
"hei Bali!" Vicky menyapa dan mendekati Rita yang sedang asyik mengerjakan tugas di perpustakaan. Disapa dengan sebutan Bali, Rita tidak menyahut
"Sombong ih!"
"Nama ku Rita!"
"Iya tau! Tapi aku lebih senang manggil kamu Bali!"
Rita menghentikan kegiatan nya lalu memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.
"Lho? Sudah selesai?"
"Mau pindah tempat, di sini gak bisa fokus!"
"Oke...oke.. aku pergi deh, tapi kamu mau ya pergi sama aku ke sini?" Vicky memberikan selembar undangan
"Apaan nih?"
"Itu undangan acara kantor bokap "
"Acara kantor kok undang orang luar?"tanya Rita heran
"Habis, disitu ada tulisan harus bawa pasangan"
"Ya bawa pasangan lah!"
"Memang! Aku mau kamu yang jadi pasangan ku. Mau ya? Pleaseee???"
"Hmm...kapan sih acaranya?"
"Asyiikkk!"
"Jangan senang dulu! Aku kan juga banyak acara!"
"Itu ada di undangan. Gini deh, aku kasih nomor ponsel, kalau bisa datang WA ya?" Vicky menulis kan nomor ponselnya lalu pergi meninggalkan Rita.
Di kantin, Rita menghampiri Sisca cs.
"Hai, boleh duduk di sini?" Tanya Rita sambil membawa nampan makanan. Dani dan Erica mengangguk, hanya Sisca yang bertingkah tidak peduli.
Rita duduk dihadapan Sisca lalu memberikan lembar undangan.
"Apa itu?" Tanya Dani, ia mengambil kertas undangan dari tangan Rita dan membacanya
"Ferrari party? Kamu dapat dari siapa?"
"Vicky!"
"Kapan?"
"Tadi"
"Kenapa dia ngasih ini ke kamu?" Tanya Dani memburu
"Dia butuh pasangan untuk datang, jadi dia ngajak aku" jawab Rita sambil melahap es krim dengan French fries, Sisca bergidik melihat cara Rita makan.
"Emang enak makan begitu?" Tanyanya penasaran
"Lumayan! Coba deh!" Rita mengambil 1 French fries dan mencelupkan ke es krim lalu memberikan ke Sisca.
Sisca menutup mulutnya
"Gak mau!"
"Yahh.. meleleh dong!" Akhirnya Rita melahapnya sendiri.
"Kenapa kamu ngasih ini ke kami?" Tanya Erica
"Aku ijin sama kalian, boleh datang ke situ gak"
"Kalau kami gak ijinkan kamu gak datang?"
"Enggak!" Jawab Rita cepat
Sisca Cs heran
"Yakin?"
"Yakin! Aku gak mau mengganggu gebetan kalian!"
"Ini bukan salah satu trik kamu kan?" Tanya Erica
"Trik apa?"
"Trik, sebenarnya kamu ingin pamer sama kami"
"Pamer? Enggak lah! Aku jujur kok!"
"Kenapa?" Tanya Dani
"Kenapa apa sih? Dari tadi kalian bikin bingung!"
"Kita tuh bingung, kenapa kamu bilang ke kita tentang ini, kalau aku jadi kamu aku datang !" Jawab Dani
"Eh!" Dia melihat kedua temannya yang melotot padanya.
"Kan aku sudah bilang sebelumnya, aku gak kenal Vicky, tapi aku suka sama kalian!" Jawab Rita tersenyum
"Suka? Apa kamu golongan pelangi?" Tanya Dani
"Bukan suka begitu! Aku ingin kalian jadi teman boleh gak?"
"Hmmm....kenapa?"
"Kenapa lagi?" Tanya Rita heran
"Ya kenapa mau jadi teman kami?"
"Oooh itu, pertama aku kesepian di sini, kedua kalian itu lucu, pertama kali bertemu rencananya mau mengancam eh malah menunjukkan macam kegiatan dan peraturan di sekolah ini. Artinya sebenarnya kalian itu orang baik!"
Ujar Rita, ia membuka tas kecilnya lalu mengambil 3 bungkus coklat.
