Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 143: Bertemu Ayah


__ADS_3

“ting nong!” suara bel kamar berbunyi, dengan segera Rita membuka pintu kamar


“Ya Pak? Eh Kak Dewa?” ia heran ia pikir supir pesanannya akan datang mengantarnya ke RS menemui ayahnya


“Halo Rit, hari ini kakak yang jadi supir kamu ya?” ujarnya


“Tapi kak, aku sudah booking supir hari ini”


“Iya, tadi kakak ketemu dengannya di luar, kakak bilang, kamu membatalkan pesanannya, tapi tenang kakak sudah bayar biaya pembatalannya kok”


“Ooo,..masuk dulu kak, sebentar Rita masih belum siap!” Ia mempersilakan Dewa masuk ke kamarnya


“Gak enak ah di luar saja”


“Oo ya sudah!” Rita membuka pintu kamarnya dan kembali masuk ke dalam. Ia mengambil tas kecil dan oleh-oleh untuk ayahnya dan tantenya


“Ayo kak, oh iya Rita lupa, ini untuk kak Dewa, sebenarnya kemarin Rita mau kasih ke kak Dewa, tapi karena ada banyak senior lain, gak enak kalau mereka gak dikasih, sengaja Rita simpan. Kalau ketemu kak Dewa lagi” Rita memberikan kotak kecil terbungkus kertas kado lucu


“Oh, terima kasih ya, kakak sudah punya perasaan, masa sih Rita datang gak bawa oleh-oleh!” candanya


“Hahaha..bisa saja !” Rita mengunci pintu kamarnya, Dewa membantu Rita membawakan oleh-oleh untuk keluarga ayahnya. Dewa membukakan pintu samping mobil sedan Camry berwarna merah.


“Terima kasih” ujar Rita tersenyum, Dewa menaruh bawaannya di kursi belakang, mobil pun berjalan keluar dari penginapan


“Jadi gak enak nih ngerepotin kak Dewa” ujar Rita membuka percakapan


“Jangan begitu, anggap saja kita saudara jauh, waktu aku ke NZ, kalian juga menjamu kakak dengan baik. Jadi gak usah merasa sungkan. Rita mengangguk senang. Mereka melewati mal yang dulu mereka sering hang out.


“Wah belum ada yang berubah ya?” ujar Rita


“Sebenarnya ada Rit, ingat resto milik Tommy?”


“Iya? Kenapa kak?”


“Sudah dijual, mamanya kembali ke Belanda.”


“Hah? Kak Tommy orang Belanda?”


“Bukan, mamanya Tommy itu sebenarnya kakak dari ibunya Tommy, keluarganya ada di Belanda anaknya 1, ia di sini untuk membesarkan Tommy sampai ia dewasa dan memberikan semua haknya. Gak menyangka umurnya Tommy Cuma sebentar” ujar Dewa menjelaskan. Rita menitikkan air mata mengingat kenangan tentang Tommy


“Maaf ya Rit, jadi mengingatkan kenangan lama” ujar Dewa, ia melihat mata Rita yang berkaca-kaca lalu memberikan tissue


“Gak apa-apa kak, Rita sudah tahu kok kalau kembali kemari pasti kenangan itu kembali lagi, jadi Rita sudah mempersiapkan hati”


“Syukurlah, tapi apa karena itu kamu jadi gak mau main kemari?”


“Bukan begitu kak, Rita harus memikirkan perasaan kakek Darmawan, selama 16 tahun ini beliau tidak tahu kalau punya cucu perempuan, jadi ketika beliau tahu tentang Rita, ia agak marah dengan ayah yang sudah menyembunyikan identitas Rita”


“hmm...begitu, tetapi kenapa sekarang beliau membolehkan? Kamu gak kabur dari rumah kakek kan?”


“hahaha..mana mungkin kak, Kakek yang membolehkan, sepertinya beliau sudah memaafkan ayah. Beliau juga bilang karena dididik Ayah, Rita menjadi seperti sekarang.”


“Seperti apa?”


