya Rita tidak menyadari, karena ia senang melihat rekaman pertandingan tadi, ketika ia berhasil beberapa kali menembak bola hingga memenangkan pertandingan. Setelah rekaman pertandingan selesai, ia baru sadar suaminya sudah tidur nyenyak. Kini gilirannya membersihkan diri dan sholat Isya.


Pukul 2 pagi, Daniel terbiasa sholat malam, ia melihat Rita disampingnya tidur dengan lelap. Ia tidak mau mengganggunya, Tiba-tiba ia terpikir tentang Tomi, “hhhhh....padahal orangnya sudah mati! Kenapa masih menggangguku!” ia memasang alarm untuk membangunkan sholat Subuh, kemudian ia kembali tidur, ia menarik Rita kepelukannya, ia ingin Rita tertidur lelap dalam dekapannya.


Pagi harinya, Daniel terlihat kurang sehat, wajahnya pucat. Ia sadar ini akibat ia mandi dengan air hangat kemudian langsung berganti dengan air dingin, akhirnya ia masuk angin.


“Sayang, kamu sakit, kita ke dokter saja ya? Kita batalkan pertandingan hari ini?”


“Nooo..noo, sayang! tim ku sudah bekerja sangat keras minggu ini, sekarang tinggal pertandingan terakhir, Volley. Ini perkara mudah, kita sudah mengalahkan tim marketing kemarin, sekarang babak final melawan tim manajemen, Kamu tahu betapa bencinya kami pada tim manajemen?” ujar Daniel , keringat dingin mulai muncul di wajahnya


“Kenapa kalian membenci tim manajemen?” Rita menghapus keringat dingin dari wajah suaminya


“Tim ku bilang, mereka selalu merendahkan tim proyeksi anggaran, mereka bilang bagaimana mungkin tim proyeksi tidak bisa memproyeksikan kemenangan sendiri? aku, sebagai ketua Tim proyeksi tentunya akan membalas sakit hati timku, uhuk...uhuk..uhuk...” Daniel terbatuk


“Buka bajumu!” tiba-tiba suara Rita berubah tegas


“Eh, kamu ingin melakukannya sekarang?” Daniel kaget mendengar perintah Rita


“Dasar!, bukan itu! aku akan menghilangkan angin dari tubuhmu dengan cara tradisional!, pertandingannya nanti siang kan? Aku sudah hubungi Eddy, kalau kita skip latihan, cukup para anggota saja yang berlatih” ujar Rita, ia mempersiapkan alat cuping bekam yang sengaja ia beli di apotek di China town minggu lalu.


Daniel menurut, ia membuka bajunya


“Celananya perlu juga?” ujarnya jahil


“Gak usah! Cuma punggung mu saja kok!” Rita agak tersipu dengan godaan Daniel. Ia mulai melumuri suaminya dengan minyak sereh yang hangat, kemudian ia mulai membekam suaminya, dengan alat yang bernama cuping yang berbentuk seperti gelas kecil, di atasnya terdapat segel karet, cara kerjanya cuping diletakan di punggung, kemudian bagian ujung cuping dihubungkan dengan alat seperti penghisap untuk menghisap udara dalam gelas cuping, jika ia masuk angin punggungnya akan memerah keunguan.


“Tuhhh..kamu masuk angin..parah ungu banget!” Rita memfoto punggung Daniel dan menunjukkannya


“Serem banget ya? uhuk..uhuk..uhuk..” ia terbatuk lagi


Rita menempelkan cuping di beberapa tempat di punggung Daniel, setelah semua tempat telah tertutup cuping, Rita mulai mengarahkan sinar infra red, ke arah punggung Daniel. Uap air terlihat membasahi dinding gelas cuping.


“Kamu belajar ini dari mana?” tanyanya, ia heran dari mana Rita membeli alat-alat kesehatan tradisional ini


“Dari tetangga sebelah, dulu sebelah rumah kami ada semacam shinshee, beliau mengobati masuk angin dengan cara ini, ayah pernah memanggilnya ke rumah ketika beliau masuk angin”


“Aneh juga ya? padahal ayahmu dokter!”


“Ayah bilang, ia tidak mau minum obat kalau masuk angin biasa, lagipula pengobatan Cina jauh lebih dulu daripada pengobatan barat, jadi beliau memakai cara ini untuk mengobati masuk angin. Kak Andi bilang ketika stroke kemarin beliau juga melakukan terapi akupuntur, selain berobat ke bagian syaraf”


“Memang, enak sih Rit, tapi sakit ya?”


“Karena anginnya sedang ditarik” beberapa menit kemudian Rita mencopot semua cuping dari tubuh Daniel dan mengurutnya sebentar, kemudian membersihkan bekas minyak sereh dipunggungnya dengan handuk dan memberinya baju ganti.


“minum ini sayang!, kemudian tidur sebentar, nanti menjelang dzuhur, aku bangunin!” ujar Rita menaruh secangkir jahe merah hangat. Daniel meminumnya dengan nikmat, tubuhnya lebih enak sekarang. Ia pun tertidur lelap di sofa empuk. Rita sibuk di dapur untuk menyiapkan makan siang.