"Nih buat kalian! Tadi aku beli waktu berangkat kemari"
Ketiganya mengambil coklat dari tangan Rita
"Terimakasih!" Ujar mereka tersenyum
"Eh, tapi coklat ini bukan berarti kita jadi sobat ya?" Ujar Dani yang ceplas-ceplos
"Aku bilang kan butuh teman, bukan sobat!" Jawab Rita tersenyum
"Tentang undangan itu...kamu datang saja" ujar Sisca, kedua temannya heran dan menatapnya
"Beneran?" Tanya Erica
"Bener! Coba bayangin kita sudah mendekati Vicky dengan berbagai cara tapi gak ada yang tembus kan? Nah ini kebetulan ada, kita bisa mempergunakan ketertarikan Vicky ke dia!" Ujar Sisca.
"Kalian sudah lama mendekati tapi gak tembus? Memangnya gimana cara mendekatinya?" Tanya Rita
"Yaa...menegurnya..." Ujar Erica malu-malu.
"Vicky kelihatan ramah, kenapa dia gak menanggapi kalian?" Gumam Rita
"Jadi kamu datang saja, kalau bisa diam-diam bikin rekaman atau video live jadi kita bisa nonton kegiatan kalian di sana! Ujar Sisca memotong ucapan Erica
"Jadi seperti mata-mata kita ya?" Tanya Erica bersemangat
"He eh! Kamu sudah setuju untuk datang?" Tanya Sisca
"Belum! Aku juga harus ijin kakak ku!"
"Kakak?"
"Iya, aku tinggal di rumah kakek bersama kakak ku"
"OOO..."jawab ketiganya.
"Mana ponsel mu?" Tanya Sisca
__ADS_1
Rita memberikan ponselnya, Sisca memberikan nomor ponselnya juga nomor ponsel kedua temannya.
"Nih nomor kami!" Sisca mengembalikan ponsel Rita
Bel berbunyi tanda jam istirahat selesai, keempatnya kembali ke kelas mereka.
"Aku ikut ekskul tenis dan berkuda" ujar Erica
"Aku renang dan berkuda!" Ujar Dani
"Aku renang dan tenis!" Ujar Sisca
"Boleh ambil 3 ekskul?" Tanya Rita
"Maksimal dua! Kita kan sudah tingkat dua, akan sibuk persiapan ujian" ujar Dani
"Ujian? Ujian apa?"
"Ujian kelulusan! Di sekolah ini persiapan untuk kuliah dimulai di tingkat dua, nanti tingkat tiga kita hanya melanjutkan saja "ujar Dani
"Oo begitu, di sini ada universitas nya juga kan?" Tanya Rita
"Ada! Dan mereka yang sekolah SMA di sini bisa mendaftar ke Universitas tanpa tes masuk" ujar Erica bersemangat
"Apa universitas nya bagus?" Tanya Rita
"Lumayan, ruang kelasnya nyaman, dosennya asyik, jurusan nya pun lebih banyak praktek kerja dari pada teori" ujar Eric menerangkan
"Kamu tahu banyak ya?" Tanya Rita
"Karena Erica salah satu cucu pemilik Universitas di sini" ujar Dani
"OOO..pantas"
"Tapi bener kok, lulusan universitas sini langsung di salurkan ke perusahaan -perusahaan, dan mereka bilang lulusan sini siap pakai dan berkualitas!"
"Iya deh..iya..promosi terus!" Ujar Sisca kesal
"Apa ada katalog nya? Siapa tahu kan?" Tanya Rita
"Nanti gue share ke kamu ya?" Ujar Erica tersenyum
Saat makan malam di rumah
"Bagaimana sekolah Rit?" Tanya kakek
"Lumayan kek, Rita sudah punya teman!"
"Oh ya? Siapa saja?" Tanya Andi penuh selidik
"Dani, Sisca dan Erica"
"Erica Watson?" Tanya Kakek
"Mungkin!"
"Lo tuh kalau kenalan tanya nama lengkap nya!"
"Kenapa kak?"
"Supaya bisa dicari tahu latar belakang keluarganya!" Jawab Andi
"Kok harus begitu?"
"Masa Lo gak belajar dari yang sudah-sudah di sekolah lama? Papa mau Lo gak sembarangan berteman!"
"Ya gak mungkin orang sembarangan yang sekolah di situ kan?"