“Ya, gak manja gitu kak”


“Masa sih?” ledek Dewa


“Iiihh..memangnya kapan Rita manja?”


“Oh iya ya, bukan Rita!” Dewa tertawa


“Hahaha..penyakit ya Kak?”


“Penyakit?”


“Dulu kak Tommy bilang saking sering gonta-ganti teman cewek, kak Dewa sering salah menyebut nama cewek itu”


“Hah? Tommy bilang begitu? Sialan!!! Perlu kamu tahu ya Rit, semua cewek itu, mereka sendiri yang mengikuti kakak. Karena kakak gak enak menolaknya jadi ayo saja deh, toh kita gak ngapa-ngapain!”


“Hahaha..tenang saja kak! Banyak juga gak apa-apa mumpung belum terikat!”


“Hmm..”tiba-tiba Dewa terdiam, suasana jadi aneh


“Ting!” suara notifikasi dari ponsel Rita, Ia membuka ponselnya dan membaca pesan lalu membalasnya dengan tersenyum.”


“Siapa Rit, senang banget?” tanya Dewa penasaran


“Daniel!” jawab Rita sambil membalas pesannya


“Daniel? Oh yang orang Korea itu?”


“Iya kak, tapi dia sudah jadi warga negara Kanada, walaupun kelahiran Korea” ujar Rita, ia menutup ponselnya


“Kok bisa?”


“Ya, waktu itu ada masalah di keluarganya sehingga ia harus pergi dari Korea dan tinggal di Kanada”


“ckckck...Rita sekarang mainannya dunia internasional ya?”


“Maksudnya?”


“Iya, kakak pikir Indonesia saja sudah luas wilayahnya, eh Rita malah ke NZ terus akrab dengan WN asal Kanada yang lahir di Korea, sepertinya dunia sempit banget ya?”


“Betul kak, apalagi dengan kecanggihan teknologi zaman sekarang. Kalau kita terpaku di negara ini saja, sudah gak zaman. Banyak lho WNI yang bekerja di NZ kak, gajinya lebih tinggi”


“Iya sih, tapi potongan pajaknya juga besar kan? Karena untuk kesejahteraan kalau mereka gak bekerja lagi”


“Mungkin juga kak, maksud Rita, kalau Kak Dewa sudah lulus kuliah dan tidak dapat pekerjaan di negara ini, kak Dewa bisa cari kerja di negara lain, begitu kak!”


“Usul yang bagus Rit!, eh pertanyaan kakak kemarin belum kamu jawab”


“Yang mana ya?”


“Kamu masih berminat jadi chef?”


“Insya Allah kak, rencana Rita akan sekolah di Perancis. Di sana kulinernya nomor satu di dunia!”


“Ah masa sih?, kenapa gak di sini saja?”


“Di Jakarta begitu kak?”


“Iya!, kan di sini juga banyak sekolah yang bagus-bagus”


“Nantilah Rita pikirkan lagi”


Mobil memasuki halaman RS, setelah memarkirkan mobil, mereka menuju kantor direktur RS.


“Inget gak Rit, kita kejar-kejaran sama zombie di sini?”


“Iya Kak!, kalau diingat lagi seru juga ya, kita berempat!”


Tak lama mereka tiba di depan kantor direktur


“Selamat pagi Bu!” sapa Rita ramah


“Pagi, eh Rita bukan?” tanya sekretaris


“Betul bu!”


“Ya Ampun!!! Sudah lama gak kemari ya? Kamu tambah tinggi dan cantik. Ini siapa pacarnya?” tanya sekretaris


“Bukan, teman!” jawab Rita segera, sebelum Dewa menjawab


“Ahh.. teman ya?..masuk saja ya Rit, dr.Soegiarto lagi ada rapat, sebentar lagi selesai kok!”