Bunyi Adzan Dzuhur membangunkan Daniel dari tidurnya, ia jauh lebih baik sekarang, rasa penat dan berat ditubuhnya telah hilang.


“Wah,..tubuhku lebih segar sekarang!” ia menghampiri Rita dan memeluknya dari belakang


“Terima kasih sayang!” kemudian ia mengecup pipi Rita, lalu ke kamar mandi untuk wudhu.


Setelah sholat dzuhur, mereka berangkat menuju tempat pertandingan terakhir. Hari itu pertandingan penentuan kemenangan. Tim Proyeksi Anggaran VS Tim Manajemen.


“Pak Daniel, Anda sudah sehat?” tanya Eddy menyalami Daniel yang baru saja datang


“Alhamdulillah, karena terapis pribadiku ini aku bisa sampai di sini dengan segar bugar!” ia merangkul Rita dengan bangga, para staff wanita yang melihat Daniel merangkul Rita dengan mesra membuat mereka sangat iri


“Ah pak Daniel ini, tahu deh...istri baru!”


“Iya istri baru, kira-kira 10 tahun lagi masih kayak gitu gak ya?” ujar staf yang lain sinis


“Hei, kalian ini! Jangan begitu, karena bu Rita, tim kita sudah tidak lagi menjadi pecundang! Kalian mau kan jalan-jalan ke Hongkong?” ujar Eddy yang mendengar ocehan para staf wanita di belakang


“Iya pak, maaf!” ujar mereka kompak


Anggota Tim Daniel dikumpulkan, Daniel mengatur strategi, kali ini ia tidak menurunkan Rita di awal pertandingan, ia tahu Rita lelah karena mengurusnya tadi. Jadi ia dibiarkan beristirahat di pinggir lapangan.


Tim manajemen memang tim yang tangguh, ketua Tim mereka tidak kalah ulet dengan Daniel. Skor mereka saling berganti memimpin dan susul-menyusul. Daniel tampak kelelahan, ia memberi tanda kepada wasit untuk berganti pemain. Bunyi peluit wasit memberikan waktu kepada tim Daniel untuk mengganti pemain.


Rita turun menggantikan Daniel. Permainan Rita sangat taktis, sepertinya energi tidak habis dari dirinya. Ia juga sangat rajin mengejar bola, kadang membantu memblok di dapan, kadang mengejar bola ke belakang, lalu melambungkan smash keras, Tim Daniel kembali unggul beberapa poin. Tim manajemen, melihat Rita yang begitu bersemangat, mereka meminta waktu untuk berunding memikirkan strategi untuk mengatasi Rita. Daniel melihat gelagat dari tim lawan, ia tahu Rita akan dicecar sehingga ia memutuskan masuk kembali ke lapangan. Ia menarik anggota lain yang terlihat kelelahan.


Pertandingan kembali dimulai, dugaan Daniel tepat. Tim lawan mengincar Rita sehingga ia kewalahan, Daniel tidak tinggal diam, berkali-kali ia memblok bola yang hendak mengenai Rita, kerja sama suami-istri di lapangan itu membuat semua mata kagum, kedua orang itu saling melindungi.


Menjelang waktu akhir pertandingan, skor kembali ketat, kedua tim sepakat tidak akan ada perpanjangan waktu, siapa yang mencetak angka lebih dulu tim itu yang menang. Kedua tim terlihat sangat lelah, tim lawan melihat Daniel yang sangat kelelahan, mereka mengarahkan bola ke arahnya, Rita melihat hal itu kembali menghalaunya, tim lawan kembali melakukan hal yang sama karena Daniel terlihat sudah kehilangan konsentrasi, serangan ke Daniel berhasil diblok Eddy, karena tanggung, lawan melancarkan smash, tetapi smash kencang itu berhasil diatasi Rita. Bola kembali melambung, tim lawan sudah kehabisan tenaga, hingga memukul bola yang melayang tanggung, Rita dengan semangat, ia melompat tinggi dan melancarkan smash kencang yang membuat semua anggota tim lawan terkapar. Suasana menjadi sepi, kemudian kembali membahana ketika papan skor memberikan angka kepada Tim Daniel. Sorak sorai mengelu-elukan tim Daniel!. Tiba saatnya pengumuman pemenang, Daniel maju mewakili timnya untuk menerima piala bergilir.


“Terima kasih kawan-kawan setim! Kalian sudah melakukan yang terbaik!, juga semua peserta pekan olah raga Dar.Co. Semua pertandingan ini bukan ajang show off tapi untuk mempererat kerjasama tim dan kerjasama kita sebagai keluarga besar Dar.Co! sekali lagi terima kasih banyak!” pidato Daniel yang singkat dan menunjukkan kerendahan hati tidak mengecilkan tim yang kalah, membuat seluruh peserta di dalam arena bertepuk tangan gemuruh, lagu mars Dar.CO dikumandangkan. Malam itu Rita dan Daniel pulang dengan taksi karena kelelahan


_bersambung_

__ADS_1


__ADS_2