"Memang! Tapi bagaimanapun juga kita harus waspada sekarang ini kekerasan itu seperti membudaya dari kalangan mana saja, apalagi dari kalangan atas, makin sulit terkena hukuman!" Ujar Kakek Darmawan panjang lebar
"Baik kek, oh iya Rita dapat undangan kesini" Rita memberikan undangan dari Vicky
"Ohh...ini anaknya direktur Ferarri di sini, dia yang mengundang langsung?" Tanya kakek, ia memberikan undangan ke Andi
"Iya, dia bilang ingin datang bersama Rita menjadi pasangannya"
"Pasangan? Memangnya kalian sudah akrab? Baru 3 Minggu kamu sekolah?" Tanya kakek heran
"Hah? Dia bilang apa?" Tanya Andi heran
"Bali, kamu sudah punya pacar? Kalau belum jadi pacar ku ya?"
"Bali? Dia manggil kamu Bali?"
"Mereka tanya Indonesia itu di mana, aku jawab Bali ada di Indonesia, jadi dia memanggilku Bali"
"Dengan siapa kamu mau pergi?"
"Rita kan jadi pasangan nya kek, boleh?"
"Hmm....menurut mu gimana Ndi?"
"Datang saja, tapi jangan lupa pakai kamera perekam!"
"Hah? Apa gak berlebihan?"
"Hehehe..bercyanda...bercyanda..."
Ujar Andi
"Enggak! Itu betul Ndi! Cariin Bros atau hiasan dengan kamera kecil, kakek agak ngeri dengan pesta anak orang kaya "
"Kalau begitu gak usah datang saja kek!" Ujar Rita
"Jangan! Kamu juga harus sosialisasi... sebenarnya ini acara yang baik untuk mendapatkan relasi" Ujar Kakek
"Jadi Rita boleh datang?"
"Boleh! Tapi dia jemput kamu kan?"
"Iya kali!"
"Gimana sih? Kamu tertarik sama dia gak?"
"Rita kan baru kenal kek "
"Iya kek, jangan-jangan kakek mau menikah kan Rita dengan relasi bisnis kakek ya?" Tanya Andi
"Ihh...nuduh sembarangan! Maksud kakek, kalau tertarik seriusin tapi jangan terlalu lengket nanti hamilton sebelum nikah!"
"Jiaahh..hamilton, kakek lucu juga ya kak?"
"Hahahaha.. lumayan!"
Di kelas, saat pelajaran selesai
"Jadi gimana Bal?"
"Kalau manggil nya Bali aku gak akan jawab!" Ujar Rita tegas
"Iya..iya..Rita kan?"
"Hmm... sebentar!" Rita menarik lengan Vicky dan menghampiri Sisca Cs, yang sedang merapikan alat tulisnya
"Kamu kenal mereka gak?" Tanya Rita
"Tahu! Sisca, Erica dan Dani kan?" Jawab Vicky
Sisca CS kaget Vicky mengenali mereka. Mendengar namanya disebut mereka termangu seolah tak percaya.
"Tuh kenal orang katanya susah hapal nama orang!" Ujar Rita sebal
"Hehehehe...itu kan bisa-bisanya aku saja, jadi gimana nanti malam aku jemput ya?"
"Ada syaratnya!"
"Aduuhh.. syarat apalagi sih?"
"Jangan merangkul! Kita bukan apa-apa!" Ujar Rita tegas
__ADS_1
"Yahh.. kamu kan pasangan aku!"
"Memangnya pasangan harus merangkul? Kalau gak mau mending gak usah!"
"Iya deh...iya!..jadi nanti jam 7 aku jemput ya?"
"Oke!"
"Eh iya dress code nya ungu!"
"Hah? Gak bisa warna lain?"
"Enggak! Harus ungu!" Vicky keluar dari kelas sambil tersenyum
"Waduh gawat!"
"Eh kenapa Rit?" Tanya Dani yang sadar lebih dulu dari lamunannya
"Aku gak punya gaun warna ungu. Mau beli di butik mana, aku kan orang baru di sini" Rita tampak kebingungan
"Gak usah bingung, ke butik mama ya Sisca saja!" Ujar Erica, Sisca mengangguk setuju
"Mahal gak?"
"Bisa pakai kartu kredit kok!" Ujar Dani
"Jauh butiknya?"
"Begini saja, kita temani Rita belanja di butik sekalian bantuin untuk make up gimana?" Usul Dani
"Tapi sepeda ku gimana?"
"Titip saja! Gak bakal hilang!" Timpal Erica
"Aku ijin kakak ku dulu ya?" Rita menelpon Andi untuk mengabarkan keberadaannya. Beberapa menit kemudian ia kembali
"Ayo deh, nanti ada orang rumah ku yang ambil sepeda di sini"
"Nah itu lebih bagus!" Ujar Erica. Erica dan Dani menelpon supir mereka untuk menjemputnya di butik, setelah itu mereka berempat berangkat. Satu jam kemudian mereka tiba di butik mewah milik mama Sisca.