Rita dan Dewa memasuki ruang kerja kemudian duduk di sofa , sekretaris meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut. Rita melihat-lihat ruang kerja ayahnya, ia penasaran dengan foto-foto yang terpajang di meja kerja ayahnya. Ia pun beranjak dari sofa dan melihat foto-foto yang terpajang


“Lihat Kak, foto keluarga baru ayah!” ia menunjukkan salah satu foto ke Dewa, ia juga melihat salah satu foto lama ketika ia masih kecil memeluk ayahnya


“Tuh Rit, ayah kamu itu gak pernah melupakan kamu!” ujar Dewa melihat foto itu, Rita mengangguk, ia memfotonya melalui ponselnya


“Kamu gak punya foto ini?” tanya Dewa


“Foto ini diambil waktu ayah mau bertugas ke Papua, Rita dititipkan di rumah kakek”


“ooo, kakak baru tahu ternyata kamu anak titipan?” canda Dewa


“Hahaha!” Rita hanya tertawa mendengar candaan Dewa, tak lama suara pintu terbuka. Dr.Reza muncul dengan kacamata dan berkas-berkas di tangannya


“Ayah!” Rita menghampirinya dan memeluknya erat, Ayahnya melepaskan berkas di tangannya hingga jatuh berantakan dan memeluk Rita erat. Dewa membantu mengangkat berkas-berkas tersebut dan merapikan lalu meletakan di atas meja. Cukup lama Ayah dan anak itu berpelukan


“Kamu sudah tinggi banget ya Rita?” Reza mengusap kepala Rita dengan sayang, Rita tersenyum, ia sangat kangen pada ayahnya

__ADS_1


“Apa kabar ayah?” tanyanya, ia menggandeng ayahnya untuk duduk di sofa


“Baik Rita, alhamdulillah! Kamu bagaimana? Apa masih sakit bekas operasimu?” tanya ayah


“Hah? Kamu habis dioperasi?” tanya Dewa kaget


“iya, dia kena usus buntu lalu ada komplikasi. Syukurlah Andi menghubungi ayah sebelum terlambat!” jawab dr.Reza


“Terima kasih ayah, sudah menyelamatkan Rita!” Rita merangkul ayahnya dengan sayang


“Maaf ya Rit, waktu itu ayah harus buru-buru pulang karena ada pasien yang mendesak untuk dioperasi jadi ayah harus segera kembali kemari. Tetapi ayah sudah memberikan catatan kepada dokter yang merawat kamu!”


“Iya yah, karena obat dari ayah, Rita jadi lebih sehat dari sebelumnya!”


Reza tersenyum dan mengusap punggung Rita


“EH Ayah, Rita membawa banyak oleh-oleh untuk ayah dan adik-adik!”


“adik-adik? Kok kamu bisa tahu?” tanya Reza heran


“Tahu dong, tante Saye yang bilang”


“Rita ini sombong Dewa, setelah tinggal di NZ bahkan menelpon ayahnya saja tidak pernah!” goda Reza


“Maaf Ayah!, Aku memang sombong!” jawab Rita


“Hahaha..” mereka tertawa bersama


“Ayah, tante Saye rumahnya di mana?”


“Nanti Ayah antar ke sana, dia juga sangat senang kamu bisa datang!, oh iya kamu menginap di mana? Ayah sudah meminta tantemu untuk menyiapkan kamar untukmu!”


“Gak usah yah, Rita sudah menyewa kamar di penginapan milik qowi, karena h-1 mama dan kak Andi akan datang kemari”


“Oya? Wah..tamu jauh malah tidur di tempat lain” Reza merasa gak enak hati


“Tenang saja yah, kita gak mau merepotkan keluarga mempelai!”


“Saye ketemu jodohnya setelah pulang dari NZ, wah ayah lega sekali. Ayah pikir dia gak akan bisa move on dari mantannya”


Rita mengangguk setuju


“Oh iya Dewa, kamu mau ikut ke rumah tante Saye?” tanya Rita


“Eh, lama gak ya? soalnya saya ada urusan mendadak” ia baru saja membaca pesan di ponselnya


“Kamu bisa tinggal Rita di sini, nanti Saya akan membawanya, kamu gak usah khawatir!” ujar Reza


“Baiklah, kalau begitu saya pamit dulu Om!” Dewa mencium tangan Ayah, kemudian pamit. Rita mengantarkan sampai tempat parkir


“Terima kasih ya Kak, maaf merepotkan!”


“Enggak kok Rit, kalau kamu butuh bantuan telepon saja ya? jangan sungkan!” Dewa masuk ke mobilnya, lalu pergi, Rita melihat mobil Dewa yang menjauh meninggalkan tempat parkir RS.


Di dalam mobil


“Syukur deh Indra nge-chat tepat waktu, kalau enggak bingung juga terlibat di reuni keluarga” gumamnya sambil menyetir. Sementara Rita kembali ke kantor ayahnya, yang bersiap untuk meninggalkan kantor.


“Sekarang Yah?”


“Iya, mumpung belum terlalu siang, nanti agak siangan Ayah harus kembali kesini”


“Wah ayah masih sibuk seperti dulu ya, apa gak kasihan sama adik-adik? “ tanya Rita, ayahnya hanya melihat ke arah dirinya kemudian melepas jaket putihnya. Merekapun meninggalkan kantor dan menaiki mobil untuk pergi ke rumah Saye.


“Tempat ini belum berubah banyak Rita!” ujar Reza membuka percakapan


“Iya Yah, hanya beberapa yang berubah sedikit”


“Oh ya? apa tu?”


“Resto milik kak Tommy, sekarang jadi milik orang lain


“Hmm..Tommy, kamu masih ingat sama dia?”


“Ingat dong yah, tapi sudah gak sedih lagi kok!”


“Hmm..iya Rit, kamu itu masih muda, gugur satu tumbuh seribu!”


“Hahaha..iya yah”


“Lagi libur katanya Yah”


“Hmm...santai sekali ya kuliahnya, Ayah dengar Andi juga santai ya?”


“Santai banget yah, padahal kak Andi ambil dua jurusan yang berbeda, tetapi ia tetap santai dengan kuliahnya”


“Andi itu otaknya mendekati jenius, seperti Eka!”


“Hmm..yah,..gak apa-apa kan Rita tetap memanggil Ayah?” tanya Rita tiba-tiba


Dr.Reza agak terkejut dengan pertanyaan Rita yang tiba-tiba


“Kamu itu tetap anak Ayah Rita, walau di DNA mu milik Eka, tetapi kamu tetap anak Ayah, ingat itu ya?”


Rita mengangguk senang


“Oh iya Rit, Ayah dengar kamu akrab dengan orang Korea? Siapa namanya?”


“Oh Daniel? Kok Ayah bisa tahu?”


“Dari Andi, dia bilang ada yang pengen ketemu Ayah”


“Kak Andi bilang begitu?” tanya Rita heran, Reza mengangguk


“Kamu serius sama Daniel Rit?” tanya Reza,


Rita menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya


“Ayah dengar kalian juga akan menikah dalam waktu dekat? Katanya kakek Darmawan yang menyarankan”


“Iya Yah, Kakek dan Mama takut Rita kebablasan”


“hmm...apa gak terlalu terburu-buru ya? Kamu bahkan belum 18 tahun. Mungkin kamu harus jaga jarak dari Daniel supaya gak terlampau dekat?”


“Tapi kami sudah terpisah jarak yah, Daniel sekarang sedang mengawasi proyek di Singapura. Sedangkan Rita kan bersekolah di Jakarta”


“Ooo, dia tinggal di Singapura?”


“Iya, tadinya bisa mengawasi dari cabang di Jakarta, tetapi menurut kakek karena proyeknya masih baru jadi harus diawasi langsung”


“Hmm..berapa usia Daniel?”


“26 tahun yah”


“Wah beda sembilan tahun sama kamu ya? apa gak ketuaan Rit?”


“Gak boleh yah?”


“Bukan begitu, kamu kan anak baru gede, tiba-tiba berhubungan sama lelaki yang jauh lebih dewasa. Dia gak macam-macam sama kamu kan?”


“Kenapa sih pada nanya begitu melulu? Daniel itu sangat menjaga yah!, bahkan ia gak mau Rita berlama-lama di apartemennya. “


“Kenapa tu? Apa dia menyimpan perempuan lain?”