"Valentina Boutique" Rita membaca papan nama mewah di depan pintu masuk. Tempat parkir mobil cukup luas, terlihat beberapa mobil mewah terparkir di situ.
"Oh Tante Amy!" Gumam Sisca melihat mobil Mercedes putih terparkir.
"Selamat sore!" Sapa SPG ramah
"Sore!, Eh ruang VIP ada orang?" Tanya Sisca
"Ruang 2 kosong!" Jawab SPG ramah
"Oke ruang 2, ini teman ku, dia lagi mencari gaun warna ungu atau nuansa ungu, ada kan? Tolong bawa ke ruang 2, biar dia mencobanya!"
"Baik!"
Sisca membawa teman-temannya ke ruang VIP 2, mereka menunggu sejenak, Snack dan minuman ringan dihidangkan.
Dua orang SPG datang membawa beberapa potong gaun berwarna ungu.
"cobain Rit!"
"semuanya?"
"ya pilih model yang kamu suka, lalu cobain deh!"
Rita memilih gaun yang sesuai seleranya, ia mengambil beberapa potong lalu membawanya ke kamar pas. Ia mencoba gaun pertama, lalu keluar dari kamar pas
"bagaimana menurut kalian?"
"hmm ..."ketiganya terdiam, hanya Dani yang memfotonya
setelah mencoba beberapa gaun, mereka memilih yang menurut mereka terbaik .
"tujuh ribu dolar" gumam Rita
"gimana? sebanding kok harga sama kualitas bahannya" ujar Sisca, ia kini lebih ramah dari biasanya.
"memang, oke aku ambil ini saja" Rita memilih gaun berwarna lavender soft, tampak elegan.
"eh sudah jam 5" Rita melihat smartwatch, setelah membayar ia pamit kepada ketiga temannya
"Aku duluan ya? Aku sudah ditunggu di luar!"
"oh iya! Terimakasih sudah belanja di sini!" ujar Sisca ramah
"kami tunggu ceritanya ya?" ujar Dani
"oke! Byee!!!" sambil membawa kotak berisi baju dan tas sekolahnya ia pergi meninggalkan butik.
"Dia naik taksi?"tanya Sisca
"enggak! Itu mobil Porche" jawab Dani memfoto mobil Rita
"Dia pakai Porche?" Erica kaget
"Dia bayarnya lunas lho!" Sisca menunjukkan slip pembayaran baju
"Tujuh ribu dolar dibayar lunas?...berapa uang jajannya?" gumam Erica heran
"eh, supir ku sudah datang, aku duluan ya?" giliran Dani keluar butik, tak berapa lama kemudian Erica menyusul. Tinggal Sisca yang berada di butik .
"mama masih di Paris?" tanyanya
"iya mba, mungkin besok baru pulang" jawab asisten mamanya
Setiba di rumah, Rita langsung sholat Ashar, dan beristirahat di kamarnya.
Andi menghampirinya
"Dapat bajunya?"
"Dapat kak!"
"lihat!"
"nih" Rita menunjukkan gambar di ponselnya
Andi melihat foto Rita dengan gaun itu
"Lumayan! Tapi sepatunya apa?"
"ya ampunnn...aku lupa beli!! Yah...gimana kak?" ia panik
"tenang!" Andi menelpon seseorang
"siapa kak?"
"lihat saja nanti!"
Menjelang Maghrib, sepatu pesanan Andi datang.
"nih!" Andi memberikan kotak sepatu
Rita membukanya
"wahh..bagus banget! Warnanya sama! Kok bisa kak?"
"tadi kakak mengirimkan foto mu dengan baju itu, lalu minta teman mencocokkan dengan sepatu yang cocok, itu deh!"
"Alhamdulillah... terimakasih kak!"
"eh itu ada perias juga"
"hah pakai perias segala?"
"Menurut Kakek pesta itu bukan asal-asalan jadi kamu harus serius berpakaian yang benar supaya gak memalukan keluarga "
"berat sekali ucapan nya!"
Setelah sholat magrib Rita di make up. Satu jam kemudian Rita sudah di make up minimalis namun elegan , pakaian dan sepatunya juga matching.
__ADS_1
Vicky sabar menunggu di bawah, ia termangu menatap Rita tanpa berkedip.
_bersambung_