“Ah ayah ini! Nanti ayah kenal Daniel dulu deh, baru menilai!”


“hmm...” Reza terdiam


Sementara di Singapura, Daniel membaca pesan dari Rita. Ia diantar Dewa untuk menemui ayahnya


“Dewa ya? wah ambil kesempatan rupanya” gumam Daniel


“Pak Daniel!” tegur salah satu staf


“Eh ya?”


“Draft rencana kerjanya belum selesai”


“Kira-kira selesainya kapan?”


“Dua hari lagi pak!”


“Gak bisa, kalau perlu kalian lembur, saya juga akan di sini merevisi, Dua hari lagi saya harus sudah di Sukabumi”

__ADS_1


“Sukabumi?”


“Iya, Sukabumi-Indonesia, ada saudara yang menikah!”


“Oh, baiklah Pak, Saya akan bilang ke staf yang lain”, Staf itu meninggalkan Daniel di ruangannya dan kembali ke ruangannya


“Teman-teman! Perintah dari pak Daniel, draft kerja harus selesai sekarang! Kalian lembur, beliau juga ikut lembur untuk merevisi”


“Yahh..kenapa mendadak sekali?” protes salah satu staf


“Karena dua hari dari sekarang ia harus pergi ke Su..eh Indonesia!”


“Pak Daniel sering bolak-balik ke Indonesia ya? apa istrinya tinggal di Indonesia?”


“Eh Pak Daniel sudah menikah?” tanya salah satu staf perempuan,


“Kayaknya, dia pakai cincin lho!”


“Eh ?kok aku gak lihat?” ujar temannya yang satu lagi


“Aku juga baru memperhatikan, waktu dia presentasi, ada yang silau dari tangannya, eh ternyata cincin!”


“Yahh..Aku patah hati dong!”


“Iya nihhh...padahal sekalinya dapat bos yang ganteng eh sudah laku,..hiks..hikss...hikss”


“hei! Kalian jangan ngegosip saja, draft ini di tunggu hari ini!” ujar staf yang lain


“Iyaa!!” ujar mereka kompak, mereka kembali ke pekerjaan mereka


Sementara Rita telah sampai di kediaman Saye yang telah dihias untuk acara pernikahan lusa.


“Tante!” Rita berlari memeluk tantenya yang menyambut kedatangannya


“Rita! Makin cantik saja!!!” Saye memeluk Rita dengan sayang


“Rita kaget tante menikah lagi!”


“Hahaha...iya dong! Tante move on Beb !” ujar Saye menunjukkan cincin pertunangannya


“Hei, bantuin kakak dong, Rita bawa banyak oleh-oleh untuk kamu tuh!” Reza mengambil beberapa barang bawaan Rita untuk Saye


“Wah banyak banget Rit?” Saye membawa beberapa kotak dari dalam mobil Reza


“Itu dari mama, kakek dan kakak. Mereka bilang titip sekarang, supaya gak merepotkan kalau datang lusa”


Saye penasaran, ia membuka salah satu kotak yang tertulis merk pakaian milik Ratna


“Wahh...kebaya!..ini mahal sekali!! Kak Ratna!!” Saye terkejut ia juga mengagumi setelan kebaya pemberian mantan iparnya


“Kebaya itu bisa tante pakai untuk resepsi besok! Ini untuk mempelai lelakinya”


“hah? Sepasang Rit? Ini beneran? Wahhh...tahu begini aku bisa berhemat!”


“Kamu batalin saja menyewa pakaian pengantin! Dari Ratna sudah bagus banget itu!” ujar Reza, ia turut mengagumi sepasang kebaya berwarna biru laut


“Tentu kak! Eh Rit. Kamu tidur di mana malam ini?”


“Dia sengaja memesan kamar hotel! Lain ya kalau sudah sultan!” ledek ayahnya


“Ih Ayah! Bukan begitu, Rita kan gak mau ngerepotin keluarga ayah!”


“Alasan ya Ye?” ledek Reza lagi


“Sudah Rit, ayahmu memang ngeselin, hari ini kamu nginap di sini ya? tidur sama tante!”


“Apa gak mengganggu tante?”


“Enggak dong! Calon tante kan pindahnya setelah menikah, gak sekarang!”


“Oh iya ya?


“Saye, aku lapar nih, ada makanan gak? Rita juga belum makan sejak tadi!”


“Ah iya, tante sudah memesan dari catering, untuk Rita makan. Enak kok Rit makanan cateringnya”


Setelah makan siang Reza kembali ke kantornya. Malam pun datang, Rita mengobrol dengan tantenya di dalam kamar tidurnya


“Tante, kamar ini belum dihias?”


“Besok Rit, lagi pula ini kan pernikahan kedua bagi kami, jadi seharusnya gak perlu hiasan kan?”


“Perlu dong Tan, ini kan hidup baru bagi kalian berdua, seharusnya lebih istimewa.”


“Hmm...begitu ya? iya deh kalau menurut Rita begitu!, jadi Rit, bagaimana sudah ada pacar baru?”


Rita mengangguk malu


“Boleh lihat gak?” tanya Saye penasaran


Rita membuka ponselnya menunjukkan foto dirinya dan Daniel


“Hah? Ini orangnya Rit? Kamu yakin?” tanya Saye heran


“Eh kenapa Tan? Bukan tipe tante kah?”


“Bukan begitu, dia cakep banget. Kamu yakin gak bakal cemburu terus sama dia? Kelihatannya ia tipe kesukaan banyak cewek nih! Kamu harus kuat iman Rit, banyak berdoa supaya ia tetap setia sama kamu!”


“Aamin..tante! iya ya, Rita gak pernah kepikiran begitu!” tiba-tiba ponselnya berbunyi, Daniel melakukan VC


“Hei! Kamu di mana?” katanya tiba-tiba


“Nih di rumah tante! Tante ini Daniel!” Rita menunjukkan ponselnya ke tante


Daniel menyapa Saye


(dalam bahasa Inggris)


“Saya Daniel ! Senang bertemu dengan Anda!” sapa Daniel


“Ah Daniel, saya Saye tantenya Rita. Baru saja ngobrolin kamu.oh iya lusa kamu bisa datang?”


“Insya Allah saya datang tante, sekalian mau bertemu dr.Reza!”


Setelah mengobrol sebentar, Rita kembali berbicara dengan Daniel


“Kamu beneran bisa datang? Katanya jadwalnya lagi padat?” tanya Rita pelan


“Insya Allah datang, nih aku lagi di kantor, Aku suruh semua staf lembur, supaya besok aku sudah bisa ke situ!”


“Wow mr.CEO ngotot sekali?” goda Rita


“Rita, Kamu gak bisa pesan taksi biasa saja? Gak usah ngerepotin orang?”


“Oh kak Dewa? Bukan begitu Niel, dia bilang mau membalas budi karena selama dia di NZ kan kita jamu, jadi dia balas begitu!”


“Bilang sama dia gak usah balas-balasan! Kamu ikhlas! Begitu saja!” ujar Daniel, suaranya agak kesal


“Yee,..orang tiba-tiba dia muncul di depan kamar, masa aku tolak ? itu gak sopan!”


“Tapi berduaan saja sama dia juga gak sopan kan?”


“Daniel! Tenang ya? Aku gak ada feeling apa-apa kok ke Dewa! Aku Cuma lihat ke kamu!” tiba-tiba Rita memelankan suaranya


Daniel terlihat salah tingkah, tapi juga masih cemburu


“Pokoknya jangan sering-sering sama dia ya!” ujarnya,


“Insya Allah!!” jawab Rita, kemudian percakapan pun selesai


“Wiihh..Rita lagi kasmaran nih!” goda Saye


“Ah tante! Enggak biasa saja kok!”


“Masa? Tante lihat kalian salah tingkah begitu! Wah gawat ini!”


“Gawat kenapa tante?”


“Kamu tahu orang itu paling lemah kalau ngapain?”


“Ngapain?”


“Kalau lagi jatuh cinta! Itu saat terlemah manusia!”

